Mirror Of God

Mirror Of God
Episode 20 : Masalalu Theo


__ADS_3

Ellada : Paradeisos


Manusia yang diciptakan Theo sudah sangat banyak dalam beberapa ribu tahun, jumlahnya sudah jutaan jiwa, awalnya sama sekali tidak ada masalah, tapi ternyata semakin banyak manusia yang berjalan, semakin banyak pula masalah. Mereka saling membunuh, untuk memenuhi hasrat mereka sendiri. Tujuan Theo yang tadinya ingin menjadikan mereka anak buah sudah berubah, Theo sekarang lebih ingin tahu sifat-sifat dari makhluk yang dia ciptakan.


"Hei Pandora, kenapa mereka saling menyakiti? Saling berperang?" Tanya Theo


"Karena mereka lemah, kelemahan mereka sebenarnya adalah tidak dapat menguasai diri mereka sendiri."


"Padahal aku menciptakan mereka untuk menjadi seperti yang kusuruh, tapi setelah kuamati mereka bergerak dengan naluri mereka sendiri." Kata Theo


"Mereka tidak memiliki ruh kehidupan, apakah kamu mau mengatur mereka dengan sebuah aturan?" Tanya Pandora


"Bagaimana caranya?"


"Jadilah Dewa."


"Apa itu Dewa?"


"Dewa itu adalah seseorang yang paling kuat, mereka yang memimpin manusia dan mengaturnya." Kata Pandora


"Apa aku mungkin menjadi Dewa?" Tanya Theo


"Kamu adalah Dewa Theo, kamu memang terlahir sebagai Dewa, tapi kamu dibuang ketempat ini."


Theo terdiam, Theo memang tidak tahu asal-usulnya. Dia tidak tahu dia datang dari mana, karena ketika dia sadar, dia sudah berada di suatu tempat yang asing baginya. Bahkan, dia juga tidak tahu darimana Pandora berasal.


"Pandora, dari mana asalmu?" Tanya Theo


Pandora terdiam, lalu dia memegang dada Theo tepat dihatinya.


"Aku dari sini." Kata Pandora


"Kamu dari dadaku?" Tanya Theo polos


"Bukan Theoooo... Aku datang dari hatimu." Ucap Pandora


Theo tidak paham, Theo berpikir Pandora memang tercipta dari hatinya.


"Jadi aku mencabut hatiku dan menciptakanmu?" Tanya Theo lagi


"Hahaha, kamu memang tidak mengerti Theo, aku tercipta dari sebuah perasaan yang kamu rasakan, aku tiba-tiba ada untuk menemani seorang Dewa, itu tugasku." Kata Pandora


Kemudian Pandora menunduk, dia menunjukkan wajah sedihnya, sebenarnya dia berbohong kepada Theo, walaupun tidak semua yang dia ucapkan adalah kebohongan, tapi dia berbohong tentang asal usul dia.


"Ada apa Pandora? Mengapa kamu bersedih?" Tanya Theo


"Aku tidak sedih, suatu saat kamu akan tahu." Kata Pandora


"Jadi, kembali ke awal? Bagaimana caranya menjadi Dewa?"


"Kamu memiliki kekuatan yang benar-benar kuat tanpa kamu ketahui, kamu memiliki kekuatan api tak terbatas, jika es memiliki titik beku dan tidak akan lebih dingin lagi ketika sudah sampai pada titik beku, tapi api tidak. Api dapat mengeluarkan panas yang tidak terbatas, kamu memiliki kekuatan itu." Kata Pandora menjelaskan kepada Theo


"Darimana kekuatanku?"


"Kekuatanmu berasal dari dirimu sendiri, sejak kamu diciptakan, kamu sudah memiliki kekuatan itu."


"Siapa yang menciptakanku?" Tanya Theo dengan wajah yang sangat penasaran


"Aku tidak tahu." Kata Pandora


"Apakah dia Dewa juga?"


"Jauh berada diatas Dewa." Kata Pandora


"Baiklah, jadi peraturan apa yang harus kubuat untuk manusia?"


"Terserah kamu, tugasmu yang pertama adalah mengutus seseorang untuk menyembahmu."


"Seseorang?"


"Iya, pilihlah salah satu dari mereka untuk menjadi utusanmu, tugas mereka adalah menyuruh orang-orang agar menyembahmu sebagai Dewa, jika ada yang tidak mau menyembahmu, kirimkan mereka hukuman, kirimkan utusanmu diantara manusia secara berkala, satu dalam satu generasi." Kata Pandora


"Lalu selanjutnya?" Theo mengangkat alisnya


"Lalu, kamu berikan mereka ruh kehidupan, jadi mereka tidak hancur begitu saja ketika mereka mati, ruh kehidupan berfungsi untuk menjaga jiwa mereka dan ingatan mereka, ketika mereka mati, ruh kehidupan berubah menjadi ruh kematian. Setelah itu, kamu bisa menghukum ruh kematian itu disuatu tempat dibawah tanah, ruh kematian yang menyembahmu kamu berikan kenikmatan, ruh kematian yang tidak menyembahmu beri mereka hukuman selamanya." Kata Pandora menjelaskan detailnya kepada Theo


"Bukankah itu kejam Pandora?"


"Dewa harus kejam, mereka kejam pada manusia yang membangkang, mereka baik kepada manusia yang menyembahmu."


Theo memikirkannya, ternyata menjadi Dewa tidak semudah yang dia kira, tapi jika manusia yang diciptakan Theo dibiarkan terus menerus, mereka akan terus berperang tanpa aturan dan menyebabkan kepunahan mereka sendiri. Theo tidak mau mereka punah begitu saja karena peperangan, karena Theo terlanjur mencintai mereka. Jadi, Theo berpikir akan merealisasikan ide dari Pandora.


"Setelah itu aturan apa lagi yang harus kubuat?" Tanya Theo


"Itu tugas utusanmu, cari utusanmu yang memiliki hati yang paling bersih, ruh kehidupan mereka harus sebersih air murni agar mereka dapat menjalankan tugas mereka dengan baik. Kamu sampaikan tugasmu ke utusanmu dan utusanmu akan menyampaikannya ke manusia." Ucap Pandora


"Bukankah tidak adil jika mereka mendapatkan ruh kehidupan yang tidak bersih?" Tanya Theo


"Ruh kehidupan diawal penciptaan semua akan bersih, lalu mereka akan kotor karena perbuatan mereka sendiri, aturan awal yang kamu buat akan menentukan ruh kehidupan itu bersih ataupun kotor."


"Aku sama sekali tidak mengerti, sangat sulit untuk menjadi Dewa." Theo mengeluh


"Baiklah, aku akan membimbingmu sampai kamu menjadi seorang Dewa, jadi tugasmu yang pertama adalah menghapus semua yang hidup di tanah." Kata Pandora


"Aku harus menghancurkan mereka semua?" Tanya Theo


Pandora mengangguk. Theo mengerutkan dahinya, dia tidak sanggup untuk menghapus ciptaannya sendiri.


"Aku tidak bisa, sungguh aku tidak bisa." Kata Theo


"Theo, kamu harus belajar dari yang pernah kamu ciptakan ini, mereka tidak bisa diatur lagi, penciptaanmu yang selanjutnya adalah hasil yang sempurna dari ciptaanmu yang ini, ini adalah hasil karyamu yang gagal Theo."

__ADS_1


Theo terdiam, dia memikirkannya dengan sangat matang, ucapan Pandora memang benar, ciptaan percobaanya yang pertama benar-benar gagal, dia harus menciptakan sesuatu yang baru agar menjadi lebih baik.


"Baiklah, aku siap untuk menjadi Dewa." Kata Theo


"Buat mereka semua musnah, tanpa ada yang tersisa, kirim kekuatan apimu ke mereka, sisakan beberapa jenis hewan dan tumbuhan dan musnahkan semua manusia Theo!" Kata Pandora bersemangat


Theo tidak pernah menggunakan kekuatan apinya, ini pertama kali dia mencobanya, Theo mengangkat tangannya dan memikirkan sebuah api muncul di tangannya. Secara tiba-tiba bola api muncul di tangannya.


"Aku lemparkan ini?" Tanya Theo


"Iya, lemparkan dengan jumlah banyak ke semua manusia."


Theo melemparkan api dari tangannnnya, api yang dia lemparkan mengenai manusia, dia melemparkannya lagi, lagi, dan lagi. Manusia yang terkena api itu menjerit, mereka hancur dan menghilang karena api yang dikirimkan oleh Theo, mereka tidak mampu berbuat apa-apa, mereka hanya bisa menerima keputusan dari pencipta mereka, Theo.


Setelah beberapa tahun Theo melemparkan api, semua manusia habis tak tersisa, tumbuhan dan hewan juga habis tak tersisa, Pandora tertawa dan menghampiri Theo yang baru saja menyelesaikan pekerjaanya.


"Kamu hebat Theo, tapi kamu juga membuat tanah itu menjadi kosong seperti awal kita muncul."


Theo terdiam dan mengingat awal ketika dia bertemu Pandora, lalu Theo menunjuk Pandora dengan kesal.


"Aku curiga padamu, dulu awal aku menciptakan manusia kamu tidak tahu apa-apa tentang mereka, tapi setelah beberapa ribu tahun setelah penciptaan awal, mengapa kamu bisa tahu semua tentang manusia!" Kata Theo kesal


"Aku...aku.." Kata Pandora terbata-bata


Theo mengangkat tangannya lagi, dia mau mengeluarkan bola apinya dan menembakkanya ke Pandora.


"Jawab!" Teriak Theo


Tiba-tiba terdengar suara dari suatu tempat, suara itu memanggil nama Theo.


"Theo...Theo..."


"Siapa itu?" Tanya Theo


"Aku Ach, aku yang memberi tahu Pandora semuanya, aku juga yang mengutus Pandora untuk menjadi pendampingmu." Kata Ach


"Memang siapa dirimu!?" Tanya Theo, ekspresi wajah Theo menunjukkan kemarahan, mata Theo berubah menjadi merah, api keluar dari sekujur tubuhnya.


"Aku Dewamu." Ucap Ach


Datang sebuah serangan berbentuk angin dari atas langit dan mengarah ke tubuh Theo, Theo sama sekali tidak bisa menghindar dan terhantam serangan itu, tubuh Theo terhempas ke lantai Paradeisos dan tidak bisa digerakkan lagi.


"Sudah lah Ach, hentikan, dia tidak tahu apa-apa!" Teriak Pandora, matanya mengeluarkan air mata


"Sejak kapan kamu berempati! Ingatlah tujuanmu diciptakan! Kamu diciptakan untuk membuat Theo menjadi Dewa Pembunuh!" Teriak Ach, teriakannya menggetarkan Paradeisos


"Aku mohon Ach, jika kamu tetap memaksaku untuk melakukan hal itu, aku akan membaca sihir terlarang dan mengurung diriku di kotak, agar setengah kekuatanmu hilang! Karena setengah dari kekuatanku ada pada diriku Ach!"


Ach terdiam sejenak, lalu serangan pada Theo berhenti, Theo bangun dan menatap Pandora, Pandora masih menangis. Pandora berlari menuju Theo dan memeluknya dengan erat.


"Kamu benar-benar keterlaluan Pandora, lakukan sesuai kehendakmu, aku tidak menyangka kamu terpedaya dengan bocah, ingatlah takdirnya, dia adalah Dewa Pembunuh! Kamu sudah melihatnya sendiri ketika dia membunuh semua makhluk ciptaanya sendiri bukan! Dia sudah ditakdirkan!" Suara Ach benar-benar membuat Paradeisos runtuh dan hancur, Paradeisos tak berbekas karena teriakan dari Ach, mereka terjatuh ke tanah, Pandora berdiri dan berteriak dengan keras.


Theo sangat kaget, ucapan yang keluar dari mulut Pandora benar-benar membuat jantungnya berdetak tak karuan, Theo tidak pernah merasakan kekuatan yang begitu aneh seperti yang dirasakannya sekarang, kekuatan yang tak pernah dia rasakan sebelumnya, kekuatan itu mengalir diseluruh tubuhnya, itulah kekuatan yang disebut cinta.


Aura yang keluar dari tubuh Theo benar-benar menyeramkan, aura api hitam pekat yang benar-benar menakutkan, aura seorang pembunuh yang sangat ditakuti oleh Dewa Tinggi setingkat Ach, Ach merinding karena melihat Theo. Pelukan Pandora terlepas dan Pandora menjauh perlahan dari Theo, Pandora takut Theo akan menyerangnya. Sementara itu disinggahsananya Omega sedang mengingatkan Ach.


Bernafield : Singgahsana Ach


"Ach, hentikan. Kamu tau Theo anak dari siapa, jika kamu meneruskannya, aku khawatir kamu akan terbunuh dan lagi setengah kekuatanmu ada di Pandora." Ucap Omega


"Aku tidak menyangka, kekuatannya bangkit karena cinta Pandora." Kata Ach


"Sebaiknya kamu meminta maaf dan membiarkan mereka mengatur dunia mereka sendiri, aku mempunyai rencana untuk membunuh anak itu, karena kita sudah tau sifatnya sama seperti ayahnya, tidak bisa dikendalikan."


Ach mengangguk.


Ellada


"Aku meminta maaf, aku akan membiarkan kalian mengatur dunia kalian sendiri, aku akan mengawasi jika ada suatu hal yang terjadi, selamat berjuang Theo dan Pandora." Ucap Ach yang hanya terdengar suaranya


Kekuatan Theo menghilang setelah mendengar suara Ach yang meminta maaf. Kemudian, Theo melihat ke arah Pandora dan memeluknya dengan erat, Pandora menatap wajah Theo, Theo juga menatap wajah Pandora. Mata mereka saling bertatapan, lalu mereka berciuman dan mengikat rasa cinta diantara mereka.


Setelah itu, Pandora mulai merubah tujuan awalnya. Dia ingin membangun dunianya bersama dengan Theo, membangun sebuah dunia yang tidak diganggu oleh siapapun.


"Sekarang sudah kembali seperti kita bertemu, bagaimana kalau kita memulai membangun dunia kita?" Kata Pandora


"Ayo, kita mulai dari awal dan memberikan mereka ruh kehidupan, sebelum itu aku akan membuat tempat."


"Tempat untuk ruh baik dan jahat?" Tanya Pandora


Theo mengangguk.


Theo masuk ke dalam tanah dan membangun dua tempat, tempat untuk ruh baik disebut dengan Nevaeh dan tempat untuk ruh jahat disebut dengan Lleh. Nevaeh diisi dengan berbagai buah-buahan dan istana-istana yang megah, Lleh diisi dengan api dan duri-duri yang menusuk. Setelah menciptakan kedua tempat itu, Theo kembali ke tempat Pandora dan mulai membangun ulang Paradeisos mereka.


Lalu, Paradeisos telah terbentuk. Mereka menciptakan dua manusia dari tanah.


"Mau kamu sebut apa tempat ini Theo?" Tanya Pandora


"Ellada." Kata Theo


Pandora mengangguk dan setuju dengan Theo.


Dua manusia itu hidup, Pandora mengajarkan Theo menciptakan ruh kehidupan, dengan mudah Theo memahaminya dan dapat menciptakan ruh kehidupan. Kemudian Theo mengeluarkan dua ruh dengan sihirnya, dua ruh itu dimasukkan ke dalam masing-masing tubuh tanah yang telah mereka bentuk.


"Apakah ruh bisa berkembang biak?" Tanya Theo


"Bisa, jika kedua ruh itu melahirkan seorang anak, akan tercipta ruh kehidupan yang baru, maka itu ku bilang. Semua ruh kebaikan awalnya bersih, mereka adalah bayi yang baru lahir." Kata Pandora


"Aku akan menciptakan tumbuhan, air, dan hewan di tanah ini." Kata Theo


Theo mulai melakukan penciptaanya di Ellada, tumbuhan mulai tumbuh, berbagai macam jenis hewan tercipta, Theo menciptakan gunung-gunung tinggi, dia juga menciptakan angkasa, langit, matahari, bintang. Setelah itu Theo menciptakan lautan dan diisi ikan-ikan, Theo juga menciptakan sungai. Hingga terbentuklah Ellada yang begitu indah.

__ADS_1


"Darimana kamu belajar semua itu Theo?" Tanya Pandora


"Naluriku, aku bergerak sesuai naluriku." Kata Theo


Kedua manusia kosong itu diajarkan oleh Theo semua hal, kemudian Theo memerintahkan kedua manusia itu untuk mengisi Ellada dan Theo juga memerintahkan kedua manusia itu menyembahnya. Kedua manusia itu mengangguk. Setelah tugasnya selesai, Theo menuju Paradeisos bersama Pandora.


"Jadi, kita lihat perkembangan mereka." Kata Pandora


"Apa ekspektasimu Pandora? Lebih banyak yang di Nevaeh atau Lleh?"


"Lleh." Ucap Pandora tegas


"Mengapa kamu yakin?" Tanya Theo penasaran


"Karena, hampir disemua semesta yang berbeda Theo, mereka akan tetap berbuat jahat." Kata Pandora


"Ada satu pertanyaan yang sebenarnya sangat ingin kutanyakan padamu." Ucap Theo, wajahnya serius, matanya tajam menatap Pandora.


"Apa itu Theo?"


"Aku Dewa, kamupun begitu. Ach juga Dewa. Jika kita semua mati, kemana kita pergi?" Tanya Theo


Pandora terdiam, Pandora menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. Setelah itu Pandora berkata.


"Jujur Theo, aku tidak tahu. Sama seperti manusia yang kita ciptakan, mereka tidak tahu kemana mereka pergi setelah mereka mati, karena ilmu yang kamu sampaikan kepada mereka terbatas, hanya ilmu yang boleh mereka ketahui. Begitupun dengan kita, Dia tidak memberitahukan kita kemana kita akan pergi." Kata Pandora serius


"Siapa Dia?"


"Sebaiknya tidak usah pertanyakan hal yang tidak akan kita ketahui jawabannya." Kata Pandora


"Baiklah."


Dunia Ellada baru saja tercipta, hingga tiba-tiba dihadapan Theo ada seseorang dengan tongkat dan topi tanduk berwarna hitam. Yang ternyata itu adalah Loki.


"Sudah kuduga, kamu melihat masa lalu." Kata Loki


Ingatan Theo tentang perjalannya menuju Dunia Limni kembali, Theo menatap Pandora. Dia baru ingat kalau dia memilih jalan kanan dan membawanya menuju tempat ini.


"Aku harus pergi Pandora, ini bukan tempatku."


"Apakah kamu ingin meninggalkanku disini sendirian? Kita baru saja menciptakan Dunia kita Theo!" Teriak Pandora


Loki menarik Theo dan mengayunkan tongkatnya ke arah Pandora, hingga tiba-tiba tubuh Pandora berubah menjadi sebuah monster wanita yang sangat besar, tubuhnya mengeluarkan darah dan nanah, dengan rambut yang panjang dan begitu kusut, baunya juga sangat busuk dan menyengat.


"Apa itu!?" Theo kaget setengah mati melihat makhluk dihadapannya, Theo juga baru ingat dia berciuman dengan makhluk itu


"Itu monster pengambil ingatan Theo, untungnya aku datang kesini tepat waktu, jika tidak semua ingatanmu akan dimakan olehnya dan kamu akan mati." Kata Loki


"Jadi ini adalah ingatanku?"


"Iya, ini ingatan masa lalumu. Sekarang bukan itu intinya, kita harus membunuh makhluk itu dan keluar dari tempat ini." Kata Loki


"Dimana teman-teman yang lain?" Tanya Theo


"Mereka juga masih terjebak dalam ingatan masa lalunya, kita harus cepat dan menyelamatkan mereka." Kata Loki


Theo ingat dia bisa mengeluarkan kekuatan cahaya Senyap, ketika Theo mencoba hasilnya sia-sia.


"Mengapa aku tidak bisa mengeluarkan kekuatanku?" Tanya Theo


"Ingatlah, kekuatanku disini adalah kekuatan masa lalumu." Kata Loki


"Kekuatan masalalu?" Gumam Theo


Theo mendekat ke arah makhluk itu, kemudian Theo menyentuhnya, makhluk itu berteriak dengan keras, dalam sekejap makhluk itu hilang dan Theo muncul disebuah jembatan.


Jembatan Kepalsuan


"Apa yang kamu lakukan barusan?" Tanya Loki


"Aku Dewa di Ellada, jadi aku bisa menghilangkan dia dengan kekuatanku di masa lalu, dimana kita sekarang?" Theo bingung karena dirinya sekarang berada di atas sebuah jembatan


"Ini jembatan kepalsuan, kamu akan terlena dengan masa lalumu, mekhluk yang kamu lihat tadi adalah pemakan ingatan, jika ingatanmu sudah sampai akhir, kamu akan mati." Kata Loki


Theo melihat Baron, Evan, dan Derry sedang duduk termenung diatas jembatan, sedangkan Hendrick dan Kevin tidak berpengaruh dengan sihir di Jembatan Kepalsuan.


"Mengapa kamu tidak terpengaruh?" Tanya Theo


"Karena aku sudah mati." Ucap Hendrick


"Bagaimana cara menyelamatkan mereka?" Tanya Theo lagi


"Aku akan membawamu ke ingatan mereka, bersiaplah Theo." Kata Loki


Kemudian, Theo berpindah ke sebuah tempat. Ada sebuah rumah besar yang begitu mewah, Theo melihat dipintu gerbangnya dan melihat sebuah tulisan di depan pintu gerbang itu, disan tertulis Klan Deo.


"Ini Evander." Kata Theo


"Iya."


"Ayo kita selamatkan dia."


Theo dan Loki masuk ke dalam rumah keluarga Klan Deo, Theo dab Loki melihat banyak mayat yang bertumpuk di depan pintu gerbang Klan Deo. Lalu, ada seorang anak kecil yang berlari dan menangis mau masuk ke dalam klan itu, ketika anak kecil itu melihat Theo dan Loki dia terkejut.


"Siapa kalian?" Tanya Evan kecil


Evan kecil kemudian melihat banyak mayat yang keluarganya yang mati dan dia berteriak ke arah Theo dan Loki.


"Kalian apakah keluargaku!!!!" Teriak Evan kecil dengan sangat keras


Theo tergagap, dia tidak tahu apa yang harus dia ucapkan. Theo juga tidak tahu caranya membuat Evan lepas dari kekuatan Jembatan Kepalsuan. Theo harus berjuang untuk melepaskan temannya dari Jembatan Kepalsuan.

__ADS_1


__ADS_2