
"Baiklah semua sudah siap,ayo kita pergi"
Semua telah siap mereka akan pergi menuju ke kediaman Tuan Gilbert,saat mereka akan keluar dari ruangan Kenzo muncul Chatrine yang datang tiba-tiba.
"Ken,apa kamu mau pergi?"
"Iya ada apa?"
"Bisakah malam ini kita keluar?"
"Maaf Bu,untuk apa Anda mengajak kekasih saya keluar?Bukan kah kalian sudah putus?"
"Aku tidak yakin Kenzo secepat itu melupakan aku,aku yakin kamu hanya sebagai pelampiasan nya saja"ucap Chatrine memanasi Mina
"Ayo Mina lebih baik kita pergi,karena masih banyak hal yang harus kita kerjakan"
Kenzo dan Mina pergi meninggalkan Chatrine yang masih berdiri di depan pintu ruangan Kenzo.Melihat kedekatan Kenzo dengan Mina membuat nya tidak terima karena Kenzo juga sudah move on dengan dirinya.Penolakan Kenzo untuk menjauhi dirinya membuat nya sangat kesal, Chatrine pun ingin menggagalkan usaha Kenzo untuk mendapat posisi CEO.Dia juga ingin mengetahui sejauh mana Kenzo sudah melakukan tugas dari Ayahnya.
Melihat situasi ruangan Kenzo yang kosong membuatnya penasaran,dan nekat masuk kedalam ruangan Kenzo untuk mencari tahu laporan apa saja milik Kenzo untuk di berikan kepada Devan.Chatrine membuka komputer Kenzo untuk mencari file yang tadi Kenzo buat,akan tetapi dia tidak menemukan nya dan tidak ada yang mencurigakan di komputer kerja Kenzo.
Dia coba membuka laci meja kerja milik Kenzo,untuk mencari berkas berharga akan tetapi usaha tetap nihil.Seorang pegawai kebersihan masuk kedalam ruangan Kenzo yang membuat Chatrine terkejut.Dia langsung keluar dari ruangan Kenzo karena terpegok oleh pegawai kebersihan.
Kenzo dan Mina menuju ke kediaman Tuan Gilbert dengan membawa surat kontrak kerjasama.Di dalam mobil Mina masih diam tanpa ada kata.
"Ada apa?"
"Apa?"
"Oh...ya maafkan aku semalam sudah membuat mu sakit hati"
"He'em sudah biasa pak"
"Ya makanya aku minta maaf"
Mina hanya menjawab singkat pertanyaan dari Kenzo,dia masih kesal dengan Kenzo atas ucapan Kenzo semalam.
Beberapa jam kemudian
Mereka telah sampai di kediaman Tuan Gilbert,penjaga gerbang rumah pun mempersilahkan mereka untuk masuk menemui Tuan Gilbert.Mereka menunggu Tuan Gilbert di ruang tamu,tak berapa lama Tuan Gilbert datang dengan kursi rodanya yang di dorong Ayumi.
"Selamat siang,Tuan Kenzo"
"Selamat siang,Tuan.Bagaimana keadaan Anda apa lebih baik?"
"Syukurnya aku semakin baik"
Sebelum membahas kontrak kerjasama mereka berbincang- bincang dahulu hingga akhirnya kesepakatan penandatanganan kontrak kerjasama.Tuan Gilbert menyetujui untuk bekerja sama kembali di perusahaan Kenzo karena dia juga merasa hutang Budi dengan Kenzo yang telah menyelamatkan nya.
Di tengah perbincangan Tuan Gilbert menyodorkan dua buah Undangan pesta Ulang tahun.
"Apa ini Tuan?"
__ADS_1
"Ini adalah undangan Ulang Tahun Putri ku,kami ingin kalian bisa hadir di Pesta Ulang Tahun Ayumi"
"Ta-ta-pi aku tidak begitu yakin jika kami bisa datang Tuan,karena masih ada banyak pekerjaan yang harus kami lakukan mengingat besok adalah hari kesempatan terakhir ku"
"Bukan kah aku sudah menyetujui nya?Apa masih ada investor yang lain?"
"Ada,tapi sudahlah"
"Ken...aku mohon datang lah di acara Pesta Ulang Tahunku?Setidaknya aku ingin merayakan keselamatan Ayahku,dan aku sangat berterima kasih sekali karena kamu menyelamatkan Ayahku"ucap Ayumi sambil menggandeng tangan Kenzo
"Akan aku usahakan yah"
Mereka berpamitan karena masih ada hal yang harus mereka lakukan kembali,Kenzo tidak bisa membuat keputusan bisa datang ke pesta UlangTahun anak Tuan Gilbert karena sampai saat ini Tuan Mark belum juga memberikan kabar atas keputusan nya.
"Kenapa Anda tidak bisa datang?"
Bagaimana mungkin Tuan Mark sampai sekarang belum juga memberikan kabar padaku.Huh....!"
"Bagiamana jika kita pergi ke kantor Tuan Mark saja,Pak?"
"Apa menurut kamu harus seperti itu?"
"He'em"
Masih ada waktu untuk mereka menemui Tuan Gilbert,jadi mereka memutuskan untuk pergi ke kantornya.Saat di perjalanan notifikasi panggilan ponsel Kenzo berdering sebuah panggilan nomor yang tidak dikenal masuk.
"Hallo"
"Benar"
"Saya hanya ingin menyampaikan jika Anda diminta Tuan Mark untuk datang ke kantornya...dan satu lagi membawa surat kontrak kerjasama antara perusahaan Anda dengan Internasional Grup,kapan Anda bisa ke sini?"
"Sekarang bisa pak,karena saya juga sebenarnya akan menuju ke situ"
"Baiklah,akan kami tunggu"
Kenzo sangat bahagia mendengar jika Tuan Mark pun juga menyetujui kontrak kerjasama mereka.
"Yeaaaaas"
"Ada apa?"
"Tuan Mark akhirnya menyetujui nya,Mina.Sekarang juga mereka meminta kontrak kerjasama nya"
"Syukurlah "
Mereka telah sampai di perusahaan Tuan Mark,mereka di persilahkan ke ruangan Tuan Mark yang sudah di dampingi sekertaris dan pengacara Tuan Mark.Kenzo sangat menaruh harapan jika dia akan bisa menjadi seorang pemimpin yang bisa di harapkan.
Semua tantangan dari Ayah nya pun telah bisa dia selesaikan.Kenzo sangat senang karena besok hari terakhirnya dia sudah bisa menyerahkan kontrak kerjasama kedua Investor tersebut untuk membuktikan pada sang Ayah jika dia mampu melakukan tugas dari nya.
"Mina besok kita akan datang ke pesta itu"
__ADS_1
"Ti-tidak pak,lebih baik Anda saja yang datang"
"Kenapa?Bukan kah kita berdua yang di undang?"
"Aku tahu"
"Tapi aku tidak akan bisa bergabung dengan orang-orang kaya seperti kalian.Bahkan aku saja tidak memiliki baju yang bagus untuk ke acara pesta seperti itu"
"Jadi itu masalah kamu?"
"Tidak bukan hanya itu!Pokok nya aku tidak mau ikut!"
"Terus apa lagi?!Ibu kamu nanti bagaimana?Aku akan meminta seseorang menjaga Ibu kamu,tentang baju pesta aku akan membeli kan nya untuk kamu"
"Tidak!Aku tidak mau!!"
"Dasar kamu itu kenapa sih?!Bukan kah kamu Asisten ku!Jadi kamu harus menuruti semua perintah ku!Kamu mengerti!"
"Iya!Aku hanya tidak mau aku sakit hati"gumam Mina
Kenzo mengantarkan Mina pulang,wajahnya sangat masam.Kenzo sangat bingung dengan apa yang telah dia lakukan pada Mina.Dia merasa apa dia sudah membuat kesalahan pada Mina sampai dia tidak seperti biasanya.
Mina langsung masuk kedalam rumahnya,dia duduk di kursi tamu.Sebantar lagi tugasnya menjadi Asisten Kenzo telah selesai dimana dia akan kembali ke pekerjaan nya yaitu pegawai pembersih.Tetapi bukan itu yang membuatnya gelisah,tetapi dia sangat takut jika setelah Kenzo menjadi CEO mungkin mereka sudah berbeda posisi.Dia tidak akan mungkin bisa sedekat ini dengan Kenzo.
"Apa yang aku fikirkan! Seharusnya aku bahagia jika tidak berurusan dengan laki-laki menyebalkan itu!"celetuknya
Keesokan Harinya
Hari mulai pagi dengan Semangat yang membara Kenzo dengan berpakaian rapi sudah berada di meja makan.Ayah dan Devan baru turun dari kamarnya menuju meja makan.
"Sepertinya kamu sangat semangat,Ken? Bukan kah ini hari terakhir?"ucap Devan
Kenzo hanya tersenyum tipis,dan langsung berpamitan untuk pergi ke kantor
"Hari adakan saja rapat Direksi,Ayah"ucap Kenzo
Devan dan Ayah meyakini jika Kenzo tidak akan bisa membuat Tuan Mark dan Gilbert bergabung dengan perusahaan mereka kembali.
"Mungkin dia akan menyerah Ayah"ucap Devan
"Ayah yakini juga begitu,dari dulu dia memang tidak bisa di harapkan "ucap Ayah
Ibu yang berada se meja makan pun merasa sangat kesal dengan Devan dan Ayah yang begitu menganggap Kenzo tidak bisa apa-apa.
"Kenapa kalian sangat kejam pada Kenzo?"
"Sayang ada apa?"
"Apa kamu Ayahnya?Kenapa kamu melakukan itu pada putra mu?Aku sangat muak kamu selalu menganggap Kenzo tidak berguna!Dia Putraku!Dia adalah anak yang baik"
Ibu sangat marah dengan Ayah dan Devan yang selalu menyepelekan usaha Kenzo.Ibu meninggalkan mereka yang masih berada di meja makan.Devan merasa sangat terancam jika Kenzo bisa membuat kedua Investor itu bergabung dengan perusahaan keluarga nya.Dia menghubungi seseorang untuk mencari tahu apa yang akan di lakukan Kenzo di kesempatan terakhir nya.
__ADS_1
..." Bersambung"...