
Jduar!!!! Hentakan dahsyat hingga tanah bergetar menyebabkan gempa bumi yang sangat dahsyat ketika Theo turun dari Paradeisos ke Negeri Karya. Theo sampai di negeri Karya, semua orang yang menatapnya ketakutan, Theo benar-benar marah dengan tubuh yang dipenuhi api dan cahaya, Theo berteriak mencari keberadaan Zeus, seluruh penduduk belum pernah melihat Theo semarah ini,
mereka merasakan hari akhir seperti di depan mata.
"Bocah petir! Dimana dirimu! Akan kubakar tubuhmu hingga tak tersisa!" Teriak Theo menggema diseluruh Ellada
Ellada : Hutan Lindungan Hermes
Hermes dan Apollo mendengar hal itu, mereka sangat takut karena ternyata Dewa di Ellada benar-benar menyeramkan, Hermes merasakan kekuatan yang tidak pernah dia rasakan, kekuatan ini jauh diatas kekuatan Zeus. Sangat jauh berbeda.
"Apollo, apa mungkin ini rencana dari Sang Suara?" Tanya Hermes
"Kamu lebih tahu dariku, Sang Suara mengirim kita kesini, jangan-jangan Sang Suara menginginkan kita mati." Ucap Apollo
Lalu Ach yang mendengar pembicaraan Apollo dan Hermes, ikut berbincang dengan mereka.
"Hei, jangan memanggilku Sang Suara, namaku Ach." Ucap Ach
Hermes dan Apollo kaget karena mendengar suara, mereka mengenal suara ini. Suara yang membawa mereka ke tempat ini.
"Apa tujuanmu Ach?" Tanya Hermes
"Aku hanya bosan dengan semesta yang dimiliki Theo, aku ingin bermain sedikit, sudah jutaan tahun Theo hidup dalam damai." Kata Ach
"Mengapa kami?" Tanya Hermes
"Semesta kalian terbentuk karena campur tangan Pandora, Pandora adalah kekasih Theo." Kata Ach
"Jadi, kalian mengirim kami untuk berterimakasih atau menganggu semestanya?"
"Itu keputusan kalian, mari bermain peran. Ingin jadi baik atau jahat, ingatlah Theo tidak semudah itu dikalahkan, pilih dengan bijak." Kata Ach
"Lalu Bumi? Tempat kami?" Tanya Hermes
"Saat ini sedang sangat seru di Bumi, Agau sudah lama mati, dan sekarang pemimpin mereka bernama Nai, peradaban mereka sangat maju, tapi mereka melawan pemimpin mereka, hingga aku memerintahkan Nai untuk membuat sebuah bahtera yang sangat besar, aku ingin mengirim hujan yang dahsyat agar Bumi kebanjiran." Kata Ach
"Berapa tahun perbedaan antara Bumi dan Ellada?" Tanya Hermes lagi
"Relatif, karena diperjalanan semesta waktu dan ruang saling bertabrakan, kalian bisa ke masa lalu, masa depan, atau tidak kemana-mana." Ucap Ach
"Siapa dirimu sebenarnya Ach?" Tanya Hermes
"Aku ada sebelum ada, sampai jumpa." Kata Ach
Lalu, suara Ach menghilang. Hermes memikirkan ucapan Ach, yang artinya bisa saja Hermes kembali ke Bumi, dan kembali kesini ketika Zeus sudah mati, tapi apakah Zeus bisa mati? Hermes memikirkan itu sangat matang, lalu dia melihat ke arah Apollo.
"Ada apa?" Tanya Apollo
"Kecepatanmu setara cahaya, yang artinya kamu mungkin bisa menelusuri waktu." Kata Hermes
"Aku sama sekali tidak mengerti."
"Setiap objek yang melewati ruang waktu memiliki batas kecepatan hingga 300.000 kilometer per detik, dengan cahaya selalu melintasi ruang hampa pada kecepatan tersebut," Ucap Hermes, kemudian dia melanjutkan. "Relativitas khusus juga menjelaskan bahwa saat sebuah objek bergerak melintasi ruang waktu pada kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya, maka waktu akan bergerak lebih lambat di sekitarnya," Lanjut Hermes, kemudian dia menarik nafas dan berkata lagi. "Benar bukan, jika gerakanmu semakin cepat, seakan objek di dekatmu berhenti, yang artinya, kamu seperti menghentikan waktu?" Tanya Hermes kemudian
Apollo mengangguk, dia sama sekali tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Hermes, tapi dia paham dengan pertanyaanya.
"Yah, waktu berhenti ketika aku bergerak dengan sangat cepat, lalu kenapa?" Tanya Apollo
"Jika ada seorang anak berunur 5 tahun yang berkelana ke semesta lain dengan kecepatan sekitar 99.5% dari kecepatan cahaya dan hanya merasakan waktu berlalu selama 5 tahun. Maka, Saat dia pulang ke sini pada usia 20 tahun, dia akan melihat teman-temannya sudah berumur 65 tahun. Karena waktu berjalan lebih lambat baginya, maka lima tahun yang dilewatinya bisa sama dengan 50 tahun bagi objek yang tidak bergerak secepat dirinya." Kata Hermes menjelaskan
"Yang artinya?" Tanya Apollo meyakinkan
"Yang artinya, jika kamu membawa seseorang ke Bumi dengan kecepatanmu, di Bumi akan sama seperti sekarang, dan disini sudah menjadi masa depan ketika dia kembali, lalu ketika dia kembali melakukan perjalanan semesta dari Bumi untuk menuju kesini, disini tetap sama seperti di Bumi dan di Bumi sudah menjadi masa depan." Kata Hermes
"Aku pusing Hermes." Kata Apollo
"Singkatnya, kamu bisa mengirim seseorang ke Bumi dan menyelamatkan mereka dan ketika mereka kembali kesini, disini sudah menjadi masa depan bagi mereka, yang artinya mereka bisa melawan Zeus yang ada di masa depan." Ucap Hermes
"Lalu efek bagiku?" Tanya Apollo lagi
"Itu yang kupikirkan, kamu juga akan merasakan hal yang sama dan itu malah menambah masalah, bisakah kamu menciptakan alat yang secepat dirimu untuk mengirim seseorang dari sini menuju ke Bumi?" Tanya Hermes
"Entahlah, aku butuh bantuanmu." Kata Apollo
"Ayo kita bekerja." Ucap Hermes
Mereka mulai bergerak untuk menciptakan alat transportasi antar semesta yang sangat berpengaruh pada waktu, sebelumnya Apollo bertanya ke Hermes.
"Memang siapa yang mau kamu kirim ke Bumi?" Tanya Apollo
__ADS_1
"Dewa di Negeri ini, jika dia kalah dengan Zeus."
Apollo terdiam dan menuruti perkataan Hermes, dia tidak tau apa yang dipikirkan Hermes, tapi intinya dia mengikuti Hermes, karena dia merasa Hermes berada dijalan yang benar.
***
Ellada : Negeri Karya
Theo terus mencari keberadaan Zeus, hingga tiba-tiba Minotour Devil dan Zeus muncul dihadapan Theo.
"Akhirnya muncul juga dirimu bocah petir!" Teriak Theo
"Burungmu, akan dimakan oleh peliharaan milikku! Minotour Devil! Serang!" Teriak Zeus
Minoutour Devil menyerang Phoenix milik Theo, Theo melihat Phoenix miliknya bertarung dengan sangat dahsyat, seluruh bangunan, gunung, pepohonan, bahkan manusia hancur dan tak membekas di pertarungan dua makhluk purba itu
"Baiklah, aku lawanmu!" Teriak Theo
Theo tanpa basa-basi menyerang Zeus dengan sangat dahsyat, suara yang dihasilkan menyebabkan seluruh Ellada bergetar. Bergetar dengan sangat dahsyat, manusia yang melihatnya tak bisa berkata apa-apa lagi, selain ketakutan dihadapan mereka.
Jdarr!!!
Serangan yang begitu besar telak mengenai tubuh Zeus, Zeus mundur beberapa langkah, tapi tubuhnya tidak kenapa-kenapa.
"Hanya segitu?" Tanya Zeus
Tubuh Zeus diselubungi petir yang tak pernah terlihat oleh siapapun juga, itu berkat seluruh manusia yang menyembahnya, kekuatannya sangat dahsyat, petir Zeus dapat membelah tanah Ellada hingga ke perutnya. Theo menahan serangan Zeus dengan mudah, ketika dia ingin menyerangnya lagi, ada rantai besar yang menarik tangannya hingga dia tak bisa bergerak, lalu ada tombak tajam yang menusuk ke perut Theo, Theo tertusuk tombak itu dan perutnya berdarah.
Csssss.... Bunyi tombak tertanam di perut Theo
"Sialan!" Hardik Theo
Theo memegang tombak itu dan menggenggamnya sampai hancur. Theo menengok ke pertarungan Phoenix, ternyata yang melawan Phoenix bukan hanya Minotour Devil, tapi ada Kraken juga. Kemudian, Zeus berteriak ke arah Theo.
"Jangan buang wajahmu ketika sedang bertarung!" Teriak Zeus
Ditangan Zeus ada petir berwarna kuning terang..
ctss ctss...
Petir itu dilemparkan ke arah Theo, untungnya Theo menghindar dan petir menghantam sebuah gunung, hingga gunung itu berhamburan.
"Dia sangat kuat." Gumam Theo
***
Ellada : Paradeisos
Pandora yang sedari tadi memperhatikan tak kuasa menahan tangisannya, dia merasa harus menolong Theo, walaupun nyawa resikonya.
"Maaf Theo, aku harus membuka kotak itu." Kata Pandora
Pandora berlari menuju kotak yang telah diberikan sihir oleh Ach, ketika dia membuka kotak itu, sebuah makhluk mengerikan muncul, lalu makhluk itu berbicara kepada Pandora.
"Aku tau kamu pasti Pandora, apa yang kamu inginkan sampai membukaku?" Tanya makhluk itu
"Bantu Theo untuk melawan Zeus dan yang lainnya."
"Pandora, kamu pikir aku mau membantumu? Kamu tidak tahu aku siapa?" Tanya makhluk itu
"Maksudmu?" Pandora merasa sangat khawatir
"Aku khaos dan kamu telah menelantarkanku selama jutaan tahun, jadi siapa yang harus kubantu? Theo? Oh tidak, aku akan membunuhnya." Kata makhluk itu
Pandora menangis dan terus menangis, lalu Ach muncul dan tertawa sangat keras.
"Hahahaha!! Memang dasar makhluk primitif bodoh, dengan mudahnya kamu membuka kotak itu." Kata Ach
"Ach, ingatlah suatu saat aku akan kembali untuk membunuhmu." Kata Pandora
"Memang kamu ingin kemana? Hah?" Tanya Ach mengejek
"Ke awal, aku ingin menjadi awal dan terlahir kembali."
"Apa kamu sinting? Kamu tidak akan mengingat semua yang ada disini jika kamu menemuiNya bodoh!" Teriak Ach
"Kamu takut Ach? Takdir yang akan membawaku bertemu dengan Theoku." Kata Pandora
Kemudian Pandora membaca sebuah sihir yang sangat terlarang, terlihat tubuhnya memasuki kotak dan kotak itu tertutup sangat rapat. Kotak itu berada di Paradeisos. Ach turun ke Paradeisos dari singgahsananya dan mencoba mengangkat kotak itu, namun dia tidak bisa, kemudian rekan Ach turun, dia bernama Omega dan menemui Ach.
__ADS_1
"Aku mendengarnya Ach, naiklah kembali, itu resikonya kamu terlalu sibuk mengurusi peradaban primitif seperti mereka, ingatlah Ach kita jauh berada di atas mereka dan jangan coba-coba dekati kotak itu, kalau kamu tidak mau diriNya marah." Ucap Omega
Ach menuruti perkataan Omega, dia tidak pernah menyangka makhluk primitif seperti Pandora berani melakukan hal yang paling terlarang. Ach takut seandainya ada seseorang yang mampu membuka kotak itu.
***
Ellada : Tanah
Khaos yang turun dari Paradeisos membantu Zeus, Hades, dan Poseidon untuk berperang melawan Theo. Theo sudah benar-benar kelelahan dan dia mencoba untuk bangkit.
"Siapa kamu?" Tanya Zeus
"Aku leluhurmu bodoh! Aku Khaos!" Ucap Khaos kesal
"Apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Zeus lagi
"Membantumu." Kata Khaos
Dengan cepat mereka menyerang Theo bersama-sama. Theo sudah tidak kuat untuk meneruskan pertarungan itu, hingga tiba-tiba ada sebuah cahaya yang datang dari langit, menyinari tubuh Theo. Cahaya itu berbisik kepada Theo, kemudian Theo menjadi sangat kuat, jauh lebih kuat dari sebelumnya. Tapi dia menangis.
"Maaf Pandora, aku tidak bisa melindungimu, seperti janjiku diawal kita bertemu." Kata Theo
Zeus, Khaos, Poseidon, dan Hades kaget melihat Theo lebih kuat, jauh lebih kuat deri sebelumnya. Kemudian dengan cepat Theo menyerang ke tubuh Khaos, hingga tubuh Khaos hancur tak tersisa, sama sekali tak tersisa. Zeus, Poseidon dan Hades kaget, mereka sangat kaget.
"Tidak mungkin." Kata Zeus
Lalu Theo melihat ke arah Zeus.
"Aku akan membunuhmu!!!!" Teriak Theo
Teriakannya membuat seluruh gunung di Ellada meletus, tanah bergetar, laut naik dan membuat kekacauan yang sangat dahsyat, Ellada diambang kehancurannya, Theo mencoba menyerang Zeus dan Zeus menghindar, kemudian Zeus kabur dan berlari, Hades dan Poseidon juga ikut kabur dan berlari. Serangan dari Theo terus mengincar mereka bertiga hingga memakan waktu 3 tahun lamanya, Zeus, Hades, dan Poseidon terus menghindari serangan Theo.
***
**3 Tahun Kemudian
Ellada : Hutan Lindungan Hermes**
Mereka sudah tidak lagi di hutan, karena hutan sudah hancur akibat teriakan Theo yang begitu dahsyat, tapi akhirnya mereka menciptakan sebuah alat yang dapat membawa seseorang untuk pergi ke Bumi.
"Akhirnya setelah 3 tahun kita berhasil membuatnya, dan mereka terus bertarung tanpa henti." Kata Hermes
"Kita hanya menunggu kan?" Tanya Apollo
"Iya, menunggu dari mereka siapa yang akan menang." Kata Hermes
Ellada : Tanah
Pertarungan Theo dan Zeus tak juga berhenti, Zeus sangat kesal hingga akhirnya dia berbicara ke Poseidon dan Hades.
"Hei kalian berdua, hanya satu cara menang darinya, tapi resikonya aku akan mati. Jika aku mati, tolong lanjutkan perjuanganku." Kata Zeus
"Apa yang ingin kamu lakukan Zeus?" Tanya Hades
"Menghantam tubuhku ke dirinya." Kata Zeus
"Kamu sudah gila?" Tanya Poseidon
"Tidak."
Lalu, Zeus berubah. Tubuhnya mengeluarkan petir yang memunculkan ledakan-ledakan ditubuhnya, dengan cepat dia meluncur ke arah Theo. Tapi ternyata, ada Helios yang menghalangi Zeus, Helios sedang menggendong Athena.
"Hancurkan saja aku dan anakmu Zeus." Kata Helios
Zeus melihat itu, tapi dia berhasil menghindar dari Helios, Helios kaget, ketika dia menoleh. Tubuh Zeus dengan dahsyat menghantam tubuh Theo, hingga muncul ledakan yang sangat besar, ledakan yang jauh lebih besar dari 20.000 Gunung berapi yang meletus bersamaan, setengah peradaban manusia terbunuh akibat ledakan itu, para Dewa terkapar tak berdaya. Kecuali, Apollo dan Hermes yang berhasil keluar angkasa dengan alat baru mereka, mereka juga membawa Artemis, tapi mereka meninggalkan Ares di Bumi.
Semua pingsan, Zeus dan Theo juga sekarat. Ledakan itu benar-benar meratakan Ellada sampai tak berbekas. Kemudian, Apollo dan Hermes turun menghampiri Theo, mengambil kesempatan ketika semua Dewa tak sadarkan diri.
"Cepat, dia masih hidup." Kata Hermes
Apollo menggendong tubuh Theo dan memasukkanya ke dalam alat buatan mereka, lalu Apollo mengatur lokasi pengiriman tubuh Theo. Setelah Theo dan alat itu pergi menuju Bumi, Hermes dan Apollo bersembunyi. Hingga waktu mereka akan tiba.
Seminggu Zeus pingsan dan ketika Zeus bangun, dia melihat ke arah Athena, Zeus menghampirinya dan memeluknya.
"Nak, kita punya rumah baru." Kata Zeus kepada Athena
Athena bingung, dia juga tidak mengenal sosok yang ada dihadapannya. Lalu, Zeus melihat ke arah Helios, Helios juga baru sadarkan diri.
"Pengkhianat." Kata Zeus
__ADS_1
Helios diam saja, karena dia juga sudah siap mati. Dengan sisa kekuatannya, Zeus menyambar tubuh Helios, kemudian Helios tak sadarkan diri dan Zeus pikir dia sudah mati, lalu Zeus meninggalkan tubuh Helios. Setelah itu, Hades dan Poseidon juga bangun, beserta semua Dewa lainnya, mereka bersama-sama menuju ke Paradeisos yang sekarang mereka sebut sebagai Olympus dan mereka menciptakan kehidupan manusia baru di tanah Ellada dengan sistem yang mereka buat.
Secara diam-diam, Apollo menculik tubuh Helios dan juga mengirim Helios dan istrinya menuju bumi, Apollo berharap akan ada kesempatan untuk Helios dan Istrinya, Ares ditinggalkan disebuah rumah seseorang yang masih hidup di negeri Karya, Artemis disembunyikan oleh Hermes dengan sihirnya. Lalu, Hermes dan Apollo ikut ke Olympus untuk menemui Zeus dan berpura-pura mengabdi kepadanya.