
Theo harus menjelaskan sesuatu yang terjadi kepada Evan, dia sedang dalam ingatan masalalunya dan pasti akan sangat sulit membuatnya percaya, akan sulit menjelaskan padanya kalau dia sedang berada di dalam Illusi.
"Apa yang harus kita lakukan Loki?"
"Aku sedang mencari makhluk itu, sepertinya kita datang disaat yang kurang tepat." Kata Loki
Evan kemudian berteriak lagi.
"Siapa kalian! Apa yang kalian lakukan pada keluargaku!" Teriak Evan kecil dengan keras
"Aku akan menjelaskannya Evan, jangan takut. Aku disini untuk menolongmu." Ucap Theo
Evan tidak mempercayai mereka, tiba-tiba datang sebuah pedang dari langit dan terhunus di depan Evan. Evan mengambil pedang itu dan mengacungkannya ke arah Theo dan Loki.
"Sebaiknya buat dia pingsan saja Theo." Kata Loki
"Ah, sialan." Geram Theo
Theo bergerak perlahan ke depan Evan, Theo berniat untuk membuat Evan pingsan agar dia lebih tenang. Tapi, sebelum itu tiba-tiba di depan matanya ada 3 orang yang menghalangi Theo, dua kembar dan satu menggunakan topeng.
"Sialan, apa lagi ini?" Tanya Theo
"Itu, aku melihat makhluk itu, dia menyamar menjadi pria bertopeng, jangan hiraukan yang kembar, serang saja yang bertopeng." Kata Loki
"Kenapa kamu tidak merubahnya?" Tanya Theo
"Tidak bisa, karena Evan masih belum mengingat tentang kita, jadi jika kita merubah pria bertopeng itu menjadi monster itu akan membuar Evan bingung." Kata Loki menjelaskan
"Ini sangat menyusahkan." Ucap Theo
Theo berlari menuju pria bertopeng, pria bertopeng itu mengeluarkan pedangnya dan berusaha menyerang Theo. Theo menghindari serangan pedang dari pria itu dengan melompat kebelakang, pria bertopeng itu berlari ke arah Theo dan menghunuskan pedangnya lagi. Tapi, Theo dapat menghindarinya dengan mudah dan menyerang balik dengan sebuah pukulan kecil, pria bertopeng itu terjatuh dan berkata.
"Menjauhlah, biarkan kami menjalankan tugas kami." Kata pria bertopeng
Theo seperti mengenal suara ini dan juga gerakan pedang itu sangat tidak asing.
"Buka topengmu atau aku akan membunuhmu." Kata Theo
"Tidak!" Teriak pria itu
Theo menarik nafas dan dia melakukan gerakan tarian dan bernyanyi.
"Buka dulu topengmu, biar ku lihat wajahmu.. Buka dulu topengmu, biar ku lihat warnamu... o o o o buka dulu topengmu!!!" Theo bernyanyi diiringi dengan tarian aneh
Semua yang berada disitu ternganga, mereka tidak paham dengan apa yang dilakukan Theo, bahkan Loki juga tidak mengerti apa maksud dari Theo.
"Bodoh, apa yang kamu lakukan?" Tanya Lok
"Ooo buka dulu topengmu!!!!" Theo bernyanyi semakin keras
"Apa yang sedang kamu lakukan, mantra sihir apa itu?" Tanya pria bertopeng itu
"Itu namanya mantra sihir Peter! Agar kamu terpana sejenak dan kamu tidak sadar kalau aku sudah dibelakangmu." Kata Theo yang secara sekejap sudah berada di belakang tubuh Pria bertopeng itu, dengan gerakan pelan Theo menarik topeng itu dari belakang kepalanya. Topeng itu terjatuh dan terlepas, Loki terkejut.
Loki berlari ke arah Evan dan menutup matanya, lalu Loki membawa Evan pergi agar dia tidak melihat wajah dari pria bertopeng itu. Loki dikejar oleh kedua kakak kembar Evan. Setelah itu, pria bertopeng itu menoleh ke arah Theo dan melakukan serangan, Theo melompat menghindar dan Theo sangat terkejut melihat pria bertopeng itu, yang ternyata adalah Kevin.
"Kevin?" Tanya Theo
"Jadi kamu mengenalku, aku tidak tahu siapa kamu tapi aku akan membunuhmu!" Teriak Kevin
Kevin berlari cepat menuju Theo, gerakannya memang tidak secepat Hendrick, tapi skill pedangnya jauh diatas Hendrick, jika Theo tidak hati-hati dia akan terluka akibat serangan dari Kevin.
Pedang Kevin mendekat ke Theo, Theo menghindarinya dan berusaha meninju Kevin. Tapi tiba-tiba gerakan pedang itu memutar dan mengarah ke tangan Theo, untungnya Theo segera melompat, tapi tetap saja pedang itu mengenai Theo dan melukai Theo.
"Apa tujuanmu Kevin!?" Teriak Theo
"Bukan urusanmu, aku tidak tahu siapa kamu!" Teriak Kevin
"Bukankah kamu sudah punya anak seumuran Evan!" Teriak Theo
"Darimana kamu tahu!?" Teriak Kevin
"Aku tahu tentang masa depanmu, kamu akan mati Kevin! Mati di tangan Raja Derja, anakmu akan berpetualang bersamaku dimasa depan." Kata Theo
"Kamu lupa? Aku cuma bagian ingatan dari Evan, aku cuma makhluk yang ingin memakan ingatannya." Ucap Kevin
"Iya, tapi kamu juga mempunyai perasaan yang sama seperti Kevin, karena aku bertemu dengan makhluk sepertimu juga dan aku tahu tentang masalalu ku dari dirinya dan untuk pertama kalinya aku tahu siapa wanita di cermin yang memanggilku kesini, dia adalah Pandora." Kata Theo
"Aku cuma makhluk yang tercipta dari sebuah ingatan seseorang, aku makhluk pemakan ingatan yang tiba-tiba ada." Kata Kevin
__ADS_1
"Apa tujuanmu memakan ingatan Evan? Siapa yang mengirimmu?" Tanya Theo
Kevin menunjuk Theo.
"Kamu."
Theo terkejut, Theo belum menyelesaikan ingatannya sampai akhir, jadi dia tidak tahu menahu tentang makhluk apa yang dia ciptakan.
"Aku ingin kamu berhenti, cukup memakan ingatan orang lain." Kata Theo
"Tapi kamu yang menciptakanku dan mengaturku, aku harus memakan ingatan siapapun yang lewat jembatan ini, bahkan kamu sekalipun."
"Cukup! Aku tidak tahu alasanku dulu, tapi sekarang cukupi saja!" Theo sangat kesal dengan dirinya sendiri, dia merasa dirinya di masalalu benar-benar seseorang yang sangat jahat.
"Aku tidak bisa mematuhimu, karena kamu bukanlah Dewa ditempat ini lagi." Ucap makhluk itu
Theo sangat kesal, Theo mengeluarkan cahaya dari tangannya, jurus andalan Theo, senyap. Makhluk itu kaget, karena kekuatan Theo sangat berbeda dengan yang dahulu, kekuatan yang baru saja keluar dari tangan Theo benar-benar berubah, itu sama sekali tidak berbahaya, tapi makhluk itu merasa ada yang tidak beres dengan kekuatan itu.
"Aku tidak ingin tahu masalalu Evan dan diriku lagi, jadi enyahlah kamu sekarang!" Teriak Theo
Blusssszzzz!!! Tembakan cahaya itu mengarah ke makhluk itu dan makhluk itu hilang, Theo, Loki kembali ke Jembatan Kepalsuan. Evan juga tersadar dari sihir Jembatan itu. Ketika Evan tersadar dia berteriak ke arah Loki.
Dunia Bawah : Jembatan Kepalsuan
"Mengapa kamu membawaku lari! Aku ingin tahu siapa yang membunuh seluruh keluargaku sialan!" Teriak Evan
Evan menangis, untuk yang kedua kalinya dia gagal mengetahui pembunuh dari keluarganya. Loki dan Theo merahasiakan itu dari Evan, karena Theo tidak ingin hubungan Evan dan Hendrick memburuk karena ada kejadian itu, kejadian buruk di masalalu.
"Sudahlah Evan, masalalumu sudah terjadi dan tidak ada yang perlu lagi kamu ingat." Kata Loki
"Setidaknya aku memiliki kesempatan untuk melihat wajahnya!" Evan benar-benar kesal
Hendrick mendekat ke Evan dan merangkulnya.
"Sudahlah, ayo tenangkan dirimu." Kata Hendrick
Evan terduduk dan menangis, ingatan masalalu memang tak semuanya baik, ingatan masalalu akan membawa kita ke kondisi terburuk. Ingatan masalalu yang buruk akan terus teringat dan hanya ada rasa bersalah jika kita terus mengingatnya. Tapi, jika kita menginjak ingatan itu untuk menjadi batu loncatan, setidaknya kita bisa jauh lebih dewasa dan jauh lebih kuat.
"Dua lagi." Kata Theo
"Siapa dulu?" Tanya Loki
"Aku lebih suka Derry dulu." Kata Theo
Loki membaca sihir dan mereka masuk ke dalam ingatan Derry, mereka melihat Derry sedang disiksa oleh orangtua dengan sebuah kayu rotan yang panjang. Derry dipukul berkali-kali oleh kayu rotan itu, orangtua itu berteriak dan menghardik Derry.
"Anak tidak berguna, kamu keturunan anak Poseidon tapi tidak bisa mengendalikan air!"
"Maaf, aku tidak bisa."
Plak!!! Sekali lagi rotan itu menyabet punggung Derry, tapi Derry sama sekali tidak mengeluarkan suara, wajahnya menahan rasa sakit yang tidak pernah terbayangkan oleh Theo.
"Mana makhluknya Loki?" Tanya Theo
"Aku...." Ucap Loki terputus
"Mana!?" Teriak Theo
"Itu makhluknya." Kata Loki menunjuk Derry
"Itu tidak masuk akal! Tidak mungkin makhluk itu adalah Derry sendiri."
"Kita lihat sebentar lagi."
Setelah Derry disiksa berkali-kali, Derry pergi menuju hutan. Ternyata di hutan ada seseorang yang mirip Derry sedang duduk termenung. Derry menghampiri seseorang yang mirip dirinya.
"Hari ini aku sudah menggantikanmu Derry."
"Terimakasih Rafael." Ucap Derry
Theo baru paham, ternyata itu adalah kembaran dari Derry yang bernama Rafael. Derry memiliki kembaran, selama ini Derry tidak menceritakannya.
"Jadi sebagai gantinya, kamu harus menceritakan tentang Theo." Kata Rafael
"Aku dapat cerita ini dari seorang wanita Spartan yang terdampar, aku mengobati lukanya dan memberinya makan, dia bercerita tentang seorang Dewa yang akan bangkit suatu saat nanti merubah sistem di Ellada." Kata Derry
"Dia tidak berbohong kan?"
"Tidak, aku percaya dengan wanita itu. Dia menceritakan tentang Dewa Theo dengan wajah yang berbinar dan penuh harapan. Aku mempunyai tujuan, kita akan mengikutinya suatu saat nanti Rafael." Kata Derry
__ADS_1
"Jaga impianmu itu Derry, suatu saat nanti kita pasti akan mengikutinya." Kata Rafael
Derry tersenyum, kemudian ada pasukan anak Poseidon yang menuju hutan dan menemukan mereka berdua.
"Derry ikut kami." Kata pasukan anak Poseidon itu
Rafael berdiri dan menghampiri anak Poseidon itu. Derry yang asli cuma terdiam dan tidak tahu apa yang akan mereka lakukan.
"Derry, kamu harus menjadi tumbal untuk makanan Kraken." Kata pasukan anak Poseidon itu
"Iya, aku siap." Ucap Rafael
Derry berdiri dan berlari menuju pasukan anak Poseidon.
"Apa yang kalian lakukan!?" Teriak Derry
"Rafael, kamu harus menjadi penerus dari Raja, jangan halangi perintah Raja." Kata salah satu pasukan anak Poseidon
"Aku Derry yang asli! Bukan Rafael!" Teriak Derry
"Rafael, kamu jangan berbohong untuk melindungi saudaramu yang lemah, Derry yang asli memiliki banyak bekas luka."
"Tidak! Dia Rafael dan aku Derry! Lepaskan dia! Lepaskan!" Teriak Derry, air matanya menetes dan berusaha melarang pasukan itu untuk membawa Rafael yang menyamar menjadi Derry
Pasukan anak Poseidon dengan terpaksa melumpuhkan Derry yang mereka kira adalah Rafael. Derry lumpuh dan pingsan dengan satu serangan, kemudian pasukan itu membawa tubuh Derry yang pingsan dan membawa Rafael yang mereka kira adalah Derry untuk dieksekusi.
Mereka membawa Rafael menuju lautan, disana sudah ada Kraken dan Dewa Poseidon yang sedang menunggu tumbal dari anak-anaknya.
"Mana makanan untuk Krakenku?" Tanya Poseidon
Pasukan itu membawa Rafael ke depan lautan dan mengikatnya di pinggir lautan. Mereka melakukan ritual-ritual aneh untuk penyembahan. Sedari tadi Loki dan Theo memperhatikan dan belum melakukan apa-apa.
"Sebentar lagi ingatan itu habis, jika makhluk ingatan itu terbunuh sesuai dengan ingatan Derry, Derry juga akan mati." Ucap Loki
"Jadi kita harus menyerang Poseidon, walaupun ini hanya ingatan, itu akan sulit." Kata Theo
"Memang sulit, kekuatan Poseidon di dalam ingatan memang tidak sekuat aslinya, tapi paling tidak ini untuk latihanmu sebelum kamu bertemu dengan Poseidon yang asli." Kata Loki
Theo mengerti. Setelah anak-anak Poseidon selesai melakukan ritual, Kraken bergerak menuju pantai untuk mengambil tubuh Rafael. Tapi dengan cepat Theo menghalangi Kraken itu dan menembakkan sebuah cahaya yang sangat kuat yang keluar dari tangannya.
"To fos!" Teriak Theo
Cahaya itu tepat mengenai Kraken itu dan membuatnya menggelinjang kesakitan, Poseidon tidak percaya, karena dihadapannya ada seseorang yang menghalangi jalannya.
"Siapa kamu! Bagaimana kamu bisa memiliki kekuatan Uranus!" Teriak Poseidon
"Aku adalah takdir untuk mencabut nyawamu." Kata Theo
Poseidon yang marah mengambil tongkatnya dan melompat ke pantai, dia berhadap-hadapan dengan Theo. Seluruh anak-anak Poseidon yang melihat itu sangat ketakutan, mereka berlarian menjauh dari bibir pantai.
"Darimana kamu memiliki kekuatan Uranus bocah." Kata Poseidon
"Kamu tidak perlu tahu ikan, dan lagi baumu benar-benar akis seperti bangkai ikan." Ejek Theo
Tanpa diketahui Theo, tombak Poseidon sudah menusuk di perut Theo, Theo merasakan kesakitan yang benar-benar tidak dapat dia bayangkan. Tombak itu mengeluarkan kekuatan air dan Theo terhempas ratusan meter karena serangan dari tombak Poseidon.
"Bocah sombong, kamu tidak tahu tempatmu." Kata Poseidon
Theo tersenyum, kemudian dia mengeluarkan cahaya lagi, kali ini Theo menembakkan senyap ke arah Poseidon. Tapi Poseidon dapat menahannya dengan mudah.
"Ah, tipe serangmu persis seperti Uranus. Kekuatan seperti itu tidak akan mempan terhadapku." Kata Poseidon
Poseidon terbang, dari atas dia mengarahkan tombaknya ke bawah. Poseidon kemudian meluncur ke arah tubuh Theo, jika Theo terkena serangan itu, sudah dapat dipastikan Theo akan mati dalam sekali serang. Tubuh Theo tidak bisa digerakkan, dia benar-benar kelelahan setelah beberapa pertarungan, tangannya juga terluka karena serangan dari Kevin ketika dia diingatan Evan. Perutnya juga terluka sangat dalam akibat tombak dari Poseidon.
Poseidon meluncur dengan kecepatan yang sangat dahsyat...
Duar!!
Bunyi benturan tombak menggetarkan seluruh pantai, air laut naik dengan ombak yang besar, kekuatan Poseidon benar-benar mengerikan. Tapi, ternyata serangan tombak itu tidak mengenai Theo, Loki menghalangi tombak poseidon dengan tongkatnya dengan mudah, Setelah itu, Loki mengayunkan tongkatnya dan Poseidon terhempas beberapa meter.
"Siapa lagi kamu?" Tanya Poseidon
"Kamu tidak mengenalku, artinya kamu seperti katak yang hidup di dalam tempurung anak muda." Kata Loki
"Kalian ikan badut, akan kubunuh dengan satu serangan." Kata Poseidon
Loki melemparkan tongkatnya menjauh, lalu Loki mengangkat jari telunjuknya dan berkata.
"Aku yang akan membunuhmu dengan ini." Kata Loki
__ADS_1
"Kamu meremehkanku badut!!!!" Teriak Poseidon dengan sangat keras
Poseidon sangat marah, Poseidon mengacungkan tombaknya ke Loki dan dari Tombaknya keluar kekuatan yang sangat dahysat, air yang begitu tajam menyerang Loki, Loki sama sekali tidak menghindar, serangan itu mengenai Loki, Loki hilang dalam serangan air itu. Semua mata yang melihat terpana dengan kekuatan Poseidon. Apakah mungkin Loki bisa selamat dari serangan dahsyat itu?