Misi Jessy

Misi Jessy
Terungkapnya kasus MicroChip


__ADS_3

Berita utama pagi ini berasal dari MicroChip, perusahaan IT terbesar di Indonesia yang diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek pengembangan badan riset dan tehnologi tahun 2007. Pihak kejaksaan menjelaskan bahwa mereka menemukan bukti mega proyek bernilai dua puluh tujuh koma empat triliun rupiah yang diduga melibatkan banyak pejabat pemerintahan kala itu. Pihak kejaksaan menambahkan akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Berikut keterangan dari Bapak Emril Toriq, SH.,HM. selaku Jaksa Agung Muda bidang tindak pidana khusus Kejaksaan Agung.


Tidak seperti biasanya, setelah selesai membacakan berita pagi itu, Tarisa bergegas meninggalkan studio.


"Bu Risa ngga mau ngopi dulu sama crew?" tanya Uma, asistennya sembari mengikuti langkah Tarisa yang jauh dari kata santai.


Tidak biasanya Tarisa jadi pendiam dan irit bicara seperti pagi itu. Wajahnya terlihat sedang marah dan kecewa. Padahal Tarisa terkenal sebagai pembawa berita yang sangat ramah dan nyaris tidak pernah marah sehingga sangat disukai oleh kru dan juga rekan penyiar lainnya.


"Ibu baik-baik aja?" tanya Uma ragu. "Apa ibu sakit?"


Tarisa masih saja bergeming dan langsung masuk ke dalam mobil ketika Uma membukakan pintu untuknya.


"Saya harus pergi ke suatu tempat. Kamu naik taksi aja!"


Sopir menuruti perintah Tarisa, melajukan mobilnya dan meninggalkan Uma sendiri di pelataran studio televisi.


*****


Penyelidikan terus bergulir dan mendapat perhatian yang sangat besar dari publik. Media cetak dan elektronik dibuat sibuk memberitakan perkembangan penyelidikan kasusnya dari waktu ke waktu. Publik dibuat marah oleh kasus korupsi yang dinilai sangat menyengsarakan rakyat tersebut.


Beberapa hari kemudian, nama-nama pejabat yang terlibat mulai terungkap satu per satu dan Tomi Abraham pun tidak bisa lolos dari proses penyelidikan kejaksaan karena ia menjabat sebagai menteri riset dan tehnologi yang bertanggung jawab atas proyek triliunan rupiah itu waktu itu.


Tomi diselidiki dan dinyatakan sebagai salah satu tersangka. Ia akhirnya disidang dan dinyatakan bersalah dengan hukuman dua belas tahun penjara.


Jessy memberanikan diri mengunjungi ayahnya yang tengah mendekam di balik jeruji besi.


"Om Tomi apa kabar?"


Tomi hanya tersenyum, "Om minta maaf, Mel. Om sama sekali tidak bermaksud melibatkan keluarga kamu."


"Tapi kenapa, Om? kenapa Om membiarkan itu terjadi? Kenapa Om ngelakuin itu?"


"Om ngga korupsi, Mel. Om tahu Jessy akan sangat malu dan terpukul jika masih hidup. Tapi Om ingin dia tahu bahwa Om tidak bersalah. Om tidak terlibat dalam kasus itu. Om hanya berada pada tempat dan posisi yang salah waktu itu."


"Apa maksud Om? Om dijebak?"

__ADS_1


"Entahlah, apakah anak seusia kamu tahu apa arti kata dijebak." Tomi kembali tersenyum. "Om sudah seharusnya menjalani ini sepuluh tahun lalu. Tapi ayah kamu berusaha menyelamatkan Om meskipun pada akhirnya semua tetap akan terungkap."


"Apa Om menyesal?"


"Om bukan menyesal karena dituduh terlibat korupsi. Om hanya menyesal karena menjadi pengecut yang tidak pantas dibanggakan Jessy."


*******


Tujuh bulan kemudian.


Setelah kasus korupsi itu terungkap, Mr.Joe juga ikut ditahan dan harga saham MicroChip merosot tajam dan perusahaan nyaris bangkrut karena kehilangan banyak investor. Evan berinisiatif untuk membelinya dan kemudian kembali membangunnya dari awal.


Semuanya tidak mudah karena semua orang tengah melabeli MicroChip sebagai perusahaan kotor kaki tangan koruptor. Tapi Evan tidak mau menyerah. Entah kenapa ia merasa sangat tertantang untuk mengembalikan MicroChip pada masa kejayaannya di bawah kepemimpinannya.


Jessy akhirnya kembali ke SMA Galaxy untuk melanjutkan pendidikan Jessy yang sempat tertunda. Ia hanya memiliki waktu dua bulan sebelum ujian kelulusan sekolah. Kali ini Evan datang ke SMA Galay bukan lagi sebagai guru pengganti melainkan kekasih Melva.


Hari pertama Melva menjadi sangat seru ketika seisi sekolah dibuat takjub dengan penampilan barunya. Melva bukan lagi siswi kutu buku yang suka memakai kacamata tebal dan mengepang rambutnya, melainkan gadis cantik dan langsing yang berambut lurus panjang dengan gaya berpakaian yang sangat modis dan fashionable.


Yang lebih mengejutkan lagi, Melva tidak lagi ke sekolah dengan angkutan umum, melainkan diantar naik motor sport oleh seorang pria tampan yang sangat mereka kenal, yang tidak lain adalah mantan guru olahraga mereka, Evan Williams.


Ia tidak percaya bahwa mereka benar-benar akan pacaran. Dan yang membuatnya semakin kesal adalah bahwa Evan ternyata sangat tampan dan menawan, muda dan lebih keren daripada saat menjadi gurunya.


"Hwaaaaa....." Fania menangis meraung-raung menyesali kekalahan telaknya dari seorang Melva yang dulu adalah gadis dibawah standar.


Tidak hanya Fania, Diana yang merupakan musuh bebuyutan Jessy juga merasa merinding melihat penampilan Melva hari itu. Karena ia merasa seperti Jessy sedang bangkit dari kubur. Parahnya lagi, Jessy yang ditemuinya saat ini memiliki otak jenius yang bisa mengalahkannya lagi hanya dengan satu jentikan jari.


Para siswi seakan tidak rela membiarkan gadis yang telah merebut Evan, sang guru idola, dari mereka. Mereka berbondong-bondong membuat petisi menolak kembalinya Melva ke sekolah. Hari itu, para guru benar-benar dibuat pusing oleh aksi kekanak-kanakan siswanya.


******


Jessy menjajari langkah Evan menuju ruang guru. Keduanya terlihat sama-sama keren dan serasi. Bahkan Evan menggenggam tangan Melva di hadapan puluhan pasang mata yang menyaksikan langkah mereka.


"Maaf, Pak Evan. Untuk saat ini kami tidak bisa menerima siswa baru."


"Apakah status Mel dikeluarkan dari sekolah?"

__ADS_1


"Bukan. Status Mel memang siswa cuti karena mengikuti kelas pendek di luar negeri. Tapi Mel tidak terlambat dan kembali setelah melebihi batas waktu yang ditentukan tanpa keterangan."


"Maaf soal itu. Itu karena Mel mendapat tawaran dari sekolah di dua negara berbeda, Jepang dan Kanada. Dan soal ijin perpanjangan, kami sudah mengirimnya seminggu sebelum jadwal cutinya berakhir."


Evan baru saja meretas email sekolah dan membuat email berisi permohonan ijin perpanjangan cuti dengan tanggal seminggu jadwal cuti Mel berakhir.


"Tapi bagaimana mungkin?! Kami selalu rutin mengecek email dan kami tidak menemukan email ini beberapa waktu lalu." Ujar guru TU yang bertugas mengelola email sekolah.


"Mungkin sedikit terlewat, tapi sekarang sudah ketemu kan?" Evan tersenyum penuh kemenangan.


"Bagaimana ini, Bapak Kepala Sekolah?" tanya Guru TU panik.


Bapak Kepala Sekolah terlihat berfikir keras. "Apa kalian membawa bukti bahwa Melva benar-benar mengikuti sekolah singkat di luar negeri?"


"Kami juga sudah mengirimnya via email dua hari yang lalu."


Pak Beni, si guru TU kembali sibuk mencari email yang dimaksud Evan dan sialnya ketemu. "Ini tidak mungkin! Kemarin email ini tidak ada."


"Sepertinya Pak Beni butuh healing supaya tidak terlalu stress." sindir Evan. "Jadi bagaimana?"


"Kemarin kami sudah memutuskan bahwa kami tidak bisa menerima Mel kembali. Demi keberlanjutan proses pendidikan Mel, kami akan memberikan surat rekomendasi ke sekolah lain yang Mel inginkan." tutur kepala sekolah.


Evan menyodorkan sertifikat pelatihan renang Melva dari Kanada. "Apa anda benar-benar rela menyerahkan calon atlet olimpiade ke sekolah lain?"


Kepala sekolah membaca sertifikat yang Evan tunjukkan. "Tidak mungkin. Mel dua kali hampir tenggelam di kolam sekolah dan juga pernah mengalami cedera tulang karena kecelakaan. Ini pasti rekayasa."


Evan kembali menyodorkan surat rekomendasi yang menerangkan tentang perkembangan dan potensi Melva sebagai atlet renang yang dikeluarkan sebuah lembaga asosiasi renang ternama di Kanada. "Bagaimana?"


Pak Henry, guru olahraga yang sempat digantikan Evan ikut penasaran dan membaca dokumen yang Evan bawa. "Ini luar biasa. Kita benar-benar punya peluang untuk ikut olimpiade renang tahun depan, Pak."


"Apa Bapak yakin?" tanya Kepala Sekolah ragu.


"Saya sendiri yang akan melatih Mel agar bisa mengejar ketertinggalannya. Dia juga harus segera mengikuti seleksi tingkat nasional untuk bisa ikut olimpiade."


******

__ADS_1


__ADS_2