
Seorang anak lahir di keluarga anak Apollo, anak itu diberi nama Hendrick Sky. Kedua orangtuanya hidup miskin, ayahnya adalah seorang anak Apollo yang sangat berbakat dan di karuniai kemampuan di atas rata-rata anak Apollo lainnya dan ibunya hanyalah orang biasa yang tidak memiliki kemampuan apapun. Ayahnya terusir dari keluarganya karena menikahi orang biasa, karena di dalam adat anak Apollo, mereka hanya boleh menikahi anak Apollo lainnya. Namun, sang ayah yang bernama Kevin Sky terlanjur mencintai seorang wanita yang sangat cantik bernama Ellie. Kevin lebih memilih Ellie daripada keluarganya sendiri.
Anak Apollo menetap di negeri Argos, mereka menguasai negeri Argos, anak-anak dewa lainnya dilarang masuk ke negeri itu, kecuali mereka yang telah mendapatkan izin dari raja negeri itu. Raja negeri Argos terkenal jahat dan kejam. Semua penduduk negeri Argos takut kepadanya, raja itu bernama Derja dan dia satu-satunya anak Apollo yang mempunyai kecepatan cahaya, dia sudah hidup ribuan tahun, padahal dia bukan dewa. Bahkan, dia adalah satu-satunya manusia yang pernah masuk dunia bawah, ketika dia masuk dunia bawah dia melakukan perjanjian dengan Dewa Hades untuk hidup abadi, dengan syarat Derja harus membunuh 10 orang setiap akhir tahun untuk dijadikan tumbal.
Kekejamannya sangat terkenal di Ellada bahkan sampai ke Olympus, Dewa Apollo yang mendengar kekejamannya pun tidak bisa apa-apa, karena Derja adalah salah satu manusia kesayangan Hades, jika Dewa Apollo mengusiknya. Maka, Dewa Apollo harus berurusan dengan Dewa Hades.
Sebenarnya Kevin Sky sudah dijatuhi hukuman mati oleh Raja Derja, tapi dia berhasil melarikan diri sebelum dirinya tertangkap dan dia mengganti identitasnya, dia mengganti namanya menjadi Ardien dan istrinya menjadi Yola dan dia hidup di salah satu negeri kecil di Ellada, negeri Rhodes. Tempat para pengembala domba berkumpul.
Hendrick lahir di negeri Rhodes, dia dibesarkan oleh kedua orangtuanya dan dia tidak tahu tentang masalalu orangtuanya, bahkan dia tidak tahu bahwa dirinya adalah anak Apollo. Sejak kecil Hendrick diajarkan dan dilatih untuk menjadi pengembala domba, terkadang Hendrick juga berkelahi dengan teman sebayanya, tapi Hendrick tidak pernah kalah, karena dia diberkahi kemampuan anak Apollo. Sejak kecil gerakannya sangat lincah dan cepat, itu yang membuatnya selalu menang diperkelahian melawan teman sebayanya.
Hendrick mempunyai sahabat bernama Elliad, sejak kecil mereka selalu bersama, bahkan sejak mereka berumur 5 tahun, namun Elliad sangat lemah dan tidak bisa berkelahi. Jika Elliad mendapatkan masalah, Hendrick selalu membantunya.
Negeri Rhodes : Taman Domba
Hendrick dan Elliad yang kala itu berumur 10 tahun sedang memandang langit biru, langit hari itu sangat cerah sampai-sampai awan hitam tak terlihat sama sekali, Hendrick dan Elliad berbincang sembari menunggu domba mereka yang makan dan bermain di Taman Domba.
"Ell, kamu pernah berpikir gak? Kita bisa ke Olympus." Kata Hendrick
"Entahlah, aku lemah, sedangkan kamu kuat, mungkin kamu bisa saja ke Olympus, tapi aku.... pasti mati di gerbang pertama." Kata Elliad
"Aku akan melindungimu, segenap jiwa dan ragaku." Kata Hendrick diiringi senyum diwajahnya
Elliad membalas senyum Hendrick, lalu Elliad mengucapkan sesuatu yang membuat Hendrick terkejut.
"Hen, aku mendengar dari ibuku, katanya akan ada seorang dewa yang datang dari dunia di angkasa, dia akan datang dan merubah takdir Ellada, dia akan membunuh Dewa Zeus." Kata Elliad
Hendrick sangat terkejut dan sama sekali tidak percaya dengan ucapan Elliad.
"Itu pasti hanya dongeng, untuk apa kita mempercayai hal yang tidak jelas kebenarannya." Kata Hendirck
"Bukankah jika itu benar, kita akan hidup lebih bahagia, tanpa tekanan." Kata Elliad
Hendrick bangun dan meregangkan tubuhnya, lalu dia mengulurkan tangannya ke arah Elliad.
"Lupakan itu, ayo kita balapan. Siapa yang sampai ke ujung taman duluan akan menang dan yang kalah harus mentraktir yang menang." Kata Hendrick
"Kamu curang Hen, sudah pasti kamu yang menang."
Tanpa aba-aba dari Elliad, Hendrick segera berlari tanpa menoleh kebelakang dalam hitungan detik dia sudah sampai di ujung taman dan ketika dia menoleh Elliad sudah tidak ada, Hendrick memanggilnya.
"Oy Elliad, dimana kamu!?" Panggil Hendrick
Tapi, sama sekali tidak ada jawaban dari Elliad. Hendrick mencarinya dan Hendrick sadar ada sesuatu yang tidak beres, Elliad menghilang.
Hendick terkejut karena dia mendengar Elliad berteriak minta tolong, Hendrick mencari sumber suara Elliad dan Hendrick melihat Elliad berada di atas pohon.
"Tolong aku Hen, ada orang berkalung rantai dan menaruhku disini." Katanya
"Siapa?" Tanya Hendrick
Secara mendadak Hendrick diserang, dia menghindar dengan cepat, dia diserang dengan sebuah rantai besar yang mengarah kepadanya, untungnya kecepatan Hendrick bisa mengatasinya.
"Keluar kamu!" Teriak Hendrick
Lagi-lagi ada rantai menuju ke Hendrick. Whuzzzzz.... Dengan cepat Hendrick menghindari serangan dari rantai itu.
Whuzzz whuzzz whuzzz whuzz...
Serangan itu tidak ada hentinya, Hendrick terus menghindar dan menghindar, Hendrick berpikir dia harus segera mencari senjata.
"Keluar kamu sialan!" Teriak Hendrick
Lalu, Hendrick menemukan sebuah tongkat besi. Ketika serangan itu datang lagi..
Whuzzzz..
Hendrick mengayunkan tongkat besi itu ke rantai tersebut dan rantai itu putus...
Crank..
Tidak lama kemudian seorang anak seumurannya keluar mengangkat tangannya dan menyerah, dia kemudian menghampiri Hendrick, Hendrick mencurigai anak itu dan memasang posisi menyerang dengan tongkat besi yang dia pegang.
"Sudah kuduga kamu anak Apollo." Kata anak itu
"Siapa kamu sialan!?" Teriak Hendrick
"Kenalkan aku Ian, anak Hades." Kata anak itu
"Apa maumu?" Tanya Hendrick
"Aku hanya ingin berteman, aku orang baru di negeri ini dan aku mendengar ada anak yang tangguh, akupun penasaran dan mencari tahu, ternyata kamu adalah anak Apollo." Kata Ian
"Bukan, aku orang biasa." Kata Hendrick
"Kamu yakin?" Tanya Ian
"Seratus persen yakin!" Kata Hendrick bersemangat
"Kalau begitu, lihat ini."
Lagi-lagi Ian mencoba menyerang Hendrick, whuzzz krak, serangan kali ini hampir saja mengenainya, tapi entah kenapa tiba-tiba waktu di dekat Hendrick seakan melambat bahkan hampir berhenti, Hendrick dengan nalurinya melompat, melompat sangat tinggi dan cepat, kecepatannya mendekati kecepatan suara.
"Gila!" Teriak Elliad dari atas pohon
Hendrick mendarat dengan sempurna kembali ke daratan.
"Tadi ku tingkatkan kecepatan seranganku dan kamu menghindar dengan sangat cepat." Kata Ian
Hendrick juga terkejut dengan kemampuan yang dia miliki, Hendrick tidak menyangka dirinya mempunyai kemampuan yang luar biasa seperti yang baru saja dia lakukan.
"Gerakan seranganmu melambat." Kata Hendrick
"Itu adalah kemampuan anak Apollo bodoh!" Ejek Ian
__ADS_1
"Aku hanya anak orang biasa, bagaimana mungkin aku mewariskan kekuatan anak Apollo." Kata Hendrick
"Mari kita cari tahu bersama, tapi aku butuh bantuanmu." Kata Ian
"Apa itu?" Tanya Hendrick
"Kita menuju Olympus bersama-sama."
Hendrick menghampiri Ian dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Aku setuju." Kata Hendrick
"Baiklah, ayo kita pulang." Kata Ian
"Ayok."
Mereka berjalan pulang kerumah masing-masing, Elliad yang masih di atas pohon terus berteriak.
"Hei orang-orang bodoh, turunkan aku, aku takut ketinggian!" Teriak Elliad
Hendrick sengaja mengerjainya.
"Kamu mendengar suara teriakan Ian?" Tanya Hendrick
"Mungkin hanya seekor domba yang kelaparan."
Kemudian mereka tertawa dan berjalan pulang meninggalkan Elliad sendirian di atas pohon.
***
5 Tahun Kemudian
Negeri Rhodes : Kediaman Hendrick
Hendrick berniat merantau, kedua orangtua Hendrick sebenarnya tidak menyetujuinya tapi Hendrick memaksa, sampai akhirnya kedua orangtuanya mau tidak mau membiarkannya pergi.
"Hendrick kamu tahu cerita yang sebenarnya, kamu harus hati-hati, diluar sana sangat keras." Kata Kevin, ayahnya Hendrick
"Tenang ayah, aku kuat."
"Hati-hati anakku."
Hendrick dan ayahnya berpelukkan. Setelah itu, Hendrick keluar dan kedua temannya sudah menunggu di depan rumahnya.
"Lama banget, ayok kita negeri Argos, disana banyak pedang yang akan kamu sukai." Kata Ian
"Negeri ayahku, mungkin saja aku bisa bertemu Raja Derja dan membunuhnya." Kata Hendrick
"Dengan jarinya saja kamu bisa terbunuh." Ucap Ian mengejak
Elliad tersenyum-senyum kecil mendengar kedua temannya bercanda.
Mereka memulai perjalanan mereka, perjalanan mereka untuk menuju negeri Argos dari negeri Rhodes membutuhkan waktu 3 tahun tapi bagi Hendrick sendiri hanya 5 bulan, tapi Hendrick juga harus memikirkan kedua temannya yang gerakannya sangat lambat.
***
Negeri Argos : Toko Pedang**
Hendrick sedang melihat-lihat pedang yang tergantung di toko pedang, Hendrick ingin membeli pedang yang paling murah yang tergantung di toko tersebut, Hendrick menanyakan ke pemilik toko pedang mana yang paling murah.
"Tuan, pedang mana yang paling murah?" Tanya Hendrick
"Pedang yang tergantung di pojok ruangan harganya hanya 35.000 Tera." Kata penjual pedang
Hendrick bergumam,
"Mahal banget 35.000 Tera." Gumam Hendrick
Kemudian Hendrick berkeliling lagi, sampai dia menemukan pedang yang tersembunyi di belakang pedang-pedang lainnya, pedang itu sudah berdebu dan sedikit berkarat.
"Kalau ini pak?" Tanya Hendrick
"Pedang itu sangat jelek, aku sengaja menaruhnya di paling belakang." Kata penjual pedang
"Berapa harganya?" Tanya Hendrick
"5.000 Tera.
"Aku ambil yang ini." Ucap Hendrick
"Kamu yakin, pedang itu akan patah hanya dengan sekali tebasan."
"Tidak masalah, aku hanya butuh besi, tidak perlu pedang yang bagus." Kata Hendrick
Setelah membayarnya Hendrick keluar dan menyusul teman-temannya yang lain, Elliad membeli sebuah jaket, Hendrick mengejeknya karena jaket itu sangat jelek.
"Hei miskin, untuk apa kamu membeli jaket jelek itu." Kata Hendrick
"Ini bagus, memiliki kemampuan menyerap jiwa."
Hendrick tertawa karena dia tahu bahwa Elliad baru saja ditipu. Kemudian, Elliad mengejek balik Hendrick karena membeli pedang karatan.
"Pedangmu karatan, untuk apa kamu beli." Kata Elliad
"Pedang ini bisa menebas leher Zeus jika aku mau, oh iya dimana Ian?" Tanya Hendrick
Mereka mencari Ian, tapi mereka tidak menemukan keberadaan Ian sama sekali, sampai tiba-tiba ada beberapa penjaga negeri Argos menghampiri mereka.
"Hei anak Kevin, kamu tertuduh melakukan kejahatan, kamu harus ikut kami." Kata salah satu penjaga
"Kamu bercanda, aku bukan anak Kevin." Kata Hendrick berbohong
Penjaga itu memaksa dan berusaha menangkap Hendrick. Tapi, Hendrick tidak semudah itu ditangkap, karena selama 8 tahun belakangan, kecepatan Hendrick sudah mencapai kecepatan cahaya.
__ADS_1
Sebelum penjaga itu bergerak, kepala mereka putus dengan pedang yang baru saja Hendrick beli.
"Kamu gila Hen!" Teriak Elliad
"Kamu yang gila, cepat kabur." Kata Hendrick
Tak lama kemudian, Ian berlari dan berteriak.
"Lari Hen, ada ribuan penjaga yang mengejar kita." Kata Ian
Hendrick menggendong Elliad dan berlari secepat cahaya, Ian tidak dapat mengimbangi kecepatannya, Hendrick berhenti disebuah bukit dan beristirahat, tak lama kemudian Ian menyusulnya dengan nafas tersengal.
"Cepat banget, hoh hoh." Kata Ian kelelahan
"Bagaimana mereka tahu kalau aku anak Kevin." Kata Hendrick
Hendrick menatap Ian, tapi Ian menggeleng-gelengkan kepalanya, Hendrick juga berpikir pasti bukan Ian pelakunya.
"Untuk sekarang, kita harus tenang." Ucap Hendrick lagi
Di peristirahatan mereka, Dewa Hermes datang dengan sengaja menemui mereka bertiga.
"Halo anak muda." Ucap Dewa Hermes yang tiba-tiba muncul
Elliad langsung menundukkan badannya dan kepalanya untuk memberikan hormat kepada Dewa Hermes.
"Dia siapa?" Tanya Hendrick
"Dia Dewa Hermes."
Ian dengan cepat juga menundukkan badannya dan kepalanya mengikuti Elliad, tapi Hendrick sama sekali tidak menundukkan kepalanya.
"Aku punya 1 kartu menuju Olympus, ini ku berikan kepada Hendrick." Kata Dewa Hermes
"Aku? Mendapatkan undangan ke Olympus?"
"Iya, dalam waktu 30 menit kamu akan berpindah ke Olympus." Kata Dewa Hermes
"Kedua temanku?" Tanya Hendrick
"Bukan urusanku, kalau kamu ingin mengajak kedua temanmu, curi 2 kartu dari orang-orang yang juga memiliki kartu." Kata Dewa Hermes
Kemudian Dewa Hermes menghilang di hadapan mereka.
"Kamu akan pergi ke Olympus Hen?" Tanya Elliad
"Tunggu disini, aku akan kembali dalam 10 menit." Kata Hendrick
Hendrick kemudian pergi, sesuai janjinya dia kembali dalam waktu 10 menit dengan membawa 2 kartu.
"Ini untuk kalian berdua." Kata Hendrick
"Darimana kamu mendapatkan kartu ini?"
"Aku baru membunuh dua orang, jadi kita tinggal menunggu kan?"
Elliad dan Ian mengangguk, waktu 30 menit berlalu dan mereka berpindah ke kamar Olympus.
***
Olympus : Arena Tarung
Hendrick baru saja menyelesaikan 3 pertarungan seorang diri, kekuatannya benar-benar diluar batas normal, pedangnya dia asah di kamar Olympus dengan asahan Olympus hingga pedangnya sangat tajam, batu keraspun bisa terbelah dengan pedangnya, hingga karat di pedangnya hilang. Hendrick masih menyimpan dendam dengan Spartan dan anak misterius yang ditemuinya di kantin.
"Jadi, setelah ini apa?" Tanya Hendrick
Tiba-tiba arena tarung mereka terguncang hebat, terdengar dentunan sangat dahsyat, mereka bingung dengan apa yang terjadi, sampai tiba-tiba Zeus memberikan pengumuman.
"Seorang anak bernama Andrew dan timnya melarikan diri dibantu pengkhianat Hermes, Apollo, dan Ares. Siapapun yang bisa menemukan mereka akan kuberikan tempat khusus di Olympus." Kata Zeus
Mereka kaget, Elliad segera berbisik ke Hendrick.
"Sepertinya Andrew adalah anak yang di dalam ramalan." Kata Elliad pelan
"Ramalan khayalanmu itu?" Tanya Hendrick pelan
"Aku sebenarnya ikut sekte rahasia, sekte itu menunggu kedatangan sang dewa di dalam ramalan." Kata Elliad pelan
Ian sedari tadi memperhatikan Hendrick dan Elliad yang berbisik.
"Kamu serius? Dimana mereka sekarang?" Tanya Hendrick pelan
"Gunung Harapan."
"Kamu serius kan? aku penasaran siapa anak dalam ramalan itu."
"Aku juga penasaran." Ucap Elliad
"Ayo kita kesana."
Ian kesal karena sedari tadi dia tidak diajak bicara.
"Kalian berbisik apasih?" Tanya Ian kesal
"Ayo kita pergi ke suatu tempat." Kata Hendrick
"Kemana?"
"Rahasia, mau ikut atau tidak?"
"Ikut."
Setelah itu mereka meminta izin kepada Dewa pengawas ujian untuk keluar dari Olympus, hampir semua peserta juga izin keluar dari Olympus bertujuan untuk mencari anak yang bernama Andrew, mereka diizinkan oleh Dewa pengawas dan mereka segera menuju Gunung Harapan.
__ADS_1
Tapi, mereka diikuti oleh seseorang, tanpa mereka ketahui sama sekali.