
Athena kaget mendengar fakta itu, dia tidak tahu apa yang di hatinya sekarang, Helios menceritakan semuanya dari dalam tubuh Evan. Zeus berjuang demi keluarganya dan Theo berjuang demi tanah miliknya. Zeus memang salah, tapi dia tidak bisa disalahkan sepenuhnya, karena dia diperintahkan oleh sosok bernama Ach. Athena yang biasa berpikir bijak dan tenang, kali ini benar-benar dikuasai perasaan. Mau bagaimanapun, dia tetap seorang wanita.
"Aku tidak tahu harus membela siapa sekarang." Kata Athena
"Mau bagaimanapun aku akan tetap disisi Theo."
"Apakah mungkin aku bertemu Ach?" Tanya Athena
"Jangan usik dia Athena, kamu pernah bertemu dengannya ketika di Bumi dan kamu benar-benar kalah telak melawannya." Kata Helios
"Aku merasa bahwa kami para dewa segalanya di dunia ini, tapi setelah mendengar ceritamu, kita hanya makhluk yang benar-benar rendah di hadapan mereka." Ucap Athena
"Untuk sekarang kembali ke tujuanmu, jika Theo, Evan, dan Chloe bisa mengalahkan Zeus, mungkin mereka bisa membuka Kotak Pandora." Ucap Helios
"Apakah dia kunci dari semuanya?"
"Iya dia kuncinya."
"Baiklah."
Setelah perbincangan panjang itu, Athena kembali kekesadarannya, kemudian dia menepuk pundak Evan.
"Maaf Evan, kamu tidak bisa mengendalikan Elemen sepertiku, tapi aku akan mengajarkan suatu hal." Kata Athena
"Apa itu?"
"Kamu harus berlatih dengan Ares dan Apollo, karena dia lebih mengerti tentang kemampuanmu, aku akan mengirimmu kepada mereka, mereka ada disuatu tempat yang disebut Hutan Lindungan Hermes, tempat paling rahasia di Ellada, aku harap kamu bisa mengembangkan kemampuanmu disana." Ucap Athena
"Baiklah."
Athena memanggil Hermes dengan telepatinya, bukannya Hermes yang datang, tapi Apollo yang datang.
"Ada apa Athena?" Tanya Apollo
"Aku tahu kalian dimana, aku minta kalian membawa semua orang yang ada disini ketempat kalian, kecuali Theo." Kata Athena
"Untuk apa?"
"Artemis bisa membangkitkan mereka bukan?" Tanya Athena
"Kamu tahu dari mana tentang Artemis?" Tanya Apollo kaget
"Ku mohon Apollo, percayalah padaku, aku tahu tentang masa lalu kalian semua, tentang semua hal, aku hanya minta Hendrick dan Elliad dibangkitkan dan latih mereka." Ucap Athena memohon
Apollo menggaruk kepalanya, dia tidak tahu harus bagaimana, kemudian Hermes datang menyusul Apollo.
"Athena, kamu tidak mengetahuinya, jika Artemis membangkitkan Hendrick dan Elliad, mereka akan memiliki 2 ruh." Kata Hermes
"Lalu?" Tanya Athena
"Itu akan berbahaya, Hendrick dan Elliad bisa saja menjadi musuh kita, karena mereka akan mendapatkan ingatan tentang Dunia Bawah, yang artinya mereka bisa saja menjadi anak buah Hades, karena ketika mereka di Dunia Bawah, ingatan tentang Dunia Atas menghilang, dan ketika mereka kembali ke Dunia Atas, ingatan tentang Dunia Bawah menghilang. Tapi, jika ada dua ruh yang berbeda hidup ditempat yang berbeda, dua ingatan itu akan tercampur, dan itu sangat berbahaya." Kata Hermes menjelaskan
"Baiklah, untuk sekarang mungkin kita akan kembali ke rencana awal, kalian bawa saja tubuh Hendrick dan Elliad ketempat kalian, dan aku minta kalian melatih Evan, Derry, Chloe dan Baron ketempat kalian, kita akan bertemu 5 tahun lagi. Aku akan melatih Theo disini." Ucap Athena
"Apa alasannya?"
Kemudian Athena mendekat ke arah Hermes dan membisikkan sesuatu.
"Kamu tahu bahwa Evan anak dari Helios, aku baru saja bertemu Helios di dalam tubuh Evan, aku ingin kalian melatihnya dengan bantuan Apollo dan Artemis." Kata Athena berbisik
"Sepertinya kamu sudah tahu, mau bagaimana lagi, jika itu maumu. Kita akan bertemu 5 tahun lagi." Kata Hermes
Athena tersenyum, lalu Athena memanggil yang lainnya agar ikut bersama Hermes, Theo mendengar semua pembicaraan itu, sebenarnya dia sangat berat berpisah dengan teman-temannya, terutama berpisah dengan Chloe, tapi ini demi kebaikan. Sebelum Chloe pergi Theo mendekatinya.
"Kamu sudah dengar, kamu akan dilatih Dewa Hermes." Kata Theo
"Aku tahu, kita akan lebih dewasa 5 tahun lagi, dan tentunya menjadi lebih kuat." Kata Chloe
Theo menangis, karena ketika Chloe baru kembali, mereka harus dipisahkan lagi, Theo memeluk Chloe dengan erat, dia menangis dan terus menangis. Evan yang melihat mereka juga ikut menangis, Theo memanggil Evan. Evan juga ikut berpelukan. Kemudian Theo berbisik kepada Evan.
"Jangan lemah lagi ya Van, kamu harus lebih kuat 5 tahun lagi." Kata Theo
"Kamu juga, aku yang pertama kali akan membunuhmu ketika aku sudah jauh lebih kuat." Kata Evan
Theo tertawa, akhirnya Theo mau tak mau melepeas kepergian mereka. Ini demi kebaikan mereka semua, Theo terus melihat mereka, sampai akhirnya mereka semua dibawa oleh Apollk dan Hermes.
Athena melihat ke arah Theo, lalu dia memegang bahunya Theo.
"Teman-temanmu akan jadi lebih kuat 5 tahun lagi, kamu juga bukan?" Tanya Athena
"Ayo kita berlatih."
"Baiklah."
Theo memulai pelatihannya dengan Athena dan menunggu teman-temannya 5 tahun lagi, ketika mereka bertemu nanti, mereka harus jauh lebih kuat.
***
5 Tahun Kemudian
Olympus : Singgahsana Athena
Theo sedang mengumpulkan energi dan duduk bersila, bulat-bulatan Cahaya mengelilingi tubuhnya, Pendant Athena menyala dan memberikan Theo kekuatan, Theo sudah bisa mengendalikan kekuatan dari Pendant itu.
"Bagus Theo, coba lakukan serangan rendah." Ucap Athena
Theo mengangkat tangannya ke depan dadanya dengan telapak tangan yang terbuka, kemudian keluar cahaya sebesar buah ceri dan Theo menembakkan cahaya itu ke dinding di depannya.
Bzuuuuuub.... Jdar!!!!
Dinding itu hancur hanya dengan cahaya sebesar buah ceri yang keluar dari telapak tangan Theo.
"Kekuatanmu sudah sangat dahsyat, tapi tetap saja kamu harus ingat, kekuatan itu dari Pendant, bukan dari dirimu sendiri." Kata Athena
"Hei Athena, aku ingin bertanya." Ucap Theo
"Apa itu?"
"Selama 5 tahun ini, aku mendapatkan mimpi aneh, ada seorang wanita yang sangat cantik disisiku dan aku duduk disebuah singgahsana yang sangat besar." Kata Theo
"Jangan pikirkan mimpimu, itu bukan apa-apa."
__ADS_1
Theo tidak tahu apa yang ada di dalam mimpinya, tapi dia merasa mimpi itu berhubungan dengan dirinya langsung. Theo juga melihat Zeus sedang duduk disinggahsananya dan beberapa Titan datang ke Ellada, lalu Zeus mengurung Titan-Titan itu ke Dunia Bawah yang dijaga oleh Hades. Theo benar-benar tidak mengerti maksud dari mimpi itu.
"Sudah 5 tahun ya, apa yang sedang mereka lakukan disana ya?" Tanya Theo
"Mereka sedang berlatih sepertimu." Ucap Athena
***
Ellada : Hutan Lindungan Hermes
Apollo sedang duduk menyender di sisi tebing sembari mengasah pedangnya, ditemani Hermes yang sedang membaca sebuah buku, lalu tiba-tiba ada serangan bola api mengarah kepada mereka.
Jduaaaar!!!
Serangan itu mereka hindari dengan mudah, lalu lagi-lagi serangan itu datang, mereka dapat menghindarinya lagi dengan mudah, tebing-tebing yang terkenal serangan itu hancur berantakan.
"Wah kuat juga ya." Ucap Apollo
"Tapi tetap saja lemah." Kata Hermes
Ketika serangan datang lagi, Apollo berhasil menghindar, tapi tidak dengan Hermes, ada sihir yang menghalau tubuhnya untuk bergerak.
"Ah sialan, Programma prostasias ypsilou epipedou." Ucap Hermes membaca sihir
Tubuh Hermes terhalang sebuah pelindung yang sangat kuat, bola api itu mengenai pelindungnya dan tidak bisa menembusnya. Tapi secara tiba-tiba ada yang meninjunya dari belakang, kekuatan yang benar-benar dahsyat, pukulannya setara dengan pukulan Dewa Ares.
Bluuuugg!!
"Kalian semua sialan." Kata Hermes lagi
Pukulan itu telak mengenai wajahnya dan Hermes terpental ratusan meter dan membentur pohon-pohon di hutan itu, hingga pohon-pohon itu tumbang karena terbentur tubuh Hermes. Ketika dia ingin menggerakkan tubuhnya lagi, tiba-tiba seorang pria dengan tudung hitam menghampirinya.
"Paralysi." Kata pria itu sembari mengoleskan sesuatu ke kaki Hermes
Kaki Hermes lumpuh seketika dan tidak bisa bergerak, akhirnya Hermes mengangkat tangannya tanda menyerah dan tertawa.
"Hahaha, oke aku mengalah." Kata Hermes
Datang seorang wanita yang sangat cantik, menggunakan baju berwarna biru langit, membawa sebuah tongkat berbentuk kupu-kupu, lalu mengayunkannya ke arah Hermes diiringi membaca sebuah mantra sihir.
"Ena xorki periorismou." Ucap wanita itu
Tubuh Hermes terkurung disebuah kurungan besi yang sangat tebal, Hermes diam saja dan kembali membaca bukunya.
Tapi kemudian ada Apollo dengan kecepatan cahaya mencoba menyerang mereka, lalu wanita itu membaca sebuah mantra lagi dan mengayunkan tongkatnya ke segala penjuru.
"Argi xorki." Ucap wanita itu
Tubuh Apollo melambat dan terlihat dengan jelas.
"Mereka sudah kuat Hermes." Kata Apollo
Tiba-tiba datang seorang pria yang besar menimpah tubuh Apollo yang sedang bergerak, hingga tubuh Apollo tidak lagi bisa di gerakkan.
"Kamu tertangkap Dewa." Kata pria itu
Wanita itu mengayunkan tongkatnya ke arah Apollo dan tubuh Apollo terkurung seperti Hermes.
"Ena xorki periorismou." Kata Wanita itu
"Ah aku ketahuan." Kata Artemis
Keempat orang itu menghampiri Artemis dan menodongnya dengan senjata mereka masing-masing.
"Menyerah atau melawan?" Tanya seorang pria dengan api di tangannya
"Aku menyerah? Tidak semudah itu." Kata Artemis
Kemudian, Artemis melemparkan bubuk obat ke arah empat orang itu hingga keempat orang itu lumpuh dan tidak bisa bergerak.
"Itu Paralysi bentuk bubuk." Kata Artemis
Pria yang mengenakan tudung hitam kemudian berbicara ke arah Artemis.
"Dewi, kapan kamu mengajariku obat itu?" Tanya pria itu
"Yah, mungkin sekarang saatnya."
Keempat orang itu kalah oleh Artemis. Setelah itu, Artemis mendekat kepada empat orang itu.
"Kalian menyerah?" Tanya Artemis
"Aku menyerah." Ucap seseorang berbadan besar
"Aku juga." Kata seseorang yang tangannya mengandung api
"Aku juga menyerah Dewi." Ucap pria bertudung
"Baiklah, kalau kalian semua menyerah." Kata Artemis
Kemudian Artemis menaburkan bubuk kepada mereka berempat, hingga tubuh mereka kembali bisa bergerak. Bubuk itu adalah obat bernama Kinoumenos.
"Yah, kita kalah." Kata pria berbadan besar
Tapi tiba-tiba wanita yang memegang tongkat membaca mantra dan mengarahkan ke arah Artemis.
"Xorkia ypnou." Kata wanita itu
Artemis tidak berhasil menghindar dan terkena serangan mantra itu, lalu dia tertidur, lalu wanita itu kembali membaca sebuah mantra untuk mengurung Artemis.
"Ena xorki periorismou." Ucap wanita itu
Tubuh Artemis terkurung di sebuah kurungan yang persis seperti kurungan Hermes dan Apollo.
"Hei Chloe, itu curang." Kata pria berbadan besar yang ternyata Baron
"Hah? Curang? Aku tadi tidak menyerah, kalian yang menyerah." Ucap Chloe
Mereka bereempat ternyata adalah Chloe, Baron, Evan, dan Derry yang telah berlatih juga selama 5 tahun, dan hari ini adalah ujian kelayakan bagi mereka.
"Benar juga, berarti tinggal satu Dewa lagi." Kata Evan
__ADS_1
"Dewa yang paling sinting dari semua dewa." Ucap Derry
Tiba-tiba sebuah serangan dahsyat dari langit menghantam tanah, hingga menyebabkan tanah disekitar mereka bergetar.
"Apa kamu bilang!? Aku sinting hah!!!" Teriak Dewa Ares yang muncul tiba-tiba
Ares tanpa basa-basi menyerang mereka, tapi Baron menghalangi pukulan Ares dengan tangannya.
"Aku akan menahannya!" Teriak Baron
"Hei, bocah Spartan! Kamu lupa bahwa aku yang mengajarimu bertarung!" Teriam Ares marah
Baron tetap menahannya, tapi kekuatan dari Ares sangat besar, Evan tidak diam saja dan menyerang tubuh Ares dengan api. Tapi Ares tidak tergores sedikitpun.
"Cih, bocah bodoh! Kamu lupa aku tahan api!" Teriak Ares
"Sialan, kalau begini kita akan kalah." Kata Derry
Baron tak dapat menahan lagi kekuatan Ares, Baron sudah mencapai ambang batas kekuatannya, lalu dengan cepat Chloe mengayunkan tongkatnya ke arah Ares dan membaca sebuah mantra.
"Xorkia ypnou." Kata Chloe
"Hahaha, aku tid...ak.. ak..an.. me..mpaan. huaaah.. se..ran..ga..n. si huaaah hiir.. mu.. zzz" Ares tertidur terkena serangan sihir Chloe
Tanpa waktu lama Chloe segera membaca sihir pengurung ke arah Ares.
"Ena xorki periorismou." Ucap Chloe
Tubuh Ares terkurung, keempat Dewa itu kalah dihadapan junior mereka sendiri, setelah menangkap keempat Dewa itu, mereka mengumpulkannya di suatu tempat. Lalu mereka sangat berbahagia karena mereka bisa menang melawan keempat Dewa, Hermes hanya tertawa melihat kelakuan murid-muridnya.
"Mereka memang bodoh Apollo." Kata Hermes
"Tapi mereka cukup kuat untuk menangkap kita."
"Yah, sepertinya mereka cocok untuk dijadikan satu tim." Kata Hermes
Lalu Hermes membaca mantra hingga kurungan yang mengurungnya hilang, Chloe, Baron, Evan, dan Derry kaget melihat kurungan yang mengurung Hermes menghilang.
"Ah, aku lupa dia yang mengajariku." Kata Chloe
Kemudian, Apollo mengeluarkan pedangnya dan menebas kurungan itu hingga besinya terpotong dan dia keluar dari kurungan itu.
"Sialan, gerakan pedangnya indah sekalim" Kata Evan
Artemis baru saja bangun dari tidurnya, dia melihat ke arah Chloe dan bilang sesuatu.
"Bocah Hermes memang licik, sama seperti Dewanya." Kata Artemis
"Kamu terlalu lengah Artemis." Ucap Hermes
Artemis menyentuh sel besi yang mengurungnya, lalu sel besi itu meleleh dan hancur hanya disentuh dengan tangan oleh Artemis.
"Dewi memang sangat kuat." Puji Derry
Lalu yang terakhir, Dewa Ares tak juga bangun dari tidurnya. Mantra sihir itu terus bekerja dan tidak membangunkannya. Mereka semua bingung, karena seharusnya sihir tidur tidak akan bertahan selama ini, lalu Chloe membaca sihir untuk membangunkannya. Tapi, tetap saja Ares tak juga bangun, Baron melihatnya bingung lalu dia membuka paksa sel besi itu dengan kekuatannya, hingga sel besi itu hancur karena kekuatan Baron. Baron menyentuh tubuh Ares, tapi tak juga bergerak.
"Dewaku, guruku, jangan mati!!!" Teriak Baron diiringi tangisan
Ares kemudian bangun dan memeluk Baron.
"Muridku, kamu perduli terhadapku, aku terharu." Kata Ares
Kemudian mereka berpelukan dengan air mata yang jatuh dari mata mereka. Semua yang melihatnya merasa jijik, dua pria besar dengan kekuatan yang sangat kuat, menangis seperti bayi dihadapan mereka.
"Saatnya sudah tiba untuk kalian pergi." Kata Artemis
Chloe, Evan, Derry, dan Baron saling menatap satu sama lain, tak terasa sudah 5 tahun mereka berlatih bersama keempat Dewa dihadapan mereka dan sekarang sudah waktunya mereka kembali bertemu Theo.
"Hei Chloe, kamu sudah siap bertemu calon suamimu?" Tanya Evan
"Apa-apaan kamu! Siapa juga yang mau bersuami dengan pria seperti dia!" Wajah Chloe memerah
Hermes kemudian menghampiri Chloe dan memeluknya.
"Kamu sudah kuat Chloe, aku tidak tahu masa depan apa yang ada di depanmu, tapi pesanku, apapun fakta yang sebenarnya kamu hadapi, tetap berada di samping Theo, maukah kamu berjanji?" Tanya Hermes
"Aku akan memegang janjiku Dewa." Kata Chloe
Disisi lain Artemis menghampiri Derry.
"Hei Derry, ilmu pengobatanmu belum semua kuturunkan padamu, aku hanya akan memberimu semua resep yang sudah kubuat, aku yakin kamu bisa lebih hebat dariku, temukan resep-resep lain untuk membantu petualangan teman-temanmu." Kata Artemis
"Iya Dewi, suatu saat aku akan kembali dan membanggakanmu." Kata Derry
Disisi lainnya Apollo menghampiri Evan.
"Pedangmu kuat, kamu juga bisa mengendalikan api, aku yakin jika kedua kekuatan itu kamu gabungkan dan kamu manfaatkan, akan menjadi kekuatan yang dahsyat." Kata Apollo
"Aku memang tak secepat dirimu, tapi jika aku kembali, aku yang akan membunuhmu." Kata Evan
Apollo tertawa, lalu semua yang ada disitu menoleh bersamaan melihat ke arah Ares dan Baron yang berpelukan lagi.
"Guruku! Dewaku! Jangan lupakan aku!" Teriak Baron
"Tidak akan muridku, aku tidak akan melupakanmu!" Teriak Ares
Keduanya kembali menangis seperti bayi.
Setelah perpisahan singkat itu, mereka pergi menuju singgahsana Athena dengan mantra yang dibaca Chloe, Semua telah belajar banyak hal dari Dewa-Dewa itu dan sudah saatnya mereka harus kembali kepada Theo, untuk menuju Dunia Bawah dan mengambil ruh Hendrick dan Elliad.
"Kami pamit, Tilemetafora." Kata Chloe
Dengan sekejap mereka berempat berpindah ke singgahsana Athena.
"Teman-temanmu sudah datang." Ucap Athena
Theo menoleh, dan berlari menuju mereka berempat dan memeluk semuanya, mereka semua berpelukan.
"Sudah saatnya," Kata Theo
Mereka melepaskan pelukan dan mengangguk bersamaan.
__ADS_1
"Kita menuju Dunia Bawah!" Teriak Theo
Tujuan mereka selanjutnya adalah Dunia Bawah, untuk mengambil ruh Hendirck dan Elliad, dan tujuan lainnya adalah, mereka akan menghancurkan kerajaan Hades yang berada di Dunia Bawah.