
Gerbang Dunia Bawah
Hendrick menyerang Minotour Devil dengan kekuatan yang sangat dahsyat, kecepatannya benar-benar tak bisa dilihat oleh mata, bahkan Theo yang sebelumnya bisa melihat gerakannya, kali ini sama sekali tidak bisa melihat gerakannya, dia menyerang Minotour Devil itu dengan seluruh kekuatannya.
Minotour Devil terkena serangan pedang milik Hendrick tepat dilehernya, lehernya tergores dan dia mati, tapi tiba-tiba ada banyak ruh yang datang dari dalam dan menutup leher Minotour Devil yang terluka dan Minotour Devil kembali hidup, semua yang melihat itu tercengang dan takjub dengan kekuatan Minotour Devil.
"Dia hidup lagi!" Teriak Derry
Hendrick tak juga menyerah, serangannya barusan benar-benar menghabiskan staminanya, dia kembali menyerang Minotour Devil tapi gerakannya lebih lambat dari gerakannya yang tadi, dan blussss..... Tanduk Minotour Devil yang keluar dari tubuhnya menyerang Hendrick dan menusuk Hendrick tepat di kepalanya, hingga kepala Hendrick terputus dan Hendrick tewas seketika.
"Dia gila Theo, apa mungkin kita mundur?" Tanya Evan ketakutan
"Kita sudah sampai sini, kita bisa membangkitkan mereka lagi dengan mencuri ruh dari Hades seandainya kita bisa masuk ke Dunia Bawah." Kata Theo
Minotour Devil tidak menyerang lagi, dia diam dan melihat ke arah pasukan Theo.
"Aku tidak akan menyerang jika aku tidak terancam." Kata Minotour Devil
"Biarkan kami masuk, aku tidak akan melukaimu." Kata Theo
"Kamu pikir semudah itu anak muda? Aku bersumpah kepada Dewa Hades untuk menjaga tempat ini sampai tubuhku hancur berkeping-keping, apapun alasannu untuk masuk aku tidak akan membiarkan kalian masuk ke Dunia Bawah." Kata Minotour Devil
Derry menepuk punggung, dan dia mengisyaratkan untuk mundur terlebih dahulu.
"Sebaiknya kita mundur, kita tidak akan menang." Kata Derry
Theo sadar kekuatannya jauh menurun drastis ketika diserang oleh Zeus, jadi dia yang sekarang sama sekali tidak akan menang melawan mahkluk di depannya, bahkan dia bisa terbunuh dengan mudah jika terus memaksa masuk dan bertarung dengan Minotour Devil.
"Baiklah, bawa mayat mereka dan kita cari tempat berlindung." Kata Theo
Pasukan membawa mayat Elliad dan Hendrick yang mati ditangan Minotour Devil, mereka membuat camp kecil tidak jauh dari gerbang Dunia Bawah, Theo benar-benar lemah saat ini dan sangat tidak berdaya teman-temannya mati di depannya.
"Aku mungkin bisa menang melawannya." Kara Baron
"Jangan Baron, kamu juga bisa terbunuh jika kita gegabah, perjalanan ke Dunia Bawah masih sangat panjang untuk bertemu Dewa Hades, kita tidak tahu makhluk apa yang ada di dalamnya." Kata Evan
"Benar, untuk sekarang sebaiknya kita tidak kehilangan teman lagi." Kata Derry
Semua hening, lalu Hermes datang entah dari mana untuk menemui mereka.
"Lama tak jumpa Theo." Ucap Hermes tiba-tiba
"Hermes! Bagaimana kamu bisa menemukan kami disini." Kata Theo
"Aku selalu mengawasi kalian, untuk sekarang aku dan Dewa lainnya sedang mengatur rencana untuk menggulingkan Zeus, tapi kami butuh kamu Theo, jadi kami saat ini juga bersembunyi sama seperti kalian, tujuanku kesini untuk menjahit leher Hendrick dan memberikan mantra kepada mereka agar tubuh mereka tidak membusuk dan aku juga akan memperbarui mantra yang ku berikan kepada Chloe." Kata Hermes
"Terimakasih." Ucap Theo
"Aku tidak lama disini, setelah urusanku selesai aku akan kembali ke tempatku, oh iya kalian tidak akan menang melawan Minotour Devil, setingkat Zeus juga akan kesulitan melawannya, satu-satunya cara untuk mengalahkannya, kalian harus mencari makluk purba sama seperti dirinya untuk dijadikan sekutu." Kata Hermes
"Dimana tempatnya?" Tanya Theo
"Kamu pernah menemuinya, aku tidak bisa memberikan info lebih banyak, dengan begitu kalian akan lebih kuat dan dewasa." Jelas Hermes
Theo mengangguk. Setelah Hermes selesai menjahit leher Hendrick dan memperbarui mantranya kepad Chloe. Kemudian, Hermes pergi dengan cepat dari tempat mereka.
Theo berpikir hanya satu makhluk yang pernah dia temui sebelumnya, dia tinggal di negeri Karya, yaitu Phoenix, Theo ragu apakah dia harus melepaskan Phoenix dari negeri Karya, tapi itu sangat memakan waktu, karena untuk menuju Karya dengan berjalan kaki membutuhkan waktu 6 bulan dan untuk kembali ke Dunia Bawah lagi bisa memakan waktu 1 tahun, bahkan lebih.
"Apa pikiranmu sama sepertiku?" Tanya Ganyan
"Kita harus melepaskan burung api yang ada di negeri Karya." Kata Theo
"Sebenarnya kita tidak harus ke kota Karya." Kata Ganyan
"Bagaimana caranya?"
"Aku akan memanggilnya." Kata Ganyan
__ADS_1
Kemudian Ganyan menusuk tatto dilengan kanannya dengan pedang, darah yang mengalir sangat banyak, Ganyan kemudian membawa mantra, Evan tahu mantra itu.
"Jangan Ganyan, jangan pernah melepas segel Phoenix dari tubuhmu, jangan pernah membaca mantra pelepas segel, kamu bisa mati dan Phoenix akan sangat marah dan membakar kita semua." Kata Evan
"Kita tidak tahu mana yang lebih baik, diam disini dan mati karena tidak bisa masuk Dunia Bawah, atau aku akan bertemu Phoenix dan juga mati, tidak ada pilihan, ini satu-satunya cara."
Segel di tubuh Ganyan terlepas, tatto di tubuhnya pun hilang, hingga tiba-tiba langit menjadi sangat hitam, muncul hujan api dari atas langit, mereka semua berlarian menghindar dari api itu, suara yang sangat berisik datang dari langit yang menghitam, muncul seekor burung api dari langit dan terbang dengan cepat ke arah Ganyan, Ganyan sama sekali tidak menghindar, dan Duar!!! Suara hantaman sangat keras terdengar ketika tubuh burung api itu menghantam tubuh Ganyan dan Ganyan hilang menjadi debu, anak Ares itu mati dengan seluruh tubuhnya yang menjadi abu, dia tidak bisa dibangkitkan kembali. Semua yang melihat itu terkejut, tubuh Theo juga bergetar, Theo sangat takut melihat bentuk Phoenix yang asli, sangat berbeda dengan yang ada di dalam rumah.
Phoenix mengamuk dan membakar semua pepohonan yang ada disekitarnya, pasukan Theo menjauh dan Phoenix terus mengamuk, kondisi di sekitar mereka menjadi sangat panas, apapun yang di sentuh Phoenix akan terbakar dan hilang tak berbekas.
Kemudian Phoenix melihat ke arah pasukan Theo, dengan cepat Phoenix mencoba menyerang pasukan Theo dan tiba-tiba dia berhenti dan melihat ke arah Theo.
"Aku mengenalmu dan aku mendengar kabar tentangmu," Kata Phoenix
Semua terkejut karena tingkah Phoenix berubah menjadi lebih tenang setelah melihat Theo.
"Maafkan aku tuan, aku telah membunuh temanmu." Kata Phoenix lagi
"Apa maksudmu dengan tuan?" Tanya Theo
"Ingatanmu mungkin terhapus, tapi aku dulu adalah peliharaanmu." Kata Phoenix
"Ceritakan yang sebenarnya!" Teriak Theo
"Maaf tuan aku tidak bisa menceritakannya, karena aku berjanji padamu dahulu untuk tidak menceritakan kejadian sebenarnya kepada dirimu yang sekarang." Ucap Phoenix
"Bukankah kita pernah bertemu, tapi waktu itu kamu tidak mengenaliku?" Tanya Theo
"Tuan sama sekali tidak sama, aku mendengar kabar dari penduduk negeri bahwa tuan telah datang dan aku baru sadar kalau pemuda yang bertemu denganku dirumah itu adalah tuan, aku mencari tuan kemanapun sampai akhirnya aku disini bertemu tuan tanpa disengaja." Kata Phoenix
Theo bingung karena dia benar-benar tidak tahu apapun, semua yang disitu juga bingung karena keterbatas informasi tentang Phoenix dan Theo, yang tahu semua itu hanya Chloe dan Hermes, namun Hermes tidak mau menceritakan kejadian sebenarnya dan Chloe dalam keadaan mati, bahkan Phoenix pun tidak ingin menceritakan kejadian apa yang terjadi.
"Aku butuh pertolongamu." Kata Theo
"Apapun itu tuan, aku siap membantumu." Ucap Phoenix
"Tapi tuan..." Kata Phoenix
"Ada apa?"
"Dimasa lalu, dia yang mengalahkanku dan aku terikat janji dengan Zeus untuk tidak menyerangnya, jika aku melepas janji itu, Zeus akan tahu dan dia akan mudah menemukan kalian, bahkan Zeus bisa membunuhku." Kata Phoenix
"Sialan! Mengapa situasinya jadi sulit." Kata Theo
Theo memutar otaknya, jika Zeus datang kesini semua rencana mereka akan sia-sia, tapi hanya ini pilihan yang bisa mereka buat. Evan juga berpikir hal yang sama seperti yang dipikirkan Theo, ini tidak akan mudah jika Zeus datang kesini.
Disaat situasi sedang buntu, tiba-tiba mereka dikagetkan dengan seorang wanita yang sangat cantik yang muncul di depan mereka, wanita itu sangat cantik melebihi apapun yang pernah mereka lihat, ketika Phoenix melihat wanita itu, Phoenix memasang mode serang, yang bisa diartikan dia adalah musuh dan Evan ketika melihat wanita itu, tiba-tiba tubuhnya jadi lemah dan tidak bisa bergerak, dia benar-benar membeku hanya dengan melihatnya.
"Di.....a..... de.....wi.... A....the.....na." Kata Evan terbata-bata
Semua yang disitu terkejut dan mulai memasang pose menyerang, seandainya tiba-tiba Athena menyerang mereka.
"Aku terkejut karena Sang Phoenix ingin menyerangku hanya karena kamu." Kata Athena berbicara kepada Theo
"Aku tidak segan membunuhmu, aku tidak perduli jika Zeus tahu bahwa anaknya telah dibunuh!" Kata Theo
"Kamu masih sangat lemah Theo." Ucap Theo
Tanpa terlihat Athena menyerang tubuh Theo hingga Theo jatuh dan tak bisa menggerakan badannya, semua yang ada disitu juga sangat takut, bahkan Phoenix juga ketakutan melihat perbedaan kekuatannya dengan Dewi Athena.
"Apa yang kamu lakukan kepadaku, tubuhku seakan mati rasa." Kata Theo
"Seharusnya kalian sadar kenapa Evan memiliki sifat memberontak kepada Zeus, padahal dia adalah anakku, karena aku juga sama seperti dirinya, aku tidak menyukai ayahku." Kata Athena
Semua yang berada disitu sangat terkejut mendengar ucapan Athena, bagaimana mungkin seorang anak Zeus, putri kesayangannya tidak menyukai ayahnya sendiri, padahal kalau dipikir seluruh kekuatan yang dia miliki sekarang adalah warisan Zeus dan Zeus mengurusnya untuk menjadi penggantinya jika ada hal yang tidak diingakan terjadi.
"Tapi kamu pewaris takhtanya!" Teriak Derry tidak percaya
__ADS_1
"Manusia bodoh, kalian cuma mendengar dongeng turun temurun, itu yang membuat otak kalian sempit." Kata Athena
"Jadi apa fakta sebenarnya?"
"Ah aku tidak ingin menceritakannya kepada kalian, intinya aku dan Zeus tidak berada dipihak yang sama, jadi aku menawarkan sesuatu kepada kalian." Kata Athena
"Apa itu?" Ucap Theo dalam posisi yang masih seperti tadi
"Aku akan melatih Theo dan setelah itu baru kalian masuk ke dunia bawah, dengan kekuatan yang kalian miliki sekarang, kalian tidak mungkin menang melawan Hades." Kata Athena
"Lalu, dimana kamu ingin melatihku?" Tanya Theo
"Di Olympus." Ucap Athena
Semua yang mendengarnya kebingungan, Theo berpikir jika benar mereka kembali ke Olympus itu sama seperti bunuh diri, bahkan itu adalah jalan kematian tercepat, bisa saja Athena berbohong dan dia sebenarnya ingin menyerahkan pasukan Theo, tapi jika dia mau sebenarnya dia bisa membunuh kami semua dengan mudah disini.
"Aku mau." Kata Theo
Baron yang sedari tadi diam sangat marah mendengar ucapannya Theo.
"Kamu sudah benar-benar gila Theo! Aku akan membunuhnya agar dia tidak dapat menipumu." Kata Baron
Sebelum Baron menyerang Athena, pukulan Athena duluan mengenai Baron dan membuat Baron juga merasakan hal yang sama seperti yang Theo rasakan, dia mati rasa dan tidak bisa menggerakan tubuhnya.
"Kuat sekali." Gumam Baron
"Jadi, aku tanya sekali lagi, mau atau tidak?" Tanya Athena
Semua yang disitu sebenarnya tidak setuju dan tidak mau untuk ikut Athena, tapi keputusan mereka ada di Theo, karena Theo yang memimpin mereka dan Theo yang tercatat di dalam ramalan, jadi mau tidak mau mereka harus ikut apa yang Theo katakan.
"Aku mau." Kata Theo dengan yakin
Athena tersenyum, lalu dia melepaskan sihirnya. Theo, Baron, dan Evan lepas dari sihirnya dan mereka kembali bisa bergerak, sebelum mereka pergi Athena ingin memberi hadiah kepada Theo.
"Aku akan memberikanmu hadiah, karena kamu percaya kepadaku." Kata Athena
"Apa itu?" Tanya Theo
"Pilih salah satu dari ketiga teman kalian yang mati untuk dihidupkan, aku akan masuk ke Dunia Bawah dan menemui Hades untuk meminta satu ruh, aku memiliki kewenangan khusus untuk mengambil ruh manusia setiap 3000 tahun sekali untuk dijadikan pasukanku, biasanya aku mengambil ruh yang kuat dan pintar lalu ku masukkan ke dalam manusia buatanku, dalam 3000 tahun terakhir aku tidak mengambil ruh siapapun, jadi aku masih memiliki kesempatan untuk mengambil ruh sesuai keinginanku." Kata Athena
"Aku memilih Chloe." Kata Theo tanpa ragu
"Sesuai permintaanmu."
Athena kemudian menghilang, mereka hanya menunggu 10 menit sampai akhirnya Athena datang lagi di hadapan mereka, dia membawa ruh di tangannya, yang dibawanya adalah ruh Chloe, karena wajahnya memang sama dengan Chloe, kemudian dia memasukkan ruh Chloe kedalam jasadnya sampai akhirnya Chloe kembali tersadar. Ucapan yang pertama kali Chloe ucapkan adalah ketika dia tersadar.
"Andrew, apakah kita menang ujiannya?" Tanya Chloe
Theo menangis dan langsung memeluknya, dia tak kuasa menahan rindu kepada Chloe, dia memeluknya dengan sangat kuat seakan-akan dia tidak akan melepaskan pelukannya. Semua yang ada disitu juga terharu, bahkan Phoenix juga menangis, tangisan api keluar dari matanya, perjuangannya selama ini terwujud, dia akhirnya berhasil menghidupkan Chloe kembali dengan bantuan Athena, Chloe bingung, dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Kita menang kan? Ini dimana?" Tanya Chloe
"Aku akan menceritakannya nanti, jangan pergi lagi dariku Chloe." Kata Theo
Theo kembali menangis dan memeluk Chloe kembali, Athena sedari tadi bosan melihat drama itu dan dia menghancurkan suasana reuni yang mengharukan.
"Aku ingin muntah melihat kalian semua, tugasmu belum selesai Theo, dua temanmu masih mati dan kamu harus mengambil ruhnya dari Hades, jadi sudah saatnya kita pergi ke Olympus, kalian semua siap?" Tanya Athena
Mereka semua mengangguk, kecuali Chloe yang sedari tadi bingung dengan apa yang terjadi. Seketika, mereka pindah ke Olympus dan wajah mereka berubah karena sihir dari Athena.
"Istirahat di kamar yang telah ku siapkan, besok pagi aku akan melatihmu." Kata Athena
Theo menangguk, momen yang dia tunggu-tunggu akhirnya tiba. Kemudian Theo menarik Chloe ke kamarnya.
"Aku ingin berdua denganmu saat ini." Kata Theo
Chloe bingung dan mengikuti Theo, walaupun wajah mereka berubah untuk sementara, tapi hati mereka sama sekali tidak berubah.
__ADS_1