
Pagi ini kakek mengadakan rapat anggota dewan Direksi secara mendadak.Ayah dan Devan terkejut dengan adanya rapat anggota dewan tanpa ada konfirmasi.Semua anggota dewan terheran dengan adanya rapat ini,mereka saling bertanya satu sama lain.
Ayah dan Devan sudah berada di ruang rapat,Kakek dan Kenzo datang bersamaan dengan Tuan Mark,dan Tuan Gilbert yang menggunakan kursi rodanya.
Melihat Kenzo membawake dua Investor itu,Devan begitu terkejut karena dia terlalu meremehkan Kenzo.
Kenzo menyerah kan surat kontrak kerjasama itu pada Ayahnya dengan disaksikan oleh Anggota Dewan direksi yang lain.
"Kau sudah lihat, putra mu bisa melakukan tantangan yang kamu berikan.Sekarang posisi CEO itu akan di berikan padanya bukan?"
"Tunggu Ayah,kita harus meminta persetujuan dengan anggota yang lain.Meski Kenzo bisa membuat Tuan Mark dan Tuan Gilbert kembali tetapi kita harus meminta persetujuan dengan yang lain"
"Apa kalian kurang yakin dengan cucu ku?"
"Aku mengakui jika dia sudah berusaha sebaik mungkin,tapi semua itu belum cukup,Ayah"
"Tuan Andrean,Anda itu Ayah seperti apa?Kenapa Putra mu sendiri tidak bisa kamu percaya?Sedangkan dia sudah berusaha meyakinkan kami agar kami bisa bergabung kembali di perusahaan ini"
"Bagaimana jika kita pilih suara,suara terbanyak akan memilih Devan atau Kenzo "ucap Ayah
Devan sangat yakin jika semua anggota Direksi akan memilih nya, mengingat dia sudah membuktikan kinerjanya di perusahaan ini yang sudah lama sedangkan Kenzo hanya seorang anak manja dan tidak berguna.
Anggota lain pun menyetujui dengan kebijakan Andrean.
"Baiklah,jika kalian memilih Kenzo untuk menjadi CEO disini silahkan mengangkat tangan kalian"
Tuan Mark,Tuan Gilbert dan kakek mengangkat tangan mereka.Anggota dewan tidak ada yang mengangkat tangan nya,tetapi pengacara mulai mengangkat tangan di ikuti dengan anggota lain.
Devan sangat kesal melihat anggota dewan banyak yang memihak pada Kenzo,sedangkan yang memihak padanya lebih sedikit.Kakek sangat bahagia dan bangga karena semua anggota dewan ternyata berpihak pada Kenzo.
Saat rapat sedang berlangsung Mina menunggu Kenzo di depan ruang meeting.Dia sangat cemas jika anggota dewan tidak memihak pada Kenzo.Dia mondar mandir di depan ruang rapat menunggu kabar dari Kenzo.
Tak berapa lama Kenzo,Kakek,Tuan Mark dan Tuan Gilbert keluar dari ruangan yang membuat Mina terkejut.Mina menundukan kepalanya,Kenzo bersama rombongan melewati Mina yang berdiri di samping pintu.Kenzo mengantarkan rombongan Tuan Mark dan Tuan Gilbert yang akan pergi dari kantor.
"Kamu lihat dia tidak menghiraukan kamu?"ucap Chatrine
Mina meninggal kan Chatrine yang hendak memanasi nya.Setelah Tuan Mark dan Tuan Gilbert pergi,Kenzo masuk kedalam kantor untuk mencari Mina.Akan tetapi Mina sudah tidak berada di depan ruang meeting.
Kenzo mencarinya karena ingin mengabarkan berita bahagia ini pada Mina.Kenzo mencari Mina di cleaning room tetapi Mina juga tidak berada di sana.Akhirnya dia berusaha menghubungi ponsel Mina,terdengar suara ponsel Mina tidak jauh dari dirinya.
Mina berada di tangga darurat kantor,dia sedang duduk sendiri disana.Mina tidak mengangkat panggilan dari Kenzo,dia hanya meletakkan ponselnya di pangkuannya.
"Hei gadis kecil!Apa kamu tidak mendengar ponsel mu dari tadi berbunyi?!"
Suara Kenzo membuatnya terkejut karena Mina tidak mengetahui jika Kenzo sudah sedari tadi berada di belakang nya.
"Ma-maaf pak,ada apa?"
"Apa kamu tidak ingin tahu berita kelanjutan nya?"
"Apa?Bagiamana?"
"Akhirnya mereka memilih ku untuk menempati posisi CEO,semua ini berkat kamu juga"
"Syukurlah"
"Apa hanya itu ucapan yang kamu berikan untuk ku?"
"Huh!Anda tidak usah mencari keributan deh"ucap Mina
"Iya...iya... terimakasih ya"
"Untuk apa?"
"Karena sudah mendampingi aku untuk semuanya.Maafkan aku juga selalu membuat kamu kesal"
"Sekarang ikut aku!"
"Kemana?"
"Tentu saja persiapan untuk nanti malam pergi ke acara Ulang Tahun Ayumi"
"Aku kan sudah bilang jika aku tidak bisa ikut"
"Tidak usah banyak bicara,kamu harus ikut!"
__ADS_1
"Ta-pi"
Suara ponselnya berdering, panggilan dari Sang Kakek.Kakek memanggil Kenzo untuk menemuinya di ruangan nya.
"Kamu tunggu aku di lobby yah,aku akan menemui kakek dulu.Kamu paham kan?Harus menunggu aku di lobby"
"Iya...pak"
Saat Mina berdiri akan melangkah menuruni anak tangga,tak sengaja kakinya terpleset dengan respon yang cepat Kenzo menangkap tubuh Mina yang hendak terjatuh.Kedua kalinya mereka beradu mata dan membuat mereka menjadi saling salah tingkah.
Kenzo melepaskan dekapannya dari tubuh Mina,dan Mina memilih untuk pergi dahulu meninggalkan Kenzo.
"Kenapa jatungku berdegup kencang yah?"celetuk Mina
Kenzo pun berdiam diri sambil memegang dadanya dengan wajah terseyum.
"Ada apa kek?"
Kakek dan Chatrine berada di ruangan nya,keberadaan Chatrine membuat Kenzo curiga karena Chatrine seakan mempunyai maksud dengan mendekati kakeknya.
"Duduklah cucuku"
"Kenapa kamu ada di ruangan ku?"
"Jangan begitu Ken.Kakek juga pernah muda,Chatrine sudah menceritakan semua kesalahpahaman antara kalian"
"Apa maksud kesalahpahaman kek?"
"Sudah...lebih baik kamu harus selesaikan masalah kamu dengan kekasih kamu.Kenapa kamu tidak memberitahukan Kakek jika kekasih kamu juga bekerja disini.Semua ini juga berkat Chatrine kamu menjadi semangat bukan?Ha...ha...ha...cucuku memang tidak salah memilih wanita"
"Chatrine aku mohon keluar dari ruangan ku!!"ucap Kenzo kesal
"Ken...dia hanya wanita jangan begitu dengan seorang wanita"
"Huffffttt sudah lah kek,Kenzo pergi dulu masih ada acara lain yang harus Kenzo selesaikan "
Kenzo pergi meninggalkan Kakek dan Chatrine,dia pergi ke lobby karena sudah membuat janji dengan Mina.Mina sudah menunggunya,dia berdiri di dekat mobil Kenzo.
"Maaf kamu menunggu lama yah"
"Kenapa?Apa kamu sakit?"
"Oh...tidak"
"Tapi kenapa kamu memegang dada kamu?"
Seketika Kenzo menyentuh dahi Mina,yang membuat pipinya memerah dan menjadi salah tingkah.
"Aih...sudah pak...aku tidak sakit kok"
"Kenapa pipi kamu memerah?"
"Kita jadi pergi tidak?"
"Iya jadi!"
Mereka pun masuk kedalam mobil,Mina merasa lega karena Kenzo tidak mendengar degupan jantung Mina.
"Kita mau kemana pak?"
"Ke butik,kita harus membeli gaun untuk kamu"
"Tidak...tidak pak,aku tidak mau"
"Minnnnaaa...sudah aku bilang kamu itu sudah aku kontak!Jadi kamu harus menuruti semua permintaan Ku!"
"Iya..iya"
Mereka telah berhenti di sebuah Butik,Kenzo memasrahkan Mina pada pelayan butik untuk mencarikan gaun yang sesuai untuk Mina.
Kenzo pun membawa Mina ke sebuah salon untuk melakukan perawatan pada Mina.Kenzo menunggu Mina yang sedang di rapikan rambutnya beserta di make up.Mengingat penampilan Mina yang biasa saja,jadi Kenzo menginginkan Mina berpenampilan anggun untuk menghadiri acara ini.
Hari mulai sore tetapi Mina belum juga selesai.Tiba-tiba seorang wanita berdiri di depan nya dengan menggunakan gaun berwarna silver.Mina terlihat begitu anggun yang membuat Kenzo sangat terpesona dengan penampilan Mina.
"Bagaimana pak?"
__ADS_1
Kenzo menatap Mina tanpa berkedip
"Pak?!"
"Ehh...iya...kamu sangat cantik..."
Penampilan Mina sangat luar biasa tetapi masih ada yang kurang dari penampilan.Ternyata Mina masih menggunakan sepatu kets nya.
"baiklah kita sekarang ke toko sepatu"
"Sepatu?Memangnya ada apa dengan sepatu ku pak?"
"Jika kamu menggunakan gaun itu lalu sepatu yang kamu gunakan sepatu Kets itu akan terlihat pendek dan aneh menurutku,jadi kita akan membeli sepatu agar kamu terlihat sempurna "
"Tapi menurut ku semua ini sudah cukup pak?"
"Sudah ikut saja"
Mereka menuju toko sepatu,Kenzo memilih heighills untuk Mina tetapi karena Mina tidak terbiasa menggunakan hills membuatnya dia sangat sulit berjalan.Mina menggunakan hills sesuai keinginan Kenzo meski dia berjalan harus dengan hati-hati.
Kenzo berganti pakaian dengan setelan jas yang sepadu dengan gaun Mina.Mereka nampak seperti pasangan yang serasi.Kenzo pun tak lupa membelikan hadiah untuk Ayumi,mereka pun pergi menuju acara pesta.
Kenzo dan Mina di sambut hormat oleh Tuan Gilbert dan Ayumi.Ayumi langsung menarik tangan Kenzo untuk diperkenalkan pada teman nya.Kenzo tidak bisa menolak ajakan Ayumi meski dia gelisah dengan Mina yang di tinggal sendiri.
Mina tidak mengikuti Kenzo dan Ayumi,dia mencari tempat duduk karena untuk berdiri kakinya terasa sakit karena sepatu hills nya.Kaki nya terluka karena Mina memaksa menggunakan hills.
Mina duduk di meja ujung yang masih kosong.Tiba-tiba seorang laki-laki menghampiri nya.
"Hai cantik bolehkah aku duduk disini?"
"Silahkan"
"Kamu sendiri saja?"
"Tidak,aku bersama bos ku"
"Jadi kamu kesini bersama bos kamu,apa kamu mau berdansa dengan ku?"
"Maaf tidak,aku tidak bisa berdansa"
"Biar aku ajarkan"
"Tidak Tuan,aku tidak mau"
"Ayolah ini adalah sebuah pesta,pasti kamu baru pertama kali ke pesta semegah ini bukan"
"Anda benar,aku memang bukan kalangan seperti Anda.Jadi aku tidak terbiasa dengan pesta seperti ini"
"Ayolah"
Laki-laki itu terus memaksa Mina untuk menemani nya berdansa,dan dia menyentuh tangan Mina yang membuat Mina sangat kesal.Mina langsung melintir tangan laki-laki itu,hingga dia meringis kesakitan.
Suara teriakan laki-laki itu membuat semua orang mengalihkan perhatian nya kepada Mina dan si laki-laki tersebut.Kenzo menghampiri Mina,dan meminta Mina untuk melepaskan tangan laki-laki itu.
"Maafkan aku pak"
Mina pergi keluar meninggalkan pesta,Kenzo mengejarnya keluar.Kenzo menarik bahu Mina untuk menahannya pergi karena kaki Mina yang begitu lihai menggunakan heels nya membuatnya kaki nya keseleo dan hendak jatuh.Kenzo memegangi Mina yang hampir saja terjatuh,wajahnya tepat pada dada Kenzo tangan nya memeluk tubuh Kenzo.
Mina Berkali-kali salah tingkah,dia melepaskan pelukannya dan hendak pergi tetapi kakinya terasa sakit hingga dia berjalan dengan di seret.Kenzo dari belakang mengangkat tubuh Mina sampai di mobil,Mina terkejut karena Kenzo mengangkat tubuhnya yang membuat nya berontak tetapi lama
-lama dia menuruti saja.
Sesekali memandangi wajah tampan Kenzo,Kenzo mendudukkan tubuh Mina di Cap depan mobil untuk melihat keadaan kaki Mina.Dia memijat kaki Mina,dan melihat kaki Mina ternyata lecet karena memaksa menggunakan Hells.
Kenzo melepaskan sepatunya,dan meminta Mina untuk memakai sepatunya.
"Kenapa Anda melepaskan sepatu?"
"Pakailah"
"Lalu Anda?"
"Aku tidak usah memakai sepatu,kamu pakai sepatu ku saja"
Mina terseyum malu melihat perhatian Kenzo kepadanya.
__ADS_1
..."Bersambung"...