Mirror Of God

Mirror Of God
Episode 16 : Negeri Tafos


__ADS_3

Theo, Evan, Chloe, Baron dan Derry telah berlatih selama 5 tahun, mereka sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya. Mereka sudah dapat mengurung 4 orang Dewa dengan kerja sama tim mereka. Tapi, itu cuma latihan. Tantangan sebenarnya bukan lagi latihan, tapi kenyataan.


Athena memberi nasihat agar mereka berhati-hati, karena yang akan mereka lawan di Dunia Bawah jauh lebih kuat daripada yang di Dunia Atas, bahkan mereka bisa bertemu Hendrick dan Elliad yang jauh lebih kuat ketika di Dunia Bawah. Semua yang di Dunia Bawah juga tidak bisa mati, karena mereka sudah mati.


Setelah memberikan nasihat Athena melepas mereka pergi, perjalanan di Dunia Bawah bisa memakan waktu yang tidak terhingga, karena waktu di Dunia Bawah sama sekali tidak berfungsi. Mereka harus keluar melalui pintu yang tepat untuk kembali ke waktu yang sekarang, jika mereka salah melewati pintu mereka bisa saja kembali ke masa lalu, bahkan ke masa depan, yang terburuk mereka bisa ke dimensi yang berbeda. Tempat itu tercipta dengan sendirinya setelah pertarungan Zeus dan Theo, tidak ada yang bisa menjelaskan kenapa tempat itu tercipta.


Ellada : Gerbang Dunia Bawah


Mereka sudah siap untuk pergi menuju Dunia Bawah, Chloe segera membaca mantra sihir teleportasi dan dengan sekejap mereka semua berada di depan gerbang Dunia Bawah.


Di hadapan mereka ada Minotour Devil yang tidak akan menyerang sebelum mereka menyerang duluan dan Minotour Devil juga akan menyerang jika mereka memaksa masuk menuju Dunia Bawah.


"Kita sudah sampai, kita kembali melihat makhluk bodoh ini." Kata Baron


"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Derry


"Melawannya." Ucap Theo


Theo segera membuka telapak tangannya dan menembakkan butiran cahaya ke arah Minotour Devil, serangan itu telak mengenai tubuhnya dan menyebabkan Minotour Devil marah.


"Kalian kembali kesini! Sudah kubilang kalian tidak pantas." Ucap Minotour Devil


Lalu, Minotour Devil mengeluarkan tanduk dari dalam tubuhnya, tapi kali ini semuanya dapat menghindari serangan Minotour Devil dengan sangat mudah.


"Evan, sekarang!" Teriak Chloe


Evan mengacungkan pedangnya, lalu ada sebuah api yang keluar dari pedangnya, menembak ke arah Minotour Devil, api itu berbentuk pedang dan menebas Minotour Devil hingga Minotour Devil mengerang kesakitan.


"Arghrrh!!"


Tanpa menunggu lama Chloe mengayunkan tongkat sihirnya menuju ke arah Minotour Devil, Chloe membaca sebuah mantra sihir menyerang, Minotour Devil yang masih merasa kesakitan terkena serangan sihir dari Chloe.


"Epithesi." Ucap Chloe


Minotour Devil terjatuh dan Baron melayangkan tinjuannya dengan dahsyat ke arah wajah Minotour Devil, tinjuan itu menyebabkan tanah disekitarnya bergetar.


Dhuarr!!


Baron memukul lagi dan lagi tanpa henti, darah bercucuran dari wajah Minotour Devil.


Dhuarr!! Dhuar!! Dhuar!!!


Minotour Devil tak bergerak lagi dan mereka kira sudah mati.


"Dia mati." Kata Theo


Setelah itu, ketika mereka ingin masuk ke gerbang ada ratusan roh yang terbang menuju Minotour Devil, ruh ruh itu menyentuh Minotour Devil dan Minotour Devil kembali hidup dan secara tiba-tiba menyerang mereka, semua dapat menghindar kecuali Baron, Baron terkena serangan itu tepat di tangannya, tangan Baron terluka parah. Baron menjerit kesakitan.


"Aaaaa!! Sakit!!" Teriak Baron


Chloe mengayunkan tongkat sihirnya ke arah Baron dan di teleportasi menuju Derry yang jaraknya lumayan jauh dari Minotour Devil, Derry dengan sigap mengoleskan obat ke tangan Baron, luka Baron kembali menutup seperti tidak terjadi apa-apa.


"Kalian benar-benar berkembang." Ucap Theo


Minotour Devil kembali diam dan tidak melakukan serangan, karena dia untuk saat ini tidak merasakan ancaman, Theo mendekat ke arah Minotour Devil dan mencoba berbicara kepadanya.


"Hei banteng." Ucap Theo


"Apa maumu bocah? Kenapa kamu begitu memaksa masuk menuju Dunia Bawah." Kata Minotour Devil


"Aku ingin masuk dan membunuh tuanmu Hades, lalu menyelamatkan teman-temanku yang tewas karenamu." Kata Theo


"Kamu membunuhku ribuan kalipun, aku akan kembali hidup." Kata Minotour Devil


"Yah, aku sudah melihatnya kamu kembali hidup dua kali, jadi percuma saja jika aku melawanmu dengan kekerasan." Kata Theo


"Jadi urungkan saja niatmu, walaupun kamu mengalahkanku, kamu tidak akan bisa menang melawan Dewa Hades." Kata Minotour Devil


"Entahlah, belum dicoba kan. Aku sebenarnya bisa saja menghancurkan tubuhmu menjadi debu jika aku mau, tapi aku tidak akan melakukan itu, karena aku tahu kamu bisa berguna nantinya." Kata Theo


"Belum dicoba kan?" Ucap Minotour Devil mengejek


Theo tersenyum, lalu Theo membuka tangannya. Minotour Devil bingung apa yang akan dilakukan Theo, dia sama sekali tidak merasa terancam, tapi di dalam hatinya, dia benar-benar takut dan ingin menyerang Theo, tapi dia tidak bisa menyerang Theo, karena Theo tidak menyerangnya.


"Lihat ini banteng." Kata Theo


Muncul sebuah gumpalan cahaya sebesar apel di atas telapak tangan Theo, lalu apel itu bergerak memutar di atas tangan Theo.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Minotour Devil


"Kakimu bagus." Kata Theo


Gumpalan cahaya itu secara tiba-tiba mengarah ke kaki Minotour Devil, lalu secara ajaib kaki Minotour Devil hilang tak berbekas, Minotour Devil terjatuh, tanpa merasakan sakit sama sekali.


"Apa yang kamu lakukan pada kakiku!" Teriak Minotour Devil


"Kenapa kamu tidak menyerangku? Oh, aku tahu. Kamu tidak akan menyerang jika tidak merasakan ancaman, aku sama sekali bukan ancaman dan seranganku sama sekali bukan ancaman bagimu, serangan ini ku sebut dengan "Senyap" yang artinya, kamu tidak akan merasakan sakit sama sekali ketika aku membuhmu, jadi kamu tidak merasa terancam bukan." Kata Theo panjang


Minotour Devil sangat takut dengan kekuatan yang dimiliki Theo, dia belum pernah melihat ada seorang Dewapun yang melakukan serangan mengerikan seperti itu, Zeus ketika menyerang saja, Minotour Devil tetap merasakan ancaman, tapi Theo benar-benar dingin ketika menyerang, lebih dingin dari pada es.


"Mau lagi?" Tanya Theo


"Cukup! Percuma kamu membunuhku! Aku akan hidup kembali!" Teriak Minotour Devil


"Yah, tapi jika aku menghancurkan bagian tubuhmu satu persatu tanpa membunuhmu, kamu tetap tidak bisa melakukan apa-apa, setelah kakimu, mungkin tandukmu." Kata Theo


"Jangan! Aku mohon jangan!" Teriak Minotour Devil


Semua yang ada disitu terpana dengan kekuatan yang dimiliki Theo, bahkan setelah 5 tahun lamanya mereka berlatih, Theo tetap berada di level yang berbeda dari mereka. Evan yang melihatnya juga merasa lemah, dia merasa bukan apa-apa dihadapan Theo.


"Aku akan mulai menghancurkanmu, seinci demi seinci." Kata Theo

__ADS_1


Theo kemudian mengeluarkan "Senyap" dan menembakkan ke tanduk Minotour Devil, hingga tanduk Minotour Devil hilang, Minotour Devil teriak sangat keras, padahal dia tidak merasakan sakit, tapi serangan Theo benar-benar menakutkan.


"Aaa!! Tidak, kumohon jangan!!" Teriak Minotour Devil


"Tanganmu." Ucap Theo


Serangan "Senyap" kembali menyerang, kali ini kedua tangan Minotour Devil yang menjadi target dan kedua tangan Minotour Devil menghilang.


"Kamu sudah seperti banteng cacat." Kata Theo


"Sudah? Ayo kita masuk." Kata Chloe


Lalu, Theo menepuk kepala Minotour Devil yang tanduknya sudah hilang, kekuatan Minotour Devil muncul dari tanduknya, jika tanduknya hilang dia tidak bisa lagi mengeluarkan kekuatan.


"Jaga gerbang ini baik-baik, karena salah satu dari kami akan menggantikan posisi tuanmu Hades." Kata Theo


"Kamu tidak tahu kekuatan Dewa Hades yang sebenarnya dan apa yang ada di dalam sana, kamu akan terbunuh ketika memasuki gerbang Dunia Bawah."


Theo tersenyum, lalu Theo dan teman-temannya memasuki gerbang Dunia Bawah, setelah mengalahkan Minotour Devil.


Pintu gerbang terbuka, mereka melihat sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sama sekali oleh mereka, Dunia Bawah benar-benar seperti Dunia Atas, memiliki langit berwarna merah darah, laut berwarna merah darah, dan tanah berwarna hitam pekat. Tapi, hawa yang mengerikan sudah mereka rasakan ketika baru selangkah masuk ke Dunia Bawah.


"Jadi ini?" Tanya Baron


"Aku tidak pernah membayangkannya, betapa mengerikan ini."


Chloe hanya diam, dia merasa tidak asing dengan suasana disini, karena dia memang pernah memasuki Dunia Bawah ketika dia mati.


Sebelum mereka melangkah lebih jauh ada sebuah ruh berwarna hitam pekat dengan panah di tangannya mendekat ke arah mereka.


"Hai pengembara, selamat datang di Dunia Bawah." Kata ruh itu


"Siapa kamu?" Tanya Theo


"Aku Ker." Katanya


"Jadi, dia?" Tanya Theo ke arah Chloe


Chloe mengangguk, dia sendiri tak pernah mengira melihat wujud Ker di Dunia Bawah.


"Dia salah satu Dewi Kematian, ternyata selama ini dia tinggal di Dunia Bawah." Kata Chloe


"Sepertinya kalian mengenalku, aku merasakan hawa kehidupan dari kalian, jadi tujuan kalian kesini untuk mati bukan?" Tanya Ker


"Bukan, tujuanku kesini untuk mencabut nyawa Hades." Kata Theo


Ker tertawa sangat keras, tawanya benar-benar mengerikan, tubuh setiap orang yang mendengarnya terasa seperti di ambang kematian.


"Khikhikhikhi,.... Kamu memang lucu pengembara." Kata Ker


"Jadi, apa aku bisa langsung membunuhnya?" Tanya Theo


"Jangan Theo, lebih baik kita berjalan sendiri." Ucap Chloe


"Aku tidak akan mengikutimu, kami akan mencari jalan sendiri, terimakasih atas tawaranmu."


"Baiklah pengembara, selamat datang di Dunia Bawah, aku harap kalian bisa selamanya disini, khikhikhikhi.." Ucap Ker


Kemudian dia terbang menjauh.


"Tawanya, aku seperti merasakan kematian hanya mendengar tawanya." Kata Evan


"Tempat ini penuh dengan kematian, tidak ada jiwa yang hidup yang berada disini." Ucap Theo


"Ayo kita lanjutkan perjalanan."


Dunia Bawah : Negeri Tafos


Mereka melanjutkan perjalanan menapaki satu-satunya jalan yang tersedia di Dunia Bawah, kanan dan kiri mereka hanya ada lautan merah yang mengelilingi. Dalam beberapa jam mereka melihat sebuah negeri di Dunia Bawah.


"Aku tidak salah lihat? Itu negeri?" Tanya Baron


"Sepertinya." Kata Chloe


Mereka jalan menuju negeri itu. Lalu, mereka melihat ada banyak manusia yang berbincang dan bekerja sama seperti Dunia Atas, sama sekali tidak ada perbedaan. Baron mampir ke sebuah bar yang ada di negerj itu dan memesan minuman dari bar itu, yang lainnya menjelajahi negeri itu ke tempat lainnya.


"Hei Bartender, bawakan minuman terbaik yang ada di negeri ni." Kata Baron


Bartender itu membawakan segelas nanah dan diberikan ke Baron.


"Ini tuan, minuman terbaik di negeri ini." Kata Bartender itu


Baron melihatnya saja ingin muntah, lalu dia tinggalkan minuman itu, kemudian bartender itu memanggilnya.


"Tuan, kamu harus membayarnya." Kata Bartender itu


Baron mengeluarkan beberapa ratus Tera dan memberikannya ke bartender itu, Tapi, bertender itu menolaknya.


"Aku tidak pernah melihat mata uang ini, tolong tuan aku hanya ingin kamu membayar minuman pesananmu."


"Bayar dengan apa?" Tanya Baron


"Telingamu." Kata Bartender itu


"Kamu gila? Telingaku?"


"Itu harga yang wajar tuan, kami biasa membayar dengan telinga." Kata Bartender itu


"Aku menyentuhnya saja belum dan kamu bilang aku harus membayarnya?" Tanya Baron


"Aku mohon, aku tidak ingin membuat keributan disini tuan, aku hanya meminta kamu membayarnya." Kata Bartender itu

__ADS_1


Baron sangat kesal dan berniat menyerang Bartender itu, tapi tiba-tiba ada seorang pria yang menghentikan Baron.


"Cukup, aku akan membayarnya." Kata pria itu


Lalu, pria itu mengeluarkan pedang dari pinggangnya dan memotong telinganya, lalu memberikan ke Bartender. Setelah itu, dia meminum nanah yang diberikan oleh Bartender itu.


"Siapa namamu?" Tanya Pria itu


"Baron." Katanya


"Namaku Kevin, kamu sepertinya baru lahir ya, wajar bagi orang yang baru lahir masih bingung dengan suasana tempat ini." Kata Kevin


"Lahir? Maksudmu Mati?" Tanya Baron


Semua yang berada disitu menoleh ke arah Baron, karena Baron baru saja mengucapkan "Mati", Kevin terlihat panik dan mengajak Baron keluar dari bar itu.


"Ayo kita keluar, ada yang ingin kubicarakan padamu." Kata Kevin


Baron menurut saja dan mengikuti Kevin keluar dari bar, lalu Kevin dan Baron duduk di tempat yang terlihat seperti taman, tapi dengan tumbuh-tumbuhan yang benar-benar mengerikan.


"Aku tidak mengerti, mengapa kamu berani mengucapkan kata itu, jika Dewa Hades mendengarnya, dia akan menghukummu." Kata Kevin


"Maksudmu mati?" Tanya Baron


"Iya iya, cukup jangan lagi mengucapkan kata itu."


"Mati, mati, mati, mati, mati, mati." Ucap Baron berulang-ulang."


"Kamu sudah tidak waras ya! Ini bukan hal yang lucu!" Teriak Kevin


"Memang kenapa, kalian begitu takut dengan Hades bodoh itu!" Teriak Baron


Untung saja disekitar mereka sepi dan tak ada yang mendengar ucapan Baron.


"Kamu tidak waras, sungguh.. Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi, semoga kamu tidak dihukum oleh Dewa Hades karena berlaku bodoh." Kata Kevin


Kevin beranjak pergi, tapi dia dihentikan oleh Theo.


"Duduk disini." Kata Theo


"Siapa kamu!?" Ucap Kevin kesal


Theo menatap Kevin tajam, Kevin sangat takut dengan tatapan Theo, akhirnya dia duduk dan menuruti kata Theo.


"Kami semua masih hidup, apa kamu menginginkan kehidupan kembali?" Tanya Theo


"Kita juga hidup! Siapa bilang kita semua tidak hidup disini!" Teriak Kevin


"Sepertinya dia tidak paham." Kata Theo


Lalu, Chloe muncul dan menampakkan dirinya.


"Kamu kan?" Kevin kaget melihat Chloe


"Kamu mengenalku?" Tanya Chloe


"Kamu pemimpin kota ini, lalu ada seorang wanita yang menculikmu dan kamu tidak pernah kembali." Kata Kevin


Chloe sama sekali tidak paham dengan apa yang diucapkan oleh Kevin dan semua orang yang dia temui di negeri itu, karena semua yang melihat Chloe akan terkejut dan bilang bahwa dia pemimpin negeri itu sebelumnya. Tapi, dia mencoba mengerti, mungkin saja itu kehidupannya ketika berada di Dunia Bawah.


"Aku sudah kembali, jadi maukah kamu membantu pemimpinmu dahulu?" Tanya Chloe


"Apapun itu, asalkan aku diberikan pedang yang bagus." Kata Kevin


"Dimana rumahmu, siapa pemimpin negeri ini sekarang?" Tanya Chloe


"Pemimpinnya sekarang bernama Hendrick, dia sangat kuat, kami semua tak mampu melawannya."


"Hendrick? Hendrick Sky?" Tanya Theo kaget


"Iya, namanya mirip dengan namaku, namaku Kevin Sky." Kata Kevin


"Jadi, kamu...." Theo tiba-tiba berhenti


"Jadi, ayahnya sudah mati Theo." Ucap Evan berbisik


"Iya, kalau begitu kita harus menemui Hendrick." Kata Theo


"Iya, tapi kita harus hati-hati, bisa jadi dia musuh kita sekarang."


"Aku mengerti." Kata Theo


Semua yang disitu sebenarnya kaget, karena pemimpin negeri itu ternyata Hendrick.


"Sudah berapa lama dia memimpin?" Tanya Chloe


"Ribuan Tahun, kamu pernah bertarung dengannya dan dia kalah, lalu kamu diculik dan akhirnya dia menduduki kursi pemimpin, tapi dia sangat jahat, sangat jahat, sangat jahat." Kata Kevin berulang-ulang


"Sejahat apa dia?" Tanya Derry yang sedari tadi diam


"Dia senang mengambil pajak lidah kami, padahal kita semua tahu bahwa lidah tumbuh dalam waktu 1 bulan jika dipotong, sedangkan kuping hanya 3 jam, seharusnya dia mengambil pajak kuping saja, seperti kamu nona Chloe." Kata Kevin


"Kita menuju rumahmu dulu, ada banyak yang ingin kutanyakan." Kata Theo


Mereka menuju kerumah Kevin dan diperjalanan Theo bertanya kepada Kevin.


"Apa nama negeri ini?" Tanya Theo


"Tafos." Ucap Kevin


Tugas mereka pertama adalah menyelamatkan Hendrick dan membawa Hendrick kembali kepada kehidupan.

__ADS_1


__ADS_2