
Ibu Aliyah adalah seorang wanita yang sangat cantik dan juga seksi namun umurnya sudah lumayan tua sekitar 30 tahunan dan ia belum menikah, di dalam perusahaan ia menjabat sebagai pengawas dan pemantau bagian keuangan.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
“ Apakah ibu Aliyah yang membuat laporan keuangan ini “ Tanya Riswan serius.
“ Iya Pak “.
“ Sudah kuduga ada yang tidak beres dengan ibu Aliyah beberapa hari ini “.
“ Tidak beres gimana Pak? “ Tanya Direktur keuangan.
“ Belakangan ini ia menghindari saya dan juga menghindari beberapa pengawas dan pemantau keuangan “.
Riswan akhirnya menyudahi penyelidikan tersebut dan meminta Doni untuk memanggil teman\-temannya yang tengah di tugaskan juga karena pelakunya sudah tertangkap. Doni pun mengumpulkan mereka dan pembicaraan pun di mulai di ruangannya.
“ Siapa pelaku sebenarnya Ris ? “ Tanya Doni.
“ Pelakunya ialah ibu Aliyah Pak “ Ucap Riswan.
“ Kok bisa ? setahuku ibu Aliyah selalu jujur dalam melakukan segala hal “ Bela Lulu.
“ Mungkin kamu benar, tapi kali ini dia sepertinya melakukannya. Manusia dapat berubah sewaktu waktu hanya karena harta “ Balas Riswan.
“ Coba kamu jelaskan bukti buktinya ? “ Tanya Doni kembali.
“ Pertama, dia membuat laporan palsu tentang pengeluaran yang telah diberikan kepada pak Doni dan yang kedua, ia telah mengambil uang produksi tersebut tanpa sepengetahuan pihak produksi “ Ucap Riswan tegas.
“ Bukti buktinya sungguh memberatkannya.. “ Ujar Riski.
“ Segera panggil ibu Aliyah ke ruangan saya “ Doni menelpon bagian administrasi.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
Ibu Aliyah pun masuk kedalam ruangan Doni dengan rasa cemas dan khawatir karena takut tindakannya akan diketahui olehnya.
Doni segera menanyakan hal tersebut kepada ibu Aliyah.
“ Apa benar ibu yang mengambil uang produksi tersebut ? “ Tanya Doni tegas.
“ Maaf Pak, saya memang telah mengambil uang tersebut “ ibu Aliyah langsung mengakuinya.
“ Mengapa kamu mengambilnya ? “Tanya Doni kembali.
__ADS_1
“ Ibu saya sedang sakit Pak dirumah... ia membutuhkan biaya berobat yang sangat besar bahkan uang produksi yang telah saya gelapkan pun tak mampu menutupi biaya berobatnya “.
“ Kenapa kamu tak mencoba untuk mengambil kasbon kepada saya ? “.
“ Saya takut Bapak akan marah dan justru memecat saya “.
“ Apa bedanya jika kamu saya pecat sekarang karena telah mengambil uang produksi dan saya laporkan kepada pihak berwajib “ Tegas Doni.
“ Jangan Pak... saya mohon... “ Ibu Aliyah memelas.
“ Seharusnya kamu pikirkan terlebih dahulu apa yang kamu lakukan “.
“ Ibu saya sedang sakit Pak dan ia hanya memiliki saya untuk menjaganya, saya akan melunasi segera uang tersebut Pak... “.
“ Bagaimana kamu melunasinya jika saya memecatmu sekarang ! “.
“ Tolong Pak jangan pecat saya, ganti saja dengan gaji saya selama beberapa tahun Pak “.
“ Dengan gajimu yang hanya 5 juta per bulan, butuh waktu yang sangat panjang bukan “ Cela Riski.
“ Jangan terlalu lunak Pak !, ini dunia bisnis ! rasa kasihan tak ada untungnya “ Cela Riski kembali.
“ Maaf Pak ! “ Ibu Aliyah bersujud di depan Doni.
“ Akting itu Pak ! “ Riski kembali mencela.
“ Biarkan saya yang memutuskan hal ini ki “ Doni tegas.
“ Baik Pak “ Jawab Riski.
“ Baiklah kamu boleh bekerja lagi disini dan kamu tak akan saya laporkan polisi, asalkan kamu mampu membawa bukti saat kamu membayar biaya perawatan ibumu kepadaku dan mari kita lihat apakah nilainya sesuai atau tidak dengan uang yang telah kamu gelapkan “ Kata Doni.
“ Baik Pak saya akan tunjukan bukti bahwa saya tidak bohong, trimakasih Pak “.
“ Sekarang kamu berdiri, tak baik kamu bersujud seperti itu dengan makhluk yang sederajat denganmu, lebih baik kamu gunakan sujudmu untuk Tuhanmu “ Ujar Doni.
“ Trimakasih Pak, saya rela lakuin apapun untuk Bapak “ Ibu Aliyah pun bangkit.
__ADS_1
“ Bekerjalah dengan giat dan rajin agar hutangmu kepadaku segera lunas, kamu mengerti ! “.
“ Baik Pak “.
“ Tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan terlebih dahulu “.
“ Apa itu Pak ? “.
“ Kamu harus meminta maaf kepada Direktu produksi yang telah saya pecat karena dirimu dan mengajak kembali ke perusahaan ini dan suruh dia memasuki ruangan saya kembali “ Pinta Doni.
“ Baik Pak akan saya lakukan “.
“ Sekarang kamu pergilah cari dia dan bawa dia kesini “.
“ Baik Pak “ Ibu Aliyah pun pergi.
“ Hey Bos !, bukankah kamu terlalu lunak padanya “ Riski tegas.
“ Dia hanya ingin menolong Orangtuanya, mungkin jika saya yang mengalaminya saya juga akan melakukan hal yang sama “.
“ Ciiihh... “ Riski pergi.
Doni pun membubarkan mereka berlima dan menyuruh mereka kembali bekerja.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
“ Pak Bos yang sekarang sungguh baik ya... “ Puji Riswan.
“ Iya.. Bos kali ini sungguh bijaksana ya “ Puji Lulu
“ Kamu benar Lu... “ Ucap Nina.
“ Dia terlalu lunak ! “ Riski marah.
“ Kamu kenapa sih Ki daritadi ? “ Tanya Arya bingung.
“ Aku gak suka dengan sikapnya, dia akan menghancurkan perusahaan ini jika terus seperti itu “ Balas Riski.
“ Udah yuk balik kerja... Bye “ Ajak Nina.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
__ADS_1