
Mereka telah sampailah di lobby kantor,Mina menurunkan kursi roda Kenzo dan hendak membantu Kenzo untuk duduk di kursi rodanya.Dengan suara lantang dia menolak bantuan dari Mina.
"Aku bisa sendiri!!"
Kenzo berusaha dengan dirinya sendiri untuk berpindah ke kursi rodanya.Tanpa fikir panjang Mina pun yang mendorong kursi roda Kenzo untuk masuk kedalam kantor meski Kenzo menolak dan memarahinya tetapi Mina tidak memperdulikan.
Semua Staff dan karyawan kantor pun terkejut melihat keadaan Kenzo yang berada di kursi roda.
"Pak Kenzo...Anda sudah keluar dari Rumah Sakit?"
" Bukan aku sudah berada di depan kamu?"
"Syukurlah Anda sudah sehat kembali"
Meski salah satu karyawan menyambut nya akan tetapi dari pandangan matanya memandang Kenzo yang seakan penuh dengan tanya.Mina masih berdiri di belakang kursi roda Kenzo,mereka pun pergi menuju ruangan Kenzo.
"Ken...apa kamu sudah baikan?"tanya Devan
Kenzo melihat seorang wanita cantik berbadan tinggi, berkulit putih berada di meja Sekertaris nya.
"Siapa dia?"
"Oh...dia adalah sekertaris barumu.Dia baru 1bulan disini menggantikan Jessy"
"Perkenalkan Nama saya Dilla,Saya adalah sekertaris baru Pak Kenzo"
Kenzo pun hanya diam tidak merespon sapaan dari Dilla,Mina melihat sorot pandangan mata Dilla kepada Kenzo.
"Sekarang kamu keluar!!"perintah Kenzo
"Tapi Pak..."
"Kamu hanya asisten ku,apa aku bekerja pun kamu akan mengawal ku?Hingga aku ke kamar mandi?"
"Iya...maaf...baiklah...aku akan keluar tapi jika Anda membutuhkan sesuatu panggil saja aku"
"Untuk apa?"
"Menunggu perintah dari Anda"
"Tidak perlu,lebih baik kamu pergi atau lakukan pekerjaan mu"
Mina pun keluar dari Ruangan Kenzo,di depan ruangan Mina berpas-pasan dengan Dilla yang hendak masuk ke dalam ruangan Kenzo.Dilla tersenyum tipis saat bertemu dengan Mina.
"Mina?Apa Kenzo sudah lebih baik?"tanya Devan yang juga kaget dengan keberangkatan Kenzo ke kantor secara tiba-tiba.
"Tadi pagi dia bersikeras untuk pergi ke kantor,jadi aku putuskan untuk menemani nya.Meski dia masih sangat ketus padaku"
"Ya Tuhan...apa dia masih tidak ingat padamu?"
"Entahlah sebagian memory hilang, sebagian dia mengingat tapi aku juga tidak tahu kenapa dia berbeda dengan Kenzo yang aku kenal dulu"
"Kamu harus sabar Mina,aku yakin cinta kalian yang akan membuat Kenzo kembali seperti yang dulu"
"Terimakasih"
__ADS_1
"Ini aku sudah mendapatkan yang kamu inginkan "
Devan memberikan secarik surat dari kantong sakunya.Mina meminta Devan untuk mengambil surat pengunduran dirinya yang masih berada di meja kantor Kenzo, setelah mengetahui Kenzo hari ini akan berangkat ke kantor.
"Terima kasih Dev dengan ini, kontrak kerja dengan Kenzo masih terus berjalan.Aku akan selalu ada disisinya"
"Terimakasih juga untuk kamu,Mina karena telah menjaga Adik ku"
Mina dan Devan mengakhiri pertemuan nya,mereka kembali ke meja kerjanya.
Jam makan siang pun telah tiba,Mina segera menuju ke ruangan Kenzo.Akan tetapi saat akan ke ruangan Kenzo,Mina melihat Dilla sedang mendorong kursi roda Kenzo seakan mereka akan pergi keluar kantor.
"Kamu tidak perlu ikut,hari ini aku ada meeting di luar.Biarkan aku bersama Dilla saja"
"Tidak bisa!!Aku harus ikut kalian,karena aku harus menjaga Anda"
"Nona biarkan Pak Kenzo bersama saya,saya akan menjaga dia"
"Kamu dengar!!"
"Tidak sesuai kontrak kerja kita dulu,jika aku harus selalu ada di samping Anda!Jadi aku harus ikut!"
"Bagaimana pekerjaan kamu?Aku tidak mau sraffku lalai kan pekerjaan nya demi pribadi!Apa kamu mau aku pecat?!"
"Silahkan saja Anda memecat saya,tetapi kontrak kerja saya sebagai asisten pribadi Anda masih tetap berlangsung!"
"Bukan kah Pak Kenzo sudah menyuruh Anda tidak ikut?Anda memang keras kepala!"ucap Dilla
"Sudahlah, waktu kita tidak banyak lebih baik kita pergi"
2 Jam sudah Kenzo dan Dilla selesai,mereka pun keluar dan menuju mobil.Mina hendak membantu Kenzo untuk naik kedalam mobilnya akan tetapi Dilla mengambil alih apa yang akan dilakukan Mina.
Didalam mobil Dilla mencoba untuk memulai obrolan kepada Kenzo,meski Kenzo menjawab pertanyaan nya dengan cuek.Mina menyetir dengan gusar karena pandangan nya sangat terganggu melihat Dilla yang seakan-akan ingin mendapatkan perhatian dari Kenzo.
Ciiiiiiiiiiiiitttttttt
Mina menginjak rem mendadak yang membuat Dilla dan Kenzo hendak tersungkur ke bangku di depannya.
"Nona apa kamu sengaja yah?Pak Kenzo apa Anda baik-baik saja?"
"Sudah tidak apa-apa?"
"Apa kamu ingin membuat aku mati kedua kalinya?"
Bagai tersambar petir ucapan yang keluar dari mulut Kenzo,Mina pun berfikir jadi Kenzo mengingat peristiwa sebelum dia mengalami kecelakaan.
"Apa yang kamu mengingat nya?"
"Apa maksud kamu?"
Mina ke luar dari mobil,dia membuka pintu mobil Kenzo dan duduk di sebelahnya.
"Tatap mataku,apa kamu mengingat semua kenangan kita?Apa kamu ingat sebelum kecelakaan?"
"Hei Nona apa kamu sudah gila!!"
__ADS_1
"Kenangan apa?Aku tidak mengingat kamu!Aku hanya tau keluarga ku,aku bekerja di perusahaan Ayahku selain itu tidak ada memory di otak ku!!"
"Apakah kamu sedang berbohong Ken?"
"Dasar wanita gila,keluar!!Cepat kendarai mobilnya dan kembali ke kantor!"
Mina pun dengan lemas kembali ke bangku supir untuk melanjutkan perjalanan nya.Kenzo melihat raut wajah Mina yang begitu kecewa dengan jawaban yang Kenzo berikan,matanya berkaca-kaca ketika melihat di balik wajah Mina.
Mina tidak sesemangat tadi,dia tidak membantu Kenzo keluar dari mobil.
"Apa semua ini kesalahan ku pada mu Ken?Kenapa kamu tidak mengingat ku,kenapa kamu tidak sehangat Ken yang ku kenal?"gumam Mina
Dilla mengantarkan Kenzo kedalam ruang kerjanya,sedangkan Mina duduk di cleaning room.
"Mina,apa benar pak Kenzo sekarang lumpuh?Dan dia hilang ingatan?"
"Jika lumpuh iya,jika hilang ingatan hanya sebagian memory nya bilang dalam ingatan nya"
"Tapi dia masih mengenali kamu,bukan?"
"Tidak,dia lupa semuanya"
"Ya Tuhan Mina,lalu apa yang akan kamu lakukan untuk mengembalikan memory kalian berdua?"
"Entahlah aku juga tidak yakin,karena semua ini memang salahku"
Kenzo diantarkan Dilla kedalam ruang kerjanya,Dilla membuatkan secangkir teh hangat untuk Kenzo.
"Ini pak saya buatkan teh hangat khusus untuk Anda"
"Terimakasih,lebih baik kamu keluar dari ruangan ku dan kembali mengerjakan tugas kamu"
"Oh...iya pak"
Kenzo masih begitu ketus terhadap Dilla,di dalam ruangan Kenzo menyendiri.Dia membuka ponselnya,dan melihat foto digalery nya.Foto-fotonya bersama dengan Mina,tak terasa air mata nya menetes.
"Aku tidak ingin kamu mendapatkan laki-laki yang tidak sempurna sepertiku Mina.Aku tidak ingin rasa kasihan mu kepada keadaanku yang sekarang menjadi penyesalan kamu di masa yang akan datang.Tentu saja aku mengingat kamu di setia nafasku,mimpiku, impianku,tapi sekarang aku bukanlah laki-laki yang bisa membahagiakan kamu.Maafkan aku memarahi kamu, mengabaikan kamu,aku ingin kamu mendapatkan laki-laki yang sempurna tidak seperti keadaan ku yang sekarang"gumam Kenzo
Kenzo baru mengingat jika siang tadi Mina belum sama sekali makan karena mengantarkan Kenzo untuk metting dia melewatkan jam makan siang nya.Mina sudah kembali ke meja kerja nya,Kenzo meminta cleaning service memberikan sebuah roti untuk Mina.
"Tolong berikan pada Mina,Jangan katakan jika ini dariku"
Cleaning service tersebut pergi ke ruangan Mina dan memberikan roti itu.
"Mina makan lah"
"E....e...dari siapa?"
"Sudah makan saja,kamu tadi siang belum makan bukan?Jadi makan lah"
"Rossi..."
Rossi pun pergi meninggalkan Mina karena dia tidak ingin salah menjawab saat di tanyakan Mina.
..."Bersambung"...
__ADS_1