
“ Apakah kita terima tawarannya Rit ? “ Tanya Sasya.
“ Trima aja sih menurutku, bukankah ini kesempatan yang bagus buat kita “.
“ Kamu benar “.
Sasya mengambil hpnya dan menelpon nomor tersebut dan menyarankan agar mereka bertemu langsung biar lebih jelas tentang keuntungan yang akan didapatkan oleh kedua belah pihak. Roni menyetuji hal itu dan segera datang ke cafe milik Sasya. Mereka berbincang panjang lebar tentang keuntungan serta beberapa event yang akan dilakukan bersamaan dengan kerja sama tersebut. Roni berencana akan melakukan event di kota jakarta dengan menampilkan cara membuat kopi dengan racikan yang tepat. Dan Roni ingin mengajak karyawan cafe dan juga Sasya agar ikut membantu mempraktekannya disana.
Sasya pun menyetujui hal itu apalagi Roni juga menawarkan bahwa ia akan membuatkan cabang dari cafe Sasya di Jakarta nantinya.
“ Baiklah aku setuju dengan tawaranmu “ Ucap Sasya menyetujui.
“ Trimakasih, secepatnya akan saya kabari tentang penandatangan kontrak kita “ Roni berdiri lalu pergi menaiki mobilnya.
Sasya begitu senang karena sebentar lagi cafe itu akan berada di Jakarta.
“ Roni tampan ya... kaya lagi ! aku jadi suka.. “ Rayu Rita terhadap Sasya.
“ Yauda ambil... “ Sasya cuek.
“ Tapi sayang aku uda punya pacar, kalau belum pasti udah ku deketin tuh Roni, kamu gak suka emang ama dia “ Rita berusaha meyakinkanku untuk membuka hati kembali.
__ADS_1
“ Enggak, lagi gak ingin menaruh hati dulu Rit... “.
“ Tapi ingat umurmu perlahan sudah mulai menua... kamu harus menikah loh “.
“ Iya! Iya! Bawel! “.
Sasya pergi ke dapur untuk membuat kopi namun Rita terus saja menggodanya seperti anak kecil.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
Toko pun akhirnya tutup sekitar jam 6 sore lebih cepat karena stok kopi sudah habis. Sasya bingung namun senang karena stok tersebut habis tapi habisnya dalam dua hari.
“ Banyak yang beli kan bagus sih... “ Ucap Rita.
“ Iya! Iya! “.
Keesokan harinya Sasya berbelanja di termpat biasa ia membelinya namun sebuah jenis kopi tak memiliki stok lagi di pedagang tersebut. Sekilas ia melihat kearah pedagang kopi yang tengah berjualan dari pintu ke pintu menawarkan kopi miliknya namun tak ada satupun yang membelinya. Ia menghampiri pria tersebut lalu membeli sekitar 30 bungkus kopi. Pria itu sungguh bertrimakasih kepadanya. Di sepanjang jalan menuju cafe Sasya berpikir bahwa ia pernah bertemu dengan pria tersebut. Tapi ia sudahi pikiran itu agar tak mengganggu pekerjaannya.
“ Yuk! Yuk! Kerja lagi kita! “ Sasya meletakkan barang belanjaannya di dapur agar dapat di olah oleh para karyawannya.
Sasya duduk sebentar untuk menghilangkan rasa lelahnya, Rita memberikan segelas air putih agar dapat diminum oleh Sasya.
__ADS_1
“ Trimakasih Rit “.
“ Bos ini di apain ya ? “ Seorang karyawan bertanya kepada Sasya.
“ Sebentar... “.
Ternyata karyawan tersebut menanyakan tentang kopi yang baru saja dibeli oleh Sasya.
“ Jadi kan kopi biasa aja, gak usah dicampur apapun. Karena tadi aku melihat bahwa kopi ini kualitasnya sangat baik namun tak ada yang beli “.
“ Baik Bos “ Mereka serentak menjawab.
Cafe pun dibuka kembali dan pelanggan mulai beramai ramai datang. Hari itu sungguh sangat baik menurut Sasya.
“ Hari yang indah harus diawali dengan menolong sesama “ Gumam Sasya.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
Sasya ketemu Doni ?,
Masa sih ?.
Ikutin terus ceritanya di Met By Lightning.
^_^_^Met By Lightning^_^_^
__ADS_1