
Renata dan Rey bertemu.
Di sebuah gedung SMPN l Angsana.
Pak Iskandar, Gio dan Mbah Mardi pun ada disana.
Mereka, telah siap. Untuk melakukan permainan, yang dibuat siluman panda. untuk Renata.
Dengan syarat. Renata mau menghadiri ritual, yang telah ditentukan oleh siluman panda untuk Rey.
"Kosongkan, pikiranmu.
Jangan sampai ada dendam sedikitpun di hatimu,"
kata toh Rey menatap wajah Renata.
"Singkirkan prasangka prasangka yang tidak baik.
Berpikir positif, dan bisa menahan diri."
lanjut Rey memberikan dukungan penuh pada Renata.
"Rey, apa ini akan berhasil."
"Berpikir positif. Jangan ragu."
Renata mengangguk setuju.
Malam itu.
Malam Jum'at Kliwon. Tempat yang bagus, untuk melakukan permainan yang indah. Dengan siluman panda.
Roh Rey berada di pohon Angsana yang ada di lapangan sekolah, pak Hamdi dan Gio berada di belakang perpustakaan.
Sedangkan Mbah sedang membakar kemenyan.
Renata, pura pura berjalan mengelilingi lapangan itu,
sambil melihat lihat ke sekelilingnya.
Gadis itu hanya mengingat kenangan indah bersama Rey.
Ya, malam itu, sebelum kecelakaan ia dan Rey di sekolah kerena terhalang hujan untuk pulang.
Perut mereka lapar, tapi untuk mencari makan mereka takut.
Apalagi jarak Citoke sama Angsana jauh ya sekitar 20 menit jalan kaki.
Apalagi kalau di tinggal di tengah malam yang buta, di tambah lagi alam tidak bersahabat dengan manusia.
Tapi, malam ini adalah malam yang indah.
Sinar rembulan terlihat terang sekali, awan awan putih menghilang entahlah kemana.
Biarpun malam, tapi halaman sekolah begitu terang akibat cahaya Dewi malam yang menyinari.
Gadis itu! hatinya was was takut terjadi apa apa, tapi Gio memberikan semangat untuk Renata.
Gio ingin Renata dan keluarga pak Hamdi keluar dari cengkraman siluman panda,
dengan memberikan ruang pada siluman panda. untuk melakukan ritual yang harus di laksanakan malam ini.
Rey juga berkata ritual itu akan gagal. kerena satu Renata pernah kehilangan ingatannya dan dua ibu Renata menjadi korban suci.
Renata akhirnya tahu kalau ibunya meninggal akibat ingin membatalkan ritual dirinya.
__ADS_1
itu yang dikatakan Rey padanya.
Pak Iskandar terpaku saat Rey berkata itu, keinginan istrinya begitu kuat untuk melambatkan anaknya dari siluman panda.
"Renata!" panggil suara yang tidak jauh dari gadis itu.
Renata langsung melihat pada orang memanggilnya.
Rey datang membawa panda. Hati Renata bergetar sekali, saat ia melihat Rey dan panda itu.
"Kamu bisa lihat, perbedaan Rey siluman panda dan Rey yang hanya terkatung katung nyawa saja,"
kata Rey saat akan pergi ke pohon beringin.
Gadis itu sekarang mengerti kalau ada dua rey yang berbeda.
Tapi, Renata hanya diam saja, melihat Rey. Cowok itu mendekati Renata dan memeluk tubuh Renata dengan erat.
"Saat kau dipeluk oleh Rey siluman panda, jangan peluk balik dia,"Gio menambahkan.
Renata hanya diam dan melepaskan pelukan dari Rey.
Renata tersenyum pada Rey.
"Rey ajak aku ketemu orang tuamu, aku kangen mereka!" ujar Renata sambil menatap wajah Rey dengan seksama.
Rey menatap wajah Renata dengan sungguh sungguh. Terlihat bola mata Renata yang penuh dengan kerinduan pada orang tua Rey.
Cowok itu akhirnya mempertemukan mereka.
"Kau boleh peluk ayah, dan ibu kok Ren." kata Mbah Mardi sebelumnya.
"Pak Hamdi ayahmu, ia mencintaimu, tapi jalan yang ditempuhnya sesat." lanjut Mbah Mardi lagi.
Ketika Renata bertemu, dengan pak Hamdi dan ibu Risnawati. gadis itu memeluk kedua tubuh orang tua Rey.
Jauh di atas pohon Angsana.
Ada dua.pasang mata menetaskan air mata. Air mata kerinduan, tapi kerinduan itu ia pendam saja.
Rindu pelukan ibu, ayah serta kehangatan mereka.
Tiba tiba Renata merasakan ada aliran yang hangat menyentuh tubuhnya. Rey yang ada di atas pohon mentransfer energi positif untuk Renata. Untuk diberikan pada kedua orang tuanya. Renata yang merasakan energi itu, langsung memeluk tubuh kedua orang tua Rey untuk kedua kalinya. Ada kehangatan yang dirasakan Rey di atas pohon beringin.
"Kamu harus mau diajak kembali ke alam siluman Panda."
kata Mbah Mardi, disaat itu.
Rey mengangguk.
Dan ia juga akan membantu mentransfer energi positif buat Renata.
Akhirnya Rey siluman panda, mengajak Renata ke alam siluman panda. Renata senang sekali diajak oleh Rey.
Mereka pergi meninggalkan SMP. setelah Renata pergi, pak Iskandar dan Gio juga Mbah Mardi keluar dari persembunyian.
Begitu juga Rey yang merasa terharu. kerena tujuan melepaskan diri dari siluman itu berhasil dan mereka.akan melanjutkan besok.
Renata bergidik saat sampai disana. Banyak tulang berserakan, bau amis dan anyir, bau bangkai.
Tapi ia menahannya untuk tujuan yang sudah pasti dilaksanakan.
Siluman panda riang saat bertemu dengan Renata kembali. ia memeluk tubuh Renata dengan hangatnya.
Renata hanya diam saja, mendapat perilaku seperti itu.
__ADS_1
Ia, masih ingat pernah ke tempat ini. Mungkin kalau dulu masih bisa menerima keadaan ini, tapi sekarang merasa jijik.
Apalagi Rey memberikan minuman berwarna merah serta daging mentah.
Renata awalnya ingin menolak.
Tapi, ia merasakan energi yang hangat menyerbu tubuhnya. Tanpa pikir panjang akhirnya gadis itu memakan dan meminum darah dan daging bayi yang baru saja berhasil dicuri dari perkampungan warga.
Renata merasa getir. Saat tahu bayi bayi yang hidup harus mati kembali di tangan siluman panda.
Ia ingin sekali memusnahkan mereka. Ada letupan yang kuat. tapi ia seakan akan merasakan kembali sensasi aliran darah yang hangat dalam tubuhnya.
"Rey!" bisik Renata. Tapi orang dipanggil Rey hanya diam saja.
Rey siluman panda, mengajak Renata masuk kesebuah ruangan yang redup.
Cahaya lampu begitu minimnya.
Rey menidurkan Renata, awalnya Renata menolak.
Tapi aliran darah begitu hangat mengalir dalam tubuh Renata,
akhirnya Renata membiarkan Rey menidurkan dirinya di sebuah bangku yang telah kusam, dan lembab.
Rey, mengusap kepala Renata dengan lembut.
Dan mencium kening gadis itu, Renata diam saja mendapat perilaku seperti itu.
Pada saat itu Renata merasakan pikirannya kosong.
Ingatan Renata seperti sesudah kecelakaan.
Ada kehangatan yang menjalar dalam tubuh gadis itu, diam tidak bisa bergerak tapi perasan nyaman begitu saja muncul tanpa bisa dihindari.
Mata Renata terpejam, setelah ia menerima ciuman panda kecil milik Rey.
sang panda kecil, berjingkrak jingkrak dihadapan Rey dan tubuh Renata.
"Misi kita berhasil!" bisik pak Hamdi tersenyum.
melihat Renata tertidur seperti itu.
reaksi ciuman panda kecil manjur.
sangka pak Hamdi riang.
Malam itu mereka ingin mempersembahkan ritual kesucian Renata.
Apalagi hari yang ditunggu adalah terang bulan seperti ini.
Mereka nyakin kalau ritual ini akan berhasil. Alam seperti menyambut keberhasilan mereka.
Malam indah itu dirayakan oleh siluman dengan ruangnya.
Badan Renata mengunakan gaun pengantin warna putih.
Serta Rey mengunakan jas warna hitam. Tepi sebelum itu semua Renata diberi ramuan dari daun entah namanya apa.
Renata di duduk kan oleh beberapa siluman untuk duduk.
Mata Renata terpejam seolah olah tidur nyenyak.
Di nun jauh di sana. Mbah Mardi, pak Iskandar, Gio dan Rey melakukan ritual penyelamatan untuk roh Renata.
Mbah Mardi selaku dukun hebat yang melakukannya ritual itu.
__ADS_1
Sedangkan Rey memberikan petunjuk, pada Renata supaya mengikuti diperintahkan yang diperuntukan dirinya.
Sejauh ini, Rey dan Renata melakukan pekerjaaan sesuai permintaan*