Misi Jessy

Misi Jessy
Keputusan Sulit


__ADS_3

Setelah kehilangan kandungannya, Jessy jadi lebih murung. Ia tahu bahwa ia seharusnya bersyukur karena tidak perlu repot-repot melahirkan dan mengurus anak dari bajingan yang telah menghamilinya dan tidak mau bertanggung jawab.


Tapi entah bagaimana, Jessy merasa sedih seakan sebagian dari dirinya telah hilang. Ia baru sadar bahwa selama ini ia mulai menyayangi anak di dalam kandungannya itu.


"Mel, makan dulu yuk, Nak!"


"Mel belum lapar, Bu."


"Mel, jangan seperti ini. Kamu harus kuat dan bangkit, Nak. Tuhan pasti tahu apa yang terbaik untuk kamu."


Jessy bergeming. Ia terus saja melamun, menatap kosong keluar jendela kamarnya.


"Lihat sisi positifnya, Mel. Dengan begini, kamu bisa kembali berlatih renang dan sekolah. Soal anak kamu ngga perlu khawatir, setelah lulus sekolah kamu pasti bisa memiliki anak lagi dengan Evan."


Bu Rahma benar tapi pikirannya tetap saja kacau. "Mel pengen sendiri, Bu."


*****


Evan tahu betul bahwa Mr. Joe tidak pernah main-main dengan ancamannya. Sore itu ketika Melva pergi bersama ibunya ke pusat perbelanjaan, Evan mendatangi Mr. Joe sebelum pria itu mengobrak-abrik rumahnya.


"Kenapa kamu jadi begitu lamban, Evan?"


"Maaf, Mr.Joe, tapi ini bukan pekerjaan mudah."


"Bukankah karena itulah saya mengirim kamu kesana? Tapi kenapa kamu malah menikahi gadis itu dan melalaikan tugas yang saya berikan?"


"Ini adalah bagian dari rencana saya untuk mendapatkan apa yang anda inginkan. Jadi tolong beri saya waktu sedikit lagi!"


Plak! Sebuah tamparan mendarat di pipi Evan


"Apa kamu pikir saya bodah?!"


Evan hanya diam merasakan nyeri yang di sudut bibirnya sensasi darah segar yang mulai meleleh dari sana.


"Gadis itu pasti menyimpannya di suatu tempat. Jadi kita hanya perlu mendapatkan gadis itu."


"Dia lupa ingatan setelah kecelakaan yang dialaminya. Jadi dia tidak tahu apa kata sandinya."

__ADS_1


"Itu adalah tugasmu, bodoh!"


"Aku hanya akan melakukannya jika kau menjamin keselamatan gadis itu."


Mr. Joe menggerakkan jarinya dan Evan lagsung dihajar habis-habisan oleh para pengawal Mr. Joe.


"Ini peringatan buat kamu. Kalau kamu berani macam-macam dengan saya, ngga cuma kamu tapi semua keluarga kamu termasuk gadis itu juga akan menanggung akibatnya."


*****


Pagi itu, mereka kembali dihebohkan oleh berita yang cukup mengejutkan. Bu Tarisa, membacakan berita pagi di salah satu televisi nasional dan mengatakan bahwa James Wilson, salah satu atlet renang nasional, ditangkap atas dugaan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Ia juga dipecat dari tim nasional dan dicoret dari daftar peserta olimpiade ke delapan belas yang akan di adakan di Jakarta dan Palembang tahun depan.


"Bagaimana bisa?" tanya Jessy kepada Evan.


"Aku hanya memberikan sedikit informasi rahasia dan sepertinya ayahmu bertindak cepat."


Jessy mendekati Evan, "Apa kalian menjebaknya?"


"Untuk apa repot-repot seperti itu?" Evan masih saja tidak berpaling dari komputernya. "Polisi melakukan pengintaian dan dia digrebek ketika sedang ngobat di OverSea."


Ada rasa lega sekaligus sedih di hati Jessy. Bagaimanapun juga bajingan itu masih sepupunya dan pernah sangat baik kepadanya.


"Apa?"


"Dokumennya terbuka."


Evan merasa senang karena usahanya memecahkan kata sandi yang melindungi file itu akhirnya berhasil. Jessy langsung mendekat ke layar lalu Evan menarik tubuh gadis itu ke pangkuannya. "Apa kau juga penasaran dengan isinya?"


Jessy bergeming. Ia membaca dengan serius setiap bagian di dalam dokumen yang telah menewaskan ayah Melva itu.


"Apa ini?"


"Sepertinya dugaanku benar. Dokumen ini berisi tentang kasus korupsi pengembangan badan riset dan tehnologi sepuluh tahun lalu."


"Tapi kenapa ayah Mel menyembunyikannya?"


Tangan Evan terus menari-nari di atas keyboard. Ia mencari dengan sangat serius semua hal yang ingin ia ketahui.

__ADS_1


"Apa mungkin ada hubungannya dengan MicroChip?" tanya Jessy makin penasaran.


Evan menekan tombol enter dan semua nama para pengedar dan pemakai ada disana.


"Ini konyol. Apa benar MicroChip terlibat dalam kasus kejahatan besar seperti ini?!" Evan terlihat sangat kecewa.


"Pantas Pak Tama berusaha mati-matian menyembunyikan fakta ini. Kalau terungkap saat itu, maka kehebohan besar akan terjadi dan negara akan mengalami chaos."


"Apa gunanya melindungi negara kalau anak dan istrinya jadi buronan penjahat?" Gumam Jessy kesal dengan keputusan absurd ayah Melva.


"Lalu siapa saja yang terlibat?" Jessy terus saja menaik turunkan scroll untuk mencari nama itu dan tiba-tiba tangannya terhenti. "Ngga mungkin."


*******


Bu Rahma tengah duduk di meja makan dan mendengarkan penjelasan dari Evan dan Melva tentang apa yang baru saja mereka ketahui.


"Sepertinya karena itu. Tidak heran jika ia memilih untuk mengubur fakta itu. Tomi Abraham adalah sahabat karibnya sejak kecil tapi ia juga pasti merasa sangat terbebani karena menyimpan rahasia kejahatan sebesar itu."


"Apa? Jadi ayahnya Mel dan Jessy berteman?" tanya Evan tidak percaya.


Jika nama Tomi Abraham memang ada di salah satu nama yang tercantum di dalam file itu, Evan bisa mengerti kenapa Tomi mau membantunya masuk ke SMA Galaxy. Ia tentu ingin Evan segera menemukan dan segera menghancurkannya.


"Jessy? Apa Jessy anaknya Tomi Abraham, yang waktu sekarang menjabat sebagai menteri pendidikan?"


Evan dan Melva mengangguk bersamaan.


"Wah, kenapa ibu baru tahu soal itu?! Ibu sama sekali ngga nyangka kalau Pak Menteri yang sering kamu ceritakan itu ternyata Tomi Abraham."


"Apa ibu ingin membalas Jessy dan Ayahnya?"


"Untuk apa? Ayah kamu mengorbankan nyawanya demi orang-orang yang disayanginya dan Ibu tidak berhak untuk menghakimi, Mel. Ibu hanya menyesal karena tidak sempat mengenal dan memperhatikan Jessy walaupun Mel sering cerita. Dan sekarang anak malang itu sudah meninggal." Bu Rahma mulai menitikkan air matanya.


Dan itu membuat Jessy semakin merasa bersalah. Ayahnya telah melakukan kejahatan besar dengan terlibat dalam sebuah skenario kejahatan besar yang menyebabkan Melva kehilangan ayah dan kebahagian masa remajanya.


"Jika menyerahkan dokumen itu kepada penyidik kejaksaan sekarang, maka MicroChip akan mengalami guncangan yang sangat besar dan ayah Jessy akan mendapat hukuman yang setimpal, diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan juga dimasukkan ke dalam tahanan. Meskipun ada juga kemungkinan jaksa akan bekerjasama dengan pemerintah berwenang untuk menutupi dan memendam kasus ini demi keamanan dan stabilitas politik nasional." jelas Bu Rahma panjang lebar


'Tapi di sisi lain, semua pengorbanan ayah Mel akan sia-sia. Kekecauan besar akan terjadi dan bisa saja nyawa Melva, Evan dan Bu Rahma ikut terancam karena terlibat dengan mafia-mafia koruptor kelas kakap.' batin Jessy

__ADS_1


Jessy menghampiri lalu memeluk tubuh ibunya. "Bukan itu yang harus kita cemaskan sekarang, Bu. Tapi apa yang akan kita lakukan dengan semua informasi penting ini sekarang?"


******


__ADS_2