
Sebulan Kemudian
Sudah satu bulan lama nya Kenzo bekerja di kantor Ayahnya akan tetapi dia masih di posisi yang sama.Kenzo semakin merasa jika Ayahnya tidak menepati janji nya,dia sudah merasa tidak tahan berada di kantor apa lagi tidak ada perubahan di posisi nya.Pagi ini dia bangun lebih awal untuk berbicara dengan sang Ayah,karena semenjak dia bekerja di kantor Ayahnya mereka bahkan tidak pernah berkumpul di dalam rumah.
Kenzo keluar dari kamarnya dan turun ke bawah untuk menemui Ayah yang masih berada di meja makan.
"Ayah...aku mengundurkan diri"ucap Kenzo sambil menyodorkan Id Card nya
"Ada apa dengan mu,Ken?"tanya Devan
"Seperti nya aku tidak tahan jika bekerja di kantor Ayah,bagaimana tidak tugas ku hanya mengcopy data,mengentri laporan.Ayah bilang perusahaan itu suatu saat nanti akan di berikan pada ku.Tapi entah kenapa di kantor Ayah bahkan seakan tidak menganggap ku ada.Jadi aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan Ayah,dan aku akan melanjutkan kuliah ku hingga aku lulus nanti"
"Jadi hanya segitu kerja keras mu?"
"Apa?"
"Kamu sudah menyerah sampai disitu?"tanya Ayahnya
"Tidak!!Dia tidak boleh menyerah disitu!!Dia akan belajar di kantor kamu untuk menjadi penerus di perusahaan Wicaksono"ucap Kakek yang datang tanpa di sangka
"Ayah lihat baru aku uji dia selama bulan dia sudah menyerah.Apa lagi dia sudah masuk lebih dalam,apa kah dia akan lari dalam menyelesaikan masalah?"
"Andrean,dia itu putra mu!Kenapa kamu sekejam itu dengan putra mu?"
"Ayah lupa seperti apa didikan Ayah padaku?Aku hanya ingin Kenzo lebih disiplin dan menghargai hidupnya.Aku telah salah mendidik nya memberikan segala kemauannya.Sehingga aku lupa mengajarkan nya tanggung jawab!"
"Sayang...Ayah...sudah ini masih pagi...hentikan perdebatan ini?"ucap Jeans memohon
"Devan lebih baik kita berangkat"
Ayah mengajak Devan untuk berangkat ke kantor lebih dahulu.Kenzo masih terduduk di meja makan.
"Keterlaluan Andrean!Dia lebih menyayangi anak---"
"Ayah aku mohon jangan sebut Devan dengan perkataan itu,karena itu akan menyakiti hatinya"
"Jeans apa kalian sudah gila?Kalian lebih menghargai perasaan anak itu dari pada anak kalian?"
"Aku tahu Ayah,Andrean sangat menyayangi Kenzo.Dia hanya tidak ingin Kenzo hanya mengandalkan nya saja,dia ingin Kenzo bisa lebih mandiri dan tidak bergantung pada kekayaan keluarga nya.Dia merasa menyesal karena dahulu selalu memanjakan nya sehingga menjadikan Kenzo tidak bisa menjadi seorang anak yang bertanggung jawab kebanggaan untuk nya"
"Tapi ini anak kalian?Bukan kah dia yang kalian tunggu bertahun-tahun?"
__ADS_1
"Iya,Ayah...."
"Aku akan pergi ke kantor nya"
"Tidak usah kakek,biar aku berangkat hari ini.Aku ingin membuktikan pada Ayah jika aku juga bisa menjadi seorang anak yang dia banggakan seperti Kakak Devan"ucap Kenzo
"Tapi Ken..."
"Kakek percaya pada ku kan?Aku pasti bisa merubah nya kek "
"Ini baru cucuku"
Kenzo memutuskan untuk kembali bekerja di kantor Ayahnya.Sebelum berangkat kakeknya mengembalikan kunci mobil Lamborghini nya.
"Ken pakai lah mobil mu"
"Tidak kek,aku belum menjadi siapa-siapa jadi aku akan menggunakan mobil kakek.Mobil ini akan menjadi saksi aku berusah untuk menjadi lebih baik"
Kenzo berpamitan pada Ibu dan Kakeknya untuk berangkat ke kantor.Id Card yang diaetakan diatas meja makan di kalungkan kembali di lehernya,dia bergegas mengambil mobil tua kakek nya untuk pergi ke kantor.
Kenzo datang terlambat karena perdebatan tadi dia langsung masuk ke dalam ruangan nya.Didalam ada Mina yang sedang menyapu ruangan.
"Katanya seorang pemimpin itu contoh untuk karyawan?Kenapa ini malah datang terlambat yah?"sindir Mina
Tak berapa lama Chatrine masuk kedalam ruangan Kenzo untuk mencari nya.
"Kamu datang terlambat yah?"
"E-iya,aku tadi ada urusan"
"Oh yah...Ken jam makan siang aku mau berbicara penting dengan kamu"
"Soal apa? Bagaimana kita makan siang bersama lalu kita bahas bersama"
"Enggak usah,aku tunggu di balkon kantor atas"
Chatrine langsung keluar dari ruangan Kenzo.Kenzo merasa Chatrine tidak seperti biasanya,apa lagi dia memanggil Kenzo dengan namanya bukan panggilan sayang kepadanya.Mina yang masih berada di dalam ruangan Kenzo pun mendengar pembicaraan antara mereka.
"Sudah tidak usah difikiran kan mungkin kekasih Anda mau membuat kejutan untuk Anda,pak?"
"Kamu nguping yah?"
__ADS_1
"Bukan nguping kali pak,saya kan di ruangan ini jadi saya juga mendengar apa yang dibicarakan sama kekasih Anda"
"Kepo aja nih orang,udah sana kiar dari ruangan saya!"
Akhirnya pun Mina keluar dari ruangan Kenzo dengan membawa alat-alat kebersihan nya.Disaat Mina akan berpindah membersihkan ruangan lain dia tidak sengaja melihat Chatrine sedang berada di ruangan Devan.Mina melihat dari kaca transparan ruangan Devan mereka berdua sedang bergenggaman tangan.Hal itu membuat Mina penasaran dengan hubungan mereka berdua.
"Ya Tuhan...bukan kah itu kekasih Tuan menyebalkan itu?Kenapa dia sangat mesra sekali dengan pak Devan yah?"gumam Mina
Mina tidak mungkin melaporkan apa yang dilihatnya itu.Jadi dia melanjutkan pekerjaan nya karena takut jika dia ketahuan orang lain melihat apa yang di lakukan atasan nya dengan kekasih Kenzo.
Jam makan siang pun tiba,Kenzo mengingat dengan pesan Chatrine untuk bertemu di atap balkon kantor.Dia segera menuju atap balkon,dengan semangat dia akan pergi menemui kekasihnya.Chatrine Belu sampai dia atas balkon,jadi Kenzo memutuskan untuk menunggu Chatrine hingga dia datang.
10 menit berlalu, Chatrine datang menyusul Kenzo yang sudah menunggu nya.
"Maaf ya aku terlambat,tadi mengurus pekerjaan dulu biar selesai"ucap Chatrine
"Iya enggak apa sayang...oh ya sebenernya kamu mau bicarakan soal apa?Kenapa kita tidak bicarakan di luar saja sambil makan siang?"tanya Kenzo
"Sebenarnya aku hanya ingin kita putus!!"
"Apa?Kenapa Cha?"
"Karena aku sudah tahu arah hubungan kita ini"
"Maksud kamu bagaimana?Bukan kah kita sudah menjalani bersama selama 2 tahun?Bagaimana bisa kamu bilang arah hubungan kita?Aku sangat mencintai kamu Chatrine,aku sangat ingin menikahi kamu.Tapi tunggu aku hingga mendapatkan apa yang harus aku capai"
"Sampai kapan?Kamu tidak seperti yang dulu,selalu memberikan apa yang aku minta,memakai mobil yang bagus.Sekarang?Kamu bilang bulan ini akan memberikan aku apa yang aku minta,tapi mana?Apa lagi kamu sekarang memakai mobil yang jauh lebih murah dari mobil ku?Aku tidak mau hidup susah"
"Chatrine,jadi selama ini cinta kamu ke aku tidak pernah tulus?Jadi kamu mencintai ku karena hartaku?"
"Aku mencintai kamu,tapi jika hidup dengan kamu akan susah itu berat untuk aku.Sedangkan kamu saja di bedakan oleh Ayahmu seakan kamu itu bukan lah anak mereka! Jadi untuk apa aku pertahankan hubungan ini"
"Jadi semua itu yang membuat kamu tidak tahu arah hubungan kita ini?"
"Iya,jadi maafkan aku Ken,lebih baik kita akhiri saja hubungan kita ini"
"Baiklah jika itu yang kamu mau"
Mendengar jawaban dari Kenzo, Chatrine langsung meninggal kan Kenzo.Kenzo terdiam membisu,dia terduduk lemas mendengar keputusan Chatrine.Sejenak Kenzo berfikir memang dari dulu dia tidak pernah menggunakan kepercayaan orang tuanya dengan baik.Yang dia fikirkan hanya kesenangan nya saja dengan temannya.
Bahkan waktu,tenaga dan uang nya yang sudah dia berikan pada kekasihnya hanya sia-sia.Wanita yang menurutnya akan menerima nya apa ada nya, mensuport nya justru meninggal kan nya di saat dia sedang merasakan di titik rendah nya.
__ADS_1
..."Bersambung"...