Mirror Of God

Mirror Of God
Episode 12 : The Great War (1)


__ADS_3

Theo mulai berlatih pengengendalian elemen cahaya yang baru saja di dapatnya dari pendant yang diberikan oleh Dewi Athena. Dewi thena mendapatkan pendant itu dari Kronos, ayah dari Dewa Zeus. Di dalam pendant itu ada ruh Uranus yang keluar dari tubuhnya sebelum dibunuh oleh Zeus. Uranus adalah langit, yang melambangkan cahaya itu sendiri. Sebelum Dewa Apollo memiliki kekuatan cahaya, Uranus terlebih dahulu mempunyainya dan kekuatan Uranus 100x lebih dahsyat dari pada kekuatan Dewa Apollo dan sekarang kekuatan itu dipinjamkan ke Theo.


Dewi Athena mulai memberikan pelajaran pertamanya dan ternyata Evan diam-diam mengintip mereka dan juga ingin belajar cara mengendalikan elemen. Dewi Athena tahu hal tersebut dan mengajaknya berlatih bersama. Evan mau dan menghampiri Dewi Athena.


"Baiklah Evan, sejauh mana kamu bisa mengendalikan elemen?" Tanya Dewi Athena


Evan diam saja dan menunduk malu.


"Kamu tidak bisa?" Tanya Dewi Athena lagi


Evan mengangguk, Dewi Athena paham apa yang harus dia lakukan.


"Mendekatlah kepadaku." Kata Dewi Athena


Evan mendekat ke Dewi Athena, lalu Dewi Athena menyentuh tubuhnya, ternyata ada sesuatu yang menghalangi Evan untuk mengendalikan elemen. Sesuatu yang tidak terlihat dan begitu purba, sesuatu itu menghalangi kekuatan Evan. Dewi Athena kaget ketika melihat sesuatu itu, lalu sesuatu itu memindahkan ruh Dewi Athena kesuatu tempat.


"Apa yang ingin kamu lakukan kepada anakku?" Tanya sesuatu itu


"Aku bermaksud baik." Kata Dewi Athena


"Siapa namamu nona?"


"Namaku Athena tuan."


"Ternyata kamu Athena, salah satu anak dari pengkhianat bernama Zeus." Kata sesuatu itu


"Aku tidak mengerti yang kamu maksudkan." Kata Dewi Athena


"Aku tahu waktu itu kamu masih kecil."


"Siapa kamu?"


"Namaku Helios."


Athena kaget mendengar nama itu, dia tidak pernah menyangka melihat Helios di depan matanya, padahal dia pikir ayahnya Zeus telah membunuhnya ketika Dewi Athena kecil.


"Tapi aku melihat kamu dibunuh oleh ayahku."


"Hahaha, kamu mengingatku. Saat itu, aku dibantu oleh Apollo, dipertarungan itu seharusnya aku sudah mati, anak itu benar-benar memberikan aku kehidupan, Apollo benar-benar berjasa. Zeus mengira aku telah mati, jadi dia meninggalkanku, tapi Apollo mengirimku ke Bumi, Istriku Klimene juga dikirim Apollo menuju Bumi dan kami menjadi manusia bukan dewa lagi." Ucap Helios


"Lalu apa yang terjadi?" Tanya Athena


"Istriku melahirkan seorang bayi, bayi kami memiliki kekuatan Dewa, jadi dia tidak pantas hidup di bumi karena dia bisa menjadi ancaman bagi manusia bumi jika dia tetap tinggal di bumi, aku mengorbankan hidupku untuk membuat blackhole agar bisa pergi ke Planet Ellada, tempat dimana kalian tinggal. Blackhole itu berbentuk cermin, aku bilang ke istriku akan masuk ke dalam tubuh anakku dan menjaganya di Ellada, Klimene ku tinggalkan di bumi dan aku pergi ke Ellada. Anakku jatuh di dekat kediaman anak Athena, anak-anakmu. Lalu dia diurus oleh Klan Deo dan diberi nama Evander. Aku tidak tahu distorsi waktu seperti apa ketika aku melewati cermin itu, aku rasa sudah ribuan tahun semenjak perperangan terakhir, padahal aku di Bumi hanya beberaap tahun, tapi ketika aku dan anakku sampai disini, semua sudah berubah. Seiring besarnya anakku, aku kehilangan pengelihatanku dan aku tidak bisa melihat anakku diluar sana dan dia bersama siapa, tapi selama aku disini, aku yakin. Bahwa, anakku masih hidup." Jelas Helios


Dewi Athena tersenyum.


"Ternyata Evander anakmu Helios, semua sudah berubah sejak pertarungan terakhir. Kamu mengingat Theo?" Tanya Dewi Athena


"Sangat mengingatnya, Zeus datang ke planet Ellada dan menginvasi kerajaannya, lalu membunuhnya. Setelah itu, merubah planet Ellada menjadi sistem Olympus." Ucap Helios


"Dia ada disini, bersama anakmu." Kata Dewi Athena


Helios terkejut mendengar perkataan Dewi Athena, padahal Helios dengan jelas melihat Theo hancur dan tak bisa bangkit lagi, tubuhnya juga benar-benar hilang tak berbekas, pertarungan Zeus dan Theo di masa lalu benar-benar membekas dibenak Theo dan itu adalah pertarungan paling berat yang pernah dihadapi oleh Zeus, bahkan Zeus hampir kehilangan nyawanya.


"Aku tidak mempercayaimu Athena." Kata Helios


"Aku jujur kepadamu, oh iya aku ingin tahu cerita dahulu ketika kalian berperang, bolehkah aku tahu?" Tanya Dewi Athena


"Baiklah, dengarkan baik-baik."


Helios percaya dengan Athena, dia tahu sikap Athena ketika di bumi, dia benar-benar membenci Zeus. Tapi ketika Athena pergi ke Ellada dia kehilangan ingatannya dan dia kembali bayi, semua dewa kembali bayi ketika pergi ke Ellada, kecuali dewa-dewa Olympus dan dewa-dewa penguasa Bumi dahulu, Yaitu Zeus, Hera, Poseidon, Hermes, Hefaistos, Aphrodite, Apollo, Helios, Hebe, Demeter, Hades, Dionisos, dan Persefone. Athena, Ares, dan Artemis kembali menjadi bayi padahal mereka termasuk Dewa Olympus ketika masih di Bumi. Lalu, nasib Ares dan Artemis berbeda dengan Athena, Athena tinggal di Olympus sejak bayi dan dipelihara oleh Zeus bersama dengan Hercules. Sedangkan Ares dan Artemis terbuang ke tanah Ellada dan tidak tinggal di Olympus, mereka berbaur dengan manusi. Setelah itu, Ujian Olympus membawa Ares kembali ke Olympus dan menduduki posisi lamanya, dewa perang. Tapi Artemis, keberadaanya belum diketahui.


Helios mulai bercerita ke Athena tentang masa lalu Zeus, Planet Ellada dan Bumi, tragedi itu disebut The Great War.


***


The Great War : Bumi


Zeus, duduk di singgahsananya dengan tenang, dia melihat keadaan manusia dari atas Olympus. Dia merasa, dia adalah yang terhebat dari yang pernah ada. Lalu ada suara dari suatu tempat yang tinggi, sangat tinggi berbicara kepadanya.


"Hei Zeus, kamu merasa kamu adalah Dewa?" Kata suara itu


"Siapa kamu, lancang sekali berbicara kepadaku." Kata Zeus


"Aku ada sebelum ada." Kata suara itu


"Tunjukkan wajahmu, agar aku bisa menyambar mulutmu itu dengan petir."


"Sistem yang kau buat sangat rusak, aku ingin mengubahnya dengan sesuatu yang baru. Leluhurmu benar-benar tolol dan bodoh, aku tak tahan dengan tingkah mereka."


"Tunjukkan dirimu sialan!" Hardik Zeus


Tiba-tiba muncul seorang pria di hadapannya, Zeus dengan sangat kesal menyambarnya dengan kekuatan petir yang sangat dahsyat, tapi itu tidak berpengaruh sedikitpun kepada pria itu.


"Dia adalah ciptaanku bernama Agau, jika kamu berhasil melukainya sedikit saja, akan ku biarkan kamu disini." Ucap suara itu


"Hanya boneka ternyata."


Zeus berubah menjadi mode perang, tubuhnya biru diselubungi petir yang menyambar-nyambar, warna matanya berubah menjadi biru petir dan sangat dahsyat. Lalu, dia menyambar Agau dengan seluruh kekuatannya. Hasilnya, Agau tidak bergerak sama sekali.


"Kamu sudah paham?" Tanya suara itu


"Aku akan membunuhnya dan membunuhmu." Kata Zeus

__ADS_1


"Bagaimana mungkin kamu bisa menyentuhku, leluhurmu Khaos saja adalah ciptaanku, aku lah yang mengatur semuanya hingga kamu lahirpun aku yang mengaturnya Zeus." Kata suara itu


"Akan ku sambarkan petir ini ke wajahmu, jika kamu muncul di hadapanku sialan!" Hardik Zeus


"Kamu tidak tahu dimana tempatmu, sujudlah kepada Agau agar aku dapat memaafkanmu." Kata suara itu


"Sujud? Aku adalah Dewa tertinggi yang disembah oleh manusia, bagaimana mungkin aku mau sujud kepada makhluk hina di depanku!" Teriak Zeus


Tiba-tiba Agau menyerang Zeus, serangannya sangat lemah, tapi Zeus terjatuh dan tubuhnya benar-benar tidak bisa digerakkan, Zeus sadar perbedaan antara dirinya dan Agau, lalu di dalam hatinya dia lebih baik menuruti suara itu, karena dia tidak mau mati.


"Ternyata kamu menyadarinya Zeus." Kata suara itu


Tubuh Zeus kembali bisa digerakkan.


"Bagaimana kamu tahu apa yang ada di dalam pikiranku!" Teriak Zeus


"Sudahku bilang, aku ada sebelum ada."


"Baiklah, aku akan menyerahkan singgahsana ini kepadanya, tapi aku akan tetap disini." Kata Zeus


"Kamu pikir siapa yang mengatur, aku akan memindahkan semua makhluk yang berada di tubuh Gaia ketempat yang disebut Ellada, aku ingin mengujimu disana dan tempat ini akan kuperbaiki." Kata suara itu


"Baik, aku mau." Kata Zeus


The Great War : Ellada


Kemudian, Zeus berpindah ke Ellada beserta semua dewa yang berada di Bumi. Tapi mereka jatuh di tempat berlainan. Zeus jatuh bersama Poseidon dan Hades dan dia melihat kehidupan manusia lainnya sama seperti di bumi, lalu dia melihat manusia-manusia yang sangat besar dan kuat, yang dilihat Zeus adalah Spartan.


"Luar biasa tempat ini." Kata Zeus


Kemudian, Zeus menyadari ada sesuatu yang salah, semua Dewa berubah menjadi bayi, kecuali beberapa saja yang tidak berubah. Lalu, Poseidon dan Hades menghampiri Zeus, mereka tidak berubah menjadi bayi.


"Kamu juga mendengar suara itu Zeus?" Tanya Poseidon


"Aku mendengarnya dan dia mengirim kita kesini." Kata Zeus


Zeus berjalan dan menghampiri para Spartan dan bertanya ke Spartan.


"Hei makhluk besar aku dimana?" Tanya Zeus


Zeus langsung menyadari, bahasa yang dia ucapkan berubah dan dia langsung mengerti bahasa baru yang baru saja dia ucapkan.


"Kalian dari mana?" Tanya seorang Spartan


"Aku dari sana." Zeus menunjuk langit


"Apa kalian utusan Theo?" Tanya Spartan


"Siapa Theo?"


"Dimana dia?" Tanya Zeus


"Disana." Spartan itu menunjuk langit


Zeus melihat ke arah Poseidon dan Hades. Poseidon dan Hades langsung paham apa yang akan Zeus lakukan, lalu mereka terbang menuju langit, tempat Theo berada.


Di sisi lain, Apollo dan Hermes tahu akan ada sesuatu yang buruk terjadi karena mereka juga tiba-tiba jatuh di Ellada, mereka merencanakan sesuatu untuk menyembunyikan Artemis dan Ares yang berubah menjadi bayi.


"Apollo, kamu dengar suara itu? Kita ditugaskan untuk membawa bayi Ares dan Artemis pergi jauh dari Zeuz, aku tidak mengerti maksud dari suara itu tapi aku sendiri takut jika dia besar besama Zeus, dia akan mengikuti Zeus, kamu bawa Ares dan aku sendiri yang akan mengurus Artemis." Kata Hermes


Apollo mengangguk dan membawa Ares dan Artemis pergi untuk disembunyikan.


Disisi lainnya, ada sisa-sisa dewa lainnya berkumpul disuatu tempat, ada dewa yang tidak menjadi bayi dan ada yang menjadi bayi, Helios dan Hera adalah dewa yang tidak berubah menjadi bayi. Sedangkan Atlas, Nike dan banyak dewa lainnya berubah menjadi bayi. Hera kemudian mengambil mereka dan mengurus mereka bersama Helios.


Tanpa beberapa lama, Zeus, Hades, dan Poseidon menemukan singgahsana Theo yang berada di langit, singgahsana itu disebut Paradeisos oleh Theo. Theo tahu dia kedatangan tamu, Theo bangun dari kursinya dan menghampiri ketika tamunya.


"Selamat datang di Ellada." Kata Theo


"Jadi, kamu dewa di tempat ini?" Tanya Zeus


"Yah benar, kalian luar biasa bisa datang ketempatku, aku rasa kamu bukan dari tempatku, darimana kalian berasal?" Tanya Theo


"Aku datang dari Bumi."


"Ah iya, Gaia, aku mendengar ceritanya dari Pandora ketika dia menipu Khaos dengan menanam cinta kepadanya, lalu Khaos membelah diri hingga terciptalah kehidupan kalian, ternyata kalian makhluk primitif." Kata Theo


"Kamu menghina kami?" Tanya Zeus


"Ternyata makhluk primitif seperti kalian mengerti apa yang aku ucapkan, apa tujuan Ach ya, mengirim makhluk primitif seperti kalian ketempatku." Kata Theo


"Sialan!"


Zeus menyambar Theo dengan petirnya, tapi petir Zeus sama sekali tidak berpengaruh kepadanya.


"Matilah kamu." Kata Theo


Theo menyerang Zeus, Poseidon, dan Hades. Dalam sekali serangan, ketiga dewa itu terjatuh dari Paradeisos ke tanah Ellada, tubuh mereka bertiga terhempas kencang dan tak berdaya. Mereka sadar perbedaan kekuatan dengan Theo.


"Sialan, dia kuat sekali." Kata Zeus


"Tapi, kenapa dia membiarkan kita hidup?" Tanya Hades


"Aku tidak tahu." Kata Zeus

__ADS_1


Kemudian, ada seorang Spartan yang sadar ketiga makhluk jatuh dari langit, dia menghampiri ketiga makhluk itu dan mengajaknya berbicara.


"Siapa kalian?" Tanya Spartan itu


"Kamu yang siapa, kami Dewa!" Teriak Zeus


"Dewa? Dewa kami Theo." Kata Spartan itu


"Darimana dia mendapatkan kekuatan?" Tanya Zeus


"Dia mendapatkan kekuatan dari kami semua yang menyembahnya."


"Darimana kamu tahu?"


"Aku cuma menebaknya."


"Coba kamu sembah aku." Kata Zeus lagi


"Memang kamu siapa?"


"Sembah bodoh!"


Zeus menyambar petirnya ke tubuh Spartan, lalu Spartan itu dengan terpaksa menyembah Zeus. Kemudian, Zeus merasakan sesuatu yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, sebuah kekuatan mengalir ditubuhnya.


"Hei Hades, kemari."


Hades menghampiri Zeus.


"Ada apa?"


"Ternyata di tanah ini, dengan kita disembah kita akan mendapatkan kekuatan." Kata Zeus


"Kalau begitu, kita harus cari banyak orang agar menyembah kita, lalu mengalahkan Theo." Ucap Hades


"Oh iya, siapa namamu bocah?" Tanya Zeus ke Spartan itu


"Namaku Kratos."


"Kamu ingin jadi dewa?" Tanya Zeus


"Serius tuan?"


"Ada seorang dewi yang sangat cantik bernama Aphrodite, jika kamu mau membantuku kamu akan jadi dewa dan mencumbunya setiap saat." Kata Zeus


"Aku mau, aku harus bantu apa?" Tanya Kratos


"Cari banyak orang untuk menyembahku." Kata Zeus


"Aku akan membantumu." Ucap Kratos


***


The Great War : Paradeisos


Theo tahu apa yang direncanakan Zeus, dia melihat semuanya dari atas. Kemudian, Theo memanggil Pandora untuk menghadapnya.


Pandora memenuhi panggilannya.


"Ada apa Theo?" Tanya Pandora


"Kamu sudah lama mengabdi padaku, ketika kamu mengerjai Khaos dengan bayanganmu, sesuatu yang aneh terjadi dan kamu tahu itu Pandora, lalu ada makhluk seperti kita yang tercipta di semesta lain, karena potongan tubuh Khaos. Entah bagaimana, mereka bisa sampai kesini, itu pasti rencana Ach, mengapa dia ingin mengujiku lagi." Kata Theo


"Jadi apa yang sebenarnya kamu risaukan?" Tanya Pandora


"Makhluk itu bernama Zeus, dia mencari banyak orang untuk menyembahnya dan kamu tahukan Ach membuat peraturan di tanah ini, dimana peraturan itu isinya adalah, dilarang membunuh seseorang yang mengaku Dewa, jadi aku tidak bisa menghentikannya." Kata Theo


"Kenapa tidak kamu bunuh saja mereka tadi?" Tanya Pandora


"Mereka dilindungi Ach, aku tidak bisa apa-apa." Kata Theo


"Sudahlah Theo, tidak akan ada yang menyembahnya, semua di Ellada menyembahmu."


"Ini adalah awal kehancuranku, dia adalah sainganku selama jutaan tahun ini." Kata Theo


"Kamu bunuh saja orang-orang yang menyembahnya." Ucap Pandora


"Ah iya, kamu memang orang yang paling kucintai dan kusayangi Pandora."


Theo berniat turun dari singgahsananya, dia juga berniat membunuh Kratos. Sebelum dia turun dari Paredeisos, Ach memanggilnya.


"Hei Theo."


"Ah sial, apa lagi Ach?" Tanya Theo


"Kamu tidak boleh melakukan apapun, ini ujian untuk Ellada dan untukmu, kamu harus tetap diam dan menunggu apa yang bisa dilakukan makhluk bernama Zeus itu, jika memang dia pantas dia akan duduk menggantikanmu, bukankah kamu sudah jutaan tahun, apa kamu tidak bosan?" Tanya Ach


"Terserah kamu Ach, andai saja aku tidak terikat di tanah ini, aku pasti akan datang kepadamu dan membunuhmu." Kata Theo


"Sampai jumpa Theo."


Setelah pembicaraan itu, Theo sangat kesal dan Pandora menghampirinya.


"Tidak usah kesal Theo, aku akan memuaskanmu."

__ADS_1


Mereka kemudian bercinta, melupakan masalah yang terjadi. Theo tidak tahu, malapetaka besar sedang datang kepadanya.


__ADS_2