Mirror Of God

Mirror Of God
Episode 2 : 3 Versus 3 (1)


__ADS_3

Ketika Theo, Chloe, dan Evan memasuki kantin mereka merasakan aura yang benar-benar berbeda dan menyeramkan, baru saja satu langkah masuk ke dalam semua tatapan langsung menuju ke arah mereka, tatapan ingin membunuh mereka. Seandainya, tidak ada peraturan tidak boleh membunuh mungkin kantin ini akan menjadi kantin yang penuh dengan darah.


Ketika masuk mata Theo tidak lepas dari seseorang, orang itu memiliki badan yang besar dengan baju perang menutupi tubuhnya, dia benar-benar besar, bahkan paling besar dibanding yang lainnya.


"Apakah itu anak Ares?" Tanya Theo ke Chloe


"Bukan, itu Spartan. Ras mereka benar-benar kuat, bahkan kekuatan mereka menandingi Dewa Ares, biasanya mereka tidak tertarik kepada Dewa, aku juga kaget melihat ras Spartan berada di kantin ini." Jelas Chloe


Theo yang penasaran menghampiri Spartan tersebut, Theo bermaksud baik dan ingin berkenalan dengannya, Theo hanya ingin tahu ras Spartan lebih jauh. Tapi ternyata, itu adalah keputusan yang salah, Spartan itu tak suka dengan kehadiran Theo.


"Hai, namaku Andrew. Salam kenal, siapa namamu?" Tanya Theo tanpa basa-basi


Spartan itu menatap Theo tajam, tiba-tiba Spartan itu mengangkat rubuh Theo dan melemparkannya sekuat tenaga hingga Theo terpental dan tembok Olympus retak karena hantaman tubuh Theo.


"Aw, sakit." Ucap Theo


Semua penghuni kantin terdiam, sampai tiba-tiba seseorang dengan kecepatan tinggi menyerang Spartan itu dengan pedangnya, namun pedangnya hanya melukai kulit luar dari Spartan itu, kecepatan penyerang itu menyerupai kecepatan cahaya, tidak ada yang melihat gerakannya sama sekali.


"Kau Spartan angkuh!" Ucap penyerang itu


Chloe kaget, karena dia baru saja melihat anak Apollo yang mencapai kekuatan cahaya, dalam seribu tahun biasanya hanya ada satu anak Apollo yang bisa mencapai level itu dan salah satunya berada disini.


Spartan itu mengamuk dan mencoba menyerang anak Apollo itu, namun serangannya sama sekali tidak mengenai anak Apollo itu karena gerakannya benar-benar cepat dan tidak terlihat oleh mata.


Evan sedari tadi diam saja dan gemetaran, Chloe melihat Evan dengan tatapan jijik, Chloe jijik karena Evan menunjukkan rasa sombongnya dari awal bertemu, tapi ketika dihadapannya ada pertarungan yang nyata, Evan tak bisa berbuat apa-apa.


"Hei bocah Athena, hentikan pertarungan mereka!" Teriak Chloe


"Aku...aku...." Kata Evan terbata-bata


Theo bangun dan bergerak menuju Spartan dan anak Apollo itu, Theo juga bingung, bagaimana mungkin dia bisa melihat dengan jelas gerakan dari anak Apollo itu, gerakan anak Apollo itu sangat jelas dan Theo berpikir bahwa dia bisa menangkap anak Apollo tersebut.


Theo semakin mendekat ke arah mereka berdua, anak Apollo itu melihat ke arah Theo dan berniat menyerangnya juga, tapi ketika pedang anak Apollo itu mendekat, Theo dengan mudah menghindari serangannya, ketika Theo ingin menyerang balik, tiba-tiba Dewa Atlas, wajahnya tampan dengan tubuh yang tinggi, gagah dan begitu menawan. Dia menghentikan semua pertarungan hanya dengan jarinya.


"Anak-anak muda bersemangat." Ucap Atlas


"Siapa kamu! Berani sekali menghentikan pertarungan kami." Kata anak Apollo itu angkuh


"Maaf tuan, izinkan saya memperkenalkan diri, nama saya Atlas dan saya adalah pengawas ujian kalian, ujian akan dimulai 3 hari lagi, jadi saya mohon, jangan ada keributan di Olympus. Jika Dewa Zeus tahu, maka kalian akan di lenyapkan menjadi debu." Kata Atlas


Anak Apollo itu menyimpan pedangnya dan kembali ke tempat duduknya, Spartan juga sudah tenang dan kembali duduk, Theo terus menatap wajah Atlas dengan tatapan tajam, Atlas melihat ke arah Theo dan bertanya kepadanya.


"Ada apa tuan?" Tanya Atlas


"Oh tidak, bayanganku terhadapmu sangat berbeda, karena Atlas yang ada dibayanganku iklan balsem." Kata Theo


"Maaf tuan saya tidak mengerti yang tuan ucapkan, bisakah tuan duduk dan menikmati hidangan yang kami siapkan?"


Theo mengangguk dan kembali kepada Chloe dan Evan, lalu mereka mengambil makanan dan duduk di bangku yang kosong. Suasana hening tanpa ada pembicaraan, hingga akhirnya Chloe mulai membuka pembicaraan untuk memecah suasana.


"Kamu sudah gila Andrew?" Tanya Chloe


"Apa salahnya mencari sekutu." Kata Theo


Evan diam saja karena dia merasa dirinya sangat lemah dibanding dengan peserta lainnya disini.


"Kenapa kamu diam saja bocah Athena?" Tanya Chloe


"Sebenarnya aku ingin menebaskan pedangku di leher anak Apollo itu, tapi aku memutuskan berhenti karena aku tidak ingin menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya." Kata Evan tetap angkuh


Chloe makin merasa jijik dengan Evan, karena Chloe dengan jelas melihat bahwa tubuh Evan gemetar melihat pertarungan singkat tadi, Chloe mulai membaca suasana apa yang akan terjadi selanjutnya, Theo berani membuat keributan dengan seorang Spartan, pasti selanjutnya mereka akan diingat karena menimbulkan perhatian. Chloe tidak ingin kekuatan Theo cepat terungkap, karena jika kekuatan Theo cepat terungkap, mungkin saja Dewa Olympus akan turun tangan untuk melenyapkan Theo.


Di meja lain anak Apollo sedang kesal karena serangannya baru saja dihindari oleh Theo, dia menggerutu karena seumur hidup baru ada satu orang yang bisa menghindari serangannya, yaitu Theo.


"Hei Hendrick bukankah bocah pengemis itu menghindari seranganmu?" Tanya seorang pemuda dengan wajah yang mengerikan dan rantai di lehernya


"Itu suatu kebetulan, aku yakin dia tidak sengaja menghindari seranganku, dia benar-benar beruntung, seandainya Dewi Fortuna tidak memberinya keberuntungan, kepalanya sudah putus di tanganku." Ucap anak Apollo itu yang diketahui namanya Hendrick


"Kamu hampir berbuat kesalahan, jika kamu membunuhnya kita akan didiskualifikasi dari ujian ini." Kata seseorang pria dengan penutup jaket dikepalanya

__ADS_1


"Diam saja bodoh, kamu bisa masuk sini karena aku memberikan kartu kepadamu, kamu bukan anak dari Dewa tapi kamu berani mengajariku!" Ucap Hendrick kesal


"Sudahlah Hendrick, benar apa kata Elliad." Ucap pemuda berkalung rantai


"Anak Hades sepertimu juga mau mengajariku, ingat posisimu Ian, aku juga yang memberikanmu kartu sehingga kamu bisa duduk disini." Kata Hendrick semakin kesal


"Aku minta maaf." Kata anak Hades yang diketahui namanya Ian


Olympus : Singgahsana Poseidon


Poseidon dan Hermes sedang memperhatikan peserta ujian, pandangan Hermes tak juga lepas dari Theo, Hermes ingin memastikan apakah Theo adalah anak dari ramalan yang diceritakan, Poseidon yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Hermes mulai mengajaknya berbicara untuk memecahkan keheningan.


"Apakah kita kedatangan seorang monster?" Tanya Poseidon


"Ujian kali ini akan sangat menarik." Kata Hermes


"Mengapa begitu?" Tanya Poseidon


"Ada Spartan, bocah Apollo kecepatan cahaya, dan orang-orang kuat lainnya." Kata Hermes


"Tembok Olympus retak, aku kagum dengan kekuatan Spartan itu." Kata Poseidon


Hermes merasa itu biasa saja, karena untuk ukuran Spartan itu adalah hal yang normal, Hermes lebih penasaran dengan Theo, dengan kekuatan Spartan yang sangat luar biasa dan dia dilempar dengan seluruh kekuatan Spartan itu, hingga menghantam tembok Olympus, bahkan tembok Olympus retak, tapi Theo tidak terluka sama sekali.


"Ada satu anak yang akan kusukai." Kata Hermes


"Siapa dia?"


"Andrew, itu nama yang ku tahu darinya."


Poseidon melirik ke arah Theo dan Poseidon tidak merasa ada hal yang menarik dari Theo.


"Aku yakin anak itu akan mati di ujian pertama." Kata Poseidon


"Seberapa yakin?" Tanya Hermes


Hermes tersenyum dan meninggalkan Poseidon dari singgahsananya, sebelum keluar Hermes berbicara kepada Poseidon.


"Ingin taruhan?" Tanya Hermes


"Apa yang ingin kau berikan? kalau buku, telan saja buku-bukumu itu." Kata Poseidon


"Aku ingin mempertaruhkan singgahsana kita." Kata Hermes


Poseidon tertawa, dia sangat yakin bahwa Theo akan mati di ujian pertama, karena Theo sama sekali tidak terlihat kuat.


"Siapa takut." Kata Poseidon


Hermes tertawa dalam hati, karena dia akan membuat Poseidon menjadi gelandangan di Olympus.


3 Hari kemudian, hari ujian


Semua peserta ujian sudah bersiap untuk mengikuti ujian, mereka semua sudah menyiapkan senjata mereka dan segala keperluan yang akan mereka gunakan nantinya. Chloe, Theo, dan Evan pun sudah menyiapkan semuanya. Tidak menunggu lama, Hermes muncul di kamar mereka dan memberitahukan sistem ujian selanjutnya.


"Selamat pagi, hari ini aku akan memberitahukan sistem ujian yang akan kalian jalani, kalian akan bertarung 3 melawan 3 di sebuah arena yang kami tentukan, kami mengacak pertarungan kalian, jadi siapapun musuh kalian itu adalah takdir kalian, pertarungan kalian akan diadakan sebanyak 3 kali, jika kalian menang dipertarungan pertama maka kalian akan melanjutkan ke pertarungan selanjutnya. Jumlah peserta adalah rahasia kami para pengurus ujian, jika kalian berhasil memenangkan pertarungan 3 kali berturut-turut maka kalian akan melaju ke ujian selanjutnya, jika kalian kalah, maka kalian terpaksa harus terusir dari Olympus. Sistem kekalahan adalah jika salah satu peserta dari tim kalian mati atau tidak bisa bangun lagi, jadi selamat bertarung." Jelas Hermes


Chloe khawatir mereka akan terusir cepat karena keberadaan Evan yang akan menjadi beban, ini bukan tentang tim siapa yang paling kuat, tapi tentang tim mana yang bisa bekerja sama dengan melindungi rekan tim yang lemah, Chloe berpikir ini tidak akan mudah.


Olympus : Arena Tarung


Secara tiba-tiba Chloe, Theo, dan Evan berpindah ke arena pertarungan, dihadapan mereka ada seorang Medusa, dan dua orang biasa.


"Ini akan mudah." Kata Chloe


Lonceng berbunyi, tanda pertarungan dimulai. Chloe membuka gulungan dibelakang punggungya dan membaca sebuah mantra sihir, anak Hermes juga memiliki kemampuan untuk mengeluarkan sihir, karena tubuh mereka lemah, jadi mereka di karunia kemampuan sihir.


"Aku benci dengan penyihir." Ucap salah satu musuh mereka yang tampak seperti orang biasa


Tiba-tiba pria itu sudah berada di belakang Chloe dan mencekiknya dengan keras, tapi ternyata Evan sudah bersiap dan menyerang pria itu, tapi pria itu berhasil menghindar. Theo diam saja tidak bergerak, karena dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

__ADS_1


"Theo bergerak, jika kamu diam saja kamu akan terbunuh." Kata Evan


2 musuh sedang sibuk menyerang Chloe dan Evan sibuk untuk nelindungi Chloe, mantra sihir terus keluar dari mulut Chloe, hingga memunculkan berbagai jenis sihir, tapi musuh tampak kuat dan selalu menghindari dari sihir yang dikerahkan oleh Chloe. Medusa yang sedari tadi diam bergerak menuju ke arah Theo dan sekarang berada tepat di depan Theo.


"Kamu meremehkanku!" Teriak Medusa ke arah Theo


"Aku cuma tercengang, ternyata bentukmu sama persis seperti yang kulihat divideo game." Kata Theo


"Bicara apa bodoh, membatulah!" Teriak Medusa


Medusa mengeluarkan sebuah cairan dari dalam mulutnya menuju ke arah Theo, Chloe berteriak sangat keras, karena jika cairan Medusa itu mengenai tubuh Theo, Theo akan berubah menjadi batu dan dia akan mati.


"Menghindar!!!!"


Theo tidak menghindar, sampai tiba-tiba cairan itu membasahi seluruh tubuh Theo.


Olympus : Singgahsana Poseidon


Hermes dan Poseidon sedari tadi menonton pertarungan Theo, Poseidon tertawa karena dia merasa akan menang.


"Hahahahaha, kamu memilih jagoan yang salah Hermes." Kata Poseidon


"Diam dan lihat."


Olympus : Arena Tarung


Cairan itu membasahi seluruh tubuh Theo, Theo merasa jijik karena cairan itu benar-benar lengket dan bau dan ternyata Theo tidak berubah menjadi batu, tubuhnya benar-benar tidak terpengaruh terhadap cairan yang di lontarkan oleh Medusa.


"Tidak mungkin, seandainya Zeus yang terkena cairanku pasti dia juga akan membatu, tapi kenapa kamu tidak!?" Kata Medusa itu panik


"Mungkin, karena aku bukan Zeus." Kata Theo


Theo melompat ke arah kepala Medusa itu dan tanpa basa basi, kepala Medusa itu Theo putuskan dari lehernya dengan satu tarikan, Medusa itu mati dengan kepala yang terputus, dengan begitu tim Theo berhasil menang dipertarungan pertama mereka.


Olympus : Singgahsana Poseidon


"Kamu sebaiknya berhati-hati." Kata Hermes kepada Poseidon


"Masih ada dua pertarungan lagi." Kata Poseidon


"Sepertinya jantungmu berdetak kencang"


Poseidon mulai berkeringat, mutiara jatuh dari keringatnya, mutiara Poseidon benar-benar berharga di pasaran, bahkan harganya lebih mahal dari sebuah gunung.


"Tidak, aku biasa saja." Kata Poseidon


"Lihat mutiara yang terus berjaruhan karena kamu berkeringat." Ejek Hermes


"Diam kutu buku, aku yakin bocah itu akan mati di pertarungan selanjutnya." Kata Poseidon


Olympus : Arena Tarung


Theo, Chloe, dan Evan pindah ke pertarungan selanjutnya, di hadapannya ada seorang pemuda yang memegang botol air dan dua lainnya tampak seperti orang biasa, Chloe yakin bahwa dia adalah anak Poseidon.


"Sial, musuh kita kali ini kuat." Kata Evan


"Tenang saja, aku mempunyai kepala Medusa, aku akan membuat mereka menjadi batu." Kata Theo


"Dia kuat, dia dapat memanipulasi air, bahkan dia bisa menenggalamkan kita disini jika mereka mau." Kata Chloe


Lonceng berbunyi tanda pertarungan dimulai, anak pemegang botol air itu membuka botolnya dan air dari dalam botol itu keluar, hingga tiba-tiba muncul sebuah gelombang besar menghantam tim Theo, mereka tidak dapat menghindar dan tergulung di dalam gelombang tersebut. Chloe melindungi dirinya dengan sihir agar dapat bernafas di dalam air, Theo tergulung dan menghilang di dalam gulungan air tersebut, Evan terus berusaha berenang melawan gelombang tersebut. Belum habis gelombang pertama, tiga gelombang datang lagi dan terus menghantam mereka, mereka makin tergulung di dalam gelombang, Evan mulai kesulitan bernafas, mantra Chloe juga tidak mungkin kuat untuk menahan serangan gelombang, belum selesai semuanya muncul lagi 3 gelombang yang sangat besar, Evan mulai kehabisan nafas, Theo tidak muncul dari dalam gelombang, dan Chloe mencoba untuk membagi sihirnya kepada Evan agar dia bisa bertahan.


Olympus : Singgahsana Poseidon


"Sepertinya kali ini aku yang menang Hermes." Kata Poseidon


"Aku salah dugaan, ekspektasiku terlalu besar untuk anak itu." Kata Hermes


Apakah mungkin mereka akan selamat? atau perjalanan mereka hanya akan sampai disini?

__ADS_1


__ADS_2