Mirror Of God

Mirror Of God
Episode 3 : 3 Versus 3 (2)


__ADS_3

Serangan anak Poseidon itu tidak juga berhenti, malah gelombang semakin banyak menerjang seperti air bah yang begitu besar tak ada habisnya, Chloe kehabisan energi untuk terus bertahan ditambah dia juga harus melindungi Evan dengan sihirnya, ditambah lagi dengan Theo yang tak muncul dari dalam gelombang.


Harapan mereka akan sirna, sihir Chloe terlepas dan dengan kekuatan yang besar Chloe dan Evan terhempas dan terhuyung-huyung di dalam gelombang yang dibuat oleh anak Poseidon, tapi tiba-tiba semua air itu menghilang begitu saja, Chloe dan Evan selamat, tanpa disangka Theo membuat anak Poseidon itu menjadi batu dengan kepala Medusa yang dia putuskan tadi.


Melihat itu Poseidon kaget dan tak bisa berkata apa-apa, Dewa-Dewa Olympus yang tadinya tidak tertarik dengan pertandingan mereka, segera saja melihat pertarungan mereka, Theo berdiri tepat di depan anak Poseidon yang sudah membatu, dengan sentuhan kecil anak Poseidon itu terjatuh dan hancur, dengan begitu pertarungan kedua dimenangkan oleh tim Theo.


Olympus : Singgahsana Apollo


Apollo sangat tertarik dengan Theo setelah melihat kekuatan Theo dengan matanya langsung, Apollo di singgahsananya sedang bersama Ares sang Dewa Perang.


"Kamu melihat itu Ares, aku mengingatkan kamu muda ketika melihat dirinya." Kata Apollo


"Anak itu luar biasa, dia butuh pelatih sepertiku." Kata Ares


"Ingatlah, Dewa dilarang ikut campur dalam Ujian Olympus, atau kamu ingin membuat Zeus marah." Ucap Apollo


"Hahaha, coba saja kakek tua itu datang kepadaku, aku akan menyetrum dia dengan petirnya sendiri." Kata Ares


Olympus : Singgahsana Zeus


Zeus melihat Theo penasaran, lalu dia berdiskusi dengan Hera, Istrinya.


"Medusa di tangannya benar-benar berbahaya, bahkan dia tidak bergeming ketika puluhan gelombang menghantamnya." Kata Zeus


"Bukankah Hercules juga bisa melakukan itu." Kata Zeus


"Dia anak kandungku, tapi siapa bocah ini?" Tanya Zeus


"Yang ku tahu namanya Andrew, dia datang dari negeri Karya bersama dengan anak Hermes." Ucap Hera


"Atur pertandingan selanjutnya melawan anak-anakku, aku ingin tahu sampai mana kekuatannya." Ucap Zeus


"Bagaimana jika anak-anakmu kalah, bukankah itu akan mempermalukan dirimu sendiri." Kata Hera


"Anak-anakku tetap manusia, itu tidak akan berpengaruh padaku." Kata Zeus


Olympus : Arena Tarung


Setelah kemenangan itu, mereka kembali berpindah di arena selanjutnya, dihadapannya ada 3 musuh yang menggunakan baju putih dengan tanda petir di keningnya. Benar, mereka adalah anak Zeus.


"Sialan, kenapa secepat ini." Kata Chloe


"Ku rasa karena temanmu." Ucap Evan


Lonceng berbunyi, pertarungan dimulai. Ketiga anak Zeus langsung menyerang mereka tiba-tiba, ditangan mereka ada petir yang sangat dahsyat, mereka menembakkan petir itu ke arah tim Theo.


Chloe mencoba menghindar menggunakan sihirnya, namun pertahanan sihirnya tidak sebanding dengan kekuatan petir yang dikeluarkan anak-anak Zeus itu, Chloe disambar dengan kekuatan yang dahsyat dan tewas seketika, dengan begitu kemenangan sudah dipastikan, tim anak Zeus yang memenangkan pertandingan.


Evan terkejut dan terdiam, tubuhnya bergetar dan tidak bergerak, karena ketakutannya. Theo sangat marah, dan memeluk Chloe dengan erat dan berteriak dengan sangat keras.


"Sialan!!! Bangun Chloe!! Jangan Mati!!!" Teriak Theo


Theo menoleh ke arah ketiga anak Zeus itu dan mengatakan.


"Aku akan membunuh kalian bertiga." Kata Theo


Sebenarnya pertarungan harusnya dihentikan, tapi Zeus mengatur agar pertarungan itu terus berlanjut, dia ingin tahu kekuatan sebenarnya dari Theo.


Ketiga anak Zeus itu segera ingin mengakhiri pertandingan, tapi arena tak juga diganti dan pertandingan belum dihentikan, Theo mendekat kearah mereka bertiga, ketiga anak Zeus itu dengan kompak menyerang Theo secara bersama-sama, petir anak Zeus terus menyambar Theo dengan kekuatan yang sangat dahsyat, walaupun sambaran petir itu sakit dan membuat Theo terjatuh, tapi Theo bangkit lagi dan terus mendekat ke arah mereka bertiga. Mereka bertiga menambah kekuatan sambarannya dengan menggabungkan kekuatan, hingga suara petir dahsyat menggelegar menggetarkan arena. Dengan telak Theo tersambar petir ditubuhnya.


Asap tebal karena sambaran petir sangat tebal, tapi hal yang ditakutkan ketiga anak Zeus terjadi, Theo keluar dari asap itu dan sekarang berada di hadapan mereka. Ketiga anak Zeus itu sangat takut dengan kekuatan Theo, mereka belum pernah melihat ada manusia biasa yang masih hidup ketiga tersambar kekuatan petir mereka.


"Siapa kamu!? Jangan mendekat." Ucap salah satu anak Zeus dengan rambut merah


"Sialan, energiku habis." Kata anak Zeus berambut biru


"Ini tidak masuk akal!" Teriak anak Zeus berambut putih


Theo yang sangat marah sudah sangat dekat dengan ketiga anak Zeus itu, Theo lalu dengan lantang berteriak.


"Kamu lihat Zeus! anak-anakmu akan kubunuh, datanglah kepadaku agar kamu juga bisa kubunuh dengan mudah!" Teriak Theo

__ADS_1


Seluruh Dewa Olympus yang menonton pertandingan mereka sangat terkejut, Zeus yang berada di singgahsananya juga tersenyum, tapi dia tidak ingin langsung turun dan masih melihat kekuatan Theo yang menurutnya sangat sombong dan tidak tahu tempatnya sendiri.


Theo dengan cepat menyerang ketiga anak Zeus itu, ketiga anak Zeus itu tidak bisa bergerak ketika menatap matanya Theo, salah satu anak Zeus yang berambut merah tewas ketika pukulan Theo telak mengenai dadanya, dua anak Zeus lainnya sangat takut dan berusaha menjauh, tapi mereka tidak bisa menggerakan dirinya.


"Ampuni kami." Kata anak Zeus berambut putih


"Tidak ada ampun untuk kalian." Kata Theo


Theo mengangkat anak Zeus berambut putih dan tiba-tiba anak berambut putih itu hilang menjadi debu, Theo kaget melihat kekuatannya sendiri, dia bingung kekuatan apa yang sebenarnya dia miliki, padahal dia belum melakukan apa-apa kepada anak Zeus itu. Tersisa satu anak lagi yang berambut biru, dia tetap diam ditempatnya dan tidak bisa bergerak, Theo ingin menjadikannya uji coba kekuatannya, lalu Theo menyentuh anak Zeus yang berambut biru itu, hingga tiba-tiba anak Zeus berambut biru itu lenyap dihadapannya menjadi debu. Semua dewa terkejut dengan kekuatan yang dimiliki Theo, Zeus sangat marah karena dia merasa dirinya dipermalukan di depan semua Dewa, kemarahannya menyebabkan Olympus bergetar dan dengan cepat Zeus tiba-tiba berada di depan Theo.


"Jadi kamu bocah yang ingin membunuhku." Kata Zeus


Terlihat Zeus sangat murka dengan Theo, seluruh tubuhnya diselubungi petir, matanya berwarna biru dengan bola petir dimatanya, Dewa lain ketakutan karena Zeus yang selama ini diam kembali murka, bahkan dia murka kepada seorang bocah yang tidak tahu datang dari mana, Evan juga sangat takut dan terdiam tidak bisa apa-apa, Evan berpikir dia akan mati, jadi dia hanya diam dan berharap dia dapat mati dengan tenang.


Dengan sangat keras dan kuat petir Zeus menyambar tubuh Theo yang lemah, tubuh Theo bergetar menerima petir itu, dia sangat kesakitan, kesakitan yang sama sekali tidak pernah dia rasakan. Theo menjerit sangat keras, hingga Arena Olympus retak karena teriakannya.


"Argghhhhhhhhh!!!!!!!!!!!" Teriak Theo


Semua mata yang memandang pemandangan itu tak bisa berbuat apa-apa, walaupun mereka kasihan kepada Theo, tapi mereka sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa karena ketakutannya terhadap Zeus.


Zeus tanpa henti mengaliri tubuh Theo dengan petir, hingga sambaran petirnya berhenti sesaat, karena Zeus terpukul mundur oleh seseorang, yang ternyata Dewa Ares.


"Sialan, kamu terlalu cepat untuk mati." Kata Ares tersenyum ke arah Theo


Kemurkaan Zeus menjadi, tapi sebelum dia menyerang Theo kembali, serangannya terhenti karena sebuah sihir, ternyata sihir dari Dewa Hermes.


"Bawa dia pergi secepatnya dari sini Apollo." Kata Hermes


Dewa Apollo juga ternyata membantu Theo, tubuhnya sama sekali tidak terlihat ketika membawa Theo, Evan, dan tubuh Chloe keluar dari arena. Suasana Olympus memanas karena perbuatan beberapa Dewa yang mencoba melawan Zeus, sihir dari Hermes terlepas karena perbedaan kekuatan diantara mereka, sebelum Zeus menyerang Hermes, Hermes menghilang dari arena dengan sihirnya, begitupun dengan Ares yang dibawa oleh Hermes dengan sihirnya.


Seketika semua hening sesaat, hingga Zeus berteriak dan menyebabkan gunung Olympus meletus dengan sangat dahsyat.


"Aaaaaaaagrh!!!! Semua yang tidak ingin mati cepat temukan mereka, bawa mereka kepadaku, hidup ataupun mati dan bunuh semua anak-anak mereka, jangan biarkan satupun hidup!!" Teriak Zeus


Semua Dewa yang berpihak dengan Zeus menuruti ucapan Zeus, dengan meletusnya gunung Olympus, perang besar yang tak dapat dihindari terjadi. Pembantaian terjadi dimana-mana, bencana alam tak yang disebabkan kemurkaan Zeus tak dapat dihindari, banyak darah yang tertumpah akibat kemurkaan Zeus, Ellada sedang dalam kondisi darurat, karena Zeus kembali pada mode perang dan kedamaian di Ellada menghilang, karena muncul seorang bocah yang datang dari negeri yang berbeda.


Gunung Harapan


Ketiga Dewa itu membawa Theo, Chloe, dan Evan kesebuah gunung, gunung itu disebut gunung Harapan, setelah mengantarkan mereka, ketiga Dewa itu pergi, sebelum pergi Hermes membacakan sihir kepada Chloe yang diketahui sihir itu agar tubuh Chloe tidak cepat membusuk, setelah membacakan sihir, ketiga Dewa itu pergi dan tidak pernah lagi terlihat.


"Selamat datang tuan Theo, perkenalkan namaku Derry, aku adalah orang yang menunggu kedatanganmu seperti kata Ramalan." Kata Derry


"Aku tidak tahu apapun tentang ramalan, tapi tolong biarkan kami menetap."


"Dengan senang hati."


Pasukan Derry menerima Theo dengan senang hati, dalam beberapa hari mereka tinggal di gunung itu dan mereka kedatangan tamu, yang diketahui ternyata Hendrick, Ian, dan Elliad.


"Jadi ini tempatnya Elliad?" Tanya Hendrick


"Iya, Theo sudah menunggu di dalam." Kata Elliad


Hendrick adalah seorang anak Apollo yang bertarung dengan Spartan di Kantin Olympus, Elliad adalah temannya yang menggunakan penutup jaket dikepalanya yang ternyata salah satu pasukan dari Derry, Ian adalah anak Hades yang juga berteman dengan mereka. Ketika anak Apollo itu melihat Theo, dia kaget ternyata orang yang dipanggil Theo adalah orang yang menghindari serangannya di Kantin Olympus.


"Ternyata kamu, aku tidak menyangka bahwa itu adalah kamu." Kata Hendrick kepada Theo


"Aku hanya ingin membangunkan dia, apakah ada cara?" Tanya Theo


Evan yang dari tadi diam saja akhirnya membuka mulutnya.


"Aku sebenarnya tidak ingin ikut campur, karena aku anak Athena dan aku pasti memihak Dewa Zeus, tapi aku tidak mungkin meninggalkan timku, jadi aku memutuskan untuk berkhianat dan sepertinya dari kalian semua hanya aku yang memiliki otak, jadi aku tahu caranya." Kata Evan


Ucapan Evan tetap sombong walaupun dia dalam kondisi yang tidak menguntungkan.


"Satu-satunya cara untuk membangkitkan Chloe adalah mencuri ruhnya di dunia bawah, yaitu mencuri dari Dewa Hades." Kata Evan


"Kau gila!" Teriak Hendrick


"Cuma itu caranya." Kata Evan


Suasana hening terjadi, mau tidak mau mereka harus melakukan itu, dalam keheningan tiba-tiba Ian memecah lamunan mereka semua.

__ADS_1


"Sialan! Aku ingin buang air, dimana tempatnya?" Tanya Ian


Derry menunjukkan lokasi toilet, Ian pergi ke Toilet dan tidak kembali lagi, sampai akhirnya mereka sadar dan ingat bahwa Ian adalah anak Hades dan dia pasti berkhianat.


"Bocah sial itu, dia anak Hades, pasti dia kabur dan memberi tahu semua orang lokasi kita." Kata Hendrick


Dugaan mereka benar, tanpa waktu lama lokasi mereka diketahui dan ratusan anak Hades berkumpul di gunung Harapan.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Evan


"Aku akan melawannya." Kata seseorang yang tiba-tiba muncul, ternyata dia adalah Spartan yang bertarung dengan Theo dan Hendrick di Kantin Olympus


"Kamu mengikuti kami?" Tanya Hendrick


"Kalian pergi, aku akan mencoba menahan mereka." Kata Spartan itu


"Siapa namamu?" Tanya Theo


"Namaku Baron." Katanya


"Aku akan mengingatnya, jangan lupa untuk menyusul kami jika kamu selamat." Kata Theo


Mereka pergi dari gunung Harapan itu dengan cepat, Baron dan beberapa pasukan Derry mencoba menahan anak-anak Hades itu semampunya, dan sisanya pergi membawa Chloe untuk menuju dunia bawah.


1 Tahun Kemudian, Di Dekat Dunia Bawah


Di sebuah hutan rimba yang tidak tercatat di dalam Atlas, sekelompok manusia sedang memasak daging kadal yang baru saja mereka dapatkan dari hasil berburu. Tiba-tiba Hendrick dengan kecepatan cahaya mendekat ke arah mereka.


"Theo, sebaiknya kita harus bergerak. Aku melihat anak-anak Hades sudah di dekat sini." Kata Hendrick


"Aku akan segera menuju dunia bawah untuk mencuri Ruh Chloe dari Hades, semoga sihir Hermes tetap bertahan sedikit lagi, aku tidak ingin tubuh Chloe membusuk, perintahkan pasukan untuk bergerak menuju barat, dalam waktu beberapa jam kita akan sampai di dunia bawah, jadi wajar jika anak Hades berkeliaran di sekitar sini, 5 menit lagi kita jalan." Perintah Theo


Pasukan kecil itu bergerak perlahan agar tidak ditemukan oleh anak-anak Hades, seandainya mereka terlihat, maka mereka akan terbunuh karena kekuatan dari anak-anak Hades yang sangat kuat.


Mereka dengan cepat terhindar dari anak-anak Hades, rombongan kecil itu berjumlah delapan orang dan sebuah pasukan kecil, delapan orang itu beranggotakan :


Theo


Hendrick (Anak Apollo)


Evan (Anak Athena)


Chloe (Anak Hermes) *Mati


Elliad (Penduduk Biasa)


Baron (Spartan)


Ganyan (Anak Ares)


Derry (Penduduk biasa)


Mereka bertemu Ganyan di dalam pelarian mereka, Ganyan adalah anak yang paling disayang oleh Ares, Ganyan mengaku bahwa dia diutus langsung oleh Ares untuk menemani perjalanan mereka menuju dunia bawah.


Dalam beberapa jam perjalanan mereka, akhirnya yang mereka tunggu-tunggu ada di depan mata. Mereka kaget melihat pintu dunia bawah. Pintu begitu besar dan berwarna merah, tapi ada sesosok makhluk yang sangat besar dan mengerikan menjaga pintu tersebut dan pasti akan menghalangi perjalanan mereka.


"Apa tujuan kalian kesini?" Tanya Sosok itu


"Kami ingin masuk dan bertemu dengan Dewa Hades." Ucap Theo


"Dari pengelihatan mataku kalian tidak layak." Kata Sosok itu


Evan berbisik ke Theo


"Dia seperti Minotaur, tapi sepertinya dia lebih purba." Ucap Evan pelan


"Apakah kau Minotaur?" Tanya Theo


"Aku adalah Minotaur Devil, kalian tidak berhak lewat ke dunia bawah." Kata Minotaur Devil


"Kalau begitu dengan sedikit paksaan, aku tahu ini tidak mudah." Kata Theo

__ADS_1


Sebelum Theo menyerang, Minotaur Devil itu menyerang mereka terlebih dahulu dengan tanduk yang tiba-tiba keluar dari tubuhnya serangannya dapat dihindari bagi mereka yang mempunyai kemampuan, tapi Elliad tidak dapat menghindar dan tewas seketika akibat serangan yang dihempaskan olehnya, Hendrick melihat Elliad tewas di depan matanya dan dia sangat marah, begitu marah sampai kecepatannya lebih cepat dari sebelumnya, tubuhnya bercahaya dengan cahaya yang sangat terang.


"Apapun kamu, aku akan membunuhmu!!!!" Teriak Hendrick dengan Cahaya terang mengitari tubuhnya


__ADS_2