
Kring ...kring...
Suara alarm ponsel Kenzo membuat terbangun,dia segera ke kamar mandi untuk bersiap mengajak Mina untuk menyusun rencana besok.Kenzo keluar dari kamarnya tetapi Mina belum juga keluar dari kamarnya.Beberapa kali Kenzo mengetuk kamar Mina tetapi tidak ada respon dari dalam.Akhirnya dia mencoba menghubungi ponsel mina.3 Panggilan tidak terjawab,dan ke 4 kalinya Mina pun menjawab dengan nada sayu-sayu baru bangun tidur.
"Apa kamu masih tidur?"
"Ada apa sih pak?Aku masih ngantuk?"
"Bangun dan cepat bersiap!!Aku tunggu 10 menit!!"
Ucapan keras Kenzo membuat nya terbangun dari tidurnya.Dia sangat kesal karena menelpon nya dengan suara yang membentak,Mina melihat jam di ponsel nya yang sudah menunjukan jam 5 sore.Dia segera bangkit dari tempat tidurnya dan ke kamar mandi.
Selepas selesai berdandan dia mengetuk pintu kamar Kenzo.Mina sudah berdandan cantik,menggunakan dress warna pink selutut.Kenzo pun membuka pintu kamarnya memandang penampilan menawan Mina,tetapi ada yang dia sayangkan karena di penampilan feminim Mina dia masih tetap menggunakan sepatu kets putih yang di belikan Kenzo.Meski begitu Kenzo sangat terkesima dengan kecantikan Mina.
"Pak kita mau kemana?"
Kenzo pun masih terdiam memandang wajah Mina.
"Pak!!"
Suara Mina mengagetkan dirinya yang masih terpanah melihat penampilan Mina.
"Ada apa?"
"Anda yang ada apa?Aku tanya malah bengong aja"
"Memangnya kamu tanya apa?"
"Kita mau kemana?"
"Oh...kita keluar saja dulu"
Kenzo memesan sebuah taxi online untuk menuju sebuah cafe.Sesampainya di Cafe,Kenzo merencanakan apa yang harus Mina dan dia lakukan.Besok mereka akan ke sebuah pabrik milik keluarga nya.Mereka akan menyamar sebagai karyawan magang sementara yang ditempatkan di situ.Selain menjadi karyawan,Kenzo ingin melihat kinerja orang kepercayaan Ayahnya yang membuat pabrik yang sudah didirikan sejak lama sekarang menjadi menurun.
Kenzo ingin menyelidiki sejauh mana kinerja orang-orang kepercayaan Ayahnya.Mereka hanya mengenal Devan karena yang mereka tahu penerus perusahaan Ayah Kenzo nantinya Devan,sedangkan orang kepercayaan Ayah Kenzo tidak pernah melihat wajah Kenzo.Jadi dia membuat rencana untuk menjadi karyawan magang sambil melihat situasi di pabrik tersebut.
Di tengah obrolan Kenzo dan Mina,suara notifikasi ponsel Kenzo berdering.Dia mengangkat ponselnya,tetapi dia hanya mengangkat sebentar saja dan menatap wajah Mina seakan dia tidak ingin mengganggu kebersamaan nya dengan Mina.
"Siapa pak?"
"Hah!! Ayumi"
"Oh...Nona Ayumi...pasti dia sangat merindukan Anda pak"
"Tentu saja,pria tampan seperti ku pasti sangat banyak yang merindukan"ucap Kenzo menggoda
Wajah Mina berubah seketika,Kenzo mengalihkan pembicaraan agar suasana yang tadi tidak terpengaruh dengan rencananya.
Selepas dari Cafe mereka memutuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat, mengingat besok mereka harus menjadi karyawan magang yang di kirim dari pusat.
"Huftt....kenapa aku jadi begini sih?!Aku terlalu ke PD an,bukankah pak Kenzo milik nona Ayumi?"gumam Mina
Didalam kamar Kenzo memikirkan perasaan Mina,dia merasa sangat bodoh dan takut menyakiti perasaan Mina.Dia mondar mandir dalam kamarnya karena rasa salah nya,tidur pun tidak bisa.Dia melihat ponselnya melihat aktifitas Mina tetapi Mina tidak online.Dia mencoba untuk memejamkan matanya tetapi tidak bisa karena rasa salah nya.
Jam sudah menunjukan pukul 12 malam,dia mencoba untuk mengirim kan pesan ke Mina,tetapi takut Mina sudah tertidur lelap.
"Mina apa kamu sudah tidur?"
Kenzo menunggu balasan dari Mina,sudah 10menit berlalu tetapi tidak ada jawaban.Mina pun belum tidur,dia sudah membaca pesan dari Kenzo tapi malas untuk membalas.Dia tidak ingin terbawa perasaan dengan Kenzo,mengingat Kenzo milik Ayumi.Tetapi rasa penasaran nya yang begitu menggebu-gebu, akhirnya Mina membalas pesan dari Kenzo.
"***Belum,kenapa pak?"
"Kenapa kamu belum tidur?Apa kamu lapar?"
"Tidak"
__ADS_1
"Lalu?"
"Aku tidak bisa tidur, terus Anda kenapa belum tidur?"
"Sama,aku juga tidak bisa tidur"
"Huftt..."
"Kenapa?"
"Tidak"
"Mina.... sebenarnya aku ingin minta maaf"
"Minta maaf kenapa?Memangnya Anda punya salah apa dengan ku?"
"Tadi memang telepon dari Ayumi karena aku tidak izin dengan nya atas kepergian ku ke Surabaya.Memangnya kenapa aku harus izin,memang nya dia siapa?Aku tidak suka wanita yang offer protective "
"Ya memangnya kenapa jika Nona Ayumi marah, seharusnya bapak senang karena kekasih bapak itu perhatian.Dia kan kekasih Anda,jadi harusnya Anda izin donk"
"Haduh...dia itu hanya kekasih kontrak karena permintaan nya sendiri*** "
Kenzo keceplosan dengan bertukar pesan dengan Mina,Mina pun terkejut dengan pernyataan hubungan Kenzo dan Ayumi.
"***Maksud Anda"
"Hah!Lupakan lah!Sudah kita harus tidur besok kita harus bangun pagi!Ingat jangan molor Mulu!Yang jelas aku minta maaf ya jika menyakiti perasaan kamu"
"iya,aku akan bangun pagi "
" ♥️***"
Kenzo pun mengirim emogi cinta kepada Mina,yang membuat Mina semakin bingung dengan perasaan sesungguhnya Kenzo padanya.
Keesokan Harinya
"Hei kalian,mau bertemu dengan siapa?"
"Kami dari Jakarta perusahaan Pusat.Kami diminta untuk menjadi karyawan magang disini pak.Kami ingin bertemu bapak Rudy,Manager disini"
"Bapak Rudy belum datang,mending kalian tunggu di luar saja!"
"Tapi pak ini sudah siang,bagaimana mungkin seorang Manager belum berangkat?"
"Itu urusan Pak Rudy,bukan saya!Sekarang kalian tunggu diluar!!"
Kenzo dan Mina di usir oleh security untuk menunggu di luar gerbang pabrik.Sinar matahari yang begitu menyengat membuat Kenzo sangat kesal,Mina meminta Kenzo untuk menahan perlakuan security tersebut dan Manager pabrik.Mereka tidak bisa berteduh karena tidak ada tempat dimana mereka untuk berteduh dari panas matahari.
Kenzo melihat Mina yang begitu berkeringat,menutup kepalanya dengan map yang dibawanya.Kenzo mengipaskan map yang dia bawa agar Mina tidak kegerahan.Melihat perhatian Kenzo padanya membuat dia semakin salah tingkah.
Tak berapa lama sebuah mobil hitam berhenti di depan gerbang pabrik dengan membunyikan klakson.Security buru-buru membukakan pintu gerbang dengan lebar,Kenzo melihat sudah 2 jam dia menunggu Manager datang.
Seorang pria setengah baya dengan penampilan yang rapi turun dari mobilnya, security tersebut mendekati pria itu dengan membisikkan sesuatu.Kemudian security menghampiri Kenzo dan Mina untuk memanggil mereka masuk kedalam.
Security menuntun mereka menuju ke ruangan Manager,Kenzo melihat pria paruh baya tersebut di ruangan ber AC dan cukup rapi.Ternyats dia adalah Pak Rudi Manager yang di percaya oleh Ayahnya untuk mengurus pabrik ini.
"Siapa nama kamu?"
"Kenzo dan dia Mina"
"Seperti nya aku tidak asing mendengar nama kamu"
"Nama Kenzo itu sangat banyak dan populer pak,jadi mungkin Anda sangat tidak asing"
"Pupoler??Ha...Ha...nama kampungan saja bangga.Jadi kamu orang yang ditugaskan dari pusat untuk magang disini?"
__ADS_1
"Iya pak"
"Jika disini kalian harus mengikuti aturan di sini, kalian paham?"
"Baik pak"
Pak Rudi memanggil anak buahnya untuk mengantarkan Kenzo dan Mina ke tempat kerja yang akan mereka lakukan.
"Biyan,antarkan laki-laki ini di bahan baku,suruh dia angkat-angkat atau apalah"
"Lalu bagaimana dengan saya?"tanya Mina
"Sementara kamu disini dulu,aku kan belum mewawancarai kamu?"
"Tidak bisa!!Kami datang bersama jadi harus bekerja bersama?"ucap Kenzo dengan nada lantang
"Hussstttt baru saja kamu aku kasih tahu jika kamu bekerja disini harus ikuti aturan disini?!"
"Sudah tidak apa pak? Mak-mak-sud ku tidak apa Ken,kamu tidak usah khawatir kan aku"ucap Mina meyakinkan Kenzo
Kenzo sangat kesal karena takut mereka memperlakukan yang tidak baik dengan Mina.Tetapi Kenzo tidak bisa berbuat apa dia harus mendapatkan bukti yang kuat apa yang terjadi dengan pabrik ini,dia tidak mungkin menggagalkan rencana nya.Apa lagi Mina sangat ahli dalam bela diri dia pasti akan membela dirinya jika mereka berani macam-macam dengan nya.
Kenzo diantarkan orang suruhan Pak Rudi menuju tempat yang akan dia kerjakan.Di perjalanan banyak mesin terbengkalai tanpa karyawan entah karyawan keluar dari pekerjaan mereka atau mereka tidak masuk.Kenzo sangat curiga dengan operasi produksi di pabrik ini, dikarenakan mereka memproduksi dengan banyak,tetapi keuangan tidak menutup dengan produksi yang terjual.
"Pekerjaan kamu angkat karung-karung itu dan bawa ke bagian produksi"
"Apa?"
"Kenapa?Heh kamu itu karyawan magang jadi enggak usah banyak komentar!!"
Kenzo tidak pernah sama sekali membawa barang yang berat,dia tidak mungkin harus membawa sekarung bahan baku itu menuju ruang produksi.Orang suruhan Pak Rudi mengawasi Kenzo,dia meminta Kenzo untuk cepat menggotong karung besar tersebut.Saat Kenzo hendak mengambil karung besar,Mina melarang Kenzo membawanya.
"Eh....Ken...enggak usah..."
"Apa-apa an kamu?Dia itu mau bawa karung itu ke ruang produksi!"
"Tidak dia bukan kuli panggul,dia disini untuk menjadi karyawan produksi kamu tahu?"
"Aturan dari mana!!"
"Pak Rudi,dia yang memberi perintah!Apa mau aku panggilkan pak Rudi agar kamu percaya?"
Biyan berfikir sejenak,dia menghentikan omelannya dan membiarkan Kenzo dan Mina pergi.Mina menarik tangan Kenzo menuju alat produksi dan bergabung dengan karyawan lain nya.
"Mina apa yang kamu lakukan?"
"Sudah Anda tenang saja,anda akan bergabung dengan karyawan lain agar tahu apa yang terjadi disini"
"Tapi bagaimana kamu melakukan nya"
"Nanti aku ceritakan saat di hotel"
Kenzo pun bergabung dengan karyawan lain,Biyan orang suruhan Pak Rudi mengawasi para pekerja yang sedang bekerja.Kenzo melihat raut wajah para pekerja sangat lelah,mereka seakan tidak semangat bekerja disini.
Kring...kring....
Jam Istirahat telah berbunyi,mereka mendapatkan sebungkus nasi yang beralaskan dengan koran.Mereka berkumpul bersama untuk makan siang bersama, setiap pekerja mendapat secangkir minuman dengan wadah yang begitu kotor,Kenzo dan Mina tidak sanggup untuk makan dan minum.Mereka merasakan di pabrik ini seakan di penjara,Kenzo duduk di sebelah seorang pria sebayanya melahap makanan dengan lahap nya.
"Apa kamu sudah lama bekerja disini?"
"Aku sudah lama"
"Apa dari dulu,seperti ini?"
"Tidak, setelah berganti Manager kami disini bekerja seperti robot, tetapi gaji kamu tidak sesuai dengan tenaga kamu,bahkan makan siang yang kami dapat seperti hewan.Tapi mau bagaimana lagi,orang kecil seperti kami mau bekerja dimana lagi"
__ADS_1
Kenzo sangat terenyuh melihat mereka yang terpaksa bekerja disini demi untuk menghidupi keluarganya.Kecurigaan Kenzo tentang para orang kepercayaan Ayahnya tidak sesuai peraturan dari perusahaan pusat.Kenzo dan Mina berusaha mencari banyak Informasi dari para pekerja agar Kenzo dapat mengambil tindakan tegas.
..."Bersambung"...