
Tajamnya air menyerembak ke seluruh pantai, Loki benar-benar menghilang. Theo kembali mengingat pertarungan pertamanya dengan seorang anak Poseidon di Olympus, di Arena Tarung. Theo tidak pernah menyangka kekuatan dari Dewa Poseidon bisa seribu kali lipat lebih kuat dari pada anak-anaknya.
Theo percaya, Loki tidak akan semudah itu dikalahkan oleh Poseidon. Karena Theo tahu, Loki adalah seorang Dewa Penipu yang akan banyak memunculkan tipuan-tipuan tingkat tinggi dalam pertempurannya.
Serangan Poseidon terhenti, air mulai surut dan kembali ke Tongkat Poseidon, seluruh orang yang menonton pertarungan terlihat tegang, begitupun Theo. Ketika air itu sudah benar-benar surut, Loki muncul dan menepuk-nepuk bajunya.
"Basah." Ucapnya
Tak ada percaya dengan apa yang mereka saksikan saat ini, seandainya itu bukan dalam ingatan, nama Loki akan tercatat dalam sejarah dan dia pasti dapat menduduki Olympus dengan mudah.
"Siapa sebenarnya kamu? Kamu tidak mungkin selamat dari seranganku!" Teriak Poseidon
"Seandainya Odin tak selalu mengangguku dalam penaklukan sebuah kerajaan, aku akan dengan mudah menakluki Olympusmu. Sayangnya, aku sama sekali tidak tertarik dengan makhluk primitif seperti kalian, di Dunia Bawah jauh lebih menarik dari pada Olympus busuk kalian." Ucap Loki
"Serangan kali ini aku akan membunuhmu!" Poseidon menangkat tombaknya ke atas, hingga tiba-tiba tombaknya terhempas. Loki menyentil tombak itu dengan pelan. Kekuatan Loki sudah jelas jauh berada di atas Poseidon
"Theo, aku akan melanggar janjiku untuk tidak membunuh, aku sudah tidak tahan." Ucap Loki
"Jadi, anak itu Theo!" Poseidon terkejut mendengar nama Theo
"Terserah kamu Loki." Kata Theo
Dzummmm! Srak..... Jari telunjuk Loki menyentuh kening Poseidon dan Poseidon terjatuh ke pasir pantai, Poseidon tak lagi bisa menggerakan tubuhnya.
"Apa yang kamu lakukan padaku?" Poseidon benar-benar takut dengan kekuatan Loki.
"Aku hanya menyentuhmu, dengan ini," Ucap Loki sembari mengangkat jari telunjuknya "Selanjutnya, ini." Loki menyentuh perut Poseidon dengan jari telunjuknya. Terlihat Poseidon muntah, muntah yang keluar dari mulut Poseidon air berwarna merah, mirip seperti darah, tapi lebih bersih. Keringat Poseidon bercucuran, keringat Poseidon berubah menjadi permata yang begitu banyak.
"Aku mohon, kamu boleh menjadi Dewa Olympus. Tapi, jangan membunuhku." Kata Poseidon
"Sudah kubilang, aku tidak tertarik dengan Olympusmu." Kata Loki
Theo sudah membaik, dia yang dari tadi hanya melihat ikut bangun dan menghampiri Poseidon, Theo berjalan pelan menuju Poseidon yang tak berdaya, anak-anak Poseidon tak ada yang berani mendekat, mereka takut akan kekuatan dari Loki yang benar-benar dahsyat.
Theo sudah berada di atas tubuh Poseidon yang terbaring tak berdaya, Poseidon merasa dia akan mati ditangan mereka berdua.
"Aku tidak akan membunuhnya, dia hanya ingatan. Aku akan membunuh yang asli, nanti." Kata Theo
"Yah, padahal aku sudah memberimu kesempatan Theo."
"Tidak, aku sebenarnya tidak ada alasan membencinya untuk sekarang, tapi mungkin ketika aku melanjutkan perjalanan dan aku akan mempunyai alasan kenapa aku membunuhnya." Kata Theo
Theo menjauh dari tubuh Poseidon dan mendekat ke arah tubuh Rafael yang terikat, Theo dan Rafael berhadap-hadapan, Rafael menatap Theo tajam, tanda dia tidak suka dengan kehadiran Theo.
"Makhluk sepertimu tidak pantas merenggut kenangan indah dari Derry." Kata Theo
"Hahaha, ternyata kamu penciptaku." Ucap Rafael
"Bukan, aku orang yang berbeda." Kata Theo
Theo memunculkan cahaya dari tangannya, tanpa basa-basi lagi Theo menembakkan cahaya itu ke arah Rafael, tubuh Rafael berubah menjadi makhluk pencuri ingatan dan dia mati karena serangan Theo.
Dunia Bawah : Jembatan Kepalsuan
Mereka kembali ke Jembatan Kepalsuan, Derry terbangun dan menunduk lemas, Theo menghampirinya dan memeluknya.
"Aku tetap tidak bisa apa-apa, sebanyak apapun aku mengingatnya, itu akan membuatku semakin sakit." Kata Derry
"Dia berjuang untukmu, jangan buat dia bersedih karena perjuangannya." Kata Theo
"Kamu terluka parah."
Theo mengangguk, Derry kemudian membuat ramuan obat untuk menyembuhkan luka pada tubuh Theo. Theo tak bisa lagi meneruskan masuk ke ingatan Baron, karena dia sudah sampai batasnya.
"Loki, setelah ku lihat kekuatanmu. Kamu bisa kan melepaskan Baron sendirian?" Tanya Theo
"Iya, jaga dirimu saja."
Loki masuk ke dalam ingatan Baron. Theo sedari tadi baru sadar, dia tidak menemui Ganyan dimanapun.
"Dimana Ganyan?" Tanya Theo
"Dia menghilang sejak kita masuk ke sini, aku curiga dengannya Theo, aku curiga dia jahat." Kata Hendrick
"Tidak mungkin! Dia mengorbankan dirinya sendiri untuk masuk kesini, jadi tidak mungkin dia jahat!" Theo benar-benar tidak percaya dengan ucapan yang baru saja keluar dari mulut Hendrick.
"Baiklah, kita lihat saja sampai akhir." Kata Hendrick
Tak lama kemudian, Baron sadar dan dia tertawa, Theo menatap Loki, Loki menepuk wajahnya dengan ekspresi sangat aneh. Pasti ingatan masalalu Baron benar-benar tidak ada kesedihan.
"Ah, itu seru." Kata Baron
"Ada apa Baron?" Tanya Theo
"Aku ingat saat tetanggaku memakan kotorannya sendiri, hahahahahaha." Baron tak bis berhenti tertawa
"Beruntung kamu tidak ikut Theo." Kata Loki
"Apa langkah kita selanjutnya?" Tanya Theo
"Di depan sana memang gerbang menuju Negeri Limni, ini jalan pintas, tapi jalan pintas memang tidak pernah mudah." Kata Loki
__ADS_1
Theo mengangguk, dia menunggu sejenak di Jembatan hingga teman-temannya pulih sepenuhnya, Theo berjalan menuju tepi Jembatan dan melihat ke bawah Jembatan. Loki menghampirinya dan mengajaknya berbicara.
"Kenapa Theo?" Tanya Loki
"Aku masih tidak percaya, aku dulu adalah Dewa di tempat ini, tapi kenapa sekarang bukan aku, apa yang sebenarnya terjadi, aku sama sekali tidak bisa mengingatnya." Kata Theo
"Teruskan saja perjalananmu, jawaban akan datang dengan sendirinya." Kata Loki
"Entahlah, aku hanya rindu keluargaku."
"Dimana keluargamu Theo?"
"Di Bumi." Ucap Theo
Yang selama ini dikhawatirkan Loki benar-benar terjadi, ada seorang Dewa dari Ellada yang terdampar ke Bumi dan dia kembali ke Ellada untuk membalaskan dendamnya. Tapi, ramalan tidak berhenti disitu, setelah dia berhasil menaklukan kembali Ellada, dia akan menuju Asgard dan membunuh Odin. Ragnarok akan terjadi di Asgard dan kehancuran pada Asgard, karena Asgard adalah kesayangan dari Ach. Loki benar-benar tidak percaya anak dalam ramalan itu ada di depannya, Loki jadi paham tujuan Odin mengutusnya kesini, Odin mengutusnya untuk membunuh Theo sebelum ramalan itu terjadi.
"Theo, sebenci-bencinya aku dengan Odin, dia tetap kakakku, sebenci-bencinya aku dengan Asgard, tetap saja itu tempat aku besar. Apakah setelah semua ini kamu juga akan menjadi jahat untuk membalaskan dendammu?" Tanya Loki
"Aku tidak mengerti apa maksudmu."
"Sepertinya takdirmu memang tetap hidup, karena aku sama sekali tidak ada alasan untuk membunuhmu sebelum itu terjadi Theo."
"Apa maksudnya Loki? Kenapa kamu begitu aneh."
"Ah, Odin! Susul aku, tugasmu tak bisa kujalankan!" Teriak Loki
Dunia bawah bergetar, muncul sebuah lubang hitam di dekat Jembatan, lalu muncul seseorang dari lubang itu dengan tutup mata dan tombak emas di tangannya, tombak itu bernama Gungnir, rambutnya putih dan begitu berwibawa. Odin muncul di Dunia Bawah.
"Karena kamu memang selalu lemah Loki!" Odin berbicara ke Loki dengan nada tinggi
"Dia bisa saja tidak membunuhmu!" Teriak Loki
"Tidak, dia akan tetap membunuhku." Kata Odin
Odin menyerang Loki, Loki sama sekali tidak menghindari serangan Odin, serangan Odin sama sekali tidak terlihat, entah apa yang keluar dari tombaknya dan membuat Loki terjatuh dan kehilangan kesadarannya.
"Apa yang kamu lakukan padanya!?" Teriak Theo, Theo benar-benar tidak pernah melihat serangan seperti itu sebelumnya
"Kamu selanjutnya!" Teriak Odin
Tombak itu diacungkan ke arah Theo, Theo terkena telak serangan dari Odin, ada sesuatu yang mengelilingi tubuhnya, aura hitam pekat. Sesuatu itu masuk ke dalam tubuh Theo dan mengendalikan Theo. Sesaat Theo kehilangan kesadaran, secara mendadak Hermes, Apollo, Ares, dan Artemis sudah berada di depan Theo dan menyerang Odin.
"Makhluk apa dia?" Tanya Artemis
"Aku tidak pernah melihatnya, tombaknya mengeluarkan aura aneh." Ucap Hermes
Ares berlari ke arah Odin dengan cepat, Ares memukul Odin dengan keras, Odin sama sekali tidak bergeming dengan pukulan dari Ares. Ares terkejut, Zeus saja akan merasakan sakit jika terpukul oleh Ares. Tapi Odin sama sekali tidak merasakan sakit.
"Bukan lagi." Kata Hermes
"Kalau begitu ketika aku membunuh kalian, Zeus tidak akan marah." Ucap Odin
Muncul sebuah aura berwarna hitam dari tubuh Odin, Odin berubah menjadi makhluk besar yang menyeramkan. Wujud asli dari Asgardian. Theo dalam kondisi sekarat sempat-sempatnya berbicara.
"Kamu melepas perjanjian kita, Ach akan membunuhmu." Kata Theo
Odin yang tadinya marah kembali ke wujud manusianya. Setelah Theo mengucapkan itu.
"Jadi kamu mengingatnya anak kecil." Kata Odin
Disaat Odin lengah, Hermes membaca sihir dan mendorong Odin menuju lubang hitam yang masih terbuka, Odin tak dapat menghindari serangan Hermes dan masuk ke dalam lubang hitam. Apollo segera menembakkan panah cahaya dari tangannya dan merusak lubang hitan itu yang diketahui nama lubang hitam itu adalah Bifrost. Untuk sesaat Odin tidak dapat kembali ke Ellada karena jalur Bifrost dari Asgard ke Ellada dirusak oleh Apollo.
Asgard : Gerbang Bifrost
Odin tampak kesal, Heimdall yang melihat semua kejadian mencoba mengajak Odin bicara.
"Kamu gagal untuk membunuhnya rajaku." Kata Heimdall
"Perbaiki Bifrost secepatnya, aku akan mengirim Thor dan pahlawan lainnya untuk meratakan Ellada." Kata Odin
"Baik raja." Kata Heimdall
Dunia Bawah : Jembatan Kepalsuan
Theo dan Loki dalam kondisi yang benar-benar buruk, butuh perawatan puluhan tahun untuk memulihkan mereka. Artemis sedang meneliti kekuatan apa yang masuk ke dalam tubuh Theo dan Loki.
"Kita harus keluar dari sini, jembatan ini akan ku hancurkan, kalian harus keluar dari Dunia Bawah untuk memulihkan kondisi kalian." Kata Hermes
"Butuh waktu berapa lama lagi! Chloe diculik oleh Hades!" Teriak Theo
"Theo sebaiknya kamu tidak usah banyak bergerak, kondisimu akan semakin parah jika kamu banyak bergerak." Kata Artemis
"Aku ingin menyusul Chloe dan juga Elliad masih ada di dalam sini." Kata Theo
"Kita bisa menyusul mereka nanti, pikirkan dulu kondisimu." Kata Artemis lagi membujuk Theo
Theo sadar, dia belum pulih. Serangan Odin kepadanya benar-benar diluar kemampuannya, diluar semua kemampuan Dewa di Ellada. Theo juga sadar, dia tidak akan bisa membunuh Hades, karena ketika dia melawan Poseidon-pun dia masih sangat lemah, padahal itu hanya dalam bentuk Illusi. Theo merasa dirinya benar-benar tidak berguna dan Loki dalam kondisi koma, itu malah akan memperburuk keadaan jika Theo memaksa untuk pergi.
"Aku akan membuat jalan menuju tempatku, Ruh Kevin tidak bisa ikut karena kami tidak memiliki tubuh untuknya." Kata Hermes
"Tubuh Elliad?" Tanya Hendrick
__ADS_1
"Mungkin bisa, tapi jika nanti Elliad bangkit, mau taruh dimana ruhnya?" Tanya Hermes
"Kita pikirkan itu nanti, intinya sekarang kita semua keluar dari sini." Ucap Hendrick
"Baiklah."
Hermes membuat jalur untuk menuju Hutan Lindungan Hermes. Mereka bergerak menuju hutan itu, Ruh Kevin dan Hendrick dipegang oleh Apollo, karena akan ada sedikit guncangan ketika sebuah ruh keluar dari Dunia Bawah.
Theo dan Loki digendong oleh Ares, Baron dan Evan ikut dengan mereka menuju Hutan Lindungan Hermes. Dan Ganyan, sedang memperhatikan mereka semua dari singgahsana Hades.
Dunia Bawah : Singgahsana Hades
"Kamu sudah melihatnya yang mulia, kekuatan dari makhluk yang bernama Asgardian itu, Loki banyak cerita kepadaku dan kekuatan mereka jauh berada di atas makhluk Ellada." Kata Ganyan
Hades melihatnya, kemudian dia bangkit dari kursinya dan menyentuh tubuh Chloe yang dalam keadaan pingsan.
"Ganyan, tugasmu selesai dan sudah saatnya kamu hancur dan tak tersisa." Kata Hades
"Apa maksudmu yang mulia?"
Ruh Ganyan tiba-tiba melebur menjadi debu dan dia menghilang tak tersisa, ruhnya menghilang dan tak akan pernah kembali dan ditemukan. Chloe bangun dari tidurnya dan sujud di hadapan Hades.
"Apa tugasku yang mulia?" Tanya Chloe
"Ah, anak manis. Kamu cari seseorang bernama Theo, buat timmu di Dunia Atas, jika kalian menemukan orang yang bernama Theo, bunuh dia." Ucap Hades
"Baik yang mulia."
Chloe kemudian dikirim oleh Hades menuju Negeri Karya untuk melakukan tugasnya.
Olympus : Singgahsana Zeus
Poseidon berlari masuk ke arah singgahsana Zeus dan melaporkan sebuah kejadian janggal yang terjadi di Dunia Bawah.
"Zeus! Zeus!" Teriak Poseidon
"Ada apa adikku?"
"Zeus! Ada sebuah pola aneh muncul di Dunia Bawah, dekat dengan Jembatan Kepalsuan."
"Coba hubungi Hades, kita lakukan pertmuan dengan Ach." Kata Zeus
"Baiklah Zeus."
Poseidon segera menghubungi Hades, Hades yang sudah tahu apa yang terjadi datang ke Olympus. Setelah itu, Zeus memanggil Ach untuk membicarakan beberapa hal.
Ach datang memenuhi panggilan Zeus, tetap dalam bentuk suaranya, bukan dalam bentuk aslinya.
"Ada apa primitif? Sudah ribuan tahun kamu tidak memanggilku." Kata Ach
Sebenarnya Zeus tak ingin bertemu dengan Ach, karena ucapan Ach benar-benar menusuk hati Zeus.
"Ada sebuah pola aneh muncul di Dunia Bawah, apa itu?" Tanya Zeus
Hades menjawab pertanyaan Zeus sebelum Ach menjawabnya.
"Mereka adalah Asgardian, kekuatannya diluar batas nalar." Kata Hades
"Apa itu Asgardian?" Tanya Zeus
"Aku tidak tahu Zeus." Kata Hades
Ach tertawa sangat keras.
"Hahahahaha, itu sebabnya aku bilang kalian adalah primitif, Asgardian jauh lebih tua dari kalian dan jauh lebih kuat dari kalian. Ada banyak semesta di atasmu Zeus, berhentilah bertingkah sombong dan tunduk akan kekuatan semesta lainnya." Ach menghina Zeus dengan ucapannya yang tajam
"Sekuat apapun mereka, akan kubunuh dengan petirku." Kata Zeus sombong
"Ah, kamu melawan utusanku saja tidak bisa menang Zeus, dan juga ada seorang Asgardian yang juga memiliki kekuatan petir, dia memegang palu bernama Mjolnir. Kekuatan petirmu tidak akan mempan dengannya, karena dia adalah bentuk petir itu sendiri." Ach menjelaskan kepada Zeus.
"Akan kucuri Mjolnirnya." Kata Zeus
Ach tak terhenti terpingkal mendengar ucapan Zeus, Zeus sama sekali tidak menyadari tempatnya, padahal dia menang melawan Theo dahulu atas bantuannya juga.
"Kalian sebaiknya lebih kuat jika perang itu datang, aku akan membantu kalian secara tidak langsung nanti."
"Mengapa kamu tidak membantu Asgardian?" Tanya Zeus
"Itu alasanku, jadi persiapkan saja diri kalian." Kata Ach
Kemudian, suara Ach menghilang. Zeus sebenarnya takut dengan sesuatu yang akan terjadi, begitupun Hades, karena Hades sudah melihat langsung kekuatan dari para Asgardian. Yang paling takut diantara mereka adalah Poseidon, ketakutannya tak dapat ditutupi karena keringatnya mengucur dengan deras.
"Zeus, aku selalu ingin muntah ketika melihat dirinya berkeringat." Kata Hades
"Poseidon bersihkan keringatmu dan enyahlah dari hadapanku." Kata Zeus
Poseidon tertunduk dan pergi keluar dari singgahsana Zeus dengan ekspresi wajah yang sedih. Hades juga kembali ke Dunia Bawah untuk menjaganya kembali. Zeus diam dan tubuhnya mengeluarkan petir, matanya berubah menjadi biru petir.
"Siapapun yang berani melawanku, akan kusambar mereka tanpa ampun." Geram Zeus
Zeus masih belum menyadari. Bahwa, ada hal yang jauh lebih kuat dari dirinya di semesta lainnya.
__ADS_1