
Keesokan Harinya
Pagi menjelang Ayah sudah menunggu Devan bagun dari tidurnya.
"Ah...kenapa kepala ku pusing?"gumam Devan
"Kamu sudah sadar"
"A-a-Ayah....sejak kapan ayah berada disitu?"
"Aku menunggu kamu dari tadi,menunggu kamu sadar dari tidur mu!"
"Ada apa ayah menunggu ku?"
"Ada apa??!Apa kamu tidak sadar dengan kejadian semalam?"
"Kejadian semalam?"
Devan mencoba mengingat kejadian semalam yang telah dia lakukan.Meski sedikit memory yang di ingat tetapi dia merasakan jika dia semalam membuat kegaduhan di acara pesta.
"Aku tidak mengingat nya Ayah"
"Baiklah karena kamu tidak mengingat,biar ayah ingatkan!! Semalam kamu benar-benar keterlaluan!! Sejak kecil kami merawat kamu, memberikan kasih sayang kepada kamu,melebihi putra kami sendiri tetapi Setega itu kamu dengan adik kamu Dev?"
"Maksud Ayah apa?"
"Kenzo tidak pernah mendapatkan kasih sayang sebegitu banyak dari Ayah,karena semua kasih sayang ayah berikan kepada kamu.Aku tidak ingin kamu sebagai anak angkat ku di bedakan seperti sampah.Aku rela menyayangi kamu lebih dari putra ku,tetapi kenapa kamu begitu mengecewakan ku,Dev.Pertama kali aku melihat Kenzo dengan kegigihan nya membuktikan kepadaku jika dia juga bisa menjadi seseorang yang bertanggung jawab,berguna,setelah dia meyakinkan ku aku telah sadar jika dia Putra ku yang telah aku telantarkan.CEO itu hanya sebuah jabatan Dev,bukan berati semua hidupmu hilang di jabatan itu sampai kamu berniat untuk menghabisi adikmu yang selama ini mengalah untuk kamu"
"Maafkan aku Ayah....maafkan aku....aku hanyalah anak angkat tetapi karena keserakahan ku membuat semua yang kalian milikki harus juga menjadi milik ku.Aku bersalah pada kalian Ayah"ucap Devan menangis
"Ayah tidak tahu Dev,harus bagaimana dengan sikap kamu!Ayah benar-benar kecewa dengan kamu,Dev"
Ayah keluar dari kamar Devan,dia benar-benar sangat kecewa dengan tingkah Devan yang begitu arogan nya hanya untuk sebuah jabatan.Devan menyadari bahwa selama ini dia merasa sangat egois,dan serakah.Meski Andrean dan Istrinya hanya seorang ibu angkat tetapi mereka telah memberikan kasih sayang tulus kepada dirinya.Dia begitu menyesali atas perbuatannya kepada keluarga Andrean.
Devan merasa dirinya sudah tidak pantas berada di rumah Andrean,dia sangat malu dengan apa yang dia lakukan.Dia mengemasi semua barang-barang nya ke dalam koper,dan berniat untuk meninggalkan keluarga Andrean.Sebelum dia pergi dia menemui Ibu nya yang berada di meja makan bersama Kenzo.
"Bu...."
"Dev...kenapa kamu membawa koper?kamu mau kemana?"
__ADS_1
"Tidak Bu,aku akan pergi dari rumah ini?"
"Dev,memangnya kamu mau kemana? Sebenarnya kamu ada apa?"
"Maafkan Devan Bu....Maafkan Devan..."ucap Devan sambil menyembah kaki sang Ibu
"Dev...bangun...jawab ibu... Sebenarnya kamu kenapa?"
"Maafkan Devan yang telah banyak salah dikeluarga ini Bu,Devan membuat malu Ayah dan Ibu,membuat kecewa kalian atas keserakahan ku Bu.Terutama kamu juga Ken...aku juga sangat bersalah dengan kamu"
"Dev...aku tahu jabatan CEO itu mungkin adalah keinginan kamu,tapi aku hanya ingin wujudkan keinginan kakek,jika jabatan itu untuk ku.Kakek dan Ayah berusaha membangun perusahaan dengan kerja keras mereka,tidak mudah untuk mereka usaha yang mereka gapai di sia-siakan,mereka menginginkan kita sebagai penerus nya berusaha seperti yang mereka lakukan.Aku tidak perduli jika kamu hanya lah kakak adopsi karena buatku kita adalah keluarga,Dev. Mari kita bersama-sama memajukan perusahaan kita,agar usaha ayah dan kakek tidak sia-sia di tangan kita"
"Kenzo benar Dev,meski kamu hanya seorang anak angkat,buat kami kamu adalah keluarga.CEO hanya sebuah jabatan Dev,Kenzo juga pastinya membutuhkan bantuan kamu,kalian harus saling membantu.Itu yang ibu inginkan nak"
Mereka saling berpelukan dan memaafkan,Devan menyadari akan kesalahan fatal yang telah dia lakukan.Ibu dan Kenzo melarang nya untuk pergi,yang mana akhirnya Devan mengurungkan niatnya untuk keluar dari rumah keluarga Andrean.
Hari sudah siang Kenzo memutuskan untuk pergi ke kantor lebih dulu karena ini hari pertamanya dia sebagai CEO.Semua Staff, karyawan kantor sudah menunggu kedatangan Kenzo di depan pintu kantor.Sebuah sorakan dan tepuk tangan menyambut kedatangan Kenzo.
Kenzo sangat terharu dengan sambutan yang di berikan oleh para karyawan dan Staf nya.Ucapan selamat dan pemberian setangakai bunga untuknya dari semua karyawan.Kenzo melihat Mina ikut berbaris dengan barisan cleaning servis.
"Ingin rasanya menarik nya,berada di samping ku"gumamnya dalam hati
Pak Alex seorang Manager, mempersilahkan Kenzo untuk menuju ruangan barunya.Ruangan seorang CEO,ruangan yang berbeda dengan yang kemarin.Ruangan Kenzo terlihat lebih besar dan mewah dengan aksen jendela yang bisa melihat hiruk pikuk dunia luar,terdapat papan nama yang tertulis namanya di atas meja kerjanya.
"Bagaimana Ken,dengan ruangan baru kamu"
"Aku hanya belum terbiasa Ayah"
"Oh....iya Ken...nanti malam jangan pulang terlambat karena ada makan malam dengan rekan bisnis Ayah"
"Siapa Ayah?"
"Nanti kamu juga tahu"
"Baik,Ayah"
Terlihat seorang cleaning servis di ruangan nya bukanlah Mina melainkan karyawan lain.
"Kenapa kamu yang membersihkan ruangan ku?"
__ADS_1
"Iya pak,ini ruangan CEO setiap karyawan berbeda-beda membersihkan ruangan pak.Jika senior akan membersihkan di ruangan orang-orang penting sedangkan Mina masih baru jadi dia di tempat kan di ruang Staff"
"Kenapa kamu membuat aturan seperti itu?!"
"Peraturan itu di buat dari dulu pak,yang di khawatir kan cleaning servis baru melakukan kesalahan pak"
"Ya sudah lah.... sekarang kamu keluar dari ruangan ku!"
"Ta-pi pak belum saya bersihkan...."
"Huh!Sudah tidak usah"
Kenzo merasa sangat kesal karena tidak bisa bertemu dengan Mina.Akan sulit baginya untuk bertemu dengan nya apalagi dia akan semakin sibuk.
Tok...tok...
"Selamat datang Kenzo, perkenalkan aku Jenny Sekertaris pribadi bapak"
"Apa kamu sekertaris ku?Bukan kah kamu dulu sekertaris Devan"
"Betul pak,"
"Apa kamu tidak bisa berpakaian lebih sopan dan ber-make up lebih soft?Kerena menurut ku riasan kamu terlalu tebal"
"Apa?"
"Jadi menurut ku lebih baik kamu berpakaian rapi,tidak perlu terlihat sexy yang terpenting kamu rapi dan terlihat bermartabat "ucap Kenzo
Jenny merasa sangat malu dikritik oleh Kenzo atas penampilan nya,karena selama menjadi sekertaris Devan tidak pernah sedikitpun dia dikritik atas penampilan nya.
Jam Istirahat telah tiba
Kenzo buru-buru meninggalkan ruangan nya untuk menemui Mina di cleaning room.Terlihat karyawan sedang makan siang di dalam ruangan mereka.
"Apa kalian melihat Mina?"tanya Kenzo
"Sepertinya dia tadi mengangkat telepon lalu pergi ke luar pak?"
Kenzo langsung keluar untuk mencari Mina,dari atas dia melihat Mina berada di samping kantor dengan seseorang yang belum terlihat oleh Kenzo.Setelah mendekati ternyata Mina dan Galang sedang duduk berdua di samping kantor.Mina sedang makan siang bersama dengan Galang,mereka saling bersenda gurau,terpancar wajah bahagia di senyum Mina.
__ADS_1
Kenzo tidak jadi untuk menghampiri Mina yang sedang asik bersama Galang.Tetapi didalam hatinya begitu uring-uringan melihat kedekatan Mina dan Galang.
..."Bersambung"...