Mirror Of God

Mirror Of God
Episode 26 : Tertangkapnya Athena


__ADS_3

Uranus menghantam tubuh Theo, tapi tubuh Theo sekeras Ares. Theo juga memiliki kemampuan kecepatan secepat Apollo, kemampuan penyembuhan diri sebaik Artemis. Bahkan, dia memiliki kecerdasan setara Hermes. Theo tidak bisa dikalahkan.


"Bagaimana mungkin kamu bisa bertahan!?" Tanya Uranus kaget


"Aku tidak tahu, tapi yang pasti kamu akan hancur kali ini."


Theo bergerak dengan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya, waktu benar-benar berhenti. Theo melihat Uranus tak bergerak.


"Jadi ini kekuatan Apollo, tapi Apollo hanya bisa secepat cahaya, dari mana kekuatan ini?" Gumam Theo


Theo berjalan mendekat ke Uranus, Uranus benar-benar diam, Theo menatap mata Uranus dalam. Kemudian, Theo memukul Uranus dengan keras, Uranus terpental pelan, sangat pelan. Setelah itu, Theo bergerak dalam kecepatan normal, Uranus terhempas jauh. Theo kembali bergerak dengan cepat, Uranus kembali bergerak pelan, Theo meninju Uranus lagi, lagi, dan lagi. Theo ingin tahu jika dia memukul Uranus tiga Kali, seberapa jauh dia akan terhempas jika Theo bergerak dengan kecepatan normal.


Setelah itu, Theo bergerak dengan kecepatan Normal, Uranus terhempas sangat jauh, sejauh mata memandang. Theo bergerak dengan sangat cepat ke Uranus, Uranus tak bergerak. Ruh Uranus berubah menjadi serpihan emas, baunya seperti kulit kayu yang dibakar, sedikit bau tanah basah, dan bunga mawar.


Hingga tiba-tiba ada sesuatu yang berbicara kepada Theo.


"Kamu telah membunuh makhluk abadi, yaitu Uranus putra Khaos, kekuatannya akan diwariskan kepadamu, Theo putra Zot."


"Siapa kamu?" Tanya Theo


Namun sama sekali tidak ada jawaban.


Theo merasakan sebuah kekuatan besar mengalir di ruhnya, kekuatan itu adalah kekuatan milik Uranus, Dewa Langit. Kekuatan langit milik Uranus sepenuhnya dimiliki Theo. Hingga muncul sebuah sabit berbentuk raksasa dari atas, sabit itu mengeluarkan cahaya berwarna biru pucat, mirip seperti telur asin, dengan gagang berwarna hitam pekat.


Theo mendekat ke sabit itu dan menyentuhnya.


Ellada : Hutan Lindungan Hermes


Tubuh Theo dalam keadaan mati suri bergetar, seluruh Dewa dan teman-teman yang memegang Theo mengambul jauh. Mereka kaget ada cahaya aneh yang muncul dari tubuh Theo, cahaya berwarna biru pucat. Secara ajaib muncul sabit disebelah tubuh Theo, mata Theo terbuka dan dia kembali sadar dari kematiannya. Pendant Athena yang dipakainya hancur menjadi serpihan kaca, yang kemudian melebur di udara.


Theo bangun dan segera duduk, dia tidak sadar teman-temannya sedang memperhatikannya. Lalu, Theo merasakan sakit kepala luar biasa dan muncul potongan ingatan tentang masa kecilnya.


Ingatan Theo


Dihadapan Theo ada seorang pria dewasa dengan pakaian berwarna merah, rambut pria itu panjang hingga ke pinggang. Pria itu memiliki mata berwarna hitam, persis seperti Theo. Dari tubuh pria itu muncul bau belerang yang sangat menyengat. Dia adalah ayahnya Theo, Zot.


"Ambil pedang itu, kamu sudah ditakdirkan menjadi pembunuh!" Teriak Zot, ayah dari Theo.


"Tidak ayah! Aku tidak ingin menjadi Dewa Pembunuh! Cukup ayah saja."


"Anak tidak berguna, kamu harus sadar tempatmu. Turunlah kamu ketempat Ach! Dan jalani hukumanmu!" Bentak Zot


Ellada : Hutan Lindungan Hermes


Sakit kepala Theo menghilang, dia masih tidak bisa mengingat sepenuhnya tentang kejadian itu, paling tidak dia sudah mengetahui nama dari ayahnya, Zot. Tapi Theo masih belum tahu, siapa Zot sebenarnya.


"Theo kamu baik-baik saja?" Tanya Chloe yang dari tadi memperhatikan


Theo tidak menjawab, Theo bangun dan berdiri. Dia mengambil sabit itu dan menyentuhnya, kemudian sabit itu berbicara kepadanya dan hanya Theo yang bisa mendengar sabit itu berbicara.


"Sarung tanganmu bagus." Puji sabit itu


Sarung tangan Valkyrie yang menjawab pujian dari sabit.


"Benda apa kamu, kenapa kamu bisa berbicara sepertiku?"


"Aku sabit Uranus."


"Apa kekuatanmu?" Tanya sarung tangan Valkyrie


"Menciptakan dunia."


"Wow, luar biasa." Kata sarung tangan Valkyrie


"Lalu, kamu?"


"Memanipulasi ruang, waktu, kekuatan, dan realita."


"Mengapa kamu memilih bocah ini wahai sarung tangan?" Tanya sabit


"Dia yang memilihku, bukankah kamu juga dipilih olehnya."


"Iya, aku dipilih olehnya."


Theo sedari tadi memperhatikan dua senjata hidupnya sedang berbincang, Theo memotong perbincangan mereka.


"Bisakah kalian berhenti? Aku sedang bingung sekarang." Kata Theo


Teman-temannya memperhatikan Theo yang berbicara sendirian, karena teman-temannya tidak bisa mendengar suara dari senjata Theo.


"Baiklah, jika kamu membutuhkanku panggil saja aku. Namaku Scythe, aku akan menjadi mode hilang." Ucap Scythe sang sabit


Scythe menghilang, Theo kemudian melihat teman-temannya yang sedari tadi memperhatikannya, Theo baru sadar kalau ternyata dia kembali hidup.


"Theo, kamu kenapa?" Tanya Athena


"Aku baik-baik saja Dewi."


Athena berlari ke arah Theo dan memeluknya dengan erat, Athena menangis dan sangat senang karena Theo kembali hidup, Chloe mendekat ke arah Theo dan memeluknya juga, Theo saat ini di peluk dua wanita cantik sekaligus.


"Aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf." Kata Chloe


"Lupakan, karenamu aku menjadi lebih kuat." Kata Theo

__ADS_1


Chloe memeluknya dengan erat, hingga Athena tergeser dan terlepas ketika memeluk Theo.


"Heh bocah, aku duluan yang memeluknya." Gerutu Athena


"Apaan sih Dewi!" Bentak Chloe kesal


"Mau mati bocah." Kata Athena


Hermes menarik Athena menjauh, Athena menatap Chloe dengan tatapan membunuh, Chloe juga menatap Athena dengan tatapan membunuh. Semua teman-teman dan Dewa-Dewa yang berada disitu tertawa melihat tingkah Athena dan Chloe.


***


Beberapa Hari Kemudian


Theo sedang duduk termenung di tepi tebing, dia menatap langit dan memikirkan ingatan masalalunya, dia ingin tahu darimana dirinya berasal. Dalam renungannya, Rafael menghampirinya.


"Apa aku menganggumu Theo?" Tanya Rafael


"Tidak, jadi kamu Rafael?"


"Iya, kita tidak pernah berbincang. Aku sempat lupa ingatan, tapi Derry membantuku untuk mengingatnya, aku tidak pernah menyangka kamu benar-benar ada." Ucap Rafael


"Aku tidak tahu siapa diriku Rafael. Aku sendiri tidak tahu bagaimana aku ada." Kata Theo


"Teruskan perjalananmu Theo, ku lihat Loki sudah sadar, namun dia belum pulih sepenuhnya." Kata Rafael


"Apa tujuanmu Rafael?" Tanya Theo


"Membunuh Poseidon, bisakah aku bergabung dengan timmu Theo, aku tidak cukup kuat untuk membunuhnya sendirian." Ucap Rafael


Theo sangat mengingat kekuatan dari Poseidon, dia memiliki kekuatan yang begitu besar padahal hanya di dalam ingatan, Theo belum sebanding jika dibandingkan dengan Poseidon.


"Untuk sekarang, aku belum bisa." Kata Theo


"Berapa lama pun, aku akan menunggu dan aku akan membantumu dalam perjalananmu." Ucap Rafael


"Baiklah Rafael, semoga kita bisa bekerjasama." Ucap Theo


Mereka bersalaman, Rafael sangat senang karena dia memiliki seorang teman yang bisa membantunya.


Kemudian, Athena juga datang menemui Theo, Rafael yang sadar keberadaan Athen segera menjauh dan membiarkan Athena berdua dengan Theo.


"Hei, kamu sudah baikan?"


"Jauh lebih baik dari sebelum aku merasakan kematian." Kata Theo


"Sihir dari makhluk Asgard itu secara ajaib hilang dari tubuhmu, baru saja aku melihat Loki dia kehilangan kekuatannya dan sekarang dia hanyalah manusia biasa." Kata Athena


Theo terdiam dan menundukkan pandangannya, seberapa keras Theo mencoba untuk menjadi kuat, tetap saja ada yang jauh lebih kuat darinya. Dia seperti tidak berguna berlatih selama ini, dia masih belum bisa melindungi teman-temannya dan meraih tujuannya.


"Semua sudah kuajarkan padamu Theo." Kata Athena


"Tidak ada cara lainkah, agar aku menjadi lebih kuat."


Athena terdiam, hanya ada satu cara. Athena mengorbankan kesuciannya dan yang berhasil meraih kesucian Athena, dia akan memiliki kekuatan Athena, Athena juga tidak akan kehilangan kekuatannya.


"Hanya ada satu cara Theo." Kata Athena


"Apa itu Dewi, apapun akan kulakukan."


"Bercinta denganku." Kata Athena


Theo mengenyeritkan dahinya, dia merasa bahwa dia salah mendengar ucapan dari Athena.


"Aku salah dengar Dewi?"


"Tidak Theo, bercintalah denganku."


"Tidak mungkin Dewi! Aku tidak akan melakukan hal nista seperti itu." Kata Theo


"Apakah bagimu aku najis Theo?"


"Tidak, bukan begitu... tapi..."


Athena menangis, sangat sakit hatinya menerima penolakan dari Theo, Athena berlari menjauh dari Theo dan Theo mencoba mengejarnya, tapi sia-sia. Athena pergi menuju singgahsananya dan Theo tidak bisa mengejarnya. Theo sangat merasa bersalah, karena ucapannya barusan mungkin menyakiti hati Athena.


Olympus : Singgahsana Athena


Ketika Athena sampai di singgahsananya, ada Hercules yang berdiri di depan gerbang singgahsananya. Hercules memiliki badan yang besar, otot di tangannya sangat besar, perutnya sixpack, dengan baju zirah yang tebal dan sangat berat. Penutup kepala dari baja dengan beberapa bulu burung elang di penutup kepalanya, Hercules memegang perisai dan tombak panjang sebagai senjatanya.


"Sedang menunggu siapa adik?" Tanya Athena


"Menunggu pengkhianat." Kata Hercules


Athena sadar, Hercules diutus oleh Zeus untuk membunuhnya.


"Siapa?" Tanya Athena pura-pura tidak tahu


"Kamu!" Teriak Herculez


Hercules melemparkan perisai ke arah Athena, Athena dapat menghindari perisai itu, Athena melompat dan terbang di langit.


"Kamu ingin mengujiku Hercules, ingatlah. Kamu bisa terbunuh jika kamu bermain-main." Kata Athena

__ADS_1


"Tenang saja kakak, aku tidak sendirian." Ucap Hercules


Tubuh Athena terikat dengan akar pohon yang kuat, ikatan itu sangat kuat, Athena tidak bisa menggerakan tubuhnya. Dia tahu ini kekuatan milik siapa, Persefone.


"Kamu selama ini selalu menjadi putri kesayangan ayah, jadi jangan merasa bangga atas hal itu." Ucap Persefone


Persefone memiliki tubuh yang tinggi, payudara yang besar, rambut berwarna perak panjang, model ponytail. Bajunya berwarna kuning dengan beberapa garis hijau dengan tambahan motif daun. Persefone adalah Dewi Tanaman dan Dewi Kesuburan.


"Istri Hades, keduanya sama-sama bodoh." Ejek Athena


Hercules tersinggung mendengar ucapan Athena, Hercules melembar tombaknya ke arah Athena, Athena tidak dapat menghindar dan tombak Hercules menusuk perut Athena dengan kencang.


Darah mengalir diperut Athena dan perlahan-lahan Athena kehilangan kesadarannya, tombak itu di oles racun di ujungnya, racun untuk membuat pingsan para Dewa.


"Aku tahu perselingkuhan kalian berdua, apa jadinya jika aku bilang ke Hades." Kata Athena masih mempertahankan kesadarannya


"Hentikan ocehanmu bodoh! Sekarang temuilah ayah kita untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmu." Ucap Persefone


"Terserah kalian."


Athena pingsan, Hercules membawa Athena ke penjara Olympus, penjara tempat dikurung para Dewa yang masih terduga bersalah.


Ellada : Hutan Lindungan Hermes


Hermes mendapatkan kabar dari salah seorang Dewa Olympus, jika Athena tertangkap. Hermes memberitahukan info itu ke seluruh Dewa yang berada di tempatnya.


"Athena tertangka, dia dijebak oleh Hercules dan Persefone." Kata Hermes


"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Apollo


"Kits tidak mungkin kembali ke Olympus, kekuatan kita akan mudah terbaca oleh Zeus jika masuk ke Olympus." Ucap Hermes


Hermes kemudian melihat ke arah Theo.


"Theo, bagaimana pendapatmu?" Tanya Hermes ke arah Theo


Theo terdiam, dia merasa tidak percaya diri dan sangat lemah, jika dia berangkat, dia takut akan kehilangan teman-temannya lagi. Olympus juga bukan tempat yang mudah untuk didatangi, musuh-musuh mereka di Olympus bukan manusia biasa, musuh mereka adalah Dewa.


"Aku tidak bisa, kurasa Zeus sengaja menangkap Athena untuk dijadikan umpan." Kata Theo


"Maksudmu?" Tanya Hermes


"Zeus mungkin hanya berspekulasi, seandainya kita kesana dan menyelamatkan Athena, dugaan Zeus benar bahwa Athena bekerjasama dengan kita, sedangkan jika kita tidak kesana, mungkin saja Athena dilepaskan, karena tidak ada cukup bukti untuk menuduhnya bekerjasama dengan kita." Kata Theo


"Ada satu bukti!" Ucap Chloe tiba-tiba


"Apa itu?" Tanya Theo


"Hades tau kalau Athena mengambil ruh ku dari Dunia Bawah." Ucap Chloe


Hermes berpikir, dia mencerna semua kata-kata mereka. Hermes juga tahu ada hubungan buruk antara Hades dan Zeus. Jadi, dia rasa Hades tidak dilibatkan dalam penangkapan Athena.


"Tidak Chloe, aku paham sifat Hades dan Zeus, Zeus tidak mungkin gegabah dan mengajak Hades bekerjasama untuk menangkap Athena, hubungan Zeus dan Hades tidaklah sebaik yang kalian kira." Kata Hermes


"Jadi, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Artemis yang dari tadi memperhatikan


"Kita pukul wajah orangtua itu." Celetuk Ares


Hermes mebcoba melihat masa depan, kemudian Hermes menemukan ide untuk mengadu domba Hades dan Zeus, Hades akan mengacau di Olympus. Walaupun akhirnya Hades akan kalah, paling tidak dalam waktu singkat, Hades bisa memecah perhatian Zeus, mereka akan melepaskan Athena secara diam-diam.


"Baiklah begini rencananya." Kata Hermes


Hermes menjelaskan rencananya dari awal sampai akhir secara detail, tidak ada satupun yang terlewat. Mereka semua yang ada disitu berpikir dan setuju dengan rencana Hermes.


Setelah itu, Apollo dan Hermes pergi ke dunia bawah untuk menemui Hades.


Dunia Bawah : Negeri Hades


Apollo dan Hermes sudah tiba di Negeri Hades, Hades sadar kehadiran mereka dan menghampiri mereka berdua.


"Ada keperluan apa kalian kesini pengkhianat?" Tanya Hades


"Istrimu..." Ucap Hermes


"Siapa yang kamu maksud?" Tanya Hades


"Persefone, dia bercinta dengan Hercules di dekat telaga Olympus, saksinya adalah Athena." Kata Hermes


"Tidak mungkin! Kalian datang membawa berita bohong dan membicarakan istriku dengan mulut kotor kalian!" Teriak Hades


Hades benar-benar kesal karena mereka datang dan membicarakan hal yang tidak masuk akal.


"Terserah, sekarang Athena tertangkap oleh Zeus, dia ditangkap karena dia saksi percumbuan antara Hercules dan Persefone. Itu aib bagi anak-anak Zeus, jadi sebelum Athena menyebarkannya, Zeus segera menangkapnya dan mengurungnya di Penjara Olympus." Kata Hermes


"Jangan coba bohongi aku! Aku tahu kamu penipu Hermes!"


Hermes memutar bola matanya, Hades ternyata tidak semudah itu dia tipu.


"Kalau tidak percaya, datanglah ke Penjara Olympus dan tanya langsung dengan Athena."


Api biru muncul disekitar tubuh Hades, itu adalah sebuah tanda bahwa Hades sedang marah. Hades terpancing oleh Hermes, tanah di Dunia Bawah bergetar, kemudian Hades berteriak.


"Kurang ajar Zeus! Akan kubunuh kamu dengan tanganku sendiri!" Teriak Hades

__ADS_1


Hermes melirik ke arah Apollo dan tersenyum, Apollo juga tersenyum, rencana mereka berjalan dengan lancar dan perang akan segera pecah, antara Dunia Bawah dan Olympus.


__ADS_2