Mister Perfect My Only One

Mister Perfect My Only One
Bab.12


__ADS_3

"Bagaimana ini Mina?Waktu ku tinggal 3 hari,apa aku bisa bertemu dengan Tuan Gilbert?Sedangkan mereka saja tidak tahu Tuan Gilbert akan kapan kembali?"


"Anda jangan pantang menyerah pak?Bagaimana jika besok kita kembali lagi?"ucap Mina


"Bagaimana jika besok Tuan Gilbert juga belum bisa kita temui?Apakah aku harus menyerah sampai disini?Memang benar kata Ayah jika aku memang bukan anak yang berguna"


"Jangan begitu pak,ini hanya sebuah ujian kecil.Bagaimana jika kita menemuinya di Rumah Sakit?Kita bisa menanyakan dimana dia dirawat?Kita harus memberikan perhatian khusus untuk Tuan Gilbert"


"Huffffttt...apa harus begitu?"


"Tentu, Semangat!!"


"Baiklah,sekarang lebih baik kita pergi untuk makan.Aku sangat lapar"ucap Kenzo


Tanpa di sadari Mina mencuri-curi waktu menatap wajah lelah Kenzo.Mereka menuju ke sebuah Restoran.


"Apa pria tadi baik-baik saja ya pak?"tanya Mina


"Aku juga mengkhawatirkan nya.Kita doa kan saja semoga pria itu bisa hidup agar di balik kecelakaan itu bisa terungkap"


"Aku yakin kecelakaan itu disebabkan oleh mobil hitam yang mengejar mobil pria itu pak"


"Aku juga sependapat dengan kamu.Kamu tidak usah khawatir aku sudah memberikan kartu namaku pada pihak kepolisian.Jadi jika mereka menginginkan keterangan pasti mereka akan memanggil kita sebagai saksi"


"Benar,bagaimana jika keluarga korban pengemudi yang terbakar itu tahu? Betapa hancurnya perasaan mereka jika keluarga nya terbakar didalam mobil itu.Ya Tuhan kenapa kita menyaksikan semua itu..."


"Sudah makanlah,ini sudah sore.Aku tidak mau mengantarkan kamu terlalu malam,kasihan Ibu kamu di rumah"


Tiba-tiba mata Mina meneteskan air mata.


"Mina kamu kenapa?"


"Aku hanya mengingat kejadian dimana Ayahku di tabrak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.Tubuhnya yang tergeletak dia tinggalkan,aku berlari mengejar mobil itu tapi aku tidak bisa.Ingin rasa nya aku menghajar pengemudi itu,dia telah merenggut orang yang aku sayangi"


"Kamu harus sabar Mina,aku yakin orang itu tidak akan bisa hidup dengan tenang"


Selesai makan,mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang.Kejadian tadi masih terbayang di fikiran Kenzo dan Mina.Matahari mulai tenggelam,Kenzo mengantarkan Mina untuk pulang.Selepas mengantarkan Mina pulang,Kenzo pun pulang ke rumah.


"Ken...kenapa dengan bajumu?Kenapa kamu berantakan sekali?"


"Apa kamu habis membuat onar atau keributan?Apa hanya itu yang bisa kamu lakukan?"ucap Ayah


"Kenapa Ayah menyangka ku jika aku membuat onar?Apa hanya yang ayah selalu fikirkan?Jika aku hanya putra yang tidak berguna bagi mu?"


"Sudah...sudah...apa yang kalian lakukan?"


Kenzo tidak ingin melanjutkan perdebatan denga Ayahnya,dia segera masuk ke dalam kamarnya.Ibunya merasa tidak terima dengan sikap Ayah yang selalu menuduh Kenzo.


Di dalam kamarnya,Kenzo merebahkan tubuhnya dia atas kasurnya.Terbesit dalam fikiran nya saat wajah nya beradu tatap dengan Mina.


"Haissssss....kenapa aku memikirkan wanita kecil itu.Hah...dia bukan selera ku"gumam nya


Dia mengambil ponselnya yang masih berada di kantung celananya.Dia mengirimkan pesan kepada Mina.


"Hai gadis menyebalkan,besok jangan lupa kamu harus sudah siap aku jemput.Pukul 8 kamu harus sudah menunggu ku di depan rumah mu.Kamu faham? "


"Iya"


"Kamu hanya membalas sesingkat itu?"


"Lalu aku harus bagaimana?"


"Kamu harus menjawab "Siap pak"


"Huh!!Siap pak ๐Ÿ˜Š"


"Bagus...itu yang aku suka dengan gadis kecil ku"


"Aku bukan gadis kecil!!"


"Lalu?Oh...iya...Aku lupa jika kamu juga gadis pendek ๐Ÿ˜†"


" ๐Ÿ˜ˆ"

__ADS_1


Semalaman mereka saling berkirim pesan hingga tengah malam.Rasa amarahnya kepada Ayahnya seketika hilang setelah mengganggu Mina.


Keesokan Harinya


Kenzo menjemput Mina,dirumahnya karena dia datang terlalu pagi jadi Mina masih berada di rumahnya.Seketika Mina terkejut Kenzo datang lebih awal dari waktu yang di janjikan.


"Kenapa Anda sudah datang sepagi ini?Bukan kah kemarin anda bilang pukul 8?Ini baru saja Pukul 7?"


"Hussstttt....Aku ingin bertemu dengan Ibu kamu?"


"U-untuk apa?"


"Dimana kamar Ibu kamu?"


Kenzo langsung masuk ke dalam kamar Ibu Mina.Ibu nya terbaring di tempat tidur karena kakinya sudah tidak bisa berjalan karena penyakit nya.


"Mina siapa dia?"


"Di-dia bos Mina,mah"


"Maafkan saya Bu,saya yang meminta masuk untuk bertemu dengan Anda.Apakah Anda mau saya bawa kerumah sakit?"


"Tidak usah,pak.Kondisi saya memang sudah tidak bisa disembuhkan lagi.Saya juga tidak ingin merepotkan Mina"


"Setidaknya Dokter bisa memeriksa kan kondisi Anda.Saya akan meminta perawat akan mengontrol 1minggu sekali untuk melakukan pengecekan kesehatan Anda,Bu"


"Terima kasih Tuan,terima kasih..."


"Pak...apa yang Anda lakukan?"


"Aku hanya ingin membantu kamu,hanya sebatas itu.Jadi saat kamu bekerja dengan ku kamu fokus"


"Aku selalu fokus,kapan aku tidak fokus?"


"Baiklah ini masih pagi, bersiap lah untuk ke rumah sakit memeriksa kan Ibu kamu"


"Ta-tapi bukan kah kita akan..."


Kenzo menggendong ibu Mina dan memasukan nya ke dalam mobil.Mina pun terdiam heran melihat Kenzo yang sampai memperhatikan Ibu nya sebegitunya.Mereka pun pergi ke rumah sakit untuk memperiksakaan Ibu Mina.


Kenzo pun meminta agar ada suster dari pihak Rumah Sakit untuk datang seminggu sekali untuk selalu mengontrol kesehatan Ibu Mina.Dia rela yang akan membayar segala pengeluaran kesehatan Ibu Mina.Mina pun tercengang dengan apa yang dilakukan Kenzo pada dirinya dan Ibunya.


Selepas mereka mengantarkan Ibu Mina kembali kerumah,mereka meneruskan pekerjaan untuk kembali ke perusahaan Tuan Gilbert.


"Terima kasih,pak"


"Untuk Apa?"


"Ehh...semuanya"


"Sudahlah...kamu itu asisten ku jadi aku juga harus memberikan perhatian untuk asisten ku agar lebih fokus"


"Hah...dia memang benar-benar menyebalkan!"


2Jam perjalanan mereka lalui,mereka telah sampai lagi di Perusahaan milik Tuan Gilbert.


"Selamat Pagi ,ada yang bisa kami bantu?"ucap Reception


"Apa kah Tuan Gilbert sudah sembuh?"


"Belum pak,dia kemarin mengalami kecelakaan yang membuatnya harus di rawat di rumah sakit"


"Bolehkah kami tahu dimana Tuan Gilbert di rawat?"


Dengan usaha yang begitu sulit akhirnya Reception tersebut memberitahukan tempat dimana Tuan Gilbert di rawat.Tuan Gilbert di rawat di Rumah Sakit yang mereka datangi kemarin.


"Pak Tuan Gilbert,di rawat di rumah Sakit yang kemarin kita datangi.Bagaimana jika kita sekalian melihat kondisi pria yang kemarin kita tolong?"


"Baiklah,yang terpenting kita harus menemui Tuan Gilbert dulu"


Mereka telah sampai di rumah sakit,mereka mencari kamar Tuan Gilbert.Akan tetapi pihak Rumah Sakit bilang jika Tuan Gilbert sudah di pulangkan oleh Putrinya.Mereka pun tidak bisa bertemu dengan Tuan Gilbert.Sebelum mereka pergi dari Rumah Sakit,Kenzo dan Mina hendak menengok pria yang mereka tolong kemarin.


Mereka mendatangi kamar IGD yang ternyata pasien paruh baya tersebut sudah di pindahkan di kamar dengan no.A 32.Mereka pun menuju kamar tersebut,tetapi ada seorang suster yang sedang merapikan dan membersihkan ruangan tersebut.

__ADS_1


"Suster dimana pasien disini"tanya Kenzo


"Apakah Anda saudaranya?"


"Bukan...kami hanya teman dari pasien disini"


"Oh pasien disini sudah meninggal,dan jenazah nya sudah di bawa oleh pihak keluarganya"


Mina shock mendengar ucapan Suster jika pria paruh baya tersebut telah meninggal dunia.Mereka pun keluar dari kamar pasien tersebut.


"Ya Tuhan Pak,jika begitu bagaimana mereka bisa mengungkap kecelakaan itu?"


"Bagaimana lagi,sedangkan korban semuanya meninggal.Aku juga tidak tahu harus bagaimana"


Ini sudah hari ke empat,kesempatan Kenzo tinggal 3 hari lagi.Dia tidak tahu harus bagaimana lagi,sedangkan dia juga tidak tahu dimana tempat tinggal Tuan Gilbert.Mina meninggalkan Kenzo yang sedang terduduk,Mina menghampiri meja reception Rumah Sakit untuk menanyakan dimana tempat tinggal Tuan Gilbert.


Pihak Rumah sakit menolak permintaan Mina memberikan Alamat Tuan Gilbert,tanpa menyerah Mina berusaha agar Reception memberikan Alamat Tuan Gilbert.Akhirnya dengan waktu yang begitu lama, Mina berhasil mendapatkan Alamat Tuan Gilbert.


"Ayo pak kita pergi"ucap Mina


Mina menyodorkan selembar kertas bertuliskan alamat.


"Apa itu?"


"Tentu saja alamat Tuan Gilbert"


"Bagaimana kamu bisa mendapatkan alamat ini"


"Sudah tenang saja"


Mereka pun pergi menuju alamat tersebut,Kenzo merasa di memang tidak salah memilih Mina menjadi Asisten nya.Selain jago beladiri dia juga sangat pintar dan mendukung nya.


Mereka telah sampai di depan sebuah rumah yang begitu megah dan besar dengan pintu gerbang yang dijaga oleh 2 orang.


"Mina apakah itu rumah nya?"


"Sepertinya itu Tuan"


Mereka pun turun dari mobil,dan mendekati rumah tersebut.


"Maaf,Apa ini rumah Tuan Gilbert?"


Dengan wajah garang nya mereka menatap sadis Kenzo dan Mina.


"Siapa kalian?"


"Saya Kenzo Wicaksono dari perusahaan Sun Han ingin bertemu dengan Tuan Gilbert"


"Beliau sedang tidak bisa di temui"


โ€Bukankah dia baru saja keluar dari Rumah Sakit,kami hanya ingin menjenguknya"


"Beliau sedang tidak bisa di ganggu!!"


"Kami mohon,kami hanya ingin menengok nya"ucap Mina


"Apa kalian tuli!!Pergi dari sini!!"


Dengan kasar salah satu dari penjaga mendorong Kenzo,yang membuat Mina tidak terima dengan apa yang dilakukan penjaga tersebut.Mina langsung menghajar penjaga yang mendorong kasar Kenzo.Mina menghajar penjaga tersebut,yang membuat rekan sesama penjaga juga membantu untuk menghajar Mina.


Kenzo melerai perkelahian itu,perkelahian yang berisik membuat Putri Tuan Gilbert keluar dari dalam rumah.Dia keluar dari gerbang rumahnya untuk melihat apa yang terjadi diluar.


"Hentikan!!Ada apa ini?"ucap Ayumi putri Tuan Gilbert


"Maaf Nona,mereka memaksa ingin bertemu dengan Tuan"


Ayumi melihat Kenzo dan Mina,dia merasa tidak asing dengan mereka berdua.Begitu juga dengan Kenzo dan Mina merasa tidak asing dengan Putri Tuan Gilbert.


"Anda?Bukan kah Anda yang menyelamatkan Ayahku?"ucap Ayumi


"Jadi??Tuan Gilbert adalah orang yang kami tolong kemarin?"


"Iya benar,dia adalah Ayahku.Masuklah..."

__ADS_1


Ayumi mempersilahkan Kenzo dan Mina untuk masuk kedalam rumah Tuan Gilbert.Tanpa mereka sangka orang yang mereka selamatkan adalah orang yang ingin mereka temui.


..."Bersambung "...


__ADS_2