Mister Perfect My Only One

Mister Perfect My Only One
Bab.41


__ADS_3

"Apa yang terjadi di malam itu Dev?"tanya Ibu


"Saat itu Devan diajak teman-teman merayakan kelulusan kuliah,Bu.Itu pertama kalinya aku mendapatkan mobil hadiah dari Ayah.Aku menggunakan nya untuk memamerkan kepada teman-temanku.Kami pesta minuman keras hingga kesadaran ku tidak stabil,tetapi aku tetap memaksakan diri menyetir untuk pulang.Hingga akhirnya kejadian itu terjadi,jalanan sangat sepi saat itu ,aku tidak melihat jika ada seseorang yang menyebrang jalan dan aku menabraknya hingga dia tersungkur.Aku menghentikan mobilku,dan melihat kondisi orang itu dari spion mobilku.Suara tangisan Wanita mendekati tubuh pria tersebut,karena panik aku pergi meninggalkan tubuh orang itu dan pulang.Aku sangat ketakutan,saat itu ada Ayah yang menunggu ku pulang.Aku menceritakan kejadian yang aku alami malam itu"


"Ayah menyuruh Devan untuk menyembunyikan semua kejadian ini, Ayah tahu semua ini sangat salah.Tapi Ayah tidak ingin melihat putra Ayah harus berada di balik jeruji besi,jadi Ayah memilih jalan itu"


"Kenapa Ayah melakukan semua itu?Dimana perasaan mu?Apakah kamu tahu dengan apa yang dilakukan Devan ada seorang anak dan Istrinya yang menderita?Apakah Ayah tahu mereka menginginkan keadilan dan permintaan maaf dari orang yang menabrak Ayahnya?!Mereka di anggap gila,mereka tidak di perduli kan dengan dunia ini!!Kenzo sangat kecewa dengan Ayah!"


Kenzo pun pergi meninggalkan rumah untuk menenangkan diri,dia tidak tahu harus berbuat apa.Di dalam mobilnya Kenzo hanya bisa menangis dan memikirkan untuk menjelaskan semua ini pada Mina.Semalaman Kenzo tidak pulang, tak terasa hari mulai pagi Kenzo tertidur di dalam mobilnya,dia terbangun karena sorotan cahaya matahari yang menyilaukan matanya.


"Ya Tuhan aku kesiangan"


Mengingat hari sudah siang dia tidak langsung ke rumah melainkan langsung ke kantor,karena menurutnya pasti Mina sudah berangkat ke kantor lebih dulu.Kenzo berganti pakaian di kantornya,dia mencoba untuk ke ruangan Mina untuk mencoba menjelaskan nya.


"Dimana Mina?"tanya Kenzo


"Aku tidak tahu hari ini dia tidak berangkat,pak"


"Apa dia tidak izin atau memberikan kabar kepadamu?"


"Tidak pak"


"Baiklah terima kasih"


Ternyata Mina tidak ada di ruangannya,Kenzo tidak bisa berfikir jadi dia memutuskan untuk menemui Mina di rumahnya.Semua acara meeting ia cancel hari ini,dia ingin menemui Mina secepatnya.Kenzo pun keluar dari kantor nya,menuju rumah Mina.


Tok...tok...


Grekkk....


"Pak Kenzo ada apa kesini?"


"Saya mau bertemu dengan Mina,Bu"


"Mina?Loh dia tidak pergi ke kantor?Padahal tadi pagi dia izin akan berangkat ke kantor"


"Tapi tadi di ruangan nya tidak ada Bu,dan kepala Gudang juga bilang Mina tidak berangkat hari ini"


"Ya Tuhan....kemana anak itu"


"Sebenarnya Mina dan Kenzo sedang ada masalah besar Bu"

__ADS_1


"Lebih baik bicara di dalam saja ya,pak Kenzo....enggak enak bicara di depan pintu seperti ini"


Ibu Mina pun mempersilahkan Kenzo untuk berbicara di dalam rumahnya.Kenzo menceritakan kebenaran akan kejadian kecelakaan yang dialami Ayah Mina.Meski dengan rasa khawatir dan bersalah Kenzo mencoba meminta maaf.Ibu Mina pun mencoba untuk menerima semua yang sudah terjadi akan tetapi dia khawatir jika Mina tidak mau menerima semua nya karena dari dulu Mina ingin sebuah keadilan untuk kematian Ayahnya.


"Lebih baik kamu cari Mina,Pak Ken...Ibu khawatir dia kenapa-napa.Ibu akan mencoba membujuk nya agar bisa menerima semua kenyataan ini"


"Baik Bu,Kenzo akan mencari Mina.Maafkan Kenzo dan keluarga Kenzo"


Kenzo pun berpamitan kepada Ibu Mina untuk mencari Mina.Sebelum menyalakan mesin mobilnya Kenzo berfikir harus mencari Mina dimana karena ponselnya pun tidak bisa di hubungi.


"Dimana kamu Mina?"gumamnya


Tiba-tiba Kenzo berfikiran jika Mina akan pergi ke tempat perguruan taekwondo tempat Ayahnya mengajar beladiri.


Disana terlihat Mina sedang berlatih yang masih mengenakan baju kantornya bersama Galang.Kenzo pun mencoba menghampiri Mina.


"Mina....kenapa kamu tidak ke kantor?"


Mina tidak memperdulikan panggilan dari Kenzo,dia terus berlatih dengan Galang.Kenzo pun merasa kesal dan menarik tangan Mina.Mina langsung mengepalkan tangannya yang hampir menghantam wajah Kenzo.Dengan tatapan mata yang merah penuh amarah dia menatap wajah Kenzo,meski mata nya di sembangi binaran air mata.Kepalan tangan Mina berhenti tepat di depan wajah Kenzo.Kenzo terdiam saat melihat Mina yang hendak menghantam wajahnya.


"Lakukan....lakukan saja sesuka kamu!Asalkan kamu bisa memaafkan kesalahan keluarga ku!"


"Mina...aku mohon tunggu aku!Kamu mau kemana biar aku antar!"


"Tidak perlu!Aku sudah buat keputusan hari ini!"


"Apa??"


"Mulai hari ini kita putus!Aku tidak ingin menjalin hubungan apa pun dengan keluarga dari pembunuh Ayahku!!"


"Mina...bagaimana mungkin kamu berbuat seperti itu pada ku?Aku sangat mencintai kamu Mina"


"Cinta?Aku sangat membenci kamu dan keluarga kamu!Aku akan mencari keadilan untuk Ayahku agar keluarga kamu membusuk di dalam penjara!"


"Mina aku mohon apa yang kamu inginkan?Aku akan melakukan apa saja untuk kamu,tapi tolong jangan berpisah?!"


"Aku ingin kamu dan keluarga kamu mati ke neraka!!!Penebusan dosa kalian tidak akan pernah aku maafkan!Besok aku akan mengundurkan diri ku dari kantor!Aku tidak akan sudi bekerja untuk keluarga pembunuh!"


"Mina....Mina..."


Mina pun pergi meninggalkan Kenzo dengan menaiki taxi yang dia berhentikan.Kenzo mencoba mengejarnya,dia harus mengambil mobilnya di parkiran tempat perguruan Ayah Mina.

__ADS_1


Tidak mau tertinggal jauh Kenzo mencoba mempercepat laju mobilnya hingga pikirannya semakin kacau,dia tidak memperdulikan apapun.Hingga akhirnya.....


Duuuuuuaaarrrr


Sebuah hantaman dari pinggir mobil Kenzo yang menyeret mobilnya hingga 1meter dan memenyokan sisi kanan mobil Kenzo.Tubuhnya terhimpit,kepalanya terbentur di pengemudi setirnya.Kenzo pun sudah kehilangan kesadaran nya.Mobil Kenzo mengeluarkan asap hitam tebal,tetapi tubuhnya sudah tak sadarkan diri di dalam.


Semua orang melihat kecelakaan tersebut mencoba untuk menyelamatkan tubuh Kenzo yang masih berada di dalam mobilnya.Suara dentuman yang keras mengagetkan semua orang termasuk Mina yang sudah berada di mobil taxi.Dia melihat asap tebal dari kaca belakang mobilnya,dan ramainya orang yang menggerubungi mobil.Dia meminta agar supir taxi memberhentikan mobilnya.


"Tunggu sebentar,pak"


Mina pun turun dari mobilnya,dia mencoba mendekati keramaian yang orang-orang lihat.Di balik kerumunan Mina melihat mobil Kenzo yang sudah penyok,dan mengeluarkan asap tebal.Semua orang mencoba membantu mengeluarkan tubuh Kenzo yang berlumuran darah dan sudah tidak sadarkan diri.Mina hanya terdiam,dia membalikkan badan nya mencoba tidak memperdulikan apa yang dia lihat.Meski tubuhnya dingin...air matanya menetes...Entah apa yang ada di fikiran nya antara sedih,atau puas melihat keluarga dari pembunuh Ayahnya akhirnya merasakan apa yang ayah Mina rasakan.


Keadaan semakin macet,Mina berjalan dengan lambat menuju taxi yang tadi dia naiki.Di dalam mobil air matanya terus saja mengalir di wajahnya.


wiu...wiu...wiu...


Suara ambulance berpas-pasan dengan taxi Mina yang berjarak sudah jauh dari tempat kecelakaan Kenzo.Mina melihat ambulance tersebut melaju dengan buru-buru seakan ambulans tersebut yang akan membawa tubuh Kenzo.


Tubuh Kenzo yang sudah tak sadarkan diri dimasukan ke dalam mobil ambulans,sebuah selang oksigen dipasangkan di hidung Kenzo,karena perawat merasa masih ada denyut nadi dan nafas Kenzo tanda kehidupan.Mereka melarikan Kenzo ke rumah sakit.


Seseorang mencoba menghubungi keluarga Kenzo yang mereka lihat di nomor kotak ponsel Kenzo.Ibu yang mendengar berita kecelakaan Kenzo segera menghubungi Ayah,Devan dan Kakek.Mereka langsung menuju Rumah Sakit untuk melihat kondisi Kenzo.


Lampu warna merah di ruang IGD masih menyala,ruangan masih tertutup,dokter masih di dalam.Keluarga Kenzo melihat perawat yang mondar-mandir membawa banyak kantong darah.Suasana cemas dan panik keluarga Kenzo semakin terlihat,Ibu menangis terus menerus khawatir dengan keadaan putranya.Tak selang berapa lama dokter keluar dari IGD.


"Bagaimana kondisi Putra kami dok?"tanya Ibu


"Putra anda mengalami banyak kehilangan darah,untuk saat ini dia sedang kritis,dia koma.Semoga kalian sabar...Jika dia bisa bertahan melewati masa kritisnya mungkin dia bisa selamat.Tetapi jika dia tidak bisa bertahan kalian harus banyak bersabar...dan berdoa..."


Ucapan dokter membuat Ibu semakin menangis,seakan harapan hidup Kenzo sangat sedikit.Ayah dan Ibu masuk ke ruangan untuk melihat kondisi Kenzo yang tubuhnya di dipasangi banyak alat yang menempel.Tidak ada respon apapun dari Kenzo dia hanya memejamkan matanya.


----


Dua minggu berlalu tetapi Kenzo tetap saja masih terbaring di rumah sakit tanpa ada respon apapun.Mina pun tidak pernah menjenguk ataupun menampakkan diri dihadapan Kenzo dan keluarga nya.Keluarga Kenzo mencoba untuk menghubungi dan mengirimkan pesan kepada Mina akan tetapi Mina tidak pernah membalas atau pun mengangkat telepon dari keluarga Kenzo.


Mina tidak menceritakan keadaan Kenzo pada Ibunya,dia malah mengajak Ibunya untuk pulang kampung dimana tempat kelahiran Sang Ayah. Ibunya hanya tau Mina mengajak nya pulang kampung karena merindukan tempat masa kecil Ayahnya.


Ayah dan Devan mencoba mencari keberadaan Mina di rumahnya akan tetapi para tetangga mengatakan jika mereka pergi sudah 2 Minggu ini mereka belum pulang,para tetangga pun tidak tahu kemana Mina dan Ibunya pergi.Ayah dan Devan semakin merasa bersalah kepada Kenzo,setidaknya Ayah ingin memberikan harapan agar Mina menemui Kenzo supaya semangatnya untuk hidup ada.


Mereka mencari Mina sia-sia,mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan untuk menebus kesalahan Devan di masa lalu.


..."Bersambung"...

__ADS_1


__ADS_2