
Kenzo dan Mina di persilahkan masuk ke dalam rumah Tuan Mark.
" Sebenarnya apa tujuan kamu?Kenapa kamu sangat bersikeras menginginkan aku untuk bergabung dengan perusahaan keluarga mu?Berikan aku jawaban yang masuk akal"
"Karena itu syarat dari Ayahku,untuk aku menjadi CEO"
"Apa?"
"Kakekku sangat percaya padaku jika aku bisa meneruskan bisnis keluarga kami,akan tetapi Ayahku hanya menganggap ku anak manja yang tidak bisa dia harapkan.Kakek ku sangat menaruh harapan penuh padaku,maka dari itu aku ingin membuktikan jika aku juga bisa menjadi anak sesuai harapan nya"
"Ha....Ha...hanya itu alasan mu?"
"Ya"
"Lebih baik seperti itu, perusahaan keluarga mu harus kamu selamat kan dari kakak mu"
"Apa maksud Anda,Tuan?"
"Mungkin kamu harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan jabatan itu,karena aku yakin akan ada orang yang tidak menginginkan kamu mendapatkan jabatan itu"
"Siapa?"
"Kamu akan tahu nanti"
"Aku akan memikirkan tawaran dari kamu untuk bergabung kembali dengan perusahaan keluarga mu.Aku mau memikirkan semua itu karena aku menghargai melihat usaha kamu yang tidak pantang menyerah,kamu harus menjadikan semua ini pelajaran yang berharga untuk hidup kamu agar kamu bisa menjadi seorang pemimpin yang bijaksana"
"Terimakasih, Tuan"
"Tinggal kanbkartu nama kamu,akan aku hubungi kamu jika aku sudah mempertimbangkan semuanya"ucap Tuan Mark
Mendengar keputusan Tuan Mark, Kenzo dan Mina pun berpamitan.
"Tunggu!!"
"Ya,Tuan"
"Apa dia kekasih mu?"
Mendengar pertanyaan dari Tuan Mark,Kenzo dan Mina gugup menjawab,dengan lantang tegas mereka menjawab secara bersamaan "Tidak kami hanya rekan!"
"Bela dirinya sangat hebat,padahal tubuhnya kecil dan mungil.Kamu hebat memilih nya menjadi pengawal mu,karena kamu akan membutuhkan pengawal sehebat dia untuk menjaga diri kamu"ucap Tuan Mark
Kenzo pun merasa bingung dengan ucapan Tuan Mark,yang menyatakan dia akan membutuhkan seorang pengawal untuk melindunginya.Mereka pun kembali menuju mobil,Kenzo memikirkan ucapan Tuan Mark.
__ADS_1
"Pak,selanjutnya kita akan kemana?"
"Pak!!"
"Ya...ya...maaf..."
"Haduh...Anda itu melamun aja?Kemana lagi tujuan kita?"
"Lebih baik aku antarkan kamu pulang dulu saja"
"Baiklah"
Di dalam mobil pun mulai hening tidak ada pembicaraan antara mereka.
"Apa kamu suka beladari?"
"Hah?!"
"Kamu itu suka beladiri?"
"Oh...itu... sebenarnya Ayahku dulu adalah guru Taekwondo,jadi sedari kecil dia mengajari ku untuk beladiri.Ayahku bilang suatu saat semua ini akan melindungi ku dan ibuku dari orang jahat"
"Pantas saja kamu sangat ahli dalam bela diri.Sekarang dimana Ayah kamu?Kenapa tidak dia saja yang menjaga Ibu kamu?"
"Ayahku sudah meninggal saat aku lulus SMA,dia mengalami tabrak lari"
"Iya tidak apa pak,terima kasih "
"Apa orang yang menabrak Ayahmu bertanggung jawab?"
"Tidak,dia kabur setelah menabrak Ayahku.Tapi aku mengingat nomor mobil,bahkan warna mobil apa yang menabrak Ayahku"
"Kenapa kamu tidak laporkan saja kepada polisi?"
"Polisi bilang mobil dengan nopol itu tidak ada,mungkin itu nopol palsu.Itu yang mereka bilang.Bagaimana mungkin aku mencari keadilan untuk Ayahku sedangkan untuk hidup kami saja terkadang tidak cukup.Jadi aku dan Ibu ku tidak bisa apa-apa "
Kenzo terdiam mendengar cerita hidup Mina.Dia tidak menyangka gadis galak,pintar dan seceria Mina mempunyai beban hidup yang berat.
"Lebih baik aku turun disini saja pak?"
"Oh...iya"
"Terimakasih ya pak"
__ADS_1
"Mina tunggu,besok aku harus menyiapkan untuk pertemuan kita dengan Tuan Gilbert,jadi kita bertemu di kantor saja.Kamu bisa kan?"
"Baik Pak"
"Baiklah, Terimakasih Mina"
"Sama sama pak"
Kanzo pun pergi meninggalkan Mina,di perjalanan Kenzo merasa kehidupan ini terkadang begitu tidak adil.Dia merasa selama ini dia tidak menggunakan kehidupan nya dengan bermanfaat.Dia selalu menghamburkan uang nya,waktunya hanya dia gunakan untuk bermain.Bahkan dia pun tidak pernah memikirkan kuliahnya.
Hari mulai sore,Kenzo tidak ingin pulang ke rumah dengan cepat jadi dia memutar arah mobilnya menuju Kantor untuk mencari berkas tentang Tuan Gilbert Yokisuka.Saat Kenzo akan memarkirkan mobilnya,dia melihat mobil milik Chatrine berada di lobby kantor.Hatinya pun bertanya-tanya kenapa mobil Chatrine berada di kantor.Kenzo masuk ke dalam kantor.
"Apakah dia lembur?"
Saat akan masuk kedalam ruang kerjanya,Kenzo melewati meja kerja Chatrine tetapi dia tidak melihat Chatrine berada di meja kerjanya.Kenzo pun melanjutkan tujuan nya untuk masuk kedalam ruangan nya,dia mencoba tidak menghiraukan apa yang dilakukan Chatrine.Tetapi bayangan nya khawatir dengan Chatrine karena dia hanya melihat mobil Chatrine yang terparkir di lobby kantor sedangkan Chatrine tidak ada di kantor.
Akhirnya dia memutuskan untuk mencarinya di sekitar kantor,dia khawatir jika Chatrine sedang memiliki masalah.Kenzo keluar dari ruangan nya dan mencari Chaterine dia area kantor.Kenzo tidak menemui keberangkatan Chatrine,akhirnya dia memutuskan untuk kembali kedalam ruangan nya.Saat akan kembali kedalam ruangannya,Kenzo mendengar suara berisik seseorang yang berada di ruangan Devan.
Dia mencoba mendekati ruangan Devan,semua tirai ruangan Devan tertutup rapat dan terkunci.Kenzo mencari celah untuk mengintip di dalam ruangan Devan untuk memastikan apa yang di dengarnya salah,celah kecil dari sela tirai dapat terlihat.Kenzo terkejut ternyata di dalam ruangan itu Devan dan Chatrine yang sedang melakukan hubungan terlarang.
Kenzo langsung pergi dan masuk ke dalam ruangan nya,dia merasa sangat sakit hati karena ternyata wanita yang begitu dia cintai mempunyai hubungan dengan Kakak nya.Bahkan mereka telah melakukan hubungan yang terlarang di dalam kantor.Kenzo menangis,dia memegang dadanya yang begitu sesak.Ternyata wanita yang dia jaga kesuciannya,dia berikan kebahagiaan,malah meninggalkan nya dan memilih dengan sang kakak.
Akhirnya Kenzo memutuskan untuk pulang ke rumah nya,dia kembali turun ke Lobby untuk mengambil mobilnya.Ternyata mobil Chatrine sudah pergi dari kantor.
"Sayang kamu baru pulang?Kamu dari mana?"sambutan dari Ibunya
"Aku ada urusan Bu"
Kenzo melihat Ayah dan Devan sudah berada di meja makan menikmati makan malam.
"Ya sudah, kemarilah kita makan bersama"ajak Ibu
"Dia pasti tidak mau semeja dengan kita Bu"ucap Devan
Kenzo memandang mata Devan yang tersenyum tipis padanya, Kenzo meletakan tas ransel nya dan mendekati meja makan.Dia duduk di meja makan bersama Ayah,Ibu dan Devan.Acara makan malam begitu hening,hanya tatapan penuh emosi Kenzo memandang Devan yang asyik dengan makanannya.
"Apa tantangan Ayah sudah kamu jalan kan?Ingat hanya 1 Minggu waktu yang diberikan Ayah"ucap Devan
Kenzo menggenggam gagang sendok dengan begitu erat,sambil melirikan mata tajam nya pada Devan.
"Itu kejutan nanti"ucapnya singkat
Kenzo meletakan sendoknya di meja,berdiri dari tempat duduknya dan berpamitan pada ibunya jika dia akan beristirahat di kamarnya.
__ADS_1
Devan merasa jika Kenzo sedang tidak baik.
..."Bersambung"...