Mirror Of God

Mirror Of God
Episode 7 : Evander Deo


__ADS_3

Negeri Korintus : Hutan Cemara


Seorang bocah berumur 10 tahun sedang mengayunkan pedangnya di tengah hutan sendirian, pedang itu hadiah dari sang ibu yang diberikan kepadanya dihari ulang tahunnya yang ke 5, sudah 5 tahun dia sendirian melatih ilmu pedangnya tanpa guru dan teman sekalipun, dia memiliki satu adik yang berumur 5 tahun dan memiliki dua kakak kembar yang berumur 20 tahun.


Bocah itu selalu berlatih sejak pagi dan selalu pulang sore kerumahnya, dia berlatih di akhir pekan ketika dia libur sekolah, di hari sabtu dan minggu. Dia terus berlatih tanpa lelah, tak ada hentinya dia terus berlatih, hanya karena satu alasan, yaitu dia sama sekali tidak mewarisi kekuatan apapun dari anak Athena. Anak-anak Athena di kotanya memiliki kemampuan memanipulasi semua elemen, dari mulai air, api, bumi, dan udara. Namun Evander tidak bisa sama sekali memanipulasi elemen, itu alasannya dia terus berlatih pedangnya.


Sepulang dia kerumah kedua kakak kembarnya sudah menunggu di depan rumahnya dan hendak memarahinya.


Negeri Korintus : Kediaman Klan Deo


Kedua kakaknya dengan wajah marah sudah menunggu kepulangannya. Sesampainy Evander dirumah, Evan langsung diserang oleh kedua kakak kembarnya dengan elemen bumi.


"Hei anak yang tak diharapkan, dari mana kamu?" Tanya kakaknya yang bernama Ying


Evander terluka di kepalanya akibat serangan kedua kakaknya, tapi Evander diam saja dan tidak melawan.


"Aku dari hutan, berlatih." Katanya


"Untuk apa kamu berlatih! Kamu sudah diharapkan jadi pedagang oleh ayah, anak tidak tahu untung, tidak memiliki kekuatan tapi malah sibuk melakukan hal yang sia-sia." Hardik kakaknya yang bernama Yung


"Aku tidak ingin menjadi pedagang, aku ingin menjadi ahli pedang yang terbaik di Ellada bahkan di Olympus." Katanya


Kedua kakaknya tertawa dan mengejeknya.


"Hahaha, buang impian sialmu itu, tidak ada gunanya sama sekali." Kata Ying


"Kamu harus tahu dimana tempatmu, sadari kapasitasmu." Ejek Yung


"Hei Ying dan Yung, aku bisa saja menebas leher kalian berdua dengan mudah, tapi aku menghargai ibu, jadi aku tidak melakukannya." Kata Evan


Kedua kakaknya sangat marah dan kakaknya yang bernama Yung mengeluarkan elemen api dari tangannya dan menembakkanya ke arah Evan, Evan menggindari serangan kakaknya, tapi kakaknya yang lain bernama Ying mengeluarkan elemen air dan menyerangnya, Evan tidak dapat menghindar dan tersungkur karena serangan kakaknya Ying.


"Mau mati bocah!" Teriak Yung


"Kita bunuh saja kak, aib keluarga klan kita dia." Kaya Ying


Sebelum kedua kakaknya menyerang lagi sang ibu muncul dari langit dan menghentikan perkelahian mereka.


"Hentikan kalian berdua!" Teriak sang ibu


Ibu Evander yang bernama Desma adalah salah satu anak Athena yang sangat berbakat, dia dapat memanipulasi semua elemen dengan mudah, bahkan dia bisa menggabungkan elemen-elemen itu untuk menjadi elemen baru, biasanya rata-rata anak Athena hanya mampu memanipulasi dua elemen, kedua kakak Evan dapat memanipulasi 3 elemen.


"Dia mencari gara-gara bu." Kata Yung


"Iya bu, dia yang menantang kami." Sahut Ying


Evander diam saja, dia tahu bahwa dia tidak akan menang melawan kedua kakaknya, apapun yang dia lakukan dia tidak akan menang.


"Evan masuk ke dalam, pergi mandi kemudian makan, lalu tidur. Besok kamu harus pergi ke sekolah." Kata sang Ibu


"Iya bu." Kata Evan menurut


Evan segera masuk untuk mandi dan makan, kemudian dia tidur.


Pagi harinya dia bersiap untuk pergi ke sekolah, ketika dia hendak berangkat dia mendengar kedua kakaknya sedang berbisik, Evan mengintip dan mencuri dengar pembicaraan kedua kakaknya.


"Jadi, semua rencana sudah siap Ying?" Tanya Yung


"Sudah Yung, kita lakukan setelah anak sialan itu berangkat ke sekolah." Kata Ying


Evan tahu ada sesuatu yang tidak beres sedang mereka rencanakan, tiba-tiba Ying muncul dihadapannya, Evan kaget karena kemunculan Ying di depannya.


"Apa yang sedang kanu lakukan bocah?" Tanya Ying


"Aku ingin pergi ke sekolah." Kata Evan


Evan kemudian berjalan tenang menjauh dari Ying, sebenarnya Ying sadar bahwa Evan mendengar pembicaraan mereka, tapi dia tahu bahwa tidak ada yang bisa dilakukan oleh Evan untuk mengacaukan rencana mereka.


Negeri Korintus : Sekolah


Sesampainya Evan disekolah, seperti biasa teman-temannya mengejeknya dan mencelanya karena dia anak yang tidak bisa memanipulasi elemen.


"Hei bocah pedang, untuk apa kamu berlatih pedang, lihat aku, aku bisa memanipulasi udara." Kata salah seorang temannya


"Hei jangan ganggu dia terus Dido!" Teriak salah seorang wanita yang bernama Halina


"Halo cantik, kenapa sih kamu selalu marah ketika aku menganggu si pedang, pedangku lebih besar dari pada miliknya." Kata Dido


"Mau kubunuh!?" Teriak Helina

__ADS_1


Evan yang kesal mengambil batu dan menimpuk batu itu tepat mengenai kepala Dido, Dido melihat Evan dengan sangat kesal.


"Aku bisa memanipulasi bumi." Kata Evan


"Kamu menimpukku dengan batu sialan! Ayo bertarung!" Teriak Dido


"Aku sedang tidak membawa pedangku, aku akan mudah membunuhmu jika aku membawa pedangku." Kata Evan


"Sudahlah Evan, jangan bertengkar terus." Kata Helina


"Kamu anak Klan Kristel jangan pura-pura perduli terhadapku, kamu tahu benar bahwa keluarga kita bermusuhan." Kata Evan


Perdebatan mereka terhenti karena bunyi lonceng sekolah, tanda mereka masuk kelas dan guru akan segera datang, dipelajaran pertama Evan sangat tidak menyukai pelajaran tersebut, karena pelajaran tersebut tentang memanipulasi elemen.


Guru menjelaskan tentang elemen-elemen pendukung dan penggabungan elemen, anak Athena diberkasi kekuatan untuk menggabungkan kedua elemen untuk menjadi elemen baru, elemen api dan air jika digabungkan akan menjadi petir, udara dan air akan menjadi es dan banyak lagi, Evan sama sekali tidak perduli dengan pelajaran tersebut karena dia sama sekali tidak mampu mengendalikan elemen.


"Saatnya praktek." Kata sang Guru


Evan mengangkat tangannya dan izin keluar kelas.


"Pak, saya izin keluar." Kata Evan


"Ada apa Evander, walaupun kamu tidak bisa mengendalikan elemen kamu tidak harus keluar dari kelas, kamu bisa dapat ilmu dengan tetap disini." Kata guru


Evan tetap keluar kelas dan mengindahkan ucapan gurunya, sebelum dia keluar sang guru memberikannya kisah singkat.


"Evan kamu tahu bahwa dulu ketika kecil Dewi Athena tidak bisa apa-apa, semua tahu bahwa dia adalah anak Dewa Zeus, namun kemampuan Dewi Athena bisa dibilang sangat lemah, Athena besar dengan Dewa Hercules dan Dewa Hercules selalu dibangga-banggakan oleh dewa lainnya, sedangkan Dewi Athena selalu di ejek oleh anak-anak lainnya karena sangat lemah, lalu Dewi Athena memiliki ide untuk mempelajari sihir dari Dewa Hermes, Dewi Athena masuk ke perpustakaanya Hermes untuk belajar darinya, Hermes hanya memberikan sebuah buku ke Dewi Athena, buku itu adalah tentang pengendalian elemen, rahasia dibalik pengendalian elemen dan hanya orang terpilih yang bisa mempelajari buku itu, dewa lain yang membaca buku itupun belum tentu mampu untuk memahami dan mempelajari pendendalian elemen, tapi Dewi Athena dengan kesungguhan dan Tekadnya dia bisa mengendalikan elemen dan membuktikan ke semua orang bahwa dia kuat dan mampu dan kita beruntung bisa mewarisi kekuatannya." Jelas sang guru


Evan semakin marah mendengar cerita itu, bagi Evan itu adalah cerita dongeng dan khayalan semua orang yang berada disini.


"Sampai bosan aku mendengar cerita itu! Kalian yang diwarisi kekuatannya! Bukan aku! Tapi kalian sialan!" Hardik Evan


Evan kemudian lari dari kelasnya, Helina yang melihatnya sangat prihatin dan kasihan, Helina sebenarnya menaruh hati kepada Evan dan dia berniat untuk membantu Evan.


Evan kabur dari sekolahnya dan pergi pulang kerumah, dia sangat kesal dengan semua orang yang selalu membahas elemen, elemen, dan elemen. Dia tidak tahu mengapa dirinya tidak bisa mengendalikan elemen, padahal dia adalah anak dari ketua klan Deo, tapi dia sama sekali tidak bisa mengendalikan elemen. Bagi Evan, Zeus terlalu lucu untuk memberikannya takdir seperti ini, bahkan Evan berharap lahir dikeluarga Apollo yang ahli pedang bukan dikeluarga Athena yang penuh dengan kemunafikan.


Negeri Korintus : Kediaman Klan Deo


Sesampainya Evan di rumah, Evan bingung dengan keadaan rumahnya, seluruh rumahnya berantakan. Kemudian, dia melihat ada mayat dari klannya yang berserakan, bahkan Evan melihat mayat pamannya, Evan terkejut dengan pemandangan yang dia lihat.


"Apa yang terjadi! Siapa yang menyerang klanku." Gumam Evan


Evan panik dan berlari menuju kamar adiknya, dia tidak menemukan adiknya di kamarnya, kemudian dia menuju kamar kedua kakaknya dan dia juga tidak melihat mereka di kamarnya, Evan sangat takut dan gemetar, dia segera berlari menuju kamar orangtuanya dan betapa terkejutnya dia melihat kedua orangtuanya berbaring tak berdaya, mereka sekarat, Evan segera berlari ke arah ibunya dan memeluk ibunya yang sekarat.


"Kamu pergi Evan, kedua kakakmu yang melakukan ini." Kata sang ibu


Lalu ibunya menghembuskan nafas terakhirnya, tak lama kemudian disusul dengan ayahnya. Evan sangat marah dan segera berlari ke kamarnya, dia mengambil pedang pemberian ibunya dan segera mencari kedua kakaknya, ketika dia keluar dari kamarnya, bukan kakaknya yang di hadapannya. Melainkan seseorang dengan topeng yang tidak dia kenali sama sekali.


"Siapa kamu!" Teriak Evan dengan mengacungkan pedang ke arah pria itu


Pria bertopeng itu bingung, lalu dia memanggil kedua kakaknya.


"Hei Ying, Yung, ada satu yang tersisa." Kata pria bertopeng itu


Ying dan Yung segera berlari menuju pria bertopeng itu.


"Jangan dia, biarkan dia hidup, agar dia bisa menceritakan ke orang-orang tentang kejadian ini." Kata Yung


"Padahal aku sangat ingin membunuhnya." Kata pria bertopeng itu


Evan gemetar menggenggam pedangnya, tangisannya terus menetes, dia tidak menyangka bahwa kedua kakaknya tega melakukan perbuatan ini.


"Apa salah mereka kak!" Teriak Evan


Tak lama kemudian Ying datang juga dengan menggendok adiknya.


"Semua sudah selesai, ayo kita pergi." Kata Ying


Ying terkejut melihat ada Evan yang sedang mengenggam pedang dan mengacungkannya ke arah pria bertopeng dan ke arah Yung.


"Ah sial, kenapa kamu muncul sekarang Ying." Kata Yung


"Sudah biarkan saja bocah tak berguna itu, ayo kita pergi." Kata Ying


Kemudian Ying dan Yung pergi dengan pria bertopeng itu membawa adiknya, Evan tak bisa apa-apa, pedang yang digenggamnya terjatuh, tubuh Evan bergetar, lalu dia menangis, dia terus menangis tiada henti.


"Aku tidak bisa apa-apa, apa rencanamu Zeus sialan! Mengapa takdir ini yang kudapatkan!" Teriak Evan


Evan menangis hingga dia akhirnya pingsan karena dia terus menangis.

__ADS_1


Evan terbangun disebuah tempat, dia tidak tahu dimana dia berada, tiba-tiba Helina datang masuk ke kamarnya membawa air panas dan handuk.


"Dimana aku!?" Teriak Evan


"Tenanglah Evan, kamu berada di rumahku, kami sudah mendengar kabar tentang keluargamu dan hilangnya saudara-saudaramu, keluarga kami sedang menyilidiki pelakunya." Kata Helina


"Kalian pelakunya! Aku tahu kalian pelakunya! Pria bertopeng itu adalah seseorang dari klan kalian! Aku tahu!" Teriak Evan


Tak lama kemudian, pemimpin Klan kristel masuk, Sander Kristel.


"Bukan kami pelakunya Evan, aku ingin kamu menceritakan semua yang kamu lihat, ini adalah serangan dan pengumuman perang terhadap anak Athena, bisa jadi klan kami dan klan Viole yang akan jadi korban selanjutnya, jadi kami mohon kerjasamanya." Kata Sander


Evan lagi-lagi menangis, dia tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia tidak akan menceritakan tentang kedua kakaknya, mau bagaimapun jika dia menceritakan pelakunya adalah kedua kakaknya, itu akan menambah aib keluarganya dan aib bagi dirinya, Evan harus menyembunyikan perbuatan kedua kakaknya dari siapapun.


"Dimana pedangku?" Tanya Evan ke Helina


"Ku simpan."


"Bawakan kesini," Kata Evan


Helina mengambil pedang Evan dan memberikannya kepada Evan.


"Tolong tinggalkan aku sendiri." Kata Evan lagi


"Iya."


Helina pergi meninggalkan Evan sendirian, kemudian Evan menulis sebuah surat dan menulis tentang kejadian pembunuhan klannya, Evan menulis tentang pria bertopeng, tapi Evan tidak menulis kedua kakaknya, dia menulis semua yang dia lihat. Kemudian, dia pergi dari kediaman klan Kristel secara diam-diam dan berpetualang untuk mencari kedua kakaknya.


***


10 Tahun Kemudian


Negeri Patras : Sword Center


Evan sedang berlatih pedang di salah satu Sword Center di negeri Patras, Evan sudah 10 tahun berlatih di Sword Center Negeri Patras, dia mendapatkan guru seorang ahli pedang di negeri Patras yang merupakan orang biasa, Evan sudah menguasai berbagai jenis keahlian pedang yang diajarkan oleh gurunya, gurunya adalah seorang wanita yang dijuluki Sword Dancer di negeri Patras.


"Baiklah Evan, kamu dengan cepat mempelajari semua yang ku ajarkan, sudah saatnya untuk menjadi Sword Dancer penerusku dan mengurus Sword Center ini." Kata sang guru


"Maaf guru, aku tidak bisa memenuhi keinginanmu. Aku ada impian lain dan harus meneruskan perjalananku." Kata Evan


"Tapi, aku sungguh berharap kepadamu." Kata sang guru


"Aku harus mencari adikku, aku harus menjadi lebih kuat dan melanjutkan perjalananku, terimakasih 5 tahun ini kamu telah mengajariku, terimakasih guru Namima." Ucap Evan


"Baiklah jika itu kemauanmu, kembalilah kesini suatu saat dan mengunjungiku." Ucap sang guru yang bernama Namima


"Baik guru."


Sebelum kepergiannya, Evan mendengar tentang adanya Ujian Olympus, sang guru Namima juga mendengar tentang ujian tersebut. Secara khusus dan melalui undangan guru Namima mendapatkan kartu tanpa mengikuti ujian yang berada di pusat kota.


"Kamu mendengar itu Evan?" Tanya sang guru


"Aku harus segera menuju pusat kota dan merebut tiket untuk menuju Olympus." Kata Evan


"Tidak perlu, ini kartu untukmu, aku sebenarnya sudah mendapatkan tiket ini 2 hari yang lalu diberikan langsung oleh Dewa Hermes, kamu bisa memakai kartu ini." Kata sang guru


"Tapi guru, itu berharga bagimu." Kata Evan


"Tidak, kamu lebih layak, aku tidak ada keinginan menjadi dewa." Kata sang guru


Evan sangat berterimakasih kepada sang guru dan Evan berpindah menuju Olmypus.


Tidak lama kemudian, Dewa Hermes datang ke tempatnya Namima.


"Apa benar dia datang dari bumi Dewa?" Tanya Namima


"Benar, dia diambil ketika kecil oleh klan Deo anak Athena di Negeri Korintus." Kata Dewa Hermes


"Apakah ada anak yang lainnya?" Tanya Namima


"Ada satu lagi, bersiaplah untuk situasi yang tidak pernah kamu bayangkan." Jelas Dewa Hermes


"Apapun itu Dewa, apa anak yang kulatih anak dalam ramalan?" Tanya Namima


"Bukan dia, anak yang satu lagi yang berada di dalam ramalan." Kata Dewa Hermes


"Lalu siapa anak yang kulatih?" Tanya Namima lagi


Dewa Hermes mengucapkan sesuatu lalu tersenyum, kemudian pergi begitu saja.

__ADS_1


"Aku harus bersiap." Kata Namima


Evander Deo menuju Olympus bertemu dengan Theo dan Chloe, mereka menjalankan ujian dan melarikan dari Olympus karena membuat masalah dengan Zeus, Evander Deo sekarang sedang berada disisi Theo dan akan berpetualang untuk mencari adik dan membunuh kedua kakaknya.


__ADS_2