
Sudah cukup lama Sasya bekerja di kafe bahkan sangking lamanya ia sampai hapal semua menu yang tersedia. Banyak pelanggan yang begitu memuji Sasya yang dimana selain ia cantik dan menawan dirinya juga pandai dalam membuat kopi, setiap kopi yang di buat olehnya selalu sesuai selera para pelanggan.
Suatu hari si Bos bertanya kepada Sasya apakah kita harus membuat pembaharuan dalam rasa kopi. Tapi Sasya menolak untuk melakukan pembaharuan terhadap rasa kopi tersebut karena baginya itu dapat menghilangkan ciri khas kafe tersebut.
Sasya menyarankan untuk melakukan variasi dalam membuat kopi seperti membuat gambar di atas kopi serta menambahkan topping pada kopi tersebut.
“ Boleh juga tuh.... nanti kamu coba buat ya.... kalau misalnya rasanya enak dan tampilannya juga menarik, nanti kita bikin menu baru nya OK ! “ si Bos berkata sembari menaruh harapan besar terhadap Sasya.
“ Trima kasih Bos.... “ Sasya menundukkan kepala dan berterima kasih.
Sasya pun pergi ke pasar untuk membeli berbagai topping mulai dari agar agar, bubble hingga wafer. Setelah selesai membeli bahannya kini ia tinggal membuat resepnya saja tanpa harus menghilangkan rasa kopi tersebut.
__ADS_1
Begitu banyak percobaan yang di lakukan olehnya namun tidak ada satupun variasi yang memuaskan dirinya. Hingga pada percobaan terakhir ia harus mengubah rasa kopi tersebut agar mampu menyatu dengan topping apapun, pada saat ia melakukannya rasa kopi itu begitu enak dan saat berada di dalam mulut rasanya bercampur aduk dengan topping tersebut.
Sasya pun akhirnya menyelesaikan kopi tersebut dan membuatkannya untuk si Bos agar si Bos dapat mensertakan kopi tersebut di dalam menu.
Si Bos pun mencoba kopi tersebut lalu berkata, “ Boleh juga nih... Ok nanti kita masukkan ke menu ya Sasya.... kerjamu sungguh bagus.. “.
“ Trima kasih Bos... “.
Perlahan\-lahan setelah mereka memujiku, mereka pun merayuku dengan berbagai hal. Ada salah satu pelanggan yang berasal dari golongan orang kaya datang menghampiri Sasya lalu berkata sembari menunjukkan kunci mobil kepada Sasya, “ Hey sayang... kamu mau gak temenin aku malam ini... “.
Sasya berkata dengan santai, “ Maaf pak, saya lagi kerja “.
__ADS_1
“ Hey... jangan jual mahal gitu dong... kamu mau jadi kaya kan... “.
“ Iya saya memang ingin kaya tapi saya tak ingin kaya dengan cara seperti itu, jadi maaf ! “ Sasya mulai geram.
“ Kalo kamu temenin aku satu malam aja... kamu bisa beli hp baru loh... “.
Sasya dengan tegas berkata, “ Maaf saya bukan cewek murahan, kalo mau cari cewek murahan cari aja di tempat lain Pak ! Trima kasih “. Sasya pun menghindarinya dengan cara pergi ke dapur untuk mencuci piring.
“ Dasar sombong ! “ Bapak itu berkata lalu pergi dari kafe.
Sasya memanglah wanita cantik dan memiliki tubuh yang sangat diidamkan oleh para lelaki tapi walaupun begitu dia masih punya harga diri.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
__ADS_1