
Negeri Karya : Lapangan Abarnian
Chloe datang ke lapangan Abarnian, tempat anak-anak Zeus berkumpul. Biasanya anak-anak Zeus berkumpul untuk melakukan permainan yang disebut dengan Podosfairo. Dimana permainan itu terdiri dari lima anak Zeus dalam satu tim. Permainan itu memperebutkan Bola Petir dan harus di masukkan ke keranjang lawan. Bola petir akan menyetrum siapapun yang memegangnya, jadi selain kecepatan dan kelincahan. Ketahanan tubuh juga diperlukan dalam permainan ini. Ketika Chloe datang ada dua tim yang sedang bertanding, Martis dan Varkeloni. Kedua tim itu sudah menjadi rival sejak ribuan tahun yang lalu.
Chloe sedang mencari seseorang yang paling kuat diantara anak Zeus untuk bergabung ke dalam timnya. Chloe duduk di bangku penonton disebelah seorang anak Zeus perempuan yang juga ikut menonton pertandingan. Chloe mengajak bicara anak perempuan itu.
"Boleh aku duduk disampingmu?" Tanya Chloe
"Silahkan, dari penampilanmu kamu sepertinya anak pengkhianat Hermes." Kata anak Zeus
"Bukan, aku anak Hades." Ucap Chloe berbohong
"Oh, bajumu lebih mirip anak Hermes ketimbang anak Hades."
"Aku suka warna biru, sudah berapa lama pertandingan dimulai?" Tanya Chloe
"Baru berjalan 4 menit." Ucap anak Zeus
Chloe memperhatikan pertandingan dan mendengarkan komentator yang dari tadi berbicara menjelaskan situasi pertandingan.
"Yah, Chorodo dari Martis sedang memegang bola petir, Chorodo menahan bola petir itu cukup lama, tampaknya kekuatan dari Chrodo sangat kuat untuk menahan bola petir itu." Kata Komentator
Situasi di lapangan terlihat seorang pria dengan seragam berwarna putih emas membawa bola petir sendirian, lalu tiba-tiba tim Varkeloni dengan seragam putih biru merebut bola itu dengan menabrak tubuhnya ke pria yang memegang bola.
"Oh, itu benturan yang keras. Gepi merebut bola dari Chorodo. Kita lihat Gepi menguasai bola dan mengoper bole petir ke Limmes, Limmes memegang bola petir itu. Dia mendekat ke arah keranjang dari Tim Martis, tapi masih ada yang menjaganya, Thicour menjaga gerakan dari Limmes...... Limmess menghindar ke arah kiri dengan cepat dari Thicour, Limmes melompat tinggi... dan.... masuk!!! skor 1-0 untuk Varkeloni." Kata Komentator dengan meriah, penonton yang mendukung Varkeloni melompat kegirangan dan bersorak gembira, anak Zeus disebelah Chloe menunduk dan bergumam.
"Sial, harusnya itu masuk, seandainya Chorodo mengoper bolanya." Gumamnya
Chloe sebenarnya tidak mengerti permainan Podosfairo, tapi sepertinya orang-orang di dalam lapangan tampak sangat kuat, karena mereka bisa menahan bola petir cukup lama.
Situasi di Lapangan Abarnian
Limmes menghampiri Chorodo dan memprovokasinya.
"Sepertinya tanganmu gemetaran ya Chorodo." Ejek Limmes
"Pertandingan baru dimulai, aku akan mematahkan rahangmu itu, jika kamu terus mengoceh." Kata Chorodo kesal
"Kita lihat saja." Balas Limmes
Pertandingan kembali dimulai dengan bola petir di tangan Tim Martis.
"Yah, sekarang kita liat Karbem sedang menguasai bola, tapi di depannya ada Lusuar yang menjaganya. Karbem mengoper bolanya ke arah Garbal. Garbal menerima bola itu dengan mulus, kita lihat Chorodo sudah menunggu di depan keranjang, tapi Chorodo dijaga oleh Joral dan Gepi, apakah Garbal akan mengoper bolanya.. Garbal masih memegang bolanya, tubuhnya sudah bergetar, tiba-tiba Chorodo maju dan mendekat ke arah Garbal, Chorodo maju dengan dangat cepat. Garbal memberikan bola ke Chorodo, Joral dan Gepi menghalangi Chorodo. Joral menembakkan petir ke arah Chorodo, tapi Chorodo dapat menghindarinya, Chorodo menambarak tubuh Joral hingga terjatuh, itu pasti sangat sakit!! Tapi masih ada Gepi menghalangi Chorodo, Limmes mengejar Chorodo juga, Karbem berlari menuju keranjang, gerakan Karbem dihalangi oleh Tergen!! Garbal ikut membantu menyerang, Serram juga ikut menyerang, sekarang di dekat keranjang Tim Varkeloni sudah ada 4 pemain dari Tim Martis. Seandainya bola direbut oleh Varkeloni, itu akan situasi yang merugikan bagi tim Martis karena pertahanan mereka kosong.... Chorodo masih menahan bola, kekuatan yang sungguh fantatis dari Chorodo dapat menahan bola selama itu... Gepi menghalanginya, tiba-tiba Chorodo melemparkan bola petir ke wajah Gepi, Gepi terhempas menjauh!!! Luar biasa, Gepi terbaring tak berdaya, Limmes masih mengejar bola dari Chorodo, Limmes tepat berada di belakang Chorodo, Chorodo melompat, Limmes juga melompat..... situasi benar-benar menegangkan..... Chorodo melempar bola ke keranjang, Limmes berusaha nenghalanginya, Chorodo.. oh tidak.... bola bukan di lempar ke keranjang, bola di oper ke Serram yang terlihat kosong, Tergen yang masig menjaga Karbem tidak akan bisa menghalangi gerakan Serram.. Limmes tidak mendapatkan bola petirnya, bola petir sampai di tangan Serram.. Serram melompat, Tergen berusaha menghalangi, tapi dia sedang berhadapan dengan Karbem.. dan bola Masuk!!! Serram mencetak skor untuk menyamai kedudukan!!" Komentator menjelaskan situasi pertandingan
Anak Zeus disebelah Chloe melompat kegirangan, dia melompat dan bernyanyi, terlihat anak Zeus itu sungguh bahagia..
"Chala Martis!! Chala Martis!! Chala Martis!! Kai tipota perissotero!! Kai tipota perissotero!! Chala Martis!!" Anak Zeus itu bernyanyi kegirangan
"Hei, apakah daya tahan dari pemain yang bernama Chorodo itu luar biasa?" Tanya Chloe
"Yah, dia yang terbaik di tim Martis. Tapi di tim Varkeloni ada Limmes yang mempunyai teknik serang yang sangat baik, mereka rival sejati." Ucap anak Zeus itu menjelaskan
Chloe bangun dari tempat duduknya dan pergi menjauh dari lapangan Abarnian, lalu anak Zeus disebelahnya memanggilnya.
"Mau kemana kamu?" Tanya anak Zeus itu
"Aku mau kebawah menemui Limmes dan Chorodo." Katanya
"Kamu dilarang masuk ke lapangan jika pertandingan masih berlangsung."
"Itu bukan urusanmu." Ucap Chloe
Chloe membaca mantra sihir dan tubuhnya tiba-tiba berada di tengah lapangan, seluruh penonton, pemain, dan komentator kaget dengan kemunculan Chloe ditengah lapangan pertandingan.
"Wow, ada seorang wanita yang tiba-tiba muncul di tengah lapangan." Kata Komentator
Chloe bergerak menuju Chorodo yang tampak terkejut, kemudian Chloe menyentuh tubuh Chorodo dan sekejap mats Chloe sudah berada di belakang tubuh Limmes, Chloe menyentuh tubuh Limmes dan menteleportasi mereka berdua ke bukit dekat kediamannya.
"Apa yang kamu lakukan!?" Limmes terlihat kaget karena dia tiba-tiba berpindah tempat
"Kami sedang bertanding, tidak ada waktu bagi kami untuk hal seperti ini." Geram Chorodo
"Tunduk!" Ucap Chloe
Tubuh Limmes dan Chorodo tertunduk dan tak bisa digerakkan, semakin mereka memaksa bergerak, semakin kuat tekanan sihir dari Chloe.
"Diantara kalian berdua akan kuajak bergabung dengan timku." Ucap Chloe
"Aku cinta mati dengan Varkeloni!" Teriak Limmes
"Bukan tim Pososfairo, tapi tim petarung." Ucap Chloe
__ADS_1
"Sudahlah, kami tidak tertarik dengsn pertarungan, kami ada urusan." Kata Chorodo
"Kalau begitu kalian berdua mati saja." Ucap Chloe
Wajah Chorodo dan Limmes berubah, mereka takut mendengar ancaman dari Chloe, karena Chloe mengucapkan itu tanpa ragu sekalipun.
"Baiklah, tim apa yang kamu mau?" Tanya Chorodo
"Kalian bertarung dulu, yang menang jadi timku, yang kalah kubunuh." Kata Chloe
"Kamu gila ya! Kami memang rival tapi kami tak saling membunuh." Kata Limmes
Chorodo terdiam, dia tahu ini kesempatannya untuk membunuh Limmes dan lagi dia tahu bahwa Chloe tidak main-main.
"Aku mau." Kata Chorodo
Chloe melepaskan mantra sihir dari Chorodo dan Limmes, Chorodo segera menghampiri Limmes dan memegang lehernya, kemudian mengangkatnya.
"Hei, Chorodo kita memang musuh, tapi apa kamu serius ingin membunuhku." Ucap Limmes ketakutan
"Sudah kubilangkan, aku akan mematahkan rahangmu."
Bzzzt!!.. Chorodo mengeluarkan kekuatan petir dan menyambar tubuh Limmes, tubuh Limmes bergetar hebat, Chorodo kemudian menekan leher Limmes dengan sangat kuat, hingga terdengar bunyi Krek! Tanda leher Limmes patah. Tubuh Limmes tiba-tiba terkulai dan tidak biss bergerak, dia mati ditangan Chorodo.
"Pria sepertimu yang ku cari." Ucap Chloe
"Jadi, apa tugasku?" Tanya Chorodo
"Bunuh Theo."
"Theo? Buronan tertinggi Dewa Zeus?"
"Yah, jika kamu berhasil membunuhnya, aku akan memberikanmu kekuasaan yang akan membuatmu bahagia."
"Aku mau, memang siapa kamu?" Tany Chorodo
"Namaku, Chloe. Aku dulu teman dari Theo."
Chorodo pernah mendengar nama Chloe, dia juga salah satu buronan Zeus. Chorodo tidak tahu alasan Chloe berbalik pihak dari Theo, tapi dengan mengikutinya Chorodo bisa membunuh Theo dengan tangannya dan dia menjadi dewa di Olympus.
"Aku bergabung denganmu Chloe." Kata Chorodo
Negeri Karya : Kediaman Tim Chloe
Chloe berjalan menuju basenya, Chorodo mengikutinya. Sesampainya di base, Chloe mendengar suara desahan wanita dari dalam base.
"Entah kenapa, aku membenci mereka." Kata Chloe
"Apa ada orang lain?"
Chloe mendobrak pintu base yang tertutup. Chloe melihat Fenicia dan Dido sedang bercinta, Dido kaget tidak karuan melihat Chloe sudah ada dihadapannya.
"Aku ingin muntah melihat kalian." Kata Chloe
Dido dan Fenicia cepat-cepat memakai baju, Chorodo bingung melihat ada orang yang bercinta di dalam base.
"Apa ini tempat perkumpulan mesum?" Tanya Chorodo
"Maafkan kami Chloe." Fenicia menundukkan kepalanya
"Sudahlah, kita sekarang mendapatkan tim baru dari anak Zeus, namanya Chorodo, dia adalah seorang pemain Podosfairo."
"Wah, kamu membawa orang terkenal." Kaya Fenicia
"Sekarang aku butuh satu orang anak Poseidon."
"Aku mempunyai teman, namanya Rafaelm" Kata Chorodo
"Dimana dia?" Tanya Chloe
"Sulit untuk menemuinya, karena dia sedang dalam pelarian." Ucap Chorodo
"Pelarian karena apa?"
"Dia pernah hampir dijadikan tumbal oleh keluarganya dan dia masuk ke perut Kraken, tapi dia berhasil melarikan diri dari perut Kraken dan selamat, lalu kabar tentang dirinya hidup lagi meruak diseluruh anak-anak Poseidon. Dia sering sekali membunuh anak-anak Poseidon, jadi dia mendapatkan julukan Ghost Of Poseidon." Chorodo menjelaskan tentang Rafael
"Bagaimana kita bisa menemuinya jika dia sedang dalam pelarian?" Tanya Chloe lagi
"Kamu harus membawa selusin anak Poseidon dan kirimkan berita ke seluruh Negeri bahwa kamu menangkap anak-anak Poseidon itu, jika dia mendengarnya, maka dia akan menemuimu seperti hantu." Ucap Chorodo
"Bagaimana jika kita melemparkan berita palsu?"
__ADS_1
"Kamu yang akan menanggung akibatnya Chloe, dia sungguh tangguh, Rafael bukanlah anak Poseidon biasa, bahkan ada berita kalau dia membunuh 100 anak Poseidon dalam semalam."
Chloe kemudian berjalan ke kursi dan merebahkan tubuhnya, dia benar-benar tertarik dengan pria bernama Rafael itu, tapi resikonya tinggi jika Chloe menyebarkan berita palsu. Jika memang Rafael setangguh yang diceritakan Chorodo, bisa saja Rafael membunuh seluruh timnya dan dirinya, di sisi lain dia bisa sangat berguna untuk memburu Theo.
"Hei, Chorodo, Fenicia, dan Dido. Sebarkan berita kalau kita mendapatkan selusin anak Poseidon, pasang umpan agar pria bernama Rafael itu datang, kirimkan koordinat tempat ini." Kata Chloe
"Bagaimana jika orang lain yang datang?" Tanya Dido
"Kita bunuh mereka." Kata Chloe dingin
Fenicia, Chorodo, dan Dido tidak bisa membantah Chloe. Mereka mengikuti perintah Chloe sesuai arahan, mereka kemudian pergi dan dengan cepat dan menyebarkan info palsu bahwa ada selusin anak Poseidon yang ditangkap oleh mereka, mereka menantang Ghost Of Poseidon untuk datang ke koordinat yang telah ditentukan.
Setelah berita itu disebarkan, dalam beberapa hari seluruh Ellada mendapatkan berita itu, bahkan Dewa Hermes dan yang lainnya juga mendapatkan info itu. Derry yang sedari tadi ssik dengan obat-obatannya mendengar tentang Ghost Of Poseidon dan dia sangat bersemangat, karena dia yakin itu adalah Rafael.
Ellada : Hutan Lindungan Hermes
"Ayo kita ke titik pertemuan!" Teriak Derry
Evan, Baron, Hendri, dan Kevin yang berada di tubuh Elliad, mereka yang sedang memotong kayu menoleh ke arah Derry.
"Lupakan, tidak ada untungnya bagi kita menghampiri pertarungan, Theo masih dalam kondisi terburuk dan Loki masih belum sadarkan diri." Ucap Baron
"Apa tujuanmu Derry?" Tanya Evan
"Aku mengenal seseorang bernama Ghost Of Poseidon, dia adalah kembaranku." Ucap Derry
Hermes yang sedari tadi memperhatikan tahu situasi ini akan terjadi, tapi Rafael yang dulu Derry kenal sudah berubah, ingatannya hilang dan hanya kebencian dengan anak Poseidon yang mengisi hatinya, walaupun wajah mereka sangat mirip, Rafael akan mengira kalau Derry adalah utusan yang dibuat mirip dengannya dan mau membunuhnya, intuisi Hermes memang paling baik diantar seluruh kehidupan yang ada di Ellada.
"Derry, urungkan niatmu. Aku rasa itu hanya jebakan untuk memancing kita keluar." Kata Hermes
Hermes mencoba membaca titik koordinat yang dikirim, tapi ada mantra sihir yang kuat disekitar titik koordinat itu. Sangat sulit baginya mengetahui siapa pengirim berita itu.
"Tidak! Jika kalian tidak pergi! Aku akan pergi!" Kata Derry kesal
Derry bangkit dan menyiapkan perlatannya, dia membawa obat-obatan dan memasukkannya ke dalam tas. Artemis yang melihat tingkah Derry mencoba menghentikannya.
"Gerakanmu akan membahayakan semua yang ada disini Derry." Kata Artemis
"Maaf Dewi, aku harus segera berangkat. Jika aku mati pun, aku senang, karena aku bisa melihatnya sekali lagi." Kata Derry
Tekad Derry sudah bulat, tidak ada yang bisa menghalanginya untuk pergi, Evan, Baron, Kevin dan Hendrick akhirnya juga berniat untuk ikut dengan Derry.
"Kami juga ikut." Kata Hendrick
Hermes menghembuskan nafasnya.
"Anak-anak keras kepala," Gumam Hermes, kemudian Hermes menghampiri mereka dan memberikan nasihat.
"Di titik koordinat ada sebuah sihir yang kuat, aku tidak bisa menembusnya, jika kalian dalam kondisi bahaya kami tidak bisa menolong kalian." Kata Hermes
"Kami akan kembali dengan selamat." Ucap Evan
Theo yang sedari tadi memperhatikan dari tempat tidur, bangun dari tempatnya. Theo berjalan lunglai menuju Derry.
"Aku juga ikut." Kata Theo
Semua terkejut, Hermes menghalanginya untuk pergi.
"Tubuhmu sedang sekarat Theo, kamu bisa terbunuh jika ikut." Kata Hermes
"Dewa, aku cuma penasaran. Siapa yang bisa membuat mantra pelindung sekuat itu, bahkan kamu pun tidak bisa menembusnya?" Tanya Theo
Sebenarnya Hermes tak mau menduganya, tapi yang ada di pikiran Hermes hanya Chloe, berapa kalipun Hermes mencoba mencari jawaban, hanya Chloe yang terlintas dipikirannya.
"Theo, itu bukan dia." Ucap Hermes
"Aku ingin menemuinya, aku mohon jangan halangi aku." Kata Theo
Semua terdiam, Baron bingung sebenarnya siapa yang mereka bicarakan, lalu Baron berbisik ke Evan.
"Siapa sih yang mereka bicarakan?" Bisik Baron pelan
"Bodoh kamu, itu Chloe." Kata Evan pelan
Baron baru sadar, yang bisa membuat mantra pelindung yang sangat kuat hanya Chloe.
"Apa kamu yakin?" Tanya Baron
"Entahlah, tapi jika dilihat dari gerak-gerik Theo, aku yakin kalau itu Chloe." Ucap Evan
Theo sama sekali tidak tahu, kalau dia sedang diburu oleh Chloe. Di tempat lain, Chloe juga tidak tahu bahwa tim Theo akan datang kepadanya, apa yang akan mungkin terjadi di pertemuan mereka selanjutnya? Mungkinkan Chloe akan membunuh Theo sesuai misinya?
__ADS_1