
Theo mengajak Ganyan untuk bertemu rombongan, ketika Ganyan turun semua mata memandangnya, tapi dengan tatapan takut.
"Seberapa terkenal kamu di negeri ini?" Tanya Theo
"Aku sangat terkenal, pemimpin negeri ini akrab denganku."
"Siapa pemimpinnya?"
"Yang ku tahu namanya Loki."
"Loki? Saudara Thor?"
"Aku tidak tahu yang kamu sebutkan, tapi dia bukan dari Ellada, yang ku tahu ingatan masa lalunya tak hilang, dia bisa saja membunuh Hades, tapi dia tak ingin, karena di negeri ini dia memiliki kekuasaan dan mengatur sesukanya, maka dari itu di Negeri ini semua bebas, tanpa ada hukuman dari Hades.
"Bisa kita bertemu dia?"
"Panggil saja namanya, Loki Laufeyson."
"Loki Lafeyson kemarilah." Kata Theo
Loki datang, tampilannya sangat berbeda dengan yang dipikirkan Theo, karena Theo berpikir bahwa Loki sama seperti yang di Film Avengers, namun perawakannya sangat jauh berbeda. Tubuhnya besar dan berwarna biru es, dia memegang tongkat panjang dengan topi berwarna hitam dengan dua tanduk di topinya.
"Ada keperluan apa memanggilku?"
"Kamu benar-benar tampan Loki." Kata Theo
"Jangan menggodaku, aku tidak suka dengan lelaki." Ucap Loki
"Hei Loki, apakah kamu saudara Thor?" Tanya Theo
"Thor? Sepertinya di Ellada hanya dirimu yang tahu dia, dia adalah keponakan angkatku, dia anak saudara angkatku, Odin."
"Jadi, kamu bersaudara dengan Odin?" Tanya Theo Lagi
"Ya, kamu mengenalnya?"
"Tidak tidak, aku hanya tahu."
"Jadi hanya itu yang kamu ingin tanyakan padaku?"
"Tidak kok, aku sebenarnya membutuhkan bantuanmu."
"Bantuan apa?"
"Membunuh Hades." Kata Theo
Loki tertawa sangat keras.
"Hahahaha, aku tidak akan membunuhnya." Kata Loki
"Mengapa?"
"Karena jika aku membunuhnya, aku tidak jadi Raja lagi ditempat ini."
"Cita-citamu ingin menjadi Raja dari semua dunia yang ada pada cabang Yggdrasil bukan?"
"Lupakan impian lamaku, aku sudah jauh lebih baik sekarang." Kata Loki
"Kamu bukan jadi lebih baik Loki, kamu jadi lebih lemah." Kata Theo
"Kamu tidak tahu kekuatanku yang sebenarnya, aku dapat menjadikanmu beku dalam sekejap mata."
Theo benar-benar merasakan aura dingin yang menusuk dari ucapan Loki, ucapan itu serius dan Theo merasa dia berada di level yang berbeda. Kekuatannya bisa jadi sebanding dengan Zeus.
"Baiklah, aku tahu kamu kuat Loki, jadi aku akan membantumu mencapai puncak Yggdrasil, apa kamu mau?" Tanya Theo
"Aku tidak mau, kekuatan Odin benar-benar dahsyat, kamu bisa terbunuh hanya dengan menatap matanya. Bahkan, kekuatannya jauh di atas Zeus." Kata Loki
"Kamu kehilangan hasratmu setelah jatuh ke neraka busuk ini Loki." Kata Theo
"Ini surga bagiku, aku sudah puluhan kali jatuh ke neraka, puluhan kali merasakan kematian dan di tempat ini adalah kematian yang paling indah yang pernah kurasakan."
"Terserah kamu Loki, aku hanya ingin mewujudkan keinginan terpendammu." Kata Theo
"Ngomong-ngomong, dari mana kamu tahu semua tentang diriku dan saudara-saudaraku?" Tanya Loki
"Anggap saja aku adalah orang yang akan merubah takdirmu." Kata Theo
"Siapa namamu?" Tanya Loki
"Aku tidak akan memberitahumu, sebelum kamu mau membantuku." Kata Theo
Loki terdiam, tiba-tiba dia teringat masa kematiannya, dia mencuri sarung tangan Valkyrie dan dia ketahuan oleh Odin, lalu Odin membunuhnya dan melemparnya ke negeri antah berantah bersama sarung tangan itu, ketika Loki tersadar dia sudah berada di negeri Aname. Dia tahu tempat ini bernama Ellada, tapi Loki bingung karena yang dia tahu penguasa tempat ini adalah Theo, bukan Zeus. Akhirnya dia menetap di tempat ini, utusan Hades datang dan berencana menyiksanya, lalu Loki menghancurkan semua utusan Hades. Setelah itu, Loki dengan mudah ketempat Hades dan mengalahkannya dengan tipu daya liciknya. Loki tidak ingin menjadi penguasa Dunia Bawah, yang dia inginkan adalah menguasai sebuah negeri. Hades mengabulkan permintaanya dan dia menjadi pemimpin di Negeri Aname.
"Aku tidak tahu siapa kamu, tapi sepertinya kamu mengetahui diriku."
Theo tersenyum, sebenarnya Theo tidak tahu banyak tentang Yggdrasil, semua pengetahuannya dia dapat kerika menonton Film Avengers. Ternyata, pengetahuan itu di Ellada sungguh sangat membantunya.
"Aku tahu kamu, bahkan aku tahu bagaimana kamu bisa menjadi saudara angkat Odin."
"Cukup! Tidak usah dibahas, aku akan membantu perjalananmu, tapi kamu harus membunuh Hades dengan tanganmu sendiri, aku sudah tidak membunuh lagi." Kata Loki
"Dewa licik yang menjadi baik, singguh membingungkan." Kata Theo
"Jadi, jawab pertanyaanku, siapa namamu?"
"Namaku Theo."
Loki sangat kaget, yang dia tahu Theo sangat gagah dan berwibawa. Tapi dihadapannya adalah seorang pria muda yang sama sekali tidak terlihat kuat. Loki bingung dengan apa yang terjadi, tapi dia tahu dengan pasti, pemuda di depannya sama sekali tidak berbohong.
__ADS_1
"Oh iya, aku penasaran satu hal." Kata Loki
"Apa?"
"Aku seperti mengenal sarung tangan yang kamu gunakan." Kata Loki lagi
"Sarung tangan Valkyrie, jelas kamu tahu itu, karena ini datangnya dari Asgard." Kata Theo
Loki bingung, sarung tangan itu tidak membunuhnya, padahal ketika Loki yang memakai sarung tangan itu dia hampir terbunuh, karena ada kekuatan tersembunyi dari sarung tangan itu, yang bahkan para dewa saja tidak sanggup untuk menanganinya. Valkyrie menyerahkan sarung tangan itu kepada Odin, karena Valkyrie merasa dia dikuasai oleh sarung tangan itu. Loki mencurinya, tapi dia tidak mampu juga menguasai sarung tangan itu, tapi pemuda di depannya dengan mudah memakai sarung tangan itu.
"Apa yang kamu ketahui tentang sarung tangan itu?" Tanya Loki
"Yang kutahu, dia dapat memanipulasi ruang." Kata Theo
Loki tahu, Theo belum tahu sepenuhnya tentang sarung tangan yang dia kenakan, bukan hanya dapat memanipulasi ruang, sarung tangan itu dapat memanipulasi waktu, teleportasi, mempunyai kekuatan yang dahsyat, mencabut ruh dari tubuh seseorang. Sarung tangan itu benar-benar mengerikan, Loki sendiri menyesal telah mencuri sarung tangan itu, ternyata sarung tangan itu dipakai oleh seorang anak muda.
"Hei Odin, apa rencanamu mengirimku dan sarung tangan itu kesini? Jadi ini takdirku Odin?" Tanya Loki
Tiba-tiba muncul suara yang entah darimana.
"Belajarlah menjadi dewasa Loki." Ucap suara itu
"Kamu adalah kakak tersial yang pernah kumiliki." Kata Loki
Theo dan Ganyan mendengar suara itu.
"Jadi itu Odin?"
Loki mengangguk. Theo tidak menyangka dapat mendengar suara Odin langsung, Theo belum bisa menebak seberapa tangguh Odin, dia juga tidak tahu lebih kuat Odin atau Zeus.
"Aku harus berubah menjadi manusia dulu." Kata Loki
Tubuh Loki yang tadinya besar dan berwarna biru es, berubah mirip tubuh manusia. Loki memang pandai memainkan sihir.
"Jadi, apa yang bisa kamu bantu Loki?" Tanya Theo
"Aku bisa membantumu untuk menipu Hades, tapi ingat kamu yang membunuhnya, bukan aku." Kata Loki
"Setelah kamu membantuku, apa yang kamu inginkan?" Tanya Theo
"Aku hanya ingin menjalani hidupku dengan tenang, tanpa peperangan." Kata Loki
Theo tidak menyangka sifat Loki yang begitu baik, dia benar-benar berbeda dari yang selama ini Theo pikirkan. Yang Theo tahu, Loki adalah Dewa yang jahat, musuh abadi dari Asgard. Ternyata, Loki yang di depannya sama sekali tidak tertarik dengan Asgard.
Theo pun mengajak Loki dan Ganyan menuju penginapan, sampai di penginapan semua menyambut Loki dan Ganyan dengan suka cita. Loki memperkenalkan dirinya, Hendrick, Kevin, Evan, dan Baron menerimanya dsngan senang hati. Theo bercerita tentang Loki, Theo bilang Loki adalah pemimpin Negeri Aname, tapi Theo tidak menceritakan tentang sosok asli Loki. Jadi, yang mengetahui tentang Loki hanya Ganyan dan Theo.
Theo tiba-tiba memikirkan Chloe, dia harus secepatnya menyusul Chloe dan membunuh Hades, Theo takut Hades melanggar janjinya, mau bagaimanapun tidak ada alasan untuk mempercayai Hades.
"Kapan kita mau berangkat ke Negeri Limni?" Tanya Theo
"Sekarang bisa." Kata Kevin
"Kamu pemimpinnya Theo, kamu yang memutuskan." Kata Evan
"Baiklah, kita akan berangkat dalam beberapa jam, siapkan senjata dan perlengkapan yang harus dibawa, kita harus terus melakukan perjalanan agar kita cepat sampai ke tempat Hades. Dengan begitu, kita bisa menyelamatkan teman-teman yang lain." Kata Theo
Setelah semua menyiapkan perlengkapan, mereka melanjutkan perjalanan ke Negeri Limni. Negeri Limni sangat jauh dari Negeri Aname, perjalanan bisa memakan waktu 15 Hari waktu dunia bawah.
Mereka memulai perjalanan, di tengah perjalanan Athena tiba-tiba datang dan menyampaikan sesuatu kepada Theo.
"Theo, pilih yang kanan, jangan yang kiri." Kata Athena
Kemudian Athena menghilang, Theo bingung. Apa maksud dari yang kanan dan yang kiri. Tapi Theo mempercayai Athena. Mereka terus melanjutkan perjalanan, sampai akhirnya mereka menemukan jalan yang bercabang dua. Theo ingat pesan Athena barusan, lalu Theo memutuskan jalan ke kanan.
"Kita ke kanan." Kata Theo
"Tidak! Jangan bodoh, jika kamu kesana, kamu akan terbuang ke tempat tanpa waktu, kamu bisa kembali ke masa lalu, masa depan, bahkan ke tempat yang benar-benar tidak ada." Kata Loki
"Loki, aku tahu kamu suka menipu, tapi kali ini aku tidak akan tertipu tipuanmu." Ucap Theo
"Sudah ku bilang, aku sudah tidak lagi berbuat jahat." Kata Loki meyakinkan
"Barusan Dewi thena datang dan dia bilang kita harus pilih jalan yang kanan." Kata Theo
"Athena? Athena apa? Itu adalah khayalanmu, ditempat ini penuh dengan ilusi, aku dapat dengan mudah mengatasi ilusi itu, tapi bagi kalian ilusi itu sangat nyata." Kata Loki
"Jangan coba menipuku Loki!?" Theo berteriak
"Tadi, Dewa Apollo juga datang kepadaku dan dia bilang kita pilih jalan ka kanan." Kata Evan
"Kalian semua bodoh, aku sedang mencoba membantu kalian, tapi kenapa kalian tidak mempercayaiku! Sialan!" Loki mengumpat
"Kawan-kawan, kita pilih jalan yang kanan." Kata Theo
Loki terdiam, dia tidak bisa lagi meyakinkan Theo. Loki khawatir dengan sesuatu yang berada disana, Loki bisa saja mengatasi tempat itu, tapi Loki tidak yakin dengan para anak-anak yang berjalan bersamanya.
Mereka berjalanan ke kanan, Loki mengikuti mereka sampai akhirnya mereka tiba disebuah gerbang, gerbang itu tertulis Negeri Limni.
"Sudah aku bilang, ke kanan kan." Kata Theo
"Tidak Theo, aku curiga." Kata Hendrick
"Apa yang kamu curigai?" Tanya Theo
"Waktu perjalanan kita menuju Negeri Limni 15 hari dan ini baru beberapa jam saja, kenapa kita sudah sampai di depan gerbangnya?" Tanya Hendrick
Theo terdiam, dia kemudian menoleh ke kanan dan ke kiri. Suasana di hadapan Theo sepenuhnya berubah, Theo tidak melihat teman-temannya, lalu Theo jatuh pingsan.
***
__ADS_1
Theo bangun kebingungan, dia berjalan di suatu tanah kosong, Theo berjalan dan terus berjalan, lalu dia melihat seorang anak kecil wanita sedang melompat-lompat sendirian.
"Sedang apa dik?" Tanya Theo
"Adik? Kita seumuran." Kata wanita itu
Theo melihat tangannya, Theo kaget karena tubuhnya mengecil. Theo tidak ingat dia dari mana, Theo tidak mengingat apapun, bahkan Theo tidak mengingat apa yang sedang dia lakukan, Theo benar-benar kehilangan ingatan.
"Siapa namamu?" Tanya Theo
"Namaku Pandora, kamu?" Tanya Pandora
"Aku? Namaku..." Theo tidak mengingat namanya
"Kita hanya berdua disini, bolehkah aku memberimu nama?" Tanya Pandora
Theo mengangguk.
"Bagaimana jika namamu Theo." Kata Pandora
"Theo..." Theo sangat asing mendengar nama itu
"Iya, itu nama yang bagus bukan?" Tanya Pandora
"Iya, bagus." Kata Theo
"Ayo kita bermain." Kata Pandora
Pandora menarik Theo, Theo merasakan kesenangan yang tidak pernah dia rasakan. Di dunia ini hanya ada dirinya dan Pandora. Mereka selalu bersama-sama, tak terasa waktu yang dihadapi Theo sudah bertahun-tahun, mereka tumbuh dewasa, hanya berdua di tanah yang kosong.
"Theo, aku bosan." Kata Pandora
"Bagaimana kalau kita buat manusia dari tanah?" Tanya Theo
"Aku setuju." Kata Pandora
Theo mengambil tanah dan menumpuknya menjadi bentuk manusia, tiba-tiba manusia dari tanah yang dibuat Theo bergerak.
"Apa yang kamu lakukan Theo?" Tanya Pandora
"Aku tidak tahu." Kata Theo
"Ayo kita buat lagi." Ucap Pandora
Theo membuat manusia lagi, tapi bentuk wanita. Tanah itu bergerak dan hidup.
"Wah keren." Kata Theo
"Coba kamu perintahkan tanah itu Theo." Kata Pandora
"Hei tanah, coba kalian berdansa." Kata Theo
Kedua tanah itu menari dan berdansa, Theo dan Pandora tertawa sangat keras, karena sangat lucu bagi mereka melihat dua tanah bergerak.
"Keren banget." Kata Pandora
"Hei tanah, coba kalian punya anak." Kata Theo
Kemudian kedua tanah itu bercinta, Theo dan Pandora menutup mata, dengan sekejap kedua tubuh tanah itu menjadi persis seperti manusia, mereka memiliki kulit seperti manusia dan tanah wanita memiliki perut yang membesar.
"Kenapa perutnya membesar?" Tanya Pandora
"Aku tidak tahu."
Mereka terus melihatnya. Lalu, tanah wanita itu melahirkan seorang bayi dari perutnya.
"Wah, ajaib." Kata Pandora
Theo sadar dia baru saja menciptakan manusia, lalu Theo berbisik ke Pandora.
"Pandora, bagaimana kalau kita perintah mereka semua untuk jadi anak buah kita, lalu kita duduk di singgahsana di langit." Kata Theo
"Jadi kita buat banyak manusia?" Tanya Pandora
Theo mengangguk.
"Aku setuju." Kata Pandora lagi
Theo dan Pandora mulai menciptakan banyak manusia dengan tanah, mereka membuat sangat banyak manusia, setelah itu Theo menuju langit untuk membuat singgahsananya, setelah banyak manusia yang berjalan di tanah, Theo dan Pandora duduk di atas singgahsananya.
"Kita sebut ini apa?" Tanya Pandora
"Paradeisos." Kata Theo
"Lihatlah mereka, mereka menari." Kata Pandora
Selama berhari-hari Theo menatap manusia-manusia itu, tapi mereka selalu mati tanpa diketahui sebabnya, tubuh mereka mengecil dan mereka mati.
"Mengapa mereka mati?" Theo bingung
"Mereka harus memakan sesuatu agar tubuhnya tidak mengecil." Kata Pandora
"Kalau begitu aku akan menciptakan tumbuhan dan hewan." Kata Theo
Theo turun dan menciptakan tumbuhan dan hewan yang banyak, Theo mengajari para manusia untuk memburu hewan dan bercocok tanam, setelah itu Theo kembali ke Paradeisos.
"Mereka bekerja." Kata Theo
"Kalau mereka semakin banyak, apa kamu bisa menanganinya?"
__ADS_1
Theo terdiam, dia tidak tahu jawaban apa yang harus dia jawab. Yang Theo tahu, mereka adalah ciptaan Theo dan Theo berharap mereka dapat menjadi anak buah Theo, itu tujuan utama Theo.