
Galang mengajak Mina duduk di taman,Mina masih menangis sesenggukan.
"Kenapa ibu ku seperti ini"
"Apa kamu tidak mengkhawatirkan keadaan Kenzo"
Mina hanya terdiam dan menangis
"Mina...aku tahu kamu sangat benci dengan keluarga Kenzo karena kesalahan yang mereka perbuat.Tapi Mina,ibu kamu benar semua itu sudah suratan takdir.Bagaimana pun semua ini bukan kesalahan Kenzo, setidaknya kamu jangan menyalahkan Kenzo dan membenci nya"
"Aku sangat marah,aku tidak pernah lupa mobil yang menabrak Ayahku.Semua keluarganya menutupi kejahatan putranya!"
"Apa Kenzo mengetahui nya?"
"Aku rasa dia tidak mengetahui nya"
"Kenapa kamu masih menyalahkan nya atas peristiwa ini?"
"Aku sangat membenci dengan Devan yang selama ini tidak bertanggung jawab atas perbuatannya,bahkan ayahnya menutupi semua ini"
"Jadi...kamu tahu bukan jika semua ini Kenzo tidak tahu akan peristiwa kecelakaan Ayah kamu.Temui Kenzo dia sedang membutuhkan semangat dari kamu,dia membutuhkan kamu disampingnya"
"Aku tidak mau!!!"
"Kenapa?"
"Biar mereka merasakan apa yang aku dan Ibuku rasakan.Mereka harus merasakan rasanya kehilangan orang yang mereka sayangi!"
"Apa kamu juga siap kehilangan nyawa Kenzo?"
"Aku....hikksss...."
"Menangis lah...kamu tidak perlu menutupi kekhawatiran kamu kepada Kenzo...Jika perasaan sayang dan cinta kamu ke dia masih ada maka kamu harus menemui nya Mina.Jangan hukum Kenzo dengan semua ini"
Mina hanya menundukan kepala nya,dia tidak menjawab perkataan Galang.
Hari semakin malam,hati Mina sudah sedikit lebih baik.Galang mengantarkan Mina untuk pulang.
Keesokan Harinya
Hari mulai pagi suasana rumah hening tidak seperti biasanya.Mina keluar dari kamarnya,akan tetapi Ibu nya yang biasanya sudah sibuk di dapur menyiapkan makan pagi untuknya masih berada di kamarnya.Mina membuka tudung saji di meja makan terlihat meja kosong tanpa makan pagi.
"Huftt....ibu...aku pergi dulu ya"ucap Mina di depan kamar ibunya
Mina pun pergi menuju Rumah Sakit,dia masih begitu tidak yakin untuk menemui Kenzo.Saat sudah berada di depan Rumah Sakit dia hanya berdiri tidak berani untuk melangkah masuk.
"Nona Mina..."
Suara panggilan seorang laki-laki yang sangat tidak asing.
"Ehmm..."
"Apa boleh saya berbincang sebentar dengan Anda?"
"Iya"
__ADS_1
Mina pun bersedia dia ajak oleh Kakek Kenzo ke sebuah Kantin Rumah Sakit.
"Apa Anda ingin memesan sesuatu?"
"Kopi saja"
Kakek pun memesankan secangkir kopi untuk Mina.
"Kenapa Anda tidak masuk?"
"Ya..."
"Maksud kakek,apa kamu kesini ingin menemui Kenzo?"
"Aku...."
"Maafkan lah keluarga ku....Aku mungkin salah mendidik Andrean menjadi sesosok Ayah.Aku sangat tegas dengan nya,semua ini karena kesalahanku yang tidak pernah menyayangi nya dengan tulus,jadi meskipun Devan hanyalah anak adopsi dia sangat menyayangi nya,dia tidak ingin merasakan hal yang sama dengan apa yang dia alami dulu.Semua ini kesalahan ku,Nona Mina....Kenzo adalah cucuku...aku sangat menyayanginya...aku mohon temui dia, kemungkinan jika dia bertemu dengan mu dia mempunyai harapan untuk sadar dari komanya"ucap Kakek sujud di kaki Mina
"Kakek...bangunlah...jangan seperti ini..."
"Aku mohon Mina,kali ini saja....Kenzo sangat menyayangi kamu..."
"Aku akan menemuinya kakek,aku janji "
Beberapa waktu kemudian
Mina dan Kakek mengakhiri pertemuan mereka.Mina pun hendak pergi ke tempat dimana Kenzo di rawat.Dengan jalan yang begitu pelan,di ujung lorong Mina melihat Ibu Kenzo yang berdiri di depan sebuah ruangan dengan wajah yang begitu gelisah.
"Mina...Kenzo..."
"Ada apa dengan Kenzo,Tante?"
"Tubuh Kenzo tadi mengalami kejang-kejang, tetapi dia sama sekali tidak membuka matanya.Suster bilang keadaan nya semakin melemah "
Tubuh Mina terjatuh kelantai,kakinya seakan tak kuat menopang tubuhnya.Dia menyesali apa yang dia katakan kepada Kenzo,air mata nya membasahi wajahnya.
"Mina...kamu harus yakin jika Kenzo bisa melewati semua ini"
"Aku sangat jahat padanya,Tante"
"Kita tunggu Dokter,kamu harus kuat dan berdoa"
Selang beberapa lama dokter keluar dari ruangannya.Mina dan Ibu Kenzo menghampiri Dokter.
"Bagaimana kondisi Putra saya,Dok?"
"Untung saja Putra Anda sudah bisa melewati masa kritisnya,tetapi yang saya khawatir kan jika dia tetap saja tidak sadarkan diri itu akan mengakibatkan salah satu dari sarafnya rusak"
"Maksudnya bagaimana dok?"
"Kemungkinan besar ada dari salah satu saraf Kenzo akan mengalami kerusakan jika dia tidak lumpuh,bisa juga sebagaian dari ingatan nya akan hilang"
"Tetapi kita harus berusaha agar Kenzo segera sadar dari koma nya"
"Terimakasih dokter"
__ADS_1
Mina dan Ibu sudah di perbolehkan untuk menemui Kenzo di dalam ruangan nya.Tubuhnya masih dipenuhi kabel,dan ventilator.Mina menghampiri Kenzo dengan air mata yang masih mengalir deras di wajahnya.
"Ken....Ken....apa kamu bisa mendengar ku?Aku Mina...wanita mungil yang menyebalkan... Cepatlah sadar Tuan Kenzo...banyak sekali yang ingin aku lakukan bersama mu!! Cepat lah sadar... hikksss..."
"Mina...kamu harus sabar ya nak....Tante yakin Kenzo pasti mendengar kan kamu"
Mina pun menunggu disamping Kenzo,dia duduk dengan memegang tangan Kenzo.Tak berapa lama Ayah masuk kedalam ruangan.
"Mina...kau ada disini "
"Bisakah kita berbicara di depan?"
Mina pun melepaskan genggaman tangannya dari tangan Kenzo.Dia dan Ayah pergi keluar ruangan,saat mereka keluar dari ruangan sebuah keajaiban terjadi pada tangan Kenzo.Kenzo menggerakkan jemarinya seakan dia merespon kedatangan Mina,akan tetapi belum ada yang melihat respon yang Kenzo berikan.
Di depan ruangan juga ada Devan yang duduk di kursi menunggu giliran untuk masuk ruangan.
" Maafkan aku...Mina...aku tahu,aku sangat bersalah padamu dan keluarga mu.Sudah bertahun-tahun aku menutupi kesalahan fatal putra ku,terima kasih kamu telah datang menemui Kenzo.Sekarang aku siap jika kamu melaporkan semua kejadian kecelakaan Ayah kamu"
"Benar Mina...aku akan mengakui kepada polisi jika Aku yang telah menabrak Ayah kamu.Aku akan menyerahkan bukti rekaman CCTV yang dulu pernah aku ambil,aku sudah siap jika aku harus dipenjara.Aku ingin bertanggung jawab atas kesalahan besar yang aku lakukan terhadap keluarga mu"ucap Devan
Ibu dan Chatrine hanya menangis melihat Ayah dan Devan meminta maaf pada Mina.Mina pun mengusap air mata nya,dia memandang dua sosok wanita yang berharap agar kedua laki-laki yang mengakui kesalahannya itu mendapat kan pengampunan dari Mina.
"Aku sangat membenci kalian,aku sangat marah dan ingin sekali melaporkan semua perbuatan kalian terhadap Ayahku!!Tetapi Aku melihat ada seorang Istri yang berharap pengampunan dari ku,ada seorang Istri yang membutuhkan suaminya karena anak yang dikandungnya.Bahkan ada seorang anak yang tidak tahu harus melakukan apa untuk menghukum kakak dan Ayah nya.Dia yang menjadi korban dari ulah kalian!! Ibuku memintaku untuk memaafkan kalian, jadi aku akan memaafkan kalian!"
Dengan menahan air mata Mina menahan rasa marahnya dan rasa kecewanya,dia mencoba untuk memaafkan apa yang dilakukan Devan dan Ayah Kenzo.Mendengar permintaan maaf dari Mina,Ibu dan Chatrine menghampiri Mina untuk memberikan pelukan hangat untuknya.
"Terimakasih atas kebesaran hati kamu memaafkan Ayah Kenzo dan Devan..."
"Iya,Tante...meski q masih merasa berat tapi aku sudah ikhlas jika semua itu sudah takdir Ayahku.Aku ingin kita berusaha agar Kenzo sadar dari koma nya"
"Terimakasih Mina....maafkan Ayah dan Devan"
Mina pun akhirnya memaafkan kesalahan Andrean dan Devan,dia mencoba agar mereka fokus untuk penyembuhan Kenzo.
Beberapa hari Kemudian
Sudah 5 hari berlalu,setiap hari Mina datang untuk menjaga Kenzo di rumah Sakit,dia selalu berada di samping nya untuk memberikan rangsangan suara di telinga Kenzo.Pagi ini Mina datang lebih awal,dia membawa setumpuk buku.
"Hay... Tuan Kenzo...aku membawakan buku cerita banyak untuk kamu!Kamu harus dengarkan yah"
Mina membacakan sebuah buku cerita hingga semua buku yang dia bawa habis di bacanya.Tetepi tetap saja tidak ada respon pada Kenzo,dia masih menutup matanya.
"Huftt...."
Mina mencoba berfikir,dia tidak bisa memberikan rangsangan suara dia mencoba mencubit tangan Kenzo.Tetap saja tidak ada respon, beberapa kali Mina mencubit kembali tangan Kenzo.Tiba-tiba sebuah keajaiban terjadi, Kenzo menggerakkan jemarinya dengan lemah.
Mina sangat senang karena Kenzo merespon nya,dia berlari memanggil Suster agar memeriksa keadaan Kenzo.Suster pun memanggil Dokter untuk memeriksa keadaan Kenzo.
Dengan cepat Dokter dan Suster menghampiri Kenzo,mereka mencoba memeriksa Kenzo yang keadaan semakin meningkat.Beberakali Dokter memanggil nama nya,meski belum membuka matanya tetapi Kenzo merespon dengan menggerakkan jemarinya.
"Ini sangat bagus,aku yakin sebentar lagi dia akan sadar jadi kamu harus melatih memberikan rangsangan padanya"
"Baik Dok"
Mina sangat bahagia,dia langsung menghubungi keluarga Kenzo untuk memberi kan kabar ini.
__ADS_1
..."Bersambung "...