
Olympus : Singgahsana Athena
Theo dan Chloe duduk di dalam kamar, Theo sangat senang dengan hidupnya Chloe kembali, sudah setahun lamanya Theo berharap Chloe bisa berbincang dengannya lagi. Harapannya terkabul berkat Dewi Athena yang mengambil ruhnya dari Dunia Bawah.
Chloe sangat bingung dengan situasi yang terjadi, Chloe menatap wajah Theo yang berubah, wajah mereka sengaja dirubah agar Zeus tidak mengetahui tentang identitas mereka dan lagi-lagi semua berkat Dewi Athena. Dewi Athena benar-benar telah membantu mereka.
Theo sebenarnya bingung dengan motif dari Dewi Athena, entah tujuan dia apa mau menolong Theo dan teman-temannya, padahal seluruh dunia tahu bahwa Athena adalah anak kesayangan dari Dewa Zeus, tapi Theo sangat bersyukur karena Dewi Athena mau membantu mereka dan menghidupkan Chloe kembali.
Chloe yang bingung akhirnya membuka pembicaraan, apa tujuan Theo mengajaknya ke kamarnya.
"Jadi Andrew, mengapa kamu mengajakku ke kamar ini?" Tanya Chloe
"Sekarang kamu boleh memanggilku Theo." Kata Theo
"Sebenarnya apa yang terjadi, mengapa aku tadi melihat ada mayat anak Apollo dan Spartan yang bertarung denganmu di kantin Olympus?" Tanya Chloe
"Aku akan menceritakan semuanya dari awal," Theo menarik nafasnya panjang dan mulai menceritakan yang sebenarnya ke Chloe. "Setahun yang lalu, kamu tewas di arena pertempuran." Kata Theo
"Aku tewas? Kamu serius?" Tanya Chloe bingung
"Iya kamu tewas, jujur aku sangat terpukul dan sangat marah, kamu terbunuh di tangan anak-anak Zeus. Lalu, aku mengamuk dan membunuh ketiga anak Zeus itu dengan tanganku sendiri. Setelah itu...." Ucapan Theo berhenti
"Apa?" Tanya Chloe
"Setelah itu, aku menantang Zeus dan Zeus datang kepadaku." Kata Theo
"Jadi, kamu membunuh Zeus." Ucap Chloe mengambil kesimpulan sendiri, Theo memegang kepala Chloe dan mengusap-usapnya.
"Tidak lah, tidak semudah itu." Ucap Theo sembari tersenyum
Chloe sangat malu karena Theo memperlakukannya dengan sangat manja, selama ini hanya Red yang memperlakukannya seperti itu, tapi semuanya kepalsuan. Chloe juga khawatir akan Theo, dia tidak ingin luka lamanya terulang kembali.
"Setelah itu apa? Ceritanya jangan terpotong-potong." Kata Chloe
"Setelah itu, Zeus menyambarku dengan petirnya, tubuhku bergetar hebat dan aku hampir mati. Tapi, Dewa Hermes, Ares, dan Apollo menyelamatkanku dan membawaku kabur ke Gunung Harapan, disana aku bertemu dengan Derry, dia banyak menolongku. Tidak lama kemudian, Hendrick, Elliad, dan Baron juga ikut menyusul dan kami melakukan perjalanan menuju Dunia Bawah." Theo menjelaskan kepada Chloe
"Siapa Derry? Hendrick? Elliad? Baron? Aku tidak mengenal mereka." Tanya Chloe bingung
"Hendrick anak Apollo, Derry ketua perkumpulan rahasia yang disebut GOD, Elliad adalah teman dari Hendrick yang juga anggota dari GOD, dan Baron adalah Spartan tangguh yang melemparku di kantin Olympus." Kata Theo
"Lalu?"
"Kami sampai di Dunia Bawah, Hendrick dan Elliad terbunuh di depan pintu masuk oleh sesosok monster yang disebut Minotour Devil." Ucap Theo lagi meneruskan ceritanya
"Aku tahu itu, kalian tidak mungkin menang melawan Minotour Devil, dia memiliki kekuatan purba, dia ada sebelum Zeus dilahirkan." Kata Chloe
"Hah? Zeus dilahirkan? oleh siapa?" Tanya Theo, Theo baru tahu kenyataanya bahwa Zeus ternyata dilahirkan juga
"Dia keturuna dari Gaia, aku hanya mendengar cerita itu dari buku yang kubaca, buku itu diberikan oleh Dewa Hermes, Minotour Devil adalah salah satu makhluk buas zaman purba yang hidup di dalam perut Gaia, dia adalah anak dari Ekhidna." Ucap Chloe menjelaskan
"Titan?"
"Titan adalah awal dari kehidupan, mereka adalah raksasa yang ada sebelum kehidupan manusia, bahkan dewa-dewa Olympus yang sekarang." Kata Chloe
"Kamu hapal silsilah Titan?" Tanya Theo semakin penasaran, dia ingin tahu semua tentang masa lalu Zeus
"Ini akan panjang...." Ucap Chloe sembari menarik nafas panjang
Theo bersiap mendengarkan dengan seksama, mungkin dengan tahu masa lalu Zeus, akan memudahkan perjalanan Theo.
"Awal semuanya adalah Khaos (Kehampaan)." Chloe mulai bercerita
***
Kehampaan
Alam semesta masih kosong, belum ada makhluk hidup sama sekali, dunia belum diisi dengan aturan, belum ada planet, bintang, bahkan matahari. Khaos tercipta dengan sendirinya, dia sendirian di alam semesta yang hampa, Khaos bingung dengan keberadaanya, dia tiba-tiba ada, entah darimana dirinya berasal. Khaos berkelana di ruang hampa, tidak ada ujung, tidak ada awal, tidak ada waktu dan tidak ada akhir. Hanya kehampaan. Khaos merasakan kebosanan, hingga dia berpikir untuk menciptakan sesuatu, entah ilmu dari mana yang dia dapat, dia menciptakan sebuah kotak, lalu ada seorang gadis kecil keluar dari kotak itu.
"Hai aku Pandora." Kata gadis itu
Khaos menatap gadis itu, Khaos bingung dan tidak tahu apa yang ada di depannya, Khaos juga tidak mengerti bunyi apa yang keluar dari gadis itu, Khaos belum mengerti bahasa dan Khaos belum bisa berbicara.
__ADS_1
"Kamu apa?" Tanya Pandora lagi
Khaos sangat senang dengan adanya Pandora, walaupun dia tidak tahu bunyi apa yang keluar dari Pandora, setidaknya dia tidak sendirian lagi.
"Kamu aneh, bentukmu juga aneh, tidak sepertiku." Ucap Pandora lagi
Khaos terus memperhatikan Pandora, pandangannya tidak terlepas dari Pandora, dia benar-benar sangat senang dengan kehadiran Pandora.
Setelah kemunculan Pandora, Khaos tidak lagi sendirian, Pandora juga anak yang sangat ceria, dia senang menari dan bernyanyi, Pandora juga anak yang pintar, dia mengajarkan Khaos untuk berbicara dan berbahasa, Khaos perlahan-lahan mulai mengerti bunyi yang dikeluarkan dari Pandora, itu disebut berbicara. Pandora juga mengajarkan Khaos tentang hal-hal yang aneh dan tidak Khaos ketahui sebelumnya, dengan kesabaran dari Pandora, akhirnya untuk pertama kalinya bisa berbicara.
"K....h..a...o.s" Kata Khaos terbata-bata
"Wah Khaos pintar, ayo coba sebut namaku." Kata Pandora
"P.....a..n..do...r...a." Kata Khaos lagi, Khaos sangat bahagia dengan keberadaan Pandora yang mengisi kehidupannya.
Tapi, semenjak kehadiran Pandora di ruang hampa, sebuah intetitas juga muncul, intentitas yang sebenarnya tidak berpengaruh pada Khaos, tapi berpengaruh pada Pandora, intentitas itu disebut waktu. Intentitas yang tidak berwujud, namun intentitas itu ada dan memakan segala hal yang dilewatinya.
Seiring berjalannya waktu, Pandora tumbuh remaja, Khaos bingung dengan perubahan wujud Pandora, tapi Khaos tetap senang karena sifat Pandora tidak berubah dan tetap menemaninya. Pandora hidup diruang hampa tanpa makanan dan minuman, tapi tubuhnya tetap bertambah besar.
"Khaos, ayo menari." Kata Pandora
Khaos menari dengan Pandora sepanjang waktu, kebahagiaan ini Khaos harapkan bisa selalu ada dan tidak akan pernah sirna.
Berpuluh-puluh tahun Khaos bersama Pandora dan Pandora bertambah tua, tubuhnya tidak sekuat dulu, kulitnya keriput dan rambutnya memutih, Khaos bingung kenapa Pandora tidak lagi seaktif dan seceria dulu.
"Ka...mu... ke...na...pa... ti...d...ak... m..e..na..ri...?" Kata Khaos terbata-bata
"Aku sudah tua Khaos, mungkin sebentar lagi aku mati." Kata Pandora
"Ma....ti...?" Tanya Khaos bingung
"Nanti kamu akan tahu, aku dimakan oleh waktu." Kata Pandora
Khaos tidak mengerti apa yang diucapkan Pandora, tapi Khaos tetap senang bisa berbincang dengan Pandora, semakin tua Pandora semakin sedikit dia berbicara, karena tubuhnya sudah sangat melemah.
Hari kematian Pandora tiba, tubuh Pandora tidak lagi bergerak, Pandora tidak lagi mengeluarkan suara, Pandora benar-benar diam dan mati, Khaos berpikir Pandora hanya tertidur, tapi Khaos bingung karena tidur Pandora sangat lama, Khaos menunggu dan terus menunggu, sangat lama dia menunggu, sampai akhirnya Khaos sadar, ada yNg tidak beres dengan Pandora.
"Pa...n...do...ra m...a..ti?" Tanya Khaos
Lagi-lagi Khaos menunggu, dia berharap Pandora bangun, tapi sia-sia, Pandora tetap diam dan tidak bergerak. Kemarahan Khaos memuncak, dia mengambil tubuh Pandora dan memasukkannya ke dalam kotak, hingga tiba-tiba ruang hampa bergetar hebat, Khaos menjerit kesakitan, dia tidak tahu apa yang terjadi, untuk pertama kalinya dia merasakan kesakitan, dia menjerit dan terus kesakitan, Khaos mencoba membuka kotak itu, tapi kotak itu sudah terkunci dengan rapat sangat rapat, hingga tiba-tiba tubuh Khaos terbelah dan Khaos mati. Tubuh Khaos terbelah menjadi lima bagian, dari tubuh Khaos yang terbelah terciptalah lima makhluk yang bernama Tartaros (Neraka), Gaia (Bumi), Eros (Cinta), Erebos (Kegelapan), dan Niks (Malam) dan terciptalah awal kehidupan di Ruang Hampa akibat potongan tubuh dari Khaos itu, dan mereka disebut dengan Titan.
***
Olympus : Singgahsana Athena
Chloe menghentikan ceritanya, lalu dia menyuruh Theo untuk mengambil minum. Theo dengan cepat mengambil minum, karena Theo sangat tertarik dengan cerita yang diceritakan oleh Chloe.
"Mau ku lanjutkan?" Tanya Chloe
"Aku ingin bertanya sedikit, sebelum kamu melanjutkan." Kata Theo
"Bertanya apa?" Tanya Chloe
"Dari mana Khaos berasal."
"Aku tidak tahu."
"Baiklah, lanjutkan."
"Aku akan menceritakan tentang ke-5 Titan lainnya". Kata Chloe
"Oh iya, sebelumnya aku ingin bertanya lagi?"
"Apa?"
"Dimana kotak Pandora?" Tanya Theo
"Singgahsana Zeus, Zeus menyimpannya agar tidak ada yang bisa membukanya." Kata Chloe
"Apakah Zeus pernah membukanya?"
__ADS_1
"Tidak ada yang mampu membukanya." Kata Chloe
"Baiklah, lanjutkan."
Chloe menarik nafas panjang dan mulai bercerita kembali.
***
Ruang Hampa
5 Titan itu memiliki wujud yang sangat besar, di dalam tubuhnya ada masing-masing kehidupan, Tubuh Tartaros sangat panas dan lebih panas dari apapun yang pernah dilihat oleh mata manusia dan dirasakan oleh kulit manusia, panas Phoenix adalah sebagian kecil dari hawa panas tubuh Tartaros dan panas tubuh Tartaros 300x lebih panas daripada burung Phoenix. Di awal kehidupannya, Tartaros sangat tertarik dengan Gaia dan Tartaros melihat ditubuh Gaia dengan seksama, karena mewarisi ilmu dari Khanos, Tartaros dan Titan lainnya bisa berbicara dengan lancar dan mereka mengetahui nama mereka dan nama Titan lainnya dengan sendirinya.
"Hai, kamu Gaia kan?" Tanya Tartaros
"Iya, benar." Kata Gaia
"Tubuhmu indah." Kata Tartaros
Kemudian Gaia melihat tubuhnya sendiri, dia bingung apa yang dilihat oleh Tartaros.
Tartaros terus melihat tubuh Gaia selama ribuan tahun lamanya, Tartaros sangat menyukai tubuh Gaia yang benar-benar kosong dan tidak ada api di dalamnya.
Di sisi lain ada Erebos dan Niks yang juga sangat akrab, Erebos dipenuhi dengan kegelapan, tubuhnya sangat gelap dan Niks diisi dengan cahaya berkelap kelip ditubuhnya, Niks menyebut cahaya itu adalah bintang, Erebos sangat senang melihat cahaya yang keluar dari dalam tubuh Niks
Eros sendiri yang tidak memiliki teman dekat, karena dia benar-benar tidak membutuhkannya, kemudian dengan keisengannya dia menunjukkan kekuatannya yang sudah dia ketahui sejak awal dia tercipta, dia adalah bagian kecil yang terpecah dari tubuh Khanos, suatu kekuatan yang sangat kuat yang muncul dari hati Khanos, walaupun kecil tapi kekuatan itu dapat merubah semua hal menjadi lebih bermakna, kekuatan itu tercipta karena perasaan Khanos kepada Pandora, kekuatan itu disebut cinta.
Eros mengeluarkan kekuatannya dan membuat Tartaros dan Gaia mencintai, begitupun dengan Erebos dan Niks. Bukan hanya mencintai, Eros juga mengeluarkan kekuatan nafsunya untuk membuat mereka bercinta, dengan kekuatan itu Eros berharap akan ada perubahan yang akan terjadi dengan di Dunia Hampa yang mereka tempati, tapi ternyata itu malah menyebabkan kekacauan besar untuk mereka.
Setelah kejadian itu, Gaia mengandung dan melahirkan 4 anak, 4 anak Gaia bernama Tifon (Badai), Uranus (Langit), Ourea (Pegunungan), dan Pontos (Lautan).
Sedangkan Niks melahirkan banyak anak, yaitu Aither (Surga), Hemera (Siang), Apate (Dusta), Oneiroi (Mimpi), Momos (Kesalahan), Geras (Penuaan), Filotes (Kasih Sayang), Oizis (Kesulitan), Moria dan Ker (Takdir).
Setelah itu, anak-anak mereka tumbuh besar dan saling mencintai satu sama lain, itu juga adalah ulah dari Eros, Eros tidak mengetahui dampak sebenarnya dari apa yang telah dia lakukan.
Aither dan Hemera saling mencintai dan melahirkan banyak anak, yaitu Thanatos (Kematian), Hipnos (Tidur), Nemesis (Pembalasan), dan Moros (Malapetaka).
Sedangkan Uranus mencumbu ibunya sendiri, hingga lahirnya dewa-dewa pertama dari Gaia dan dewa-dewa itu adalah. Erinyes (Kemarahan), Gigant (Raksasa biasa), Meliai (Pohon), Hekathonkeire (Batu), Kiklops (Besi), dan Ekhidna (Hewan)
Setelah lahirnya Erinyes, semua keadaan ruang hampa berubah, Erinyes dan Moros bekerjasama untuk menghancurkan Uranus, karena dia tahu Uranus mencumbu ibunya sendiri yaitu Gaia, Erinyes kesal dengan ayahnya dan ibunya, karena mau bagaimanapun ibunya telah menyelingkuhi kakeknya sendiri, Tartaros. Erinyes membujuk Hekathonkeire untuk menyerang Uranus, tapi Hekathonkeire kalah dan akhirnya seluruh anak Uranus di masukkan ke dalam perut Gaia dan tidak bisa keluar, Uranus memenjarakan Kiklops dan Ekhidna karena jijik melihat wajahnya yang jelek.
Uranus mengetahui tentang rencana jahat dari Moros, keturunan dari Niks, Uranus membunuh semua yang berkaitan dengan Moros, mulai dari ibunya, ayahnya, saudara-saudarinya dan keponakannya, semua mati ditangan Uranus dan sebelum kematiannya mereka menciptakan sebuah ruang dengan sisa kekuatan mereka, Gaia sadar kekuatan Uranus sudah melampaui batas, tapi Gaia tidak bisa berbuat apa-apa, Eros tetap memperhatikan kejadian itu dengan seksama.
Eros mulai penasaran dengan rasa nafsu, dia kemudian mengeluarkan kekuatannya untuk bercumbu dengan Gaia, lahirnya seorang anak dari Eros dan Gaia yang juga merupakan Dewi, nama Dewi itu adalah Aphrodite dan hidup diruang hampa, tapi Aphrodite tidak terbunuh dan terkurung karena semua yang melihatnya akan tunduk dihadapannya.
Gaia dendam kepada Uranus karena telah mengurung anak-anaknya di dalam perutnya sendiri, mereka hidup di dalam perut Gaia. Kemudian, Hekathonkeire dan Kiklops bercumbu dan lahirnya dewa berwujud manusia dan lahir di permukaan kulit Gaia. Hekathokeire juga bercumbu dengan Ekhidna dan melahirkan makhluk-makhluk purba, salah satunya Minotour Devil dan Phoenix.
Anak-anak dari Kiklops tinggal di permukaan kulit Gaia selama ribuan tahun lamanya, anak-anak Hekathonkeire dan Kiklops adalah Okeanos, Tethis, Hiperion, Theia, Koios, Foibe, Kronos, Rea, Themis, Mnemosine, Krios, Lapetos.
Setelah itu, Kronos dan Rea bercumbu dan melahirkan 6 anak, anaknya adalah Hades yang paling tua, Demeter yang kedua, Poseidon yang ketiga, Hestia yang keempat, Zeus yang kelima, dan Hera yang keenam. Mereka dipasangkan menjadi 3 pasangan. Hades dan Demeter, Poseidon dan Hestia, dan yang terakhir Zeus dan Hera.
Kronos menceritakan kepada ketiga anak laki-lakinya tentang perbuatan ayah mereka, Uranus yang membuat mereka tinggal di perut ibu mereka, Gaia. Zeus sangat marah dan ingin membalas dendam kepada Uranus, hingga akhirnya dia masuk ke perut Gaia dan bertemu dengan kakeknya Kiklops. Zeus meminta kepada Kiklops untuk dibuatkan sebuah senjata, lalu Zeus diberikan kekuatan petir oleh Kiklops, dengan kekuatannya dia menghampiri Uranus di Ruang Hampa yang telah berkuasa ribuan tahun lamanya, dengan tangannya sendiri Zeus mengkebiri Uranus. Darah dari testis Uranus membasahi tubuh Gaia. Keadaan Ruang Hampa benar-benar kacau balau, semua Titan berubah menjadi ruang dan bersatu padu, hingga terciptalah alam semesta. Zeus kembali ke tubuh Gaia yang sudah menjadi ruang yang disebut Bumi dan mulai membagi kekuasaanya, Uranus yang mati menjadi Olympus, Zeus penguasa Olympus dan Bumi, Pontos yang mati menjadi lautan lalu dikuasai oleh Poseidon, dan Tartaros yang mati menjadi Dunia Bawah dan berada di perut Gaia.
Setelah pertempuran besar itu, Titan yang tersisa merubah wujudnya menjadi wujud manusia dan tinggal di Olympus bersama dengan Zeus dan dibawah kekuasaan Zeus, sedangkan Kronos dan Rea orangtua dari Zeus dikurung oleh Zeus di Dunia Bawah, karena mereka menginginkan kekuasaan. Tapi Zeus tidak ingin membaginya dengan mereka karena keserakahan mereka. Kiklops juga dikurung di Dunia Bawah. Zeus tidak tahu terimakasih dengan semua orang yang membantunya.
Sampai sekarang Zeus tinggal di atas tubuh Uranus yang sudah mati, tubuh Uranus yang sekarang disebut juga Olympus.
***
Olympus : Singgahsana Athena
"Cerita yang sangat panjang." Kata Theo
"Yah begitulah."
"Tapi, bukankah sekarang kita tidak di Bumi?" Tanya Theo
"Maksudmu?" Tanya Chloe bingung
"Entahlah, kalau begitu gantian aku yang cerita." Kata Theo
"Oh iya, silahkan lanjutkan ceritamu tadi." Ucap Chloe
__ADS_1
"Jadi...."
Theo menarik nafas panjang dan mulai bercerita.