Misteri Pernikahan Remaja

Misteri Pernikahan Remaja
Bisikan dari rasa iri


__ADS_3

Angsana Raya  01 Februari 1996


Pak Hamdi terlihat gusar saat mendengar kalau pak Iskandar memenangkan proyek terbesar.


Khabar itu ia dapatkan dari rekannya pak Iskandar. Sebenarnya ia sangat menginginkan tender proyek itu, tapi gagal.


pak Iskandar yang mendapatkan tender itu, awalnya pak Hamdi tidak percaya kalau pak Iskandar mendapatkannya.


Tapi, setelah pak Iskandar yang berbicara di depan teman teman lain termasuk dirinya, maka ia mempercayainya 100%.


Kemarahan terlihat di wajah pak Hamdi. Kulitnya yang putih terlihat merah seperti kepiting rebus yang baru diangkat dari panci.


Ditambah lagi sinar matahari siang hari, semakin membuat muka pak Hamdi merah akibat luapan marahnya yang sangat  memuncak seketika juga.


Dari dulu pak Hamdi merasa kalau pak Iskandar adalah saingannya. boro boro tender yang kalah, soal wanita yang dicintai juga pak Hamdi harus gigit jari, kerena wanita yang dicintainya lebih memilih pak Iskandar.


Mungkin salah satu penyebabnya kemarahan pak Hamdi itu. Dari masalah kerjaan maupun pacaran semua kalah. Ia.merasa terkalahkan oleh pak Iskandar.


Tender yang jumlahnya miliaran rupiah harus lenyap begitu saja, dan pak Iskandar orangnya yang memenangkannya. di hadapan pak Iskandar, ia biasa saja.


Tapi pas sampai di rumah amarah yang di tahan kini meledak, yang menjadi sasarannya adalah anak dan istrinya.


Rey yang tidak tahu apa apa menjadi sasaran amarah ayahnya. Keluh kesah ini diceritakan pada istrinya, Risnawati.


Sebenarnya kalau proyek ini berhasil ia akan membawa keluarganya jalan jalan dan keliling dunia.


Bukan itu saja, iya ingin memperlihatkan pada Vinda kalau ia mendapatkan semuanya ini.


Tapi, semuanya hancur  kerena pak Iskandar yang memenangkan tender yang milyaran rupiah, ia tidak berkutik lagi.


Apalagi ketua lebih mempercayai pak Iskandar daripada dirinya. pak Hamdi marah besar, hatinya panas sekali. Ia langsung cepat cepat pulang ke arah Panimbang.


Dengan mengendarai roda empat. Di jalan tol  Ia mengebut dengan kecepatan 100/20 menit.


Ketika masih di perusahaan  ia sembunyikan saja kemarahan dan iri hatinya terhadap pak Iskandar.


Hari itu ia pulang ke rumahnya di Panimbang, ia tidak pulang ke rumah kontrakan yang berada di Tangerang Raya.


Percuma pulang juga, kerena rumah itu hanya dirinya yang mengisi.


Ia ke Panimbang tanpa memberi tahu sang istri kalau dirinya pulang, pak Hamdi lupa untuk memberitahukan kepulangannya.


Saat sampai di rumah amarahnya meluap dan melampiaskan pada Rey anak sulung mereka. Rey yang tidak tahu apa apa langsung marah dan ngamuk.


Cowok tangung itu, marah ketika buku yang dibacanya direbut dan dilemparkan kearah wajahnya.


Untung ibunya langsung menenangkan Rey. wanita itu menatap wajah sang suami meminta keterangan, tapi pak Hamdi malah ke masuk ke ruang kerjanya.


ibu Risnawati langsung menghampiri suaminya yang berada di ruang kerja. Di tangan ibu Rey membawa segelas kopi pekat kesukaan suaminya.


Sebelum ibu Risnawati masuk ke ruang kerjanya, ia langsung menyuruh  Rey masuk kamar, remaja tanggung itu mengikuti permintaan ibunya menuju kamar.

__ADS_1


Biarpun hatinya masih belum menerima perilaku ayahnya yang tiba tiba marah marah setelah pulang kerja.


"Gagal Bu, gagal Bu, si bangsat Iskandar yang dapat proyek itu!" teriak pak Hamdi gusar. saat pak Hamdi melihat istrinya ke ruangannya.


Ibu Risna langsung menyodorkan kopi di dekat suaminya, ia duduk di samping kiri suaminya.


Wajah sang suami terlihat merah padam akibat menahan marah yang sampai kepuncak kepalanya.


Ia duduk di bangku sambil tangannya mengepal akibat marah.


Nama Iskandar yang disebutkan adalah nama orang yang membuat tender suaminya kalah.


Ibu Risnawati hanya menelan ludah beberapa kali, kalau menyinggung nama Iskandar pasti suaminya marah.


Ia masih ingat setahun yang lalu, saat pak Ridho yang mendapatkan tender tapi suaminya malah bersyukur mendengarkan berita itu.


Apalagi saat pak Ridho mengundang mereka untuk makan makan di restoran yang megah.


Suaminya begitu antusias mendapat ajakan dari pak Ridho.


Tapi, tahun ini pak Iskandar mendapatkan proyek itu, tapi suaminya seperti kebakaran jenggot saja.


sang istri langsung berdiri dan menutup pintu ruangan kerja yang lupa ditutup,


setelah menutup pintu ia langsung  menghampiri sang suaminya dengan hati hati sekali.


Tiba tiba pak Hamadi berdiri dan meraih buku di hadapannya.


Tanpa bicara apapun lagi, pria muda itu membuang buku dan kertas kertas ke arah tembok dekat lemari. Ia seperti melampiaskan amarah yang masih terpendam.


. pak Hamdi  beranjak dari duduk dan membanting pot bunga yang ada dihadapannya.


ibu Rey hanya bisa mengelus dada melihat puncak kemarahan sang suami.


Tiba tiba ada ide yang terlintas dalam benaknya.


Sebuah jalan yang mungkin menyesatkan dirinya dan suaminya. Saat dipikir pikir oleh ibu Rey, ia akhirnya angkat bicara.


"Mas!" panggil ibu Risna lembut, ia lalu memegang bahu suaminya.


pak Hamdi langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi.


Ia mengambil nafas dalam dalam. Ia merasa kan dadanya terasa lega saat membuang nafas panjang.


pak hamdi akhirnya duduk di kursi dengan keadaan tenang.


Tatapan mata menatap langit langitan rumahnya.


ibu Rey merasa iba pada suaminya. Ia tahu kalau suaminya merasa tertekan sekali. Apalagi sama pak Iskandar orang yang selama ini membuat hidupnya kacau.


Tapi, Ibu Rey tidak menuduh kalau pak Iskandar salah, apa masa lalu yang pernah terjadi sampai suaminya seperti itu terhadap pak Iskandar.

__ADS_1


Secara diam pak Hamdi mengakui kalau selama ini ia masih mencintai Vinda. Tapi istri dari pak Iskandar memilih suaminya.


itulah yang membuat Pak Hamdi marah dan marah. pak Hamdi menyesal sangat menyesal sekali, telah menceraikan Vinda wanita yang dicintainya.


Apalagi saat ia tahu kalau Renata benar putrinya, putri kandung yang dicampakkan oleh dirinya, kerena merasa iri pada Iskandar.


Apalagi kini Renata tumbuh menjadi gadis cantik dan manis.


Ibu Rey langsung memeluk tubuh suaminya dengan erat. ia tahu kalau pak Hamdi masih mencintai ibunya Renata.


suaminya pernah curhat kalau dia masih sangat sayang sama ibu Renata, biarpun ia merasa cemburu.


ya Risnawati cemburu pada Vinda sahabatnya, tapi cinta tidak dipaksakan. Ia hanya diam saja dan perasaan itu di tekan saja, demi Rey dan pernikahan.


Dan Risnawati menyembunyikan perasaan yang ada terhadap suaminya.


Tapi, pak Hamdi untuk mengutarakan pada pak Iskandar terasa malu sendiri. Maka pak Hamdi hanya diam dan tidak banyak bicara pada ayahnya Renata.


Ia hanya bisa melihat Renata dari kejauhan saja. Ingin rasanya memeluk tubuh Renata, tapi ia takut ketahuan oleh Vinda ibunya Renata.


"Mas, bagaimana kalau kita meminta bantuan siluman panda." usul ibu Rey.


kata kata ibu Rey sebenarnya tidak serius hanya keceplosan saja.


Tapi, Pak Hamdi malah menyetujui usulan sang istri. Wajah pak Hamdi menatap wajah istrinya heran.


Pak Hamdi meminta istrinya menjelaskan tentang siluman panda.


Pria itu heran sekali mendengar istrinya tahu masalah siluman panda itu.


Ibu Risnawati akhirnya cerita tentang sahabatnya yang mengikuti aliran siluman panda.


Ya ibu Rey tahu masalah siluman panda dengan tumbal seorang bayi manusia yang baru lahir, itu berawal dari cerita sahabatnya  sendiri.


Awalnya pak Hamdi menolak, setelah mendengar tumbal seorang bayi yang hidup. Dan ia harus tiap bulan memberikan bayi merah yang baru lahir itu yang susah kerena ia harus mencari bayi itu.


Tapi istrinya membujuk suaminya untuk ikut jejak sahabatnya.


Ibu Risnawati tidak mempermasalahkan tumbal yang diminta kerena ia akan berusaha mencari bayi itu dimana saja.


ibu Risnawati secara halus mengajak suaminya untuk ikut siluman panda dengan imbalan kekayaan yang luar bisa,


kerena hatinya masih terpaut pada.tender yang gagal dan  pak Iskandar dapatkan  tender milyaran rupiah akhirnya ia menurut ajakan  istrinya.


mereka akan kaya tanpa harus kerja. Sedangkan pak Iskandar mempunyai kekayaan kerena memeras keringat.


Lama.kelamaan pak Hamdi terbujuk juga, apalagi sang isteri mengatakan kalau kita punya kekayaan untuk Rey.


Seakan hati pak Iskandar luluh atas perkataan mendengar kalau semua harta yang kita miliki untuk Rey seorang.


Tanpa ba bi bu lagi pas Hamdi dan istrinya ke sebuah hutan yang tidak jauh dari rumahnya. Hutan yang lebat, mereka menyelusuri semak dan belukar untuk sampai disana.

__ADS_1


Rey anak mereka satu satunya tidak diajak, Rey sendiri di rumah.


Mereka tidak pamit kepada Rey.*


__ADS_2