
Beberapa minggu sudah berlalu dan ternyata benar bahwa produksi makanan ringan tersebut menghasilkan keuntungan yang luar biasa besar sehingga saham perusahaan naik secara perlahan.
Produk tersebut begitu di terima oleh masyarakat baik kalangan atas maupun bawah, dulu kami hanya terfokus pada kalangan atas saja karena saat itu kami hanya ingat bahwa keuntungan akan lebih besar jika dibeli oleh kalangan atas tapi ternyata keuntungan yang kami dapatkan kini berlipat lipat kalinya dari sebelumnya. “Sungguh ide yang sangat hebat “ Doni berkata kepada karyawan yang memberikan proposal tersebut.
“ Iya pak, sama\-sama “.
Kebetulan karyawan yang memberikan proposal tersebut ialah seorang wanita muda yang sangat cantik dan begitu terkenal di kantor ini. Doni pun merayunya untuk mengajaknya makan siang bersama.
“ Hey kamu, nama kamu siapa ? “.
“ Saya Risda pak “.
“ Temenin saya makan siang yuk “.
“ Tapi saya masih ada kerjaan pak “.
“ Ya sudah tinggal saja dulu, ini perintah atasan loh ! “ Doni berkata dengan angkuh.
“ Baik pak “.
Doni pun pergi bersama Risda ke sebuah restoran yang berada cukup jauh dari kantor. Mereka berbincang tentang saham perusahaan yang begitu melejit tinggi karena proposal Risda.
“ Risda aku sungguh berterima kasih kepadamu karena sudah memberikan kinerja terbaik di perusahaan ini “.
__ADS_1
“ Saya bukan yang terbaik loh pak... “ Risda tersipu malu.
“ Masa sih ? tapi beberapa ini kita berhasil meraih omset yang besar karena idemu loh “.
“ Bapak bisa aja... “.
“ Jangan panggil bapak dong, kan umur kita gak beda jauh “.
“ Iya ya pak.. bapak kan masih 19 tahun beda setahun sama saya “ .
“ Emang umur kamu berapa ? “.
“ 20 tahun pak “.
“ Hehe..., jadi mau dipanggil apa nih pak ? “.
“ Panggil Doni aja kalau di luar kantor “.
“ Oke deh pak.. eh maksudnya Doni “.
Setelah selesai mensantap makan siang Doni dan Risda pun kembali ke kantor dan meneruskan pekerjaan yang begitu menumpuk. Para pemilik saham begitu antri menitipkan saham mereka karena mereka sungguh terkejut atas produk tersebut yang begitu cepat meraih omset tertinggi. Doni harus menandatangani perjanjian kontrak dengan pemilik saham tersebut hingga tangannya sampai pegal.
Hari sudah mulai malam dan dokumen telah selesai ditanda tangani, Doni pun merapikan barang barangnya dan lekas pergi pulang kerumah. Disaat Doni mengarah ke parkiran ia melihat Risda sendirian di tepi pagar kantor.
__ADS_1
“ Hey Risda kamu ngapain disini “ Doni berkata sembari mendekati Risda.
“ Saya lagi nunggu jemputan pak “.
“ Memang siapa yang jemput ? “ Doni bertanya dengan penuh rasa penasaran.
“ Bapak saya... “.
“ Sudah mau hujan loh, mending kamu sama saya aja pulangnya nanti saya antar sampai rumah. Kasian bapak kamu nanti kehujanan “.
“ Iya sih pak. Saya kabarin bapak saya dulu ya pak “ Risda berkata sembari menelpon bapaknya.
Setelah Risda selesai menelpon Donipun bertanya kembali.
“ Apa kata bapakmu ? “.
“ Katanya sih disana sudah hujan. Jadi saya boleh nih numpang sama bapak “.
“ Yasudah ayuk... “.
Doni mengambil mobilnya dan mengantar Risda pulang kerumahnya. Di dalam perjalanan mereka begitu asyik dalam mengobrol seakan\-akan mereka sudah saling menyukai satu sama lain.
Risda adalah wanita cantik dan pintar walaupun umurnya sudah tak muda namun kecantikannya dapat memikat Doni. Membuat Doni ingin memilikinya.
Risda juga adalah pegawai yang memiliki etos kerja yang sangat cepat dan juga ide ide jenius yang mampu membawa perusahaan menjadi lebih baik lagi.
__ADS_1
^_^_^Met By Lightning^_^_^