
Theo dan teman-temannya terus membantai tengkorak itu tanpa henti, jumlah tengkorak yang muncul tak ada habisnya, mereka bunuh satu akan muncul dua tengkorak lainnya. Semakin lama mereka membantai tengkorak, semakin lelah pula stamina mereka. Tidak ada jalan apapun untuk menghabiskan tengkorak yang dikirim oleh Hades.
"Sialan, ini tidak ada habisnya!" Baron menggerutu
"Kita lari saja untuk menuju Negeri Aname." Kata Hendrick
"Baiklah, ayo kita kabur dari tengkorak-tengkorak bodoh ini." Ucap Evan
Theo dan teman-temannya kabur dan berlari menuju Negeri Aname, perjalanan untuk menuju Negeri Aname memakan waktu 5 hari. Mereka terus berlari tapi tengkorak tak ada habisnya, diperjalanan mereka ditemani oleh serangan-serangan tengkorak. Mereka menyingkirkan tengkorak-tengkorak itu untuk memudahkan perjalanan mereka.
Mereka sampai di perbatasan antara Negeri Tafos dan Negeri Aname, benar seperti yang dikatakan Kevin, ada penjaga yang menjaga perbatasan Negeri Aname, jadi tidak akan mudah untuk masuk ke Negeri Aname.
"Jadi apa itu?" Tanya Baron
Mereka melihat sebuah ular yang sangat besar, bentuknya seperti Medusa tapi jauh lebih besar daripada Medusa itu sendiri.
"Itu Medusa." Kata Evan
"Besar sekali." Gumam Baron
Medusa itu tertidur, mereka khawatir akan membangunkannya jika mereka melewatinya, kekuatan Medusa adalah membuat orang menjadi batu, mereka khawatir jika Medusa bangun, mereka akan menjadi batu.
"Aku akan menghilangkannya." Kata Theo
Theo menembakkan senjata Senyap ke tubuh Medusa, dengan sekejap Medusa itu menghilang dari tempatnya.
"Kekuatanmu tidak masuk akal Theo." Kata Evan
"Ayo cepat, kita harus segera menuju Negeri Aname."
***
Dunia Bawah : Negeri Aname
Mereka berlari lagi dan akhirnya sampai di depan pintu gerbang Negeri Aname, sebelum mereka masuk, untuk kedua kalinya Ker menghampiri mereka.
"Kalian hebat pengembara, apa kalian yakin ingin masuk ke Negeri Aname?" Tanya Ker
"Ada apa di dalam?" Tanya Baron
"Ada teman lama kalian." Kata Ker
"Siapa!?" Tanya Theo
"Ganyan." Ucap Ker
Mereka semua kaget, Ganyan ada di dalam Negeri Aname, Ganyan terbunuh mengorbankan dirinya untuk memanggil Phoenix, Ganyan benar-benar berjasa dalam perjalanan mereka. Tapi, mereka tidak dapat membangkitkan Ganyan, karena tubuh Ganyan sudah hancur dan tak lagi tersisa karena dibakar oleh Phoenix.
"Aku tidak ingin melihatmu lagi makhluk jelek." Ucap Theo
Ker tertawa sangat keras.
"Khikhikhikhi..."
Tawanya benar-benar membuat siapapun yang mendengarnya akan merinding, seakan-akan maut ada di sebelah mereka. Setelah itu, Ker kembali pergi dan gerbang Negeri Aname terbuka. Di dalam Negeri Aname sangat berbeda dengan Negeri Tafos, karena di Negeri Aname lebih mirip Dunia Atas, perbedaannya dengan langit yang berwarna merah. Mereka masuk dan menuju ke pusat kota. Disana mereka melihat banyak pedagang yang menjual senjata, dari mulai pedang, zirah, perisai, tombak, panah, dan lainnya.
Baron berlari dengan semangat dan melihat senjata-senjata itu. Dia bertanya ke penjual tombak, perisai, dan zirah.
"Berapa harga tombak, perisai, dan zirah ini pak?" Tanya Baron
"Satu buah kepala." Katanya
"Disini orang gila semua, menjual barang ditukar dengan bagian tubuh."
Lalu, Baron melihat ada seorang pria lewat, tanpa basa-basi Baron meninju kepala pria yang lewat itu hingga kepalanya putus. Baron memberikan kepala itu ke penjual.
"Ini pak."
Penjual itu kaget, tapi tetap menerima pemberian Baron, kepala yang putus mengoceh kepada Baron.
"Eh sialan, jangan jadikan kepalaku sebagai bahan pembayaran." Kata pria itu
"Sudah lah, nanti juga kepalamu tumbuh lagi." Ucap Baron
Setelah itu Baron mendapatkan senjatanya, zirah berwarna hijau, tombak berwarna hijau, dan perisai yang berwarna hijau juga. Baron menghampiri rombongan dengan senjata barunya.
"Gila, keren banget." Kata Evan
"Iya dong, harganya satu kepala." Kata Baron
Evan menggaruk kepalanya. Kemudian, Theo melihat beberapa pedagang yang bertransaksi dengan anggota tubuhnya. Theo penasaran dengan sebuah sarung tangan berwarna emas yang dijual salah satu pedagang, Theo menghampiri pedagang itu dan menanyakan harganya.
"Berapa harga sarung tangan ini?" Tanya Theo
"Sepasang tangan."
Theo diam saja, lalu dia memanggil Kevin.
"Kevin kemari." Kata Theo
"Ada apa?" Tanya Kevin
"Minjam pedangmu."
Kevin tanpa curiga memberikan pedangnya ke Theo, lalu Theo menggunakan pedang itu dan menebas kedua tangan Kevin.
Crass..
Kedua tangan Kevin terputus dan diberikan kepada pedagang sarung tangan emas tersebut.
"Ini pak." Kata Theo
Kevin kaget, lalu dia mengomel.
"Apaan sih, kamu tidak tahu bahwa tangan akan tumbuh selama 4 hari!" Ucap Kevin mengomel
"Sudahlah, aku hanya meminjam tanganmu, nanti ku ganti pedang yang bagus untukmu." Kata Theo
Hendrick yang melihat itu hanya tertawa, lalu Hendrick menghampiri ayahnya.
"Ayah, aku punya pedang untukmu." Kata Hendrick
Hendrick memberikan Kevin pedang miliknya, Kevin sangat senang, tapi sampai sekarang Kevin masih bingung, karena Hendrick selalu memanggilnya ayah. Kevin merasa bahwa dia tidak memiliki anak. Ingatan Kevin tentang Dunia Atas hilang ketika dia masuk Dunia Bawah.
Setelah berbelanja, mereka menginap di salah satu hotel, biaya satu minggu di hotel itu satu buah mata, Hendrick melepas matanya dan diberikan ke Receptionis kemudian mereka menginap di hotel itu.
Di dalam kamar Baron sangat senang memiliki senjata baru, senjatanya berwarna hijau dengan beberapa ukiran emas, dia tidak pernah melihat senjata sebagus itu di Dunia Atas, di Dunia Bawah benar-benar memiliki barang yang bagus.
Evan dan Theo juga berbincang di koridor kamar.
__ADS_1
"Jadi apa rencana selanjutnya Theo?" Tanya Evan
"Aku ingin menemui Ganyan, aku ingin berterimakasih untuknya, aku juga berharap dia dapat mengingat tentang Dunia Atas." Kata Theo
"Bagaimana jika dia tidak ingat, kekuatannya sangat kuat, aku sendiri tidak mungkin menang melawannya."
"Kalau begitu, kita lawan dia, seperti kita melawan Hendrick." Kata Theo
Tiba-tiba sarung tangan Theo yang dikenakannya bergetar.
Drrrt...
"Kenapa sarung tanganku bergetar." Gumam Theo
"Ada apa Theo?" Tanya Evan
"Sarung tangan ini aneh, dia bergetar."
Theo mencoba melepas sarung tangan itu, tapi tidak bisa dan getaran di sarung tangan itu semakin kuat.
Drrrt Drrrt Drrt
Theo merasa sakit di tangannya karena getaran sarung tangan yang dia kenakan.
"Apa ini, kenapa sakit sekali! Sialan!" Hardik Theo
Sarung tangan itu kembali bergetar, Theo merasakan sakit yang luar biasa karena getaran sarung tangan itu. Theo menjerit kesakitan, Evan yang melihat Theo sangat khawatir.
"Aku akan mencoba melepaskannya." Kata Evan
Evan mencoba menarik sarung tangan itu, tapi Evan terpental dan pingsan karena getaran sarung tangan itu.
"Apa maumu sarung tangan!?" Teriak Theo
Sarung tangan itu berhenti bergetar, lalu terdengar suara dari sarung tangan itu.
"Aku milik seseorang yang bukan dari sini." Kata sarung tangan itu
"Milik siapa?" Tanya Theo
"Milik seorang Asgardian." Kata sarung tangan itu
"Jangan bercanda! Asgardian adalah ras Thor di Film Avengers." Kata Theo
"Aku sama sekali tidak mengerti, film? Apa itu film?" Tanya sarung tangan itu
"Film adalah gambar yang bergerak."
"Wah keren sekali, aku jadi penasaran." Kata sarung tangan itu lagi
"Jadi, siapa pemilikmu?" Tanya Theo
"Namanya Valkyrie." Kata sarung tangan itu
"Valkyrie? Dia adalah seorang wanita penunggang kuda terbang?"
"Iya, kamu mengenalnya."
"Bagaimana kamu sampai kesini?" Tanya Theo
"Aku tidak tahu, intinya pemilikku sedang mencariku."
Theo terdiam, dia tidak menyangka bukan hanya Zeus dan teman-temannya yang nyata, tapi ada juga Asgardian dari Nordic yang nyata. Alam semesta yang sangat besar, juga menyimpan sebuah rahasia yang besar.
"Kekuatanku memanipulasi ruang."
"Ruang? Coba perlihatkan." Kata Theo
Sarung tangan itu menunjukkan kekuatannya, Theo yang tadinya berada di koridor tiba-tiba berubah menjadi ada di langit, Theo terkejut kekuatan dari sarung tangan itu.
"Jadi, semacam ilusi?" Tanya Theo lagi
"Iya, benar. Aku dapat memanipulasi ruang, bahkan aku bisa memanipulasi ruang sesuai kemauanmu." Kata sarung tangan itu
"Bagaimana caranya?"
"Kamu angkat tanganmu dan pikirkan ruangan yang ingin kamu ciptakan."
Theo mengangkat tangannya dan dia memikirkan tentang kamarnya, secara tiba-tiba ruangan berubah menjadi kamarnya, kekuatan sarung tangan yang dikenakan oleh Theo benar-benar luar biasa.
"Itu ajaib." Kata Theo
Theo mengangkat sarung tangan itu lagi dan berpikir untuk mengembalikan ruangan seperti semula.
"Sepertinya kamu cepat menguasainya, siapa namamu?" Tanya sarung tangan itu
"Namaku Theo."
"Oh sial, kamu Dewa Ellada."
"Maksudmu?"
"Asgard dan Ellada menjalin hubungan persahabatan." Kata sarung tangan itu
"Jadi, maksudmu Odin?"
"Yah benar, Odin bekerjasama dengan Dewa di Ellada." Kata sarung tangan itu
"Baiklah, kalau begitu kamu bantu aku dalam perjalananku, jika nanti waktunya tiba, aku akan mengunjungi Asgard dan mengembalikanmu kepada Valkyrie, setuju?" Tanya Theo
"Setuju."
Theo tidak menyangka membeli sarung tangan yang luar biasa, sarung tangan itu akan membantu perjalanannya, kekuatan sarung tangan itu juga dapat mudah memanipulasi ruang. Yang artinya, dia bisa memanipulasi ruang untuk menstimulasi penghuni Dunia Bawah untuk mengingat masa lalunya.
Evan masih pingsan. Lalu, Theo menghampiri Hendrick yang sedang duduk mengasah pedangnya.
"Hen, aku akan membantu ayahmu agar mengingatmu." Kata Theo
"Bagaimana caranya?"
"Kamu ceritakan detail rumahmu dulu." Kata Theo
Hendrick menceritakan detail Negeri Rhodes, tempat dia tinggal dulu. Dimulai dari banyaknya domba, tetangga yang bersahabat. Tiba-tiba, sarung tangan itu berbicara.
"Aku lupa, kamu bisa memanipulasi ruang sesuai dengan masa lalu dari orang yang ingin kamu manipulasi." Kata sarung tangan itu
"Baiklah, aku mengerti."
"Apa itu?" Tanya Hendrick
__ADS_1
"Sarung tangan yang bagus."
Theo bangun dan menghampiri Kevin yang masih menangis karena tangannya sudah tidak ada.
"Sudahlah jangan menangisi tanganmu, nanti juga tumbuh lagi." Kata Theo
"Tapi lama." Kata Kevin
Theo mengangangkat sarung tangannya dan mengarahkannya ke Kevin, kemudian suasana disekitar mereka berubah menjadi suasana Negeri Rhodes. Kevin terkejut karena dia sangat tidak asing dengan suasana yang dia lihat. Kevin menengok kanan dan kiri, lalu dia melihat dirinya sedang bersama Hendrick kecil, mereka sedang bermain dan mengembala domba. Ingatan Kevin perlahan-lahan muncul kembali, lalu dia juga melihat Hendrick tumbuh besar dan ingin berpetualang. Di pengelihatannya juga terlihat ada Raja Derja yang menghampirinya dan menemukannya, Kevin mencoba melawannya namun sia-sia, dia melawannya tapi kalah dan Kevin mati di tangan Raja Derja. Setelah itu pengelihatannya berhenti dan Kevin menjerit.
"Aaaaa! Tidak! Istriku! Anakku!" Kata Kevin
Theo melihat semua dengan jelas. Theo menghentikan kekuatan sarung tangan itu dan Kevin menangis karena dia mengingat masa lalunya.
"Aku ingat, aku terbunuh oleh Raja Derja yang jahat itu. Aku tidak tahu nasib istriku sekarang." Kata Kevin
"Anakmu disini."
"Artinya anakku juga telah mati kan?" Tanya Kevin
"Kami akan membangkitkannya lagi, aku janji." Kata Theo
Hendrick melihat Kevin, Kevin juga melihat ke arah Hendrick.
"Ayah sudah ingat?"
Kevin mengangguk, Hendrick berlari dan memeluk ayahnya.
"Maafkan ayah, ayah mati dan tidak bisa menjaga ibumu." Kata Kevin
"Aku akan kembali ke Dunia Atas ayah, aku yang akan membunuh Raja Derja dengan tanganku, aku akan semakin kuat dan membalaskan dendam kita ayah."
"Berjuanglah anakku, ayah tidak bisa kembali ke atas, tubuhku mungkin sudah tidak utuh."
Theo sadar, kekuatan sarung tangan itu dapat membuat semua orang di Dunia Bawah mengingat masa lalunya. Tapi, Theo harus bijak dalam menggunakannya. Karena, ada beberapa orang yang tidak ingin mengingat masa hidupnya dan lebih menginginkan kematian.
"Terimakasih Theo." Kata Hendrick
"Aku akan menghampiri Ganyan, tadi Ker bilang dia ada di Negeri ini. Aku akan mencoba agar dia mengingat masa lalunya." Kata Theo
"Kapan kamu mulai mencari Ganyan?" Tanya Hendrick
"Aku tidur dulu."
Theo beristirahat dan tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya. Dia bangun dan segera bergegas ke pusat kota. Dia melihat orang-orang yang berlalu lalang, Theo mulai menanyakan tentang Ganyan ke orang-orang yang lewat.
"Hei, dari kalian ada yang mengenal Ganyan?" Tanya Theo
"Kamu orang baru ya, jangan cari dia atau kamu akan mendapatkan siksaan." Kata seorang pria
"Dimana dia?" Tanya Theo
"Di ujung bukit itu, perjalanan kesana sangat sulit, banyak monster yang akan menghalangi perjalananmu."
Theo melihat bukit yang ditunjuk orang itu, tanpa ragu Theo berjalan menuju bukit itu, benar saja banyak hewan-hewan aneh yang menyerangnya, tapi sama sekali bukan masalah bagi Theo.
Theo sampai di puncak bukit itu, lalu Theo melihat seorang pria yang dia kenal, Ganyan. Ganyan sedang duduk bertapa, Theo menghampirinya dan memanggilnya.
"Ganyan." Panggil Theo
Ganyan bangun dan menatap Theo, Theo tahu pasti Ganyan tidak akan mengenalinya.
"Apa tujuanmu menemuiku?" Tanya Ganyan
"Kita adalah teman." Kata Theo
Ganyan tersenyum, dia berlari ke arah Theo dan menyerang Theo, tapi dengan mudah Theo menghindari serangannya.
"Tangguh juga dirimu." Ucap Ganyan
Ganyan kembali melayangkan tinjuannya ke Theo, lagi-lagi Theo menghindari serangannya dengan mudah.
"Aku kesini bukan ingin bertarung." Kata Theo
"Kamu takut?" Tanya Ganyan
"Ah sial, kalau begitu aku akan menggunakan senjata ini."
Wajah Ganyan berubah, lalu dia tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahahaha."
"Kenapa kamu tertawa?" Tanya Theo
"Kamu serius Theo?" Tanyanya
"Kamu mengenalku?"
"Aku tahu kamu akan kesini." Kata Ganyan
Ganyan berlari ke arah Theo dan memeluknya, Theo membalas pelukan Ganyan.
"Bagaimana kamu bisa ingat tentang Dunia Atas?"
"Aku tidak tahu, tadinya aku melupakan semuanya, lalu aku bertemu Elliad, dia menggunakan baju berbentuk serigala, ingatanku tiba-tiba pulih begitu saja, aku mencoba menghampirinya, tapi dia malah menyerangku, aku dikalahkan dengannya dengan mudah, sejak saat itu aku tidak ingin menjalani hari di Dunia Bawah dan memutuskan untuk mengasingkan diriku disini, aku tahu kamu pasti akan menemukanku."
"Berapa lama kamu disini Ganyan?"
"Aku tidak tahu, berapa lama waktu di Dunia Atas?" Tanya Ganyan
"5 Tahun, Phoenix tidak dapat membantu." Kata Theo
"Artinya pengorbananku sia-sia."
"Tidak Ganyan, aku sebenarnya ingin kembali menghidupkanmu, tapi aku tidak tahu caranya, karena tubuhmu sudah hancur." Kata Theo
"Tidak perlu Theo, aku akan tetap disini saja, aku akan membantu perjalananmu di Dunia Bawah, kita akan mencari ruh Chloe, Hendrick, dan Elliad." Ucap Ganyan
"Chloe sudah hidup, tapi saat ini dia diculik oleh Hades."
"Bagaimana mungkin?"
"Athena membantu kami."
Ganyan berpikir.
"Bukankah Athena bisa membentuk tubuh manusia?" Tanya Ganyan
"Astaga, aku baru mengingatnya."
__ADS_1
"Aku bisa menggunakan tubuh buatan Athena dan melanjutkan perjalanan bersamamu." Kata Ganyan
Theo juga memikirkan hal yang sama, dengan begitu mereka akan bisa kembali, Theo lupa bahwa Athena bisa membuat tubuh manusia. Artinya, jika seperti itu semua teman-teman dan orang yang dia kenal di Dunia Bawah bisa kembali hidup dengan bantuan Athena.