Mirror Of God

Mirror Of God
Episode 25 : Takdir?


__ADS_3

Negeri Karya : Kediaman Tim Chloe


Chloe dan timnya sedang menunggu kedatangan Ghost Of Poseidon. Ketika mereka sedang menunggu ada beberapa orang yang juga datang ke tempat mereka. Mereka datang dengan tujuan lain, mereka mengaku-ngaku sebagai Ghost Of Poseidon.


Ada seorang anak Poseidon yang angkuh datang sendirian dan menantang Chloe beserta timnya. Chloe dari dalam basenya memperhatikan orang itu dengan sihirnya.


"Siapa yang mau membunuhnya, akan ku beri 100.000 Tera." Kata Chloe


Dido berdiri pertama dan mengajukan diri sebagai relawan.


"Aku." Ucapnya lantang


Chloe mengirim Dido untuk menangani anak Poseidon yang mengaku sebagai Ghost Of Poseidon. Dido keluar dan menemui anak Poseidon itu, anak Poseidon itu bersiap untuk menyerang Dido ketika melihatnya.


"Apakah kamu orangnya?" Tanya Dido


"Benar! Aku orangnya."


"Buktikan, karena Ghost Of Poseidon tidak mungkin lemah." Kata Dido


Anak Poseidon itu menyerang Dido dengan airnya, tapi Dido dengan mudah mengembalikan air itu, karena Dido termasuk pengendali 4 elemen, anak Poseidon itu terkena serangan airnya sendiri.


"Ternyata kamu juga anak Poseidon!" Teriak anak Poseidon itu


"Bukan, aku anak Athena. Kamu salah berhadapan denganku bodoh." Ucap Dido


Tanah yang diinjak anak Poseidon itu terbelah, anak Poseidon terjerembab ke dalam tanah, Dido menutup tanah itu dan menguburnya. Kepala anak Poseidon itu masih berada di atas tanah, Dido sengaja membiarkannya seperti itu.


"Hei hei, aku hanya iseng kesini. Jadi, tolong selamatkan aku, aku akan pergi kok." Kata anak Poseidon


Dido mendekat ke anak Poseidon itu, kemudian keluar api dari tangan Dido, anak Poseidon itu sangat ketakutan.


"Aku penasaran, jika air dibakar dengan api, apa yang akan terjadi." Ucap Dido


"Aku bukan air, tolong jangan bunuh aku. Tolong!" Anak Poseidon itu menangis dan merengek


"Matilah." Ucap Dido


Ketika Dido ingin membakarnya, tiba-tiba tangan kanan Dido membeku, ada es yang sangat tajam datang ke arahnya, Dido menghalah dengan barikade tanah. Barikade itu jebol, Dido menghembuskan udara ke es itu dan terpecah menusuk kepala anak Poseidon yang terjepit di tanah. Dido melompat dengan kemampuan udaranya dan mencermati siapa yang menyerangnya.


"Pengecut, muncul di hadapanku," Kata Dido


Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari atas kepalanya, pusaran air yang sangat besar tiba-tiba muncul di atas kepalanya. Dido terguyur air itu dan tersedot masuk ke dalam pusaran air itu, tubuh Dido berputar seirama dengan pusaran air, kemudian dia terhempas dan terpental, punggungnya menghantam pohon jati yang berada di pohon itu.


Dido menoleh ke kanan dan ke kiri dalam keadaan panik. "Bisa mati aku, kalau terus begini." Gumamnya. Dido kemudian mencoba bangkit, tapi secara mengejutkan kedua kakinya membeku terikat di pohon pinus itu, begitupun dengan tangannya. Dido tidak bisa mengendalikan es yang dibuat oleh penyerangnya, karena air yang digunakan si penyerang, bukan jenis air biasa.


Hingga tiba-tiba muncul seseorang di depannya, kulitnya putih pucat, matanya berwarna hijau dengan rambut berwarna cokelat, ciri khas anak Poseidon. Seseorang itu menggunakan kalung berwarna perak dengan liontin emas kecil berukirkan sebuah nama : Rafael.


Dido dengan cepat langsung mengetahui pria di depannya, dia adalah Ghost Of Poseidon yang ditunggu-tunggu oleh Chloe.


"Apa maumu?" Kata Dido panik


Muncul sebuah air berwarna merah dan kental di tangannya, Dido kaget, karena air itu lebih mirip darah dari pada air biasa.


"Dimana selusin anak Poseidon yang kamu janjikan?" Tanya Rafael dengan wajah yang datar


"Ada di dalam rumah." Jawab Dido


"Tapi aku sama sekali tidak mencium aroma ikan disekitar sini, jika kamu menipuku, akan ku leburkan tubuhmu menjadi cair." Ucap Rafael


Chloe, Chorodo, dan Fenicia datang bermaksud menyelamatkan Dido dan bernegosiasi dengan Rafael.


"Hei, Rafael." Panggil Chloe


Rafael menoleh ke arah Chloe, Chloe kaget karena wajahnya persis seperti wajahnya Derry, Chloe menerka dia adalah saudara atau kembaran dari Derry. Lalu, Rafael melihat Chorodo yang berada di sebelah Chloe.


"Oh aku paham, jadi aku dijebak disini." Ucap Rafael


Chorodo tanpa aba-aba menembakkan petir ke arah Rafael dengan sangat dahsyat, tapi Rafael dapat dengan mudah menghalau petir itu, petir itu membeku dan hancur dengan serangan air Rafael.


"Kamu membunuh kekasihku sialan!" Teriak Chorodo


"Burung Camar sepertimu tidak pantas berbicara denganku." Ucap Rafael


Chorodo berlari dengan cepat menuju Chorodo, tubuhnya di kelilingi aura petir, matanya yang putih berubah menjadi biru. Chorodo melompat ke Rafael, tapi Rafael tidak bergerak sama sekali. Chorodo mengeluarkan petir di kedua tangannya dan membenturkannya ke tubuh Rafael, petir itu tidak berguna di tubuh Rafael.


Rafael membalas serangan Chorodo dengan satu pukulan kuat, Chorodo terjengkang dan terkapar pingsan tak berdaya, hanya dalam satu serangan.


"Membosankan." Kata Rafael


Rafael berjalan menuju Chloe, Chloe bersiap mengayunkan tongkatnya, tapi tongkat Chloe dipatahkan oleh serangan air Rafael.


"Tipical Hermes." Ucap Rafael lagi

__ADS_1


"Jujur, aku tidak tahu masalahmu dengan Chorodo, tapi maukah kamu menjadi timku." Kata Chloe


"Aku berjalan sendirian, tujuanku belum tercapai. Aku ingin membunuh Poseidon dengan tanganku." Kata Rafael serius


"Mari berjalan denganku, aku akan membawamu kepada Poseidon." Kata Chloe


Rafael tidak memperdulikan ucapan Chloe, Rafael kemudian menyerang Chloe dengan sebuah bongkahan duri es yang besar, duri es itu melesat ke arah Chloe.. dan prak!! Duri itu hancur.. Baron muncul dan meninju duri itu sampai berkeping-keping.


"Rindu denganku nona." Ucap Baron


Hendrick yang tak terlihat menebas kaki kanan Rafael dengan cepat, Rafael kehilangan keseimbangan dan terjatuh dengan posisi membungkuk. Dari arah lain datang Kevin dengan tubuh Elliad menyerang kaki kiri Rafael juga, Rafael terjatuh dengan posisi terlentang. Derry kemudian muncul secara tiba-tiba, dia baru saja menggunakan obat penghilang, Derry muncul di depan Rafael dan mengoleskan obat ke kaki dan tangan Rafael, agar tubuh Rafael lumpuh seketika.


Rafael tidak bisa menggerakan tubuhnya, Chloe dan Fenicia kaget, lalu Chloe berbisik ke Fenicia.


"Hancurkan es yang mengikat Dido, kemudian kalian pergi dari sini secepatnya, kita belum siap melawan tim Theo." Ucap Chloe


Fenicia segera berlari dengan cepat ke arah Dido, ketika dia ingin menebaskan pedangnya ke es yang mengikat Dido, pedangnya terjatuh. Fenicia kaget karena di depannya ada seseorang yang menghalanginya.


"Jangan dekat-dekat, kami teman lama." Ucap Evan


Dido merasakan aura membunuh dari Evan, Dido tahu kekuatan Evan yang sekarang bukan lagi Evan ketika dia masih kecil. Fenicia takut setengah mati kemudian dia mengambil pedangnya dan kabur, dia berlari sejauh-jauhnya dan meninggalkan tim Chloe.


Theo menepuk pundak Chloe, Chloe menoleh ke arah Theo.


"Aku rindu padamu." Ucap Theo


Chloe membaca sebuah mantra sihir di bibirnya, muncul sebuah pisau tajam di tangannya. Pisau itu kemudian dia hunuskan dengan cepat dan keras ke arah jantung Theo.


Crass... Darah mengucur deras, Theo memegang pisau yang dihunuskan oleh Chloe. "Tusukkan lebih dalam." Kata Theo sembari menusuk dengan keras pisau itu ke jantungnya. Theo terjatuh, jantungnya tertusuk pisau. Theo kehilangan banyak darah, dan Theo mati.


Seluruh timnya terkejut, Chloe baru saja membunuh Theo, hingga tiba-tiba Chloe sadar, dia melihat tangannya yang penuh darah. Dia melihat ke tubuh Theo yang mati dan kehilangan banyak darah. Chloe menjerit, menjerit sekeras-kerasnya.


"Tidak!!! Tidak!! Jangan mati!! Jangan!!! Kata Chloe


Chloe menangis dan menggoyang-goyangkan tubuh Theo yang tak berdaya, semua yang berada disitu membeku. Mereka tak percaya Theo mati di tangan Chloe. Chloe menyalahkan dirinya sendiri, Chloe menyabut pisau yang menancap di jantung Theo. Kemudian, Chloe ingin menghunuskan pisau itu di jantungnya, tapi tangannya tertahan. Ares menahan tangan Chloe.


"Kita kembali, bawa tubuh Rafael. Aku akan membunuh dua manusia lainnya." Kata Apollo yang juga berada disitu


"Jangan yang ini." Ucap Evan menunduk Dido


"Kenapa?" Tanya Apollo


"Ada yang ingin kutanyakan." Kata Evan


Dido lebih baik mati dari pada harus menjadi tahanan Evan, karena dia tahu rahasia tentang pembunuh Klan Deo dan keluarganya terlibat di dalamnya, Ketika Evan membuka ikatan es dari Dido, Dido membakar tubuhnya sendiri dengan apinya. Sebelum tubuhnya habis terbakar, dia berwasiat.


Prass... Leher Dido terputus, Hendrick menebas lehernya dengan cepat, Dido belum sempat mengucapkan pembunuh dari keluarganya.


"Haa.. Haa... Kenapa kamu menebasnya!? Kenapa sialan!" Teriak Evan kepada Hendrick


"Itu lebih baik bagimu." Kata Hendrick


Evan mencerna kalimat dari Dido, Evan juga mengingat Loki membawanya pergi ketika di dalam ingatan, Evan juga melihat tingkah laku ansh Hendrick kepadanya ketika dia sadar dari ingatan dan sekarang Hendrick membunuhnya.


"Oh, aku paham." Ucap Evan menatap ke arah Kevin


"Hei hei... apa yang mau kamu lakukan?" Tanya Kevin


Tubuh Evan terbakar, tubuhnya berubah menjadi api yang sangat panas, kekuatan asli dari dirinya muncul, kekuatan anak Helios. Api yang tak bisa dipadamkan. Tumbuhan di sekitarnya terbakar, dia benar-benar lepas kendali.


"Tidak ada waktu lagi, bawa semua pergi dari sini!" Teriak Hermes


Hermes membuka gerbang ke Hutan Lindungannya, Apollo membawa Rafael dan Derry, Ares menggendong Chloe dan tubuh Theo, Hendrick, Baron dan Kevin berlari dengan cepat ke gerbang teleportasi. Tubuh Evan semakin memanas, semua telah masuk, Evan ingin mengejarnya, tapi terlambat. Gerbang telah ditutup oleh Hermes, Evan sangat marah, kekuatannya terbuka. Dia akan membakar segalanya yang ada di hadapannya. Evan melihat tubuh Chorodo yang terkapar, Evan menyentuh tubuh Chorodo dan dalam sekejap mata tubuh Chorodo hangus menjadi abu.


"Matilah matilah matilah matilah!" Teriak Evan


Evan terbang dan menatap Negeri Karya, dengan dahsyat Evan meluncur ke Negeri Karya, dia membakar seluruh Negeri Karya, tanpa belas kasihan dan tanpa ampun sama sekali.


***


Hutan Lindungan Hermes


Chloe masih menyesali dirinya sendiri, dia telah membunuh seseorang yang paling berarti baginya, dia dikendalikan oleh Hades dan dia sangat menyesal telah melakukan itu, dia menangis dan terus menangis.


Derry bersama Rafael, Rafael bingung dengan pria di hadapannya, Derry mengajaknya berbicara dan mencoba agar ingatannya kembali, Rafael menerima ucapan Derry, tapi Rafael masih belum mempercayai Derry sepenuhnya.


Sedangkan Theo, dia mati.


Hendrick terdiam dan sama sekali tidak bersuara, begitupun dengan Kevin, dia memang membunuh seluruh Klan Deo, tapi itu untuk kebaikan seluruh anak Athena.


Dewa-dewa yang berada disitu juga kebingungan, kecuali satu Dewa. Hermes. Athena muncul dihadapan Hermes, karena Athena tahu ada sesuatu yang tidak beres terjadi di Negeri Karya, dan dia tahu itu perbuatan Evan.


Athena mengajak bicara Hermes empat mata.

__ADS_1


"Jadi ini yang terlihat di ramalanmu?" Tanya Athena


"Iya, ini."


"Dan Theo mati! Sialan kamu!" Teriak Athena


"Tenanglah, dia akan kembali kesini." Kata Hermes


"Kapan!? Kamu menyuruh aku agar tenang! Sedangkan muridku terbaring mati tak berdaya sialan!" Teriak Athena lagi


"Dia akan bangkit, tunggu saja. Ketika dia bangkit dia akan jauh lebih kuat." Kata Hermes


"Aku tidak akan mempercayaimu lagi! Aku akan membawa tubuh Theo ke tempatku dan aku akan mencuri ruhnya di Dunia Bawah! Jika itu akan membunuhku, aku siap menerimanya." Kata Athena


"Ruhnya tidak ada di Dunia Bawah, tidak akan ada." Kata Hermes


"Apa kamu bilang? Lalu dia mati? Sepeti kita? Para Dewa? Mati begitu saja?"


"Kubilang tunggu saja Athena bodoh!" Bentak Hermes


Athena terdiam, baru kali ini Hermes menghardiknya dengan begitu kasar. Athena sangat benci dengan Hermes, karena dia tidak becus menjalani tugasnya.


"Kamu tidak berguna Hermes, kamu benar-benar tidak berguna." Kata Athena diiringi dengan keluar air mata darinya, untuk pertama kali dalam hidupnya Athena menangis. Athena menangis di hadapan Hermes.


"Kamu menangis?" Tanya Hermes


"Aku melatihnya lima tahun, aku..... aku..... aku tidak pernah menemukan anak seperti dia, jujur aku jatuh hati padanya Hermes." Kata Athena


"Dewi Perawan sepertimu jatuh hati pada bocah?"


"Dia bukan bocah! Dia Dewa!" Athena membantah


"Tapi sekarang dia bocah!"


"Tidak! Dia Dewa!"


"Bocah!"


"Dewa bodoh!"


"Ya benar, kamu Dewa Bodoh!"


"Sialan kamu Hermes!"


Artemis yang sedari tadi mencuri dengar sedikit kesal, lalu Artemis muncul di hadapan mereka berdua.


"Sudahkah kalian bertengkarnya?" Tanya Artemis


Wajah Athena memerah seketika, karena Artemis ternyata mendengar pembicaraan mereka.


"Aku hanya ingin memberi tahu, ada tanda-tanda kehidupan dari Theo, dia masih hidup, walaupun jantungnya tidak berdetak dan dia tidak menarik nafss, tapi dia masih hidup." Kata Artemis


"Kamu serius?" Tanya Athena


"Ya, kumpulkan semua orang, kita harus membantu Theo, dia sedang berjuang, saat ini ku rasa dia sedang melepaskan diri dari Uranus." Ucap Artemis


"Uranus?"


"Kalian akan tahu ketika dia bangun, jika dia kalah, Theo tetap akan hidup, tapi tubuhnya saja dan jiwanya adalah jiwa Uranus. Itu artinya, Olympus akan runtuh, begitupun dengan kita." Kata Artemis


Athena dan Hermes segera mengumpulan semua yang berada disitu, mereka melingkar di tubuh Theo dan menyentuh tubuh Theo, mereka mengaliri kekuatan ke tubuh Theo, agar dia bisa bertahan.


"Hiduplah Theo, hiduplah." Ucap Chloe di dalam hatinya


"Jangan mati cintaku." Kata Athena di dalam hatinya


***


Pendant Anthena


Uranus mencengkram ruh Theo dan membantingnya, ruh Theo sudah tidak kuat menahan serangan dari Uranus.


"Kamu tidak menepati janjimu anak muda, seharusnya kamu sudah mati jika aku tidak menahanmu disini, aku hanya ingin jasad, tenang saja, akan kugunakan jasadmu dengan baik." Ucap Uranus


"Dalam mimpimu." Kata Theo


"Kenapa kamu begitu keras kepala!"


Muncul energi aneh disekujur ruh Theo, Theo mendapatkan kekuatan yang sangat kuat, seluruh kekuatan teman-temannya dan seluruh kekuatan Dewa mengaliri ruhnya, Theo berdiri dan menatap Uranus.


"Sepertinya, kamu akan hancur untuk selamanya Uranus." Kata Theo


"Bocah sombong!" Teriak Uranus

__ADS_1


Uranus bergerak cepat menuju Theo, Theo juga bergerak menuju Uranus.


Pertarungan mereka menentukan takdir, takdir seluruh semesta.


__ADS_2