
Di rumah Kevin, mereka duduk dan merencanakan sesuatu agar bisa bertemu dengan Hendrick. Mereka ingin menyelamatkan Hendrick dari Dunia Bawah secepatnya. Tapi mereka tidak tahu cara mengeluarkannya, karena di Dunia Bawah semua ruh terhubung dengan Hades, jika ada yang keluar dari Dunia Bawah, Hades akan mengetahuinya.
Chloe sedari tadi diam saja, dia merasa sangat tidak asing dengan Dunia Bawah, seakan-akan ingatan tentang Dunia Bawah muncul kembali, tapi sangat samar dan sangat sulit untuk mengingatnya, yang dirasakan Chloe hanya tidak asing dengan tempat di Dunia Bawah.
Theo mulai membuka pembicaraan dengan Kevin.
"Ada berapa Negeri di Dunia Bawah?" Tanya Theo kepada Kevin
"Ada 5 Negeri, Negeri Tafos, Negeri Aname, Negeri Limni, Negeri Geyfra, dan Negeri Hades." Kata Kevin
"Apa perbedaannya?" Tanya Theo
"Kalian harus sangat kuat untuk bisa memasuki negeri-negeri lainnya, di setiap pintu masuk negeri ada penjaga." Kata Kevin
"Memang ada apa di negeri selanjutnya?" Tanya Theo
"Hukuman akan berkurang, penduduk negeri setiap bulan akan merasakan siksaan dari Dewa Hades, siksaan yang sangat dahsyat. Dewa Hades mengirim pengawalnya untuk menyiksa kami dan siksaan terbesar ada di Negeri Tafos." Kata Kevin menjelaskan
"Kapan siksaan itu dimulai?"
"3 hari lagi, siksaan pemimpin negeri lebih rendah dari pada siksaan terhadap rakyat seperti kami."
"Aku ingin jujur kepadamu Kevin." Kata Theo
"Apa?" Tanya Kevin
"Kami datang dari atas." Kata Theo
"Itu adalah dongeng, kita telah terlahir disini dan tidak ada yang mungkin bisa menuju Dunia Atas." Kata Kevin
"Kalian semua sebenarnya berasal dari Dunia Atas, lalu kalian menemui kematian dan kalian berpindah kesini." Kata Theo
"Itu adalah dongeng, kami semua dilarang untuk menyebut kata itu."
"Kata apa? Mati?" Tanya Theo
Kevin mengangguk. Kemudian, Evan menghampiri Theo dan Kevin.
"Theo, sepertinya benar, siapa yang telah mati dan menuju Dunia Bawah, seluruh ingatan mereka tentang Dunia Atas menghilang dan terisi oleh ingatan baru tentanf Dunia Bawah, jadi mereka hidup disini tanpa tahu masa lalu mereka." Kata Evan
"Aku tahu Evan, aku punya rencana. Tapi kita harus keluar dari sini sebelum utusan Hades datang, apa mungkin kita bisa menang melawan utusan Hades?" Tanya Theo
"Aku tidak tahu, tapi aku rasa dengan kerjasama tim yang kita miliki, kita bisa menang." Kata Evan
"Sebenarnya siapa kalian?" Tanya Kevin
"Aku tidak tahu kamu bisa kembali ke Dunia Atas atau tidak Kevin, aku ragu tubuhmu masih utuh, jika tubuhmu tidak utuh akan sangat sulit mengembalikanmu ke Dunia Atas, tapi kami kesini punya tujuan, temanku Hendrick dan Elliad berada disini dan kami mau mengembalikan mereka." Theo menjelaskan
"Elliad!?" Kevin terkejut ketika Theo menyebutkan nama itu
"Memang ada apa Kevin?" Tanya Theo
"Dia adalah penguasa Negeri Geyfra, sang serigala pemanah misterius, aku ingat pertama kali dia datang ke Negeri Tafos, dia menghancurkan setengah dari Negeri ini dan dia dengan mudah melaju hingga ke Negeri Geyfra, lalu dia menguasai Negeri Geyfra." Kata Kevin
"Mungkin orang yang kamu maksud adalah orang yang berbeda dari yang kami cari."
"Aku tidak tahu, tapi dia sangat kuat, sangat-sangat kuat, Susan dan dia bersama-sama menaklukkan Negeri Geyfra." Kata Kevin
Chloe terkejut mendengar nama Susan, lalu Chloe menoleh ke arah Kevin dan menanyakan tentang Susan.
"Susan!? Apa dia memiliki ilmu sihir?" Tanya Chloe
"Sihirnya kuat, sihir kegelapan." Kata Kevin
Chloe tahu bahwa itu adalah ibunya, artinya dia mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan ibunya lagi, tapi Chloe khawatir, ibunya tidak akan mengingatnya, karena dia telah berada di Dunia Bawah dan juga dia tidak tahu, ketika bertemu nanti, ibunya menjadi musuh atau teman mereka.
"Oh iya, bagaimana kita bertemu Hendrick?" Tanya Theo
"Kalian bisa temui dia di istananya, berada di ujung negeri." Kata Kevin
"Berapa lama menunju kesana?"
"12 Jam." Kata Kevin.
"Ayo kita bersiap, kita harus pergi dari sini sebelum utusan Hades datang." Kata Theo
"Bolehkah aku ikut?" Tanya Kevin
Theo mengangguk. Setelah itu, Theo, Chloe, Evan, Baron, Derry, dan Kevin menuju istana Hendrick, perjalanan mereka memakan waktu 12 Jam.
***
Negeri Tafos : Istana Hendrick
Mereka tiba di depan istana Hendrick, ada beberapa penjaga yang berdiri di depan gerbang istana, Theo menghampiri penjaga itu.
"Siapa kalian? Apa keperluan kalian?" Tanya penjaga itu
"Aku ingin bertemu dengan pemimpinmu."
"Kalian tidak diperkenankan, pemimpin kami tidak ada waktu dengan rakyat jelata seperti kalian."
Theo tersenyum, kemudian mendekat ke penjaga itu.
"Aku tidak ingin berbuat kasar, tapi aku bisa menghancurkan tubuhmu tanpa ada rasa sakit, kamu mau merasakannya?" Tanya Theo
"Coba saja."
Lalu, Kevin menarik Theo untuk menjauh.
"Kamu gila, dia sangat kuat! Dia dari bangsa Spartan sama seperti temanmu itu." Kata Kevin
"Ternyata dia saudaraku." Ucap Baron
Baron menghampiri penjaga itu.
"Hei Spartan! Biarkan kami masuk!" Teriak Baron
"Kalahkan aku."
Baron tanpa basa-basi langsung melayangkan tinjuannya ke arah penjaga itu, lalu penjaga itu terpental puluhan meter, Kevin terkejut dengan kekuatan yang dimiliki Baron.
"Cuma segitu?" Tanya Baron
Tiba-tiba penjaga itu bangun dan melompat dengan cepat menuju Baron, Baron tak dapat menghindari serangan dari penjaga itu dan terkena pukulannya.
Brak!
__ADS_1
Tubuh Baron terhempas dan terguling karena pukulan penjaga itu.
"Sialan, dia kuat." Kata Baron
Penjaga itu berlari menuju Baron lagi dan kembali melayangkan pukulannya, tapi kali ini Baron menghindari pukulan itu dan memukul balik penjaga itu tepat di perutnya.
Buugh!
Penjaga itu menahan pukulan Baron dan melayangkan pukulan ke wajah Baron.
Brak!
Mereka berkelahi dengan dahsyat, pukulan demi pukulan saling mereka layangkan, bunyi pukulan terdengar kuat dan dahsyat, Kevin yang menonton tidak percaya dengan pertarungan yang ada di hadapannya.
Baron dan penjaga itu terus berkelahi, yang lainnya hanya memperhatikan tanpa membantu Baron, karena mereka tahu itu adalah harga diri Baron, jadi Baron juga tidak mungkin mau dibantu.
Baron mulai kelelahan, dia tidak menyangka kekuatan penjaga itu, Baron juga menyadari, bahwa penjaga itu tidak akan pernah lelah, karena dia bukan makhluk hidup.
"Spartan! Mana harga dirimu! Buktikan!" Teriak Baron
"Bicara saja dengan mulutmu yang bau." Kata penjaga itu
Hingga akhirnya Baron terpukul dengan sangat kuat, tepat di dagunya, Baron terjatuh dan pingsan, dia tidak bisa bangkit lagi.
"Ah, dia kalah." Kata Theo
"Aku akan menyembuhkannya." Kata Derry
Penjaga itu ingin menyerang Derry yang mau membantu Baron, tapi Theo langsung menembakkan cahaya "Senyap" dari tangannya, serangan itu tepat mengenai tangan dari penjaga itu, hingga tangan penjaga itu hilang.
Whuzzzz....
Penjaga itu berteriak, karena tangannya tiba-tiba menghilang.
"Sialan! Siapa kamu!" Teriak penjaga itu
"Namaku Theo, ingat satu hal. Dewamu Hades, akan kubunuh dengan tanganku, jika waktunya tiba, kalian semua akan terbebas dari kutukan hina ini." Kata Theo
Secara mendadak, penjaga itu mengingat suatu hal, ingatan masa lalunya tentang Dunia Atas terlintas. Ketika dia mendengar nama Theo, dia ingat bahwa itu adalah Dewanya, para Spartan telah bersumpah untuk mengabdi kepada Theo, bahkan sampai mereka mati, penjaga itu sadar, bahwa dia telah melanggar sumpah itu, karena dia telah mengabi kepada Hades.
"Aku, aku menyesal Dewa." Kata penjaga itu
Lalu, penjaga itu bersujud kepada Theo, Theo menyuruhnya bangun.
"Bangunlah, kamu tidak perlu bersujud dan aku bukanlah seorang Dewa." Kata Theo
"Maafkan aku, karena aku telah melanggar sumpahku."
"Bolehkah kami masuk?" Tanya Theo
"Untukmu Dewa, apapun itu." Kata penjaga itu
"Siapa namamu?"
"Gobar."
Theo memunculkan cahaya berwarna putih terang dari tangannya dan menyentuh tubuh Gobar, kemudian kedua tangan Gobar muncul kembali. Derry juga berhasil membangunkan Baron dengan obatnya.
"Terimakasih Dewa."
"Baiklah, ayo kita masuk." Kata Theo
"Penjagaku bodoh." Kata Hendrick
Kevin gemetar melihat Hendrick, karena dia melihat sendiri kekejaman Hendrick kepada rakyatnya.
"Hendrick! Kembalilah kepada kami!" Teriak Evan
"Kembali, aku tidak mengenal kalian." Kata Hendrick
"Hei Hendrick, maukah kita bertaruh?" Tanya Theo
"Bertaruh?"
"Ayo kita bertanding, jika aku berhasil menghindari seranganmu sebanyak 30 kali, kamu harus percaya pada kami." Kata Theo
"Hahahahahahahaha, jangan sering berkhayal. Tidak ada satupun yang bisa menghindari seranganku." Kata Hendrick
"Ada Hendrick!" Teriak Chloe
"Siapa?"
"Dia." Chloe menunjuk ke arah Theo
Hendrick terkejut, dia sama sekali tidak mengingat mereka, tapi dari yang mereka ucapkan, Hendrick merasa bahwa itu adalah kebenaran.
"Baiklah, kapan kita bertarung?" Tanya Hendrick
"Sekarang." Kata Theo
Hendrick turun dari kursinya dan menghampiri Theo. Theo menyuruh yang lainnya menjauh.
"Kita lakukan di pusat kota." Kata Hendrick
"Baiklah."
Hendrick kemudian menghilang, gerakannya memang sangat cepat, sepertinya dia telah sampai di pusat kota. Kevin kaget melihat kecepatan Hendrick yang sangat cepat. Kevin juga tidak mengetahui bahwa Hendrick adalah anaknya.
Kemudian mereka semua bersama-sama menuju pusat kota untuk melihat pertarungan Hendrick dan Theo.
***
Negeri Tafos : Pusat Kota
Mereka kembali melakukan perjalanan ke pusat kota dan memakan waktu 12 jam, sesampainya di pusat kota, mereka sudah melihat Hendrick yang menunggu.
"Lambat, aku sudah menunggu dari 12 jam yang lalu." Kata Hendrick
Theo tersenyum, dia sangat paham dengan sifat Hendrick, karena mereka pernah melakukan perjalanan bersama selama 1 tahun, dan berapa kalipun Hendrick mencoba menyerang Theo dalam latihannya, Theo tidak pernah satukalipun terkena serangannya.
"Ayo kita mulai." Kata Theo
Pertarungan di mulai, Hendrick segera menyerang ke arah Theo, tapi Theo dapat dengan jelas melihat serangan dari Hendrick, ketika pedangnya ingin menebas leher Theo, Theo dengan mudah menghindari serangan tersebut.
"Satu." Kata Theo
Hendrick benar-benar terkejut, serangannya dapat dihindari dengan mudah oleh Theo, Hendrick berpikir itu hanya kebetulan saja, semua yang menonton juga terkejut karena ada yang bisa menghindari serangan Hendrick.
__ADS_1
Hendrick membali menyerang Theo, dia menambah kecepatannya.
Swaaaash! Sss!
Theo tetap dapat melihat serangan dari Hendrick dengan mudah dan lagi-lagi Theo menghindari serangan Hendrick.
"Dua." Kata Theo
"Sialan! Kali ini aku tidak akan main-main." Kata Hendrick
Hendrick lagi-lagi menyerang Theo, tapi serangan ini benar-benar membabi buta, serangan itu juga dapat dihindari oleh Theo dengan mudah.
"Tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan...." Theo terus menghitung serangan yang dia hindari
Hendrick juga tak berhenti untuk terus menyerang Theo.
"Sembilan, sepuluh, sebelas, dua belas, tiga belad, empat belas, lima belas, enam belas, tujuh belas...."
Hendrick menghentikan serangannya. Dia bergerak menjauh dari Theo.
"Ah, serangan bokong." Kata Theo
Hendrick melompat dan tiba-tiba dia menghilang, dia muncul dibelakang Theo dan menyerang Theo deri belakang tubuhnya, lagi-lagi Theo menghindari serangannya, Theo pura-pura terjatuh untuk menghindari serangannya.
"Aduh aku jatuh, delapan belas." Kata Theo
Hendrick benar-benar habis kesabarannya, dalam posisi tertidur Theo diserang oleh pedangnya Hendrick, dan lagi-lagi Theo dapat mudah menghindari serangan Hendrick, padahal dalam posisi dirinya tertidur.
"Sembilan belas, dua puluh, dua puluh satu, dua puluh dua, dua puluh tiga, dua puluh empat, dua puluh lima." Theo menghitung
Hendrick berhenti menyerang, dia berteriak dan tubuhnya mengeluarkan cahaya yang begitu terang, Theo pernah melihat cahaya itu ketika dia melawan Minotour Devil dan terbunuh.
"Kali ini kamu benar-benar akan ku kalahkan!" Teriak Hendrick
Hendrick melakukan serangan lagi ke Theo, Theo menghindar lagi, tapi kali ini serangan itu sangat cepat. Theo mulai serius dalam menghindari serangan Hendrick.
"dua puluh enak, dua puluh tujuh, dua puluh delapan, dua puluh sembilan."
Hitungan ke tiga puluh, Theo tidak menghindar dan diam saja, hingga tusukan pedang Hendrick dengan keras menusuk perut Theo, Hendrick berteriak senang, karena akhirnya dia bisa mengenai tubuh Theo.
"Kamu kalah." Kata Hendrick
Theo tersenyum, lalu tubuhnya menghilang. Hingga Theo tiba-tiba muncul dibelakang Hendrick, dia membuka telapak tangannya, keluar cahaya dari telapak tangannya, sangat kecil cahaya itu dan menembak punggung Hendrick dengan sangat kuat.
"Tiga puluh." Kata Theo
Hendrick terbaring karena serangan itu, dia tidak menyangka akan bertemu orang sekuat Theo.
"Siapa sebenarnya kamu?" Tanya Hendrick
"Aku temanmu." Kata Theo
"Aku punya teman?" Tanya Hendrick
"Kamu punya banyak teman, aku, Baron, Elliad, Evan, Chloe, Derry, kami semua temanmu." Kata Theo
Theo mengulurkan tangannya ke Hendrick, untuk membantunya berdiri. secara mengejutkan ingatan Hendrick tentang Dunia Atas kembali, dia langsung memeluk Theo.
"Aku tidak menyangka, aku akan bertemu denganmu." Kata Hendrick
Hendrick juga baru sadar, ayahnya adalah Kevin, dia melihat ke arah Kevin dan berlari menuju Kevin. Dia dengan erat memeluk tubuh ayahnya.
"Ayah.." Kata Hendrick
"Ayah?" Tanya Kevin
"Iya, aku anakmu ayah, mungkin ayah lupa, tapi aku senang bertemu denganmu." Kata Hendrick
"Aku tidak tahu apa-apa." Ucap Kevin
Hendrick juga baru sadar, ayahnya telah mati. Hendrick sebenarnya sedih, tapi mau bagaimana lagi, dia juga sudah mati dan berada di Dunia Bawah.
"Sudah berapa tahun Theo?" Tanya Hendrick
"5 Tahun semenjak kamu terbunuh."
"Waktu disini benar-benar kacau, aku merasa sudah ratusan tahun memimpin negeri ini." Kata Hendrick
"Maukah kamu ikut kami Hendrick? Kita akan menyusul Elliad, lalu membunuh Hades." Kata Theo
"Elliad, dia sudah berubah. Dia sangat kuat disini, aku pernah bertarung dengannya dan aku kalah."
"Kita akan membujuk Elliad agar kembali ke Dunia Atas." Ucap Theo
"Apakah tubuhku masih utuh?" Tanya Hendrick
"Masih."
Chloe yang sedari tadi diam saja kemudian berteriak, teriakannya sangat kuat, semua yang berada disitu terkejut karena teriakan dari Chloe.
"Aaaaaaagh!!! Kalian semua harus mati." Ucap Chloe
Chloe membaca sebuah sihir, tiba-tiba dari langit muncul hujan api yang sangat banyak, Theo dan teman-temannya menghindari hujan api itu, ketika hujan api itu berhenti, Chloe menghilang dan terdengar suara yang sangat berat muncul entah dari mana.
"Bocah, apa tujuanmu ke tempatku."
Diketahui ternyata itu suara Hades.
"Untuk membunuhmu, dimana temanku!?" Teriak Theo
"Kamu tidak akan pernah menang bocah, tidak akan, wanita itu akan kumakan jika kamu kalah denganku."
"Kita lihat saja."
Gempa bumi tiba-tiba terjadi, dari dalam bumi muncul makhluk-makhluk berbentuk tengkorak dengan memegang pedang.
"Jadi hanya ini?" Tanya Theo
"Ini akan mudah." Kata Hendrick
"Ah, akhirnya." Ucap Baron
"Kalian siap?" Tanya Theo
"Sangat siap!" Teriak mereka semua serempak
"Serang!"
__ADS_1
Mereka bertarung melawan tengkorak itu dan Chloe diculik oleh Hades, sedangkan masih banyak rahasia yang tidak mereka ketahui tentang Dunia Bawah, apakah mungkin Theo berhasil melewati semuanya?