Mirror Of God

Mirror Of God
Episode 11 : Pendant Athena


__ADS_3

Olympus : Singgahsana Athena


"Cerita yang sangat panjang." Kata Theo


"Yah begitulah."


"Tapi, bukankah sekarang kita tidak di Bumi?" Tanya Theo


"Maksudmu?" Tanya Chloe bingung


"Entahlah, kalau begitu gantian aku yang cerita." Kata Theo


"Oh iya, silahkan lanjutkan ceritamu tadi." Ucap Chloe


"Jadi...."


Theo menarik nafas panjang dan mulai bercerita, Chloe sudah siap menyimak cerita dari Theo. Lalu tiba-tiba terdengar suara petir dari luar kamar, mereka langsung sadar bahwa Dewa Zeus datang. Baron berlari ke kamar Theo dan mengetuknya dengan terburu-buru. Ketika dia membuka pintu tidak ada orang dihadapannya.


"Siapa yang mengetuk?" Tanya Theo


"Aku disini." Kata Baron


Theo menunduk dan melihat seorang kurcaci di hadapannya.


"Hahahahaha, siapa kamu?" Tanya Theo


"Aku Baron! Athena gila itu merubahku menjadi seperti ini." Kata Baron


"Hahahahahahahahahahahahaha." Theo tertawa sangat lepas


"Hei, ini bukan saatnya untuk tertawa! Zeus diluar." Kata Baron


"Kita harus bagaimana?" Tanya Theo bingung


"Kalian diam saja," ucap Dewi Athena yang tiba-tiba muncul. "Jangan khawatir, ayo kita menemui ayahku." Kata Dewi Athena lagi


"Kamu ingin membunuh kami!?" Ucap Baron kesal


"Turuti saja, kalau aku ingin membunuhmu sudah sejak awal." Kata Dewi Athena


Akhirnya mereka menurut dan mengikuti kata Dewi Athena, dibelakang mereka juga ada Derry dan Evan, pasukan Derry tidak ikut karena mereka disamarkan menjadi tentara Dewi Athena, Chloe juga masih bingung dengan apa yang terjadi, tapi dia sudah sedikit menyimpulkan dari apa yang terjadi. Mereka keluar dan menemui Dewa Zeus, Dewi Athena segera memeluk Dewa Zeus dan Dewa Zeus menyambut hangat pelukannya.


"Anakku sudah besar." Kata Dewa Zeus


"Ada urusan apa ayah kemari?" Tanya Dewi Athena


"Aku mendengar kamu membawa para pemburu? Mana pemburu yang akan mencari anak dari Bumi itu?" Tanya Dewa Zeus


"Soal anak yang mengacau di Olympus itu ayah?" Tanya Athena


"Iya."


"Ini mereka, aku sudah membawa pemburu yang terbaik, mereka adalah yang pemburu yang terbaik yang pernah kutemui." Kata Dewi Athena


Dewa Zeus melihat pasukan Theo, dan yang pertama kali dia dekati adalah Theo, entah mengapa Dewa Zeus merasa ada yang tidak beres dengan Theo dia merasa seperti mengenalnya.


"Siapa namamu?" Tanya Dewa Zeus ke Theo


"Namaku Uranus tuan." Kata Theo


Wajah Chloe pucat, begitupun dengan Dewi Athena dan wajah seluruh orang yang ada disitu juga pucat, mengapa Theo berani menggunakan nama musuh terbesar Zeus, apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Theo.


"Aku ingin tertawa mendengar namamu." Kata Dewa Zeus


"Ada apa tuan, ibuku memberikan nama ini berharap agar aku bisa menuju langit."


"Siapa nama ibumu?" Tanya Dewa Zeus lagi


"Namanya Gaia." Kata Theo dengan tegas


Dewa Zeus lalu tertawa terbahak-bahak, Dewi Athena tidak pernah melihat ayahnya tertawa begitu lepas, Dewi Athena tidak tahu apa yang sedang direncakan oleh Theo.


"Hahahaha, aku benar-benar tak berhenti tertawa, jangan bilang nama ayahmu Tartaros?" Tanya Dewa Zeus lagi


"Benar sekali tuan, nama ayahku Tartaros."


"Hahahahahahahahahahahahahaha."


Jdaaaaaaaar!!!! Tiba-tiba petir Dewa Zeus menyerang Theo dengan sangat dahsyat, lagi-lagi tubuh Theo bergetar, wajahnya bisa berubah menjadi semula jika dia terus tersambar, Dewi Athena secara diam-diam menguatkan sihirnya ke tubuh Theo, lalu Dewa Zeus menghentikan serangannya.


Dewa Zeus melihat tubuh Theo tidak lagi bergetar setelah dia menghentikan serangannya, lalu dia kembali berbicara dengan Theo.


"Aku tidak membunuhmu, petir barusan adalah sebuah sihir kekuatan, aku membagi kekuatanku sedikit kepadamu, karena aku sangat tertarik padamu." Kata Dewa Zeus


"Apakah tuan serius?" Tanya Theo kaget.


"Aku serius, biasanya hanya anak-anakku yang kubagi kekuatan petirku, jadi mulai sekarang kamu bisa mengendalikan petir sama seperti anak-anakku." Jelas Dewa Zeus


Tanpa disangka, sedari tadi tubuh Chloe bergetar juga, lalu muncul pelindung petir di dalam dirinya, sihir Hermes terlepas dan kekuatan petir di dalam Chloe juga terlepas, Dewa Zeus kaget karena hanya anak kandungnya yang bisa menggunakan kekuatan selubung petir, dan dihadapannya ada seorang gadis yang bisa memunculkan selubung petir ditubuhnya, Dewa Zeus kemudian menghampiri Chloe, Chloe sangat ketakutan dihampiri oleh Dewa Zeus.


"Siapa kamu?" Tanya Dewa Zeus


"Namaku... namaku..."


Belum selesai Chloe berbicara, Dewa Zeus menyentuhnya dan tiba-tiba muncul petir yang sangat besar dari langit dan menyambar dirinya, tubuh Chloe dengan sekejap menjadi berwarna biru petir, matanya juga berubah menjadi petir, Dewa eus sangat terkejut, Dewi Athena juga terkejut karena dia mengeluarkan petir yang sama persis dengan kekuatan Dewa Zeus, sangat persis.


Dewa Hercules dan Dewi Athena saja tidak bisa menggunakan petir persis seperti Dewa Zeus, Dewi Athena tidak bisa berkata apa-apa.


Wajah Chloe kembali seperti semula dan Dewa Zeus langsung sadar siapa gadis yang ada di depannya.


"Aku ingat siapa kamu dan aku tahu kalian siapa." Kata Dewa Zeus


Theo segera memasang posisi menyerang, begitupun Evan, Baron, dan Derry. Semua sudah siap jika Dewa Zeus ingin menyerang mereka.

__ADS_1


"Hahaha, anak kesayanganku ternyata berkhianat." Kata Dewa Zeus


Dewi Athena ketakutan, dia berpikir bahwa dia akan mati saat ini juga, karena dia paham sekali kekuatan ayahnya, jika ayahnya murka Olympus bisa terbelah dan hanya kehancuran yang terjadi.


"Apa maksudmu ayah?" Tanya Dewi Athena pura-pura tidak tahu


Kemudian Dewa Zeus menghentakkan lantai Singgahsana Athena, semua yang berada disitu berubah kembali seperti wujud aslinya. Chloe masih tetap dalam bentuknya dengan petir yang ada ditubuhnya.


"Hah, jadi ingat masa lalu ketika aku membunuh kakekku." Kata Dewa Zeus


Dewa Zeus sangat tenang dan sikapnya sangat biasa, dia tidak melakukan apapun, lalu dia terbang dengan petirnya, lalu sebelum pergi dia berkata.


"Kuberi kalian kesempatan kali ini, kalian harus berjoget ria menari ala kera." Kata Dewa Zeus


"Aku tahu kamu bukan ayahku!" Teriak Dewi Athena


Kemudian Dewa Zeus tertawa terbahak-bahak, dia tertawa sangat keras dan wujudnya berubah, berubah menjadi Dewa Hermes. Semua yang disitu tersentak kaget. Ternyata, Dewa Hermes baru saja menipu mereka semua.


"Ah, akhirnya aku bisa memeluk Athena." Kata Dewa Hermes


"Hermes sialan! Akan kubunuh kamu!" Teriak Dewi Athena


"Aktingku bagus kan? Petirku juga bagus kan? Hahahaha." Kata Dewa Hermes


Kemudian, Dewa Hermes turun dan Dewi Athena segera menampar wajahnya hingga membekas telapak tangan berwarna merah diwajahnya, semua yang disitu bernafas lega, tapi mereka khawatir dengan keadaanya Chloe.


Dewa Hermes mendekati Chloe dan membacakan sebuah sihir, hingga Chloe tiba-tiba terjatuh dan pingsan. Lalu Dewa Hermes membacakan sihir lagi dan Chloe bangun dalam keadaan linglung.


"Apa yang baru saja terjadi?" Kata Chloe


"Tidak ada apa-apa." Kata Dewa Hermes


"Mana Dewa Zeus?" Tanya Chloe lagi


Dewa Hermes tersenyum, lalu dia menyuruh Theo membawa Chloe untuk beristirahat di kamarnya dan menyuruh Theo kembali untuk menemuinya, semua yang berada disitupun kembali ke mode penyamaran, wajah mereka kembali berubah seperti yang dirubah Dewi Athena.


Setelah Theo mengantar Chloe, Theo kembali mendatangi Dewa Hermes dan yang lainnya disuruh kembali ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat.


"Aku hanya bercanda teman-teman, tadi hanya sedikit sihir tipuanku kepada Chloe." Ucap Dewa Hermes


Semua tersenyum lega, lalu mereka tanpa ada rasa curiga kembali ke kamar masing-masing, dan yang tersisa hanya Theo dan Dewi Athena.


"Jadi apa yang mau kamu ucapkan? Aku tidak waktu untuk untuk berbicara denganmu." Kata Dewi Athena


"Kamu baru saja melihat kekuatannya kan, kekuatan Chloe." Kata Dewa Hermes


"Aku tahu itu petir asli, benar-benar asli, aku sadar kamu bukan ayahku dari pertama kali kamu menyambar Theo, petirmu sangat lemah dan tidak bertenaga." Kata Dewi Athena


Theo memperhatikan mereka, dia tidak mengerti apa yang sedang kedua dewa itu bicarakan.


"Itu adikmu Athena." Kata Dewa Hermes


"Siapa dia?"


Tubuh Dewi Athena gemetar, dia tidak pernah menyangka anak Susan masih hidup dan berada di Singgahsananya.


"Jadi, Zeus ayahnya!" Teriak Theo kaget


"Ada apa?" Tanya Dewi Athena


"Dia jangan sampai tahu fakta yang sebenarnya." Kata Theo


"Mengapa?" Tanya Dewi Athena bingung


"Karena impian terbesarnya adalah ingin bertemu ayahnya dan menjalani hidup bersama ayahnya, jika dia tahu fakta yang sebenarnya. Maka, dia pasti akan berpihak dengan Zeus." Kata Theo


"Itu yang aku khawatirkan, karenamu pandangan masa depanku hancur Athena." Ucap Dewa Hermes


"Lalu, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Dewi Athena


"Kamu masih punya kalung pendant dari Kronos?" Tanya Dewa Hermes


"Masih ada, untuk apa kalungku?" Tanya Dewi Athena lagi


"Setelah kamu merubah pandanganku, pandanganku mempunyai 203.459 cabang dengan masa depan yang berbeda-beda dan 203.458 lainnya berakhir dengan Chloe berpihak kepada Zeus atau dia akan mati, tapi ada satu cabang yang tidak membuat Chloe berpihak kepada Zeus, yaitu dengan menyerahkan pendant milikmu ke Theo." Kata Dewa Hermes


"Kamu gila! Kekuatan pendant itu benar-benar tidak dapat dikendalikan, semua yang memakainya akan mati, karena di pendant itu terdapat ruh dari Uranus." Kata Athena


"Uranus? Kamu serius ruhnya masih ada?" Tanya Theo penasaran


"Setelah testisnya terpotong, Uranus melepaskan ruhnya dan mati, lalu ruh Uranus yang tersisa mengendalikan Kronos dan memaksa Kronos untuk membuat suatu tempat untuk dia hidup, Kronos membuat sebuah kalung pendant dan Uranus masuk ke pendant itu. Kronos awalnya berniat untuk memberitahukan pendant itu kepada Zeus, tapi ternyata Zeus malah mengurungnya di Dunia Bawah selamanya, Kronos sakit hati dan mengurungkan niatnya, setelah itu aku datang untuk menemuinya atas kemauanku sendiri, Kronos sangat percaya padaku dan memohon padaku untuk membantunya membunuh Zeus. Lalu, Kronos menyerahkan pendant itu kepadaku, aku pernah memakainya sekali dan aku benar-benar dikendalikan oleh pendant itu, kekuatan Uranus sangat besar untuk kita. Kalung itu terlepas berkat bantuan Ares yang saat itu sedang lewat, nyawaku selamat dan aku kemudian menyimpan kalung itu dan tidak pernah memakainya lagi." Dewi Athena menjelaskan kepada Theo


"Jadi, kalung itu memiliki kekuatan Uranus?" Tanya Theo lagi


"Iya, kekuatan yang tidak pernah terbayangkan." Ucap Dewi Athena


"Aku sudah tahu cerita itu dari sebelum kamu menceritakannya, Ares cerita kepadaku dan aku menyuruh Ares merahasiakannya dari siapapun waktu itu, tapi hanya satu cabang itu yang memungkinkan jalan terbaik, aku belum bisa membuka cabang lain sebelum kamu memberikan kalung pendant itu ke Theo, apapun yang terjadi itu sudah resiko, karena kita sudah di dalam peperangan, kita sudah terlanjur berperang Athena!" Ucap Dewa Hermes


"Apakah kamu yakin Theo mau memakai kalung pendant itu?" Tanya Dewi Athena


"Aku akan memakainya." Kata Theo tegas


"Tapi, apa alasannya Hermes, mengapa kamu begitu yakin?" Tanya Dewi Athena


"Kita akan tahu kekuatan sebenarnya dari kalung pendant itu setelah Theo memakainya." Kata Dewa Hermes lagi


"Baiklah, tunggu disini." Ucap Dewi Athena


Dewi Athena masuk menuju kamarnya dan mengambil kalung pendant, dia kembali keluar dan memberikan kalung pendant itu kepada Theo.


"Pakai Theo." Ucap Dewa Hermes


Theo mengambil kalung itu dan memakainya, Dewa Hermes dan Dewa Athena segera menjauh dari Theo. Hingga tiba-tiba tubuh Theo mengeluarkan cahaya yang sangat terang, Theo mengamuk dan bisa menembak cahaya yang keluar dari tangannya dengan tidak beraturan.

__ADS_1


Duar.... Duar....


Tiang-tiang singgahsana Athena terguncang dan hancur karena serangan dari Theo, Dewa Hermes dan Dewi Athena menjaga jarak dari Theo, karena mereka takut serangan Theo akan mengenai mereka. Theo terus menembak dan menembak tanpa henti, kesadarannya sepenuhnya hilang setelah memakai kalung itu, tidak lama kemudian dia berteriak, berteriak dengan sangat keras.


"Agrhrhrhrhrhrhrhr!!!!" Teriak Theo


Dewa Hermes dan Dewi Athena memperhatikan, lalu Dewi Athena berbicar kepada Dewa Hermes..


"Dia bisa mati." Kata Dewi Athena


"Tunggu dan lihat."


***


Kalung Pendant


Theo berdiri disebuah ruangan yang penuh dengan cahaya, dia tidak tahu dirinya ada dimana. Setelah itu, dia mendengar suara seorang pria sedang berbicara kepadanya.


"Makhluk apa kamu, aku tidak pernah menemui makhluk sepertimu?" Tanya suara itu


"Aku manusia."


"Kamu tidak terlihat seperti manusia, aku ingin tahu siapa namamu anak muda?" Tanya suara itu


"Namaku Theo." Ucap Theo


"Nama yang aneh." Kata suara itu


"Kalau begitu, siapa namamu?" Tanya Theo


Tiba-tiba muncul seseorang yang sangat tampan dengan cahaya ditubuhnya, dia menggunakan baju biru dan dia menghampiri Theo.


"Namaku Uranus." Kata suara itu


"Aku tidak menyangka tubuhmu sangat kecil." Kata Theo


"Ruh ku memang kecil, sama seperti manusia normal, jadi sudah berapa tahun setelah kematianku?" Tanya Uranus


"Mungkin, jutaan tahun."


"Ah lama sekali, apakah pemimpin masih anak kurang ajar itu?"


"Maksudmu Zeus?"


"Iya, aku malas menyebut namanya."


"Masih." Kata Theo


"Kalau begitu, apa tujuanmu menemuiku?" Tanya Uranus


"Aku juga tidak tahu, aku hanya menggunakan kalung pendant yang berisi ruhmu." Jelas Theo


"Jadi begitu, apa kamu berniat untuk membunuh Zeus?" Tanya Uranus


"Aku sangat ingin membunuhnya."


"Semangat muda, aku tidak tahu kamu makhluk apa, tapi yang pasti aku merasa kamu sangat berbeda." Kata Uranus


"Maksudmu?"


"Entahlah, aku tidak tahu kamu apa." Kata Uranus


"Langsung ke kesimpulan, jadi bagaimana aku bisa membunuh Zeus?" Tanya Theo


"Aku akan meminjamkan kekuatanku padamu, aku tidak bisa maksimal karena saat ini aku hanya berupa ruh, kamu harus belajar mengendalikan kekuatan yang kuberikan, jika kamu tidak kuat maka kamu akan mati." Kata Uranus


"Kekuatan apa itu?" Tanya Theo penasaran


"Pengendalian Cahaya, kamu bisa berubah menjadi Cahaya, kamu bisa membuat senjata dari cahaya dan masih banyak lagi, tapi ada satu syarat." Ucap Uranus


"Apapun syaratnya."


"Tubuhmu akan menjadi milikku."


Tanpa berpikir panjang Theo menyanggupi syarat dari Uranus. Uranus tersenyum dan menyentuh tubuh Theo, hingga Theo merasakan ada sesuatu yang mengalir di tubuhnya.


"Apa ini?"


"Kembalilah ke tempatmu." Kata Uranus


***


Olympus : Singgahsana Athena


Theo tersadar dan melihat sekelilingnya yang sudah sangat hancur, Dewa Hermes dan Dewi Athena menghampirinya dan menanyakan perihal yang terjadi.


"Apa yang kamu lihat?" Tanya Dewa Hermes


"Aku melihat Uranus." Kata Theo


"Jadi, kamu bertemu dengannya?" Tanya Dewi Athena


"Iya, aku dipinjamkan kekuatannya dan aku harus belajar mengendalikan kekuatan yang mengalir ditubuhku." Kata Theo


"Baiklah, aku harus pergi, itu tugasmu Athena." Ucap Dewa Hermes, kemudian dia menghilang


"Elemen apa?" Tanya Dewi Athena


"Cahaya."


"Tidurlah, besok aku akan mengajarkanmu mengendalikan elemen." Kata Dewi Athena


"Baiklah."

__ADS_1


Theo berjalan menuju kamarnya dan dia sudah siap untuk menjadi lebih kuat dengan dilatih dengan Athena.


__ADS_2