
"Mina tidak terasa sudah 2 Minggu lebih,kita disini.Bagaimana jika besok kita pulang ke Jakarta yah?"ujar ibu
"Tapi Bu...Mina masih rindu kampung halaman Ayah.Bagaimana lebih baik kita tinggal disini saja selamanya?"
"Mina,bagaimana dengan pekerjaan kamu?Dan bagaimana dengan Kenzo?"
"Lupakan semua itu,aku ingin tinggal disini!"Jawabnya singkat
"Mina apa kamu merahasiakan sesuatu dari ibu?"
"Tidak,aku tidak merahasiakan apa pun dari ibu"
"Ya sudah lah besok kita harus berkemas untuk pulang,jika kamu masih ingin disini ya sudah biar ibu kembali sendiri saja"
Mina termenung,duduk di selasar saung.Sepintas ibunya melihat raut wajah Mina yang begitu bimbang tapi dia tidak mau menceritakan apa yang ada di fikiran nya.
Pagi pun menjelang,ibu membangunkan Mina yang masih tertidur.
"Mina cepat bangun,kamu harus mengemasi pakaian,nanti siang kita akan berangkat ke Jakarta "
"Bu...kita tinggal disini saja ya"
"Mina...ibu mau ke Jakarta, meski ini tempat masa kecil Ayahmu tapi di Jakarta adalah rumah sederhana yang kami bangun bersama Ayah kamu.Ayo cepat bangun dan rapikan pakaian dan barang-barang kamu"
Mina pun bangun dan mengemasi semua barang-barangnya dengan badan yang masih sempoyongan.
"Ya sudah sekarang kamu cepat mandi!Kita tidak boleh ketinggalan bis"
"Ya...ya...ya..."
Mina pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Mereka pun telah bersiap dan langsung pergi menuju ke terminal agar mereka tidak ketinggalan jadwal bis yang akan berangkat menuju Jakarta.
Mina tidak banyak bicara,dia hanya menatap kaca jendela di sampingnya.Wajah sendunya semakin terlihat,hujan pun turun membasahi jalanan.
7Jam perjalanan akhirnya mereka telah sampai di Jakarta.Mereka sampai di rumah hingga dini hari.Semua para tetangga pun masih terlelap dalam tidur mereka.Sesampainya di rumah Mina langsung masuk ke dalam kamarnya.
Keesokan paginya
Mina bangun lebih awal,dia sudah berdandan rapi keluar dari kamarnya.
"Mina kamu tidak ke kantor?"
"Huftt... sebenarnya aku sudah mengirimkan surat pengunduran diriku Bu"
__ADS_1
"Mina bagaimana hubungan kalian?"
"Aku sudah memutuskan nya.Ya sudah aku akan pergi menemui Galang"
Mina meninggal kan Ibunya yang masih terdiam.
"Jadi kamu ingin menenangkan diri karena ini,nak" gumam ibu
Tit...tit...tit...
Dengan ventilator Kenzo dibantu untuk pernafasan nya dan berbagai alat yang menempel di tubuhnya.Tidak ada perubahan sama sekali dengan Kenzo.Dia hanya terbaring tanpa ada respon apa pun.
Semakin hari keadaan nya semakin melemah,Ibu begitu setia menunggu Kenzo di samping nya berharap ada keajaiban dari Tuhan untuk kesembuhan putranya.
Pagi ini Devan akan mencoba kembali ke rumah Mina berharap dengan kedatangan Mina bisa membuat perubahan untuk kesembuhan adiknya.
Tok... tok...
Grekkk
"Maaf Anda ingin bertemu dengan siapa?"
"Syukurlah....Nama saya Devan Bu,saya kakak dari Kenzo"
Devan laangsung bersimpuh di telapak kaki ibu Mina,dia bersujud dan menangis meminta maaf atas kesalahannya.
"Maafkan saya Bu...maafkan saya...saya yang telah menabrak suami Anda.Silahkan kalian ingin memenjarakan saya atau pun kalian akan menghukum saya dengan cara apa pun tapi tolong adik saya.Saya memang bukan kakak yang baik,saya juga bukan kakak yang berguna,saya ingin adik saya hidup Bu....saya mohon bantu saya"
"Apa maksud kamu nak...bangun dulu..."
Devan menangis dia begitu menyesal dengan apa yang dia lakukan dengan Ayah Mina.
"Adik saya di rumah sakit,dia sedang berjuang dari koma nya Bu,dia mengalami kecelakaan.Menurut dokter hanya keajaiban Tuhan yang membantunya untuk hidup. Sudah 2 Minggu ini dia tidak sadarkan diri.Aku ingin Mina untuk menemui nya mungkin saja dengan Mina di samping nya ada sebuah semangat untuk nya bertahan hidup.Setiap hari aku melihat ayah dan ibu ku menangis takut akan kehilangan adik ku.Aku sadar,aku hanya anak pungut tapi mereka tidak pernah menganggap ku beda dari Kenzo.Aku harap kalian bisa membantuku...."
"Jadi Kenzo di rumah sakit?"
"Iya Bu"
"Boleh kah aku menemuinya?"
"Tentu saja,aku akan mengantarkan Anda"
Ibu Mina pun diantarkan Devan menuju Rumah Sakit dimana Kenzo dirawat.
__ADS_1
Dia melihat kondisi Kenzo yang begitu lemah,berlahan Ibu Mina mendekati tubuh Kenzo.
"Ken... bertahanlah...ibu sudah memaafkan semua kesalahan keluarga kamu.Kamu harus bertahan...masih ada Ayah,Ibu dan kakak kamu yang masih menyayangi mu.Bahkan Mina,ibu yakin dia sangat menyayangi kamu,maka itu kamu harus bertahan dan berjuang untuk melewati semua ini"
Ibu Mina mencium kening Kenzo dengan deraian air mata.Ibu Mina tidak akan pernah lupa dengan kebaikan yang Kenzo lakukan padanya,jika bukan Kenzo dia juga masih terkapar di kasur.
Sore pun menjelang Mina pulang ke rumah bersama Galang,Ibunya sudah menunggunya di ruang tamu.
"Ibu...kenapa belum tidur?"
"Mina duduk!!"
"A-ada apa Bu?"
"Apa kamu sudah tahu jika Kenzo masuk rumah sakit?"
"E-apa dia masuk Rumah Sakit?Dia baik-baik saja bukan?"
"Apa yang semua ini yang Ayah kamu inginkan?Apa kamu merasa puas jika keluarga dari yang menabrak ayah kamu celaka?"
"Kenapa ibu bicara seperti itu?Aku tidak tahu apa-apa?"
"Mina!!Kamu mengajak ibu ke kampung halaman Ayah kamu pasti punya alasan bukan?Jadi kamu mengetahui jika Kenzo kecelakaan bukan?!!"
"Iya aku tahu Bu!!Aku melihat kecelakaan itu!!Aku meninggal kan nya,aku sangat puas Bu!!Sangat puas!!Biarkan saja mereka,mau mati atau tidak bukan urusan kita!"
"Mina!!!Tega sekali kamu Mina,ibu tidak menyangka putri yang ibu banggakan seperti ini.Apa sebenci itu kamu dengan Kenzo?Ayah mu bukan seperti kamu!Jika dia masih hidup dia tidak akan pernah menyuruh kamu untuk seperti ini!Kamu tahu Mina, Kenzo sekarat!Dia koma,dia tidak sadarkan diri.Sudah 2 Minggu ini dia tidak bangun dari komanya Mina"
"Untuk apa kita mengurusi mereka Bu,biarkan saja berarti Tuhan sudah membalaskan apa yang mereka perbuat!"
"Apa Kenzo pelaku nya?!Apa jika mereka sudah mendapatkan ganjaran mereka ,Ayah kamu akan kembali kepada kita Mina?"
Mina terduduk dan menangis.
"Kenapa kamu begitu kejamnya Mina...Apa kamu tidak ingat bagaimana jika bukan karena Kenzo,apakah ibu akan bisa sembuh seperti ini?Kenapa kamu tidak berfikir kenapa Tuhan membuat kamu jatuh cinta padanya padahal dia keluarga dari pembunuh Ayah kamu.Kamu tahu jawabannya Mina,karena Tuhan ingin kamu memaafkan mereka!!Semua hidup mati,jodoh sudah ada suratan takdir nya masing-masing.Ibu sangat kecewa dengan kamu Mina!!"
"I-i-ibu..."
Ibu pun masuk kedalam kamarnya sambil menangis,Mina menggedor pintu kamar sang Ibu ingin menjelaskan nya kembali.
"Ibu buka pintunya ibu...apa aku sejahat yang ibu katakan Bu...apa aku salah ingin mendapatkan keadilan untuk Ayahku?Apa yang harus aku lakukan Bu....apa... buka pintunya Bu...buka..."
Galang menghampiri Mina,dia menggandengnya dan mengajaknya keluar dari rumah agar Mina lebih tenang.
__ADS_1
..."Bersambung"...