
Mina mencoba mengejar Kenzo dengan menggunakan taxi,tetapi hasilnya tetap nihil karena mobil Kenzo melaju dengan sangat kencang.Akhirnya Mina mencoba menghubungi ponsel Kenzo,tetapi Kenzo tidak menjawab panggilan dari nya.Mina memutuskan untuk pulang ke rumah nya.
Kenzo berhenti di sebuah toko bunga,dia membeli sebuket mawar putih untuk seseorang.Di perjalanan Mina melihat Kenzo yang berada di toko bunga,dia meminta supir untuk menghentikan lajunya.Mina turun dari taxi hendak menghampiri Kenzo tetapi saat dia hampir mendekati Kenzo,Kenzo malah akan pergi masuk ke dalam mobilnya.
Mina berlari agar dia bisa bertemu dengan Kenzo,tetapi dari arah belakang Kenzo ada sebuah motor yang melaju sangat kencang dan dengan sengaja akan menabrak Kenzo yang sedang berjalan menuju mobil nya.Melihat hal itu Mina berteriak pada Kenzo untuk menghindar dari motor tersebut.Spontan Kenzo terkejut mendengar suara teriakan Mina,Kenzo dapat menghindar dari motor yang akan menabraknya meski lengan nya tergores sedikit terkena stir motor.
"Kamu enggak apa-apa kan?"
"Mina....kenapa kamu ada disini?"
"Kamu terluka"
Kemeja yang dipakai Kenzo sobek karena goresan terkena stir motor.Mina mengeluarkan hansaplas di dalam tas nya.Dia melingkis lengan kemeja Kenzo,dan mengelap luka itu dengan tisu baru memasangkan hansaplas pada lengan Kenzo.
"Kenapa kamu ada di sini?"
"Aku sebenarnya tadi di kantor menunggu kamu,tapi kamu keburu pergi"
"Mau apa?"
"Balikin ini?"ucap Mina sambil menyodorkan jas dan sepatunya
"Kenapa kamu tahu motor itu mau menabrak aku?"
"Entahlah,tapi kamu baik-baik saja kan?"
"Aku baik-baik saja"
"Untuk apa kamu membeli bunga mawar sebanyak itu?"
"Oh hari ini ulang tahun Almarhum nenek ku,dia sangat menyukai bunga mawar putih aku memutuskan akan kemakam nya"
"Ya sudahlah pak, berhubungan aku sudah mengembalikan barang-barang Anda,jadi aku pulang dulu yah"
"Mina....tunggu..."
"Ya"
"Maukah kamu menemani ku,kemakan nenek ku?"
Mina menemani Kenzo ke makam sang nenek, mereka pergi ke pemakaman berdua.Hari ini sangat melelahkan bagi Kenzo,ditambah masalah yang di buat Chatrine.Mina menunggu Kenzo yang mendatangi makam sang nenek,dia tidak ingin mengganggu Kenzo yang sangat merindukan mendiang neneknya.
"Ayo" ajak Kenzo
"Kita pulang kan pak?"
"Temani aku ya...."
__ADS_1
Mina melihat rasa lelah Kenzo di matanya,jadi Mina menuriti kemauan Kenzo untuk menemani nya.Mereka pergi ke sebuah cafe dengan alunan music yang syahdu dan nuansa romantis.Kenzo hanya memesan sebuah minuman,Mina di tawari pesanan sesuai keinginan nya tetapi dia memesan minuman yang sama dengan Kenzo.
"Pesan saja apa yang kamu mau,aku yang bayar"
"Tidak pak,biar aku pesan minuman saja"
"Terserah kamu saja lah"
Kenzo hanya berdiam diri seakan ada beban di pundaknya yang tidak bisa ia ceritakan.
"Sebenarnya anda kenapa,pak?"
"Memang nya aku kenapa?"
"Aku melihat Anda punya beban yang sangat berat?"
"Huh...kamu memang sangat kepo dengan masalah orang"
"Sebenarnya bukan kepo,menurut ku jika Anda berbagi cerita Anda kepada seseorang mungkin itu akan membuat sedikit beban anda sedikit ringan.Meski hanya tidak bisa membantu setidaknya perasaan Anda tidak begitu berat"
"He'em aku merasa Chatrine merencanakan sesuatu padaku"
"Apa maksud Anda?"
"Setelah tahu aku bisa melakukan tantangan dari Ayahku yang mana aku akan mendapatkan posisi CEO dia berusaha mendekati ku lagi,Bahkan dia mendekati kakeku untuk mendapatkan dukungan.Aku tidak tahu apa yang akan dia rencanakan "
"Kenapa Anda berfikir seperti itu?"
"Ya Tuhan...jadi Anda melihatnya?"
"Apa maksud kamu?"
"Maaf sebelumnya ya pak,aku juga sering melihat mereka pergi berdua, bahkan didalam kantor mereka bermesraan.Tapi aku takut Anda akan tidak percaya dengan ku"
"Aku sudah melupakan nya Mina,saat ini aku sebenarnya ada seseorang yang sudah bisa mengobati luka ku ini.Tapi aku masih ragu apakah dia akan menerima ku apa tidak"
"Siapa?Apa Nona Ayumi?"
"Sudahlah"
Mina merasa jika Kenzo sedang jatuh cinta kepada Ayumi, mengingat Ayumi sangat perhatian padanya.
"Pasti Nona Ayumi bukan,mana mungkin ada seorang laki-laki yang tidak menyukai nona Ayumi gadis berkulit putih,langsing,dan sangat cantik"gumam nya
Hari mulai semakin larut,Kenzo mengantarkan Mina ke rumah nya.Mina langsung masuk ke dalam rumahnya.Saat akan pergi meninggalkan rumah Mina,Kenzo melihat sepatu Hells Mina masih berada di dalam mobilnya.Sambil menatap Hells Mina Kenzo tersenyum mengisyaratkan sebuah rasa.
Keesokan Harinya
__ADS_1
Kenzo datang kekantor agak terlambat,karena semalam dia pulang terlarut malam sehingga dia bangun terlambat.Di kantor semua menatap nya dengan tajam,dan berbisik-bisik yang membuatnya bertanya-tanya.Kenzo sangat bingung dengan sikap para Staff yang memandanginya dengan tatapan sinis.
Kenzo memasuki ruangan nya,dia begitu bingung dengan semua Staff yang menatap sinis padanya.Dia tidak tahu dengan apa yang terjadi.Sekertaris Ayahnya datang menghampiri Kenzo yang berada di ruangan nya.Ayah nya meminta Kenzo untuk menemuinya di ruangan Sang Ayah.
Di dalam ruangan Ayah ada Chatrine yang sedang duduk dengan wajah yang dia tundukan.Kenzo semakin bingung dengan apa yang terjadi,Apa lagi melihat wajah merah sang Ayah yang melihat Kenzo.
"Apa yang kamu lakukan pada Chatrine??!"
"Maksud Ayah apa?"
"Kamu laki-laki bukan!!!Kenapa kamu tidak bertanggung jawab!!"
"Maksudnya apa sih?!"
"Kenzo sebentar lagi kamu akan di posisikan menjadi seorang CEO tapi kenapa kamu mencoreng martabat keluarga kita!!"
"Tunggu...tunggu...Ayah...aku tidak tahu masalahnya tapi Ayah marah padaku?Jelaskan dulu!"
"Kamu tanya saja pada Chatrine!"
"Chat... sebenarnya ada apa?"
"Aku....aku...hamil Ken"
"Hamil?Dengan siapa?"
"Kenapa kamu bertanya dengan siapa?Tentu saja ini anak kamu"
"Chatrine yang benar saja,aku tidak pernah menyentuh kamu,bagaimana mungkin aku menghamili kamu?!"
"Tapi kita berpacaran sudah 4 Tahun Ken,dan aku hamil"
"Kamu hamil dengan siapa?Kenapa kamu kesini untuk apa?"
"Aku ingin kamu bertanggung jawab anak kita?"
"Gilla ya kamu!!Aku tidak pernah menyentuh kamu dan kamu bilang aku menghamili kamu?!Jangan gila kamu?!"
Plakkkk
"Keterlaluan kamu!!Bukanya bertanggung jawab masih saja kamu berkilah!"
"Bagaimana aku mau bertanggung jawab Ayah,aku tidak pernah menghamili nya kenapa aku yang harus bertanggung jawab"
"Kamu itu adalah kekasih nya mana mungkin dia bisa hamil jika bukan kamu?"
"Aku jelaskan pun Ayah tidak akan percaya padaku.Chatrine jelaskan padaku siapa anak dari kandungan kamu itu?!"
__ADS_1
Chatrine tidak menjawab pertanyaan Kenzo,dia hanya menundukkan kepalanya dengan air mata yang membasahi wajahnya.Ayah sangat marah pada Kenzo karena Kenzo tidak mau bertanggung jawab dengan kehamilan Chatrine sedangkan yang menghamili Chatrine bukanlah dirinya.
..."Bersambung "...