Mirror Of God

Mirror Of God
Episode 23 : Tim Chloe (1)


__ADS_3

Negeri Karya


Chloe baru saja keluar dari Dunia Bawah dan menjalankan tugas yang diberikan oleh Hades. Sementara Theo dan teman-teman lainnya sedang berada di Hutan Lindungan Hermes. Tempat yang pertama kalo Chloe datangi di Negeri Karya adalah rumahnya.


Chloe masuk ke rumahnya dan melihat buku yang bertumpuk, Chloe menghampiri buku-buku itu dan membakar semua bukunya tanpa tersisa sama sekali.


"Aku benci ilmu dari Hermes." Gumamnya


Setelah dia membakar buku-bukunya dia membakar rumahnya dan dia pergi ke Pusat Negeri untuk bertemu orang-orang. Di pusat Negeri Karya ada tradisi pertarungan bebas, pemenangnya akan mendapatkan uang yang besar dari penyelenggara pertarungan itu.


Pertarungan itu memang sempat berhenti ketika Zeus mengamuk 6 tahun yang lalu, tapi sekarang sudah berjalan normal seperti sedia kala dan Negeri Karya sedang membangun kembali daerah yang hancur karena murka Zeus.


Chloe berdiri di pojok jalanan dan memperhatikan pertarungan, Chloe mencari tim yang kuat untuk menjalankan misinya. Chloe menatap petarung-petarung itu, tapi tidak ada satupun yang membuat Chloe tertarik. Hingga dia melihat seorang wanita dengan pedang, rambutnya pendek sebahu berwarna putih dengan kacamata berwarna putih yang dia pakai, tubuhnya tinggi dengan payudara yang cukup besar, wanita itu menggunakan baju putih dan rok putih pendek, wanita itu sedang menonton pertarungan itu di sisi arena. Chloe tertarik dengan wanita itu, dari tatapan pertamanya Chloe yakin dia adalah anak Apollo, kemudian Chloe menghampirinya.


"Kenapa kamu tidak ikut bertarung?" Tanya Chloe kepada wanita itu


"Aku tidak mencari uang recehan." Ucap wanita itu


"Aku punya uang 5 Juta Tera, jika kamu tertarik untuk bergabung denganku." Kata Chloe


"Masih terlalu sedikit, aku butuh uang lebih banyak."


"Jika kamu berhasil menjalankan tugas dariku, aku akan memberikanmu lebih banyak."


"Apa tugasmu?"


"Bergabunglah menjadi timku, cari pria bernama Theo dan bunuh dia." Ucap Chloe


Nama Theo sudah tidak asing di kalangan penduduk Ellada, karena dia adalah buronan tertinggi Zeus dan imbalan membunuhnya adalah menjadi Dewa di Olympus.


"Ah, sama seperti yang lainnya. Itu impian semu, yang kudengar di Ujian Olympus terakhir, dia membunuh anak Zeus hanya dengan menyentuhnya." Kata Wanita itu


"Aku mengenalnya dengan baik dahulu, karena aku satu tim dengannya." Ucap Chloe


Wanita itu kemudian menatap Chloe, dia baru sadar ternyata yang dari tadi mengajak dia berbicara termasuk buronan Zeus juga, Chloe.


"Jadi, kamu Chloe?" Tanya Wanita itu


"Kamu mengenalku, aku akan menebus dosaku dahulu karena telah bergabung dengan pengkhianat bernama Theo, jadi sekarang aku sedang memburunya." Kata Chloe


"Baiklah, aku ikut denganmu. Aku tadinya sama sekali tidak tertarik, tapi karena kamu bekas rekannya, aku jadi penasaran dengan apa yang terjadi di antara kalian." Kata Wanita itu


"Siapa namamu?"


"Fenicia."


"Ikut denganku."


Chloe berjalan menjauh dari arena pertarungan, Fenicia mengikutinya. Mereka berjalan menuju bukit, di bukit ada sebuah hutan yang jarang terjamah oleh manusia, di bukit itu masih banyak binatang buas, bukit itu dulunya adalah rumah Susan, ibu dari Chloe. Chloe masuk ke dalam hutan di bukit itu dan mencari bekas rumahnya dulu, Fenicia belum tahu kemana Chloe mau pergi. Sampai akhirnya Chloe menemukan semua tanah lapang, ada bekas sambaran petir di tanah lapang itu. Chloe yakin itu bekas rumahnya dahulu.


"Kita akan membangun rumah disinim" Kata Chloe


"Mengapa disini?"


"Disini penuh dengan kenangan."


Chloe membaca sebuah mantra sihir, pohon-pohon disekitarnya rubuh seketika. Fenicia melihat kekuatan dari Chloe yang benar-benar luar biasa.


"Kamu sangat kuat Chloe."


"Potong pohon yang kurubuhkan menjadi papan, kita harus bergerak cepat." Kata Chloe


Fenicia mengambil pedangnya dan dengan gerakan cepat dia memotong pohon-pohon yang dirubuhkan oleh Chloe menjadi papan. Tanpa waktu lama, sudah banyak papan yang terbentuk dengan kecepatan dan kekuatan Fenicia.


Chloe membaca mantra sihirnya, papan-papan itu berterbangan dan tersusun dengan rapi membentuk sebuah rumah, kemudian Chloe membaca sihir lainnya, hingga papan-papan itu saling melekat dengan erat tanpa bantuan pengikat atau semacamnya, rumah baru Chloe terbentuk dalam waktu yang sangat cepat.


"Kamu hebat Chloe." Puji Fenicia


"Ini tempat kita, aku masih butuh beberapa orang lagi untuk membentuk sebuah tim." Kata Chloe


"Kamu butuh tim yang seperti apa?" Tanya Fenicia


"Satu anak Poseidon, satu anak Zeus, dan satu anak Athena." Kata Chloe


"Aku mengenal seorang anak Athena, kemampuan pengendalian elemennya juga luar biasa." Kata Fenicia


"Siapa namanya?"


"Dido, yang kutahu dia adalah teman kecil dari Evander." Ucap Fenicia


"Kamu juga mengenal Evan?"

__ADS_1


"Aku mengenal seluruh tim Theo, Hendrick, Elliad, Derry, Baron, aku mengenal semuanya." Kata Fenicia


"Baiklah, aku ingin tahu seberapa kuat anak Athena itu, jika dia memang mengenal Evander, akan lebih mudah untuk kita membunuhnya." Kata Chloe


"Kamu tunggu sebentar, dia ada di Negeri Korintus, cukup jauh perjalanan dari sini."


"Kita teleportasi saja kesana." Kata Chloe


"Kamu bisa teleportasi?"


"Bisa."


Negeri Korintus


Chloe memegang tubuh Fenicia. Kemudian, Chloe membaca mantra sihir dan dengan sekejap mereka sudah tiba di Negeri Korintus. Mereka segera mencari anak Athena yang bernama Dido dengan menanyakan ke penduduk kota Korintus. Ada seorang pria yang sedang mengangkat air, Chloe menghampiri pria itu.


"Permisi, aku sedang mencari seseorang bernama Dido, dimana aku bisa menemuinya?" Tanya Chloe


"Dia ada di bar, utara dari sini, dia setiap hari disana dan menghabiskan uangnya untuk membeli minuman, orang yang tidak punya masa depan." Kata Pria itu


"Terimakasih."


Negeri Korintus : Bar


Chloe dan Fenicia segera menuju ke bar yang ditunjukkan oleh orang itu, dengan mudah mereka menemukan bar itu. Chloe dan Fenicia masuk ke dalam bar, mata Chloe dan Fenicia menyapu seluruh bar, seluruh pengunjung bar juga melihat ke arah Chloe dan Fenicia. Fenicia kemudian menunjuk seseorang yang terkapar di atas meja bar, dia tertidur, di depannya ada gelas minuman yang masih penuh dan beberapa botol kosong. Tubuh pria itu kekar dengan tatto kucing di lehernya, rambutnya diikat panjang berwarna hitam pekat, pria itu mengenakan baju berwarna emas.


"Itu Dido." Kata Fenicia


Chloe berjalan menuju Dido, Fenicia mengikuti dibelakangnya. Ketika Chloe sudah di hadapan Dido, bau alkohol yang sangat menusuk datang dari tubuh Dido.


"Bangun." Kata Chloe


Dido sama sekali tidak mendengarnya, seluruh penghuni bar menatap ke arah Chloe, lalu ada seorang pria yang berteriak ke arah Chloe.


"Jangan ganggu dia, kamu mau mati!?" Teriak pria itu


Chloe tidak menghiraukannya dan menggebrak meja Dido dengan keras. Brakkk!! Bunyi gebrakan itu membuat seluruh penghuni bar kaget dan tidak percaya ada yang berani menggebrak meja Dido. Dido bangun dalam kondisi mabuk berat dan menatap Chloe sayu.


"Sia....pa.. kaa....mu.?." Tanyanya dengan tangan terjuntai di pinggiran kursi tempatnya duduk.


Wajah Chloe mendekat ke wajah Dido.. "Aku mengenal Evander." Ucapnya dengan tegas di depan wajah Dido yang sangat mabuk.


Dido masih belum sadar sepenuhnya, dia menjawab dengan jawaban yang sangat aneh.


Fenicia kemudian berbisik ke telinga Chloe.


"Sepertinya dia mabuk parah." Bisik Fenicia


Chloe sangat kesal, dia menarik tubuh Dido dari kursi. Dido terjatuh dengan wajah yang yang terjerembab ke lantai bar. Dido kemudian meracau aneh.


"Sud...ah la..h i..bu, a..ku... men..cium.. d..aun..." Racaunya


Chloe menendang pelan tubuh Dido, tubuh Dido berputar, sekarang tubuhnya terlentang dengan posisi wajahnya menatap ke langit-langit bar, Dido masih tetap dalam kondisi mabuk.


"Ak...u.. ti..dak.. me..ma..kan...... aca...armu.. bodoh."


"Ini benar-benar menghabiskan waktuku." Geram Chloe


Chloe membaca sebuah mantra sihir penyembuh mabuk, Chloe mengayunkan tongkatnya ke tubuh Dido dan membaca mantra. Seketika Dido tersadar dan mabuknya hilang.


"Ah, mengapa aku terbaring?" Gumam Dido


Dido kemudian melihat ke arah Chloe dan Fenicia, Dido mengenal Fenicia tapi dia tidak mengenal Chloe. Pengunjung bar banyak yang keluar, karena mereka tahu jika Dido sadar dari mabuknya maka dia akan mengacau dan memalak penghuni bar lainnya untuk membeli minuman.


"Akhirnya kamu sadar." Kata Chloe


"Fenicia.... Siapa pelacur disebelahmu?" Tanya Dido


Chloe sangat marah dan dia mengayunkan tongkat sihirnya ke arah Dido, belum sempat Chloe membaca sihir, kedua tangannya tiba-tiba membeku dan tidak bisa di gerakkan.


"Apa ini?" Tanya Chloe


Dido bangun dengan melompat, tubuhnya langsung berdiri dan bergerak menuju Chloe, tangan kanan Dido bergerak ke dada Chloe dan kemudian tangan kanannya memegang dada Chloe dan ***-remasnya.


"Kecil." Kata Dido


Chloe benar-benar merasa terlecehkan, Chloe kemudian membaca mantra sihir, tapi tiba-tiba mulutnya tertutup es dan tidak bisa mengucapkan sihir.


"Sudahlah Dido! Kami kesini bukan ingin mencari masalah." Kata Fenicia


"Aku tahu, kalian ingin merasakan ini kan." Ucap Dido sembari menunjuk alat kelaminnya dengan tangan kirinya dan tangan kanannya masih di atas Dada Chloe dan terus meremasnya.

__ADS_1


"Dido, hentikan!" Teriak Fenicia


Fenicia baru ingin mengambil pedangnya, secara tiba-tiba kedua tangannya membeku dan tak bisa di gerakkan. Tangan kiri Dido bergerak ke arah dada Fenicia dan ***-remasnya juga.


"Yang ini besar, seperti biasa." Kata Dido


"Lepaskan tanganmu," Geram Fenicia


Dido meremasnya dengan sedikit keras hingga Fenicia melenguh.


"Aaah, hentikan Dido, aaah."


"Kalian berdua datang untuk merasakan kenikmatan bukan, aku tahu itu." Ucap Dido


Chloe yang sedari tadi dilecehkan sudah tidak bisa menahan kesabarannya, tangan Dido tiba-tiba terlepas dari dadanya dan tubuh Dido terpental menghantam meja-meja bar hingga meja bar patah, es yang menutup mulut dan tangannya Chloe meleleh dan hancur, Fenicia dan Dido kaget melihat kekuatan dari Chloe.


"Fenicia, maaf aku benci pria mesum sepertinya, baiknya aku bunuh saja dia sebelum dia bisa berbuat semau-mau kepada wanita lainnya." Kata Chloe


Fenicia tak bisa berkata apa-apa, karena perlakuan Dido memang tidak pantas dan benar-benar tidak menunjukkan adab yang baik di awal pertemuannya, Dido kemudian bangkit dan wajahnya yang ketakutan, karena dia tahu kekuatan Chloe berbeda di level yang berbeda.


"Maafkan aku, aku hanya bercanda." Kata Dido dengan tubuh yang gemetaran


"Sujudlah!" Teriak Chloe


Tiba-tiba tubuh Dido terjatuh dan terhempas ke lantai bar dalam posisi menunduk, Dido sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya, semakin dia memaksa untuk menggerakan tubuhnya, semakin kuat tekanan yang dirasakannya.


"Ampuni aku, aku salah." Kata Dido


"Akan kubuat dirimu mati dan merasakan tempat terburuk di Dunia Bawah." Ucap Chloe


Tatapan mata Chloe berubah, matanya menusuk tajam menatap Dido, tubuhnya tegak berdiri di hadapan Dido, Dido benar-benar tidak berdaya berada di hadapan Chloe, harga diri Dido hancur. Penghuni bar yang tersisa juga hanya bisa melihat dan tidak bisa berbuat apa-apa, mereka takut akan kekuatan Chloe, disisi lain mereka juga bersyukur ada yang memperlakukan Dido seperti itu.


Kemudian Dido menangis seperti bayi, dia memohon dan merengek persis seperti bayi. Chloe melepaskan mantranya dari tubuh Dido dan menarik tubuhnya agar Dido berdiri.


"Dia lemah Fenicia, sangat lemah." Kata Chloe


"Dia akan berguna, percayalah." Kata Fenicia


Chloe memutar tubuhnya dan bergerak menuju pintu keluar bar sembari berkata.


"Suruh dia siapkan perlengkapannya, jika dia tidak mau ikut, siapkan kuburannya." Ucap Chloe


Chloe kemudian berjalan keluar dari bar, Dido terdiam dan kepalanya menoleh ke arah Fenicia.


"Monster apa yang kamu bawa?" Tanya Dido


"Dia mantannya Theo." Ucap Fenicia berbohong


"Gila! Theo? Kamu serius?"


"Iya, dia sakit hati karena Theo berselingkuh dan dia mau membunuh Theo, jadi kamu mau ikut?" Tanya Fenicia


"Aku tidak ikutpun aku akan mati."


"Ada teman lamamu yang berjalan bersama Theo."


"Ah iya, aku baru ingat. Evander dari klan Deo, keluarganya mati mengenaskan dan dia adalah keturunan terakhir dari Klan Deo." Kata Dido


"Kamu ingin membunuhnya Dido?" Tanya Fenicia


"Iya, agar Klan pengkhianat itu habis tak tersisa." Kata Dido


Negeri Karya : Kediaman Tim Chloe


Dido akhirnya ikut dengan Chloe, dia ikut ke rumah Chloe dan bergabung bersama Chloe. Chloe hanya membutuhkan dua orang lagi untuk melengkapi timnya, anak Zeus dan anak Poseidon.


"Kalian tunggu disini, aku akan ke kota untuk melihat apakah ada yang pantas untuk menjadi tim." Ucap Chloe


Dido dan Fenicia mengangguk, setelah Chloe pergi Dido memeluk tubuh Fenicia dari belakang dan membelai tengkuk lehernya lebut.


"Ayo puaskan aku." Kata Dido


Fenicia diam saja dan melepas pakaiannya perlahan, dia tidak bisa menolak ajakan Dido, karena Fenicia memang memiliki hubungan khusus dengan Dido dahulu dan Fenicia tahu Dido adalah lelaki perkasa yang bisa memuaskan hasratnya. Dido mencium leher Fenicia lembut dan berbisik di belakang telinganya.


"Jujur saja, aku sebenarnya bosan denganmu dan aku menginginkan tubuh Chloe, apa kamu ingin membantuku Fenicia?" Tanya Dido lembur di belakang telinga Fenicia.


Kemudian, Fenicia merasa geli dan kepalanya menoleh ke arah Dido, wajah mereka sangat berdekatan.


"Apa yang menarik darinya?" Tanya Fenicia pelan di dekat wajah Dido


Dido kemudian mengecup bibir Fenicia, mereka berciuman cukup lama sampai Dido melepaskan ciumannya.

__ADS_1


"Aku suka dengan wanita sepertinya, jadi kamu mau membantuku kan?" Tanya Dido


Fenicia mengangguk. Setelah itu, Dido memeluknya dan menggendongnya menuju kasur, Dido menaruh tubuh Fenicia dikasur. Lalu, mereka bercumbu seakan-akan dunia hanya milik mereka berdua. Chloe sama sekali tidak mengetahui, ada seekor ular berbisa yang mengincar kehormatannya.


__ADS_2