Misteri Pernikahan Remaja

Misteri Pernikahan Remaja
Kekecewaan Renata


__ADS_3

Tapi, anehnya isi panda bukan kain perca atau semacamnya.


Saat perut panda dirobek.  Terlihat usus, hati, dan jantung sungguhan keluar. Dengan disertai darah yang mengucur.


Seketika juga.  Para teman teman Renata, termasuk Renata sendiri. Berteriak histeris melihat itu semuanya.


"Hahahaha..."tawa Rey menggema.


Tapi orangnya telah hilang tanpa jejak.


Pak Iskandar, masih memegang tubuh panda.  serta darah mengenai tubuh dan wajahnya.


Pak Iskandar tidak kaget, kerena waktu itu akan tiba cepat atau lambat. Ia hanya bisa mendesah geram kerena apa yang sebenarnya terjadi kini bakal terjadi juga. Kerena yang ia takutkan sekarang terbukti.


Semuanya Hamdi yang melakukan tanpa pikir panjang lagi. Tapi saat itu Iskandar ingin memperhitungkan masalah dengan Hamdi tapi laki laki itu tidak ada ditempat hilang begitu saja tanpa bekas.


Tapi, diluar dugaan manusia normal. Renata bukannya bersyukur. Ayahnya telah membunuh panda, yang diberikan oleh Rey padanya. kenyataannya tidak, sama sekali. Renata malah berang melihat kejadian itu!


"Ayah! Apa apaan? Datang datang merampas boneka yang selama ini aku idamkan!"teriak Renata geram melihat kelakuan ayahnya.


Iskandar melihat bola mata putrinya sangat berkilat penuh dengan api dan amarah yang muncul di hatinya. Pak Iskandar langsung memeluk tubuh putrinya, tapi dengan kasar Renata langsung mendorong tubuh laki laki itu dengan keras.


Pak Iskandar kaget dan terjungkal begitu saja. Laki laki itu sama sekali tidak.mwnduga kalau Renata akan melakukan itu pada dirinya. Pak Iskandar hanya tertegun sesaat melihat tingkah laku Renata yang selama ini ia sayangi.


Renata, merebut panda di tangan ayahnya. Lalu, ia menangis meraung raung seperti kehilangan ibunya dulu.


Pak Iskandar, bergetar hatinya melihat semuanya ini. Pemandangan yang asing baginya, dan ia tidak mau Renata menjadi bulan bulanan Hamdi. Ia bakal melindungi Renata sampai tetas darah terakhirnya, kalau saja bisa ditukar dengan nyawa Pak Iskandar ingin menukar supaya Renata selamat. Dan bisa hidup tanpa banyangan Rey.


"Bangsat!" bisik hati Pak Iskandar geram melihat Renata seperti itu.


Ada rasa kesal. Menghampiri hatinya, saat tahu kalau Renata.  Sejak bertemu, dengan Rey punya kelakuan aneh bin mustahil.


"Ren, sadar! Itu bukan boneka tapi siluman Panda!" jelas pak Iskandar.


Pria muda itu!  Mengguncang guncang, tubuh Renata yang masih memeluk panda.


Tapi sia sia,  pak Iskandar menjelaskan. Kerena Renata tadi telah mencium dan memeluk panda.


Jadi pikiran gadis itu, telah dirasuki oleh aliran tertentu.


Pak Iskandar,  langsung menarik tangan Renata dengan kasarnya. menuju parkiran mobil.


Gadis yang baru merayakan ulang tahun itu berontak.


Gadis itu ingin melepaskan diri, dari cengkraman ayahnya.


Tanpa diduga oleh Renata. Tiba tiba, ia sangat benci sama ayah.  yang selama ini mengurus dan membimbingnya.


Renata liar. Ia, menggigit tangan ayahnya, tapi pak Iskandar mencoba bertahan atas gigitan Renata. Biarpun tangannya perih.  Tapi berusaha untuk bertahan.


Tapi, semua pengunjung di mall itu hanya diam, dan memperhatikan tindakan pak Iskandar.

__ADS_1


Mereka tidak tahu. Mau berbuat apa untuk, menolong gadis manis itu.


Rey, yang belum meninggalkan mall itu! langsung menghampiri pak Iskandar.


Cowok itu, dengan beraninya menghadang pak Iskandar.


Melihat itu, pak Iskandar terlihat geram seketika juga.


"Jangan dekati putri saya."ujar pak Iskandar menatap Rey tajam.


"Saya tidak mendekati putri bapak!"


Tapi, saya mohon jangan sakiti dia." kata Rey sambil menatap wajah pak Iskandar dengan seksama.


"He, anak nggak tahu diri. Mau diapakan juga dia anak anak saya. jangan ikut campur!" hardik pak Iskandar berang.


Melihat keberanian Rey. Pak Iskandar langsung mendorong tubuh Rey.


Sampai, cowok remaja itu terjungkal. Renata yang melihat itu berontak ingin menolong Rey.  Tapi, cengkraman tangan pak Iskandar terlalu kuat untuk dilepaskan.


Awalnya.  Rey ingin melawan, pak Iskandar.  Tapi, ia merasakan ada aliran tertentu, yang mengalir di seluruh tubuhnya.


Terpaksa!  Rey hanya diam saja, melihat Renata ditarik oleh ayahnya.


Renata hanya bisa menatap Rey.


Ia, menyesali tindakan ayah pada Rey tanpa bicara apa apa.


pak Iskandar, langsung memasukan Renata ke mobil  Dan, membawa Renata pulang ke Taman Ciruas Permai.


"Nenek!"


"Nak, kalau kamu ingin selamat.


Lepaskan gadis itu.  Gadis yang baik, jangan kau siksa gadis itu."


ujar sang nenek itu sambil melihat wajah Rey.


"Nek, pokoknya aku nggak mau kamu ikut campur apa yang terjadi.


Biar terjadi. Dan jangan kau gagalkan rencana kami,"Suara Rey melengking.


"Rey!" panggil sang nenek.


Tapi, cowok itu langsung beranjak dari duduk.  Dan langsung meninggalkan sang nenek yang masih, ingin berkomunikasi dengan cucunya.


Rey benci nenek.


Sejak ia kenal dengan Renata, nenek tidak pernah menyukai kedekatan dirinya dengan Renata.


Sang Nenek hanya melihat kepergian cucunya.

__ADS_1


cucu satu satu yang ia sayangi.


Kerena Rey adalah cucu yang tetap bersamanya, biarpun bukan hanya Rey cucunya.


Tapi ia menyayangi Rey, kerena cucu yang lain sudah beda alam dengan dirinya.


Hanya keluarga Rey yang ada untuknya.


Dan ia ingin sekali menolong Renata dari Rey dan keluarganya.


Tapi bagaimana?


Dua alam yang seharusnya tidak bersatu kini harus bersatu tanpa mereka sadari.


Nenek akhirnya hanya pasrah.


Apa ini ? Perjanjian yang pernah mereka lakukan.  Perjanjian,  yang seharusnya tidak pernah ada."


bisik hati sang nenek menyesal. Atas, perjanjian yang pernah terjadi diantara mereka.


Didalam mobil. Keduanya;  Renata dan ayahnya hanya diam membisu.


Hanya pikiran mereka yang berontak tidak tentu arah.


Perubahan,  ayahnya telah lama seperti itu. Kalau ia dekat sama cowok, pasti akan dilarang untuk mendekati.


Seharusnya ayahnya senang.  Kalau ia dekat dengan cowok.  Kerena itu, untuk tahu kepribadiannya.


Menikah perlu pendekatan jati diri dengan cowok.


Tidak mungkinkan.  cewek dan cowok menikah tanpa pacaran.


Ada sih menikah tanpa pacaran, itu perjodohan. Untuk usia dirinya harusnya pacaran dulu.  Baru menikah. Tapi, mau pacaran bagaimana dengan cowok.


Ayahnya,  tiap melihat dirinya dekat cowok.  langsung ngamuk,  tanpa menjelaskan apa apa padanya.


Mungkin sejak 2 bulan lalu tingkah laku ayahnya seperti itu. kuno.


Sesampainya, di blok k 6 nomor 17. Mobil yang ditumpangi, pak Iskandar dan Renata berhenti.


Renata, langsung keluar dari mobil.  Dan langsung menuju kamar yang berada di belakang.


Renata, langsung menutup dan mengunci pintu rapat rapat.


Melihat itu pak Iskandar. hanya diam saja. Ia pun akhirnya masuk kamar yang tidak jauh dengan kamarnya Renata.


Ia, merebahkan badannya, di kasur empuk dan wangi.


Pikiran pak Iskandar.  Hanya tertuju pada Rey. Rey seorang anak remaja, umur 18 tahun yang tadi la lihat. Mendekati Renata putrinya.


Hatinya bergejolak. Saat Rey memberikan boneka beruang itu! Boneka itu bukan boneka sembarangan.

__ADS_1


Hanya mata Renata, dan teman teman telah dibuat kalau panda itu boneka.


Dan ia punya niatan lain.


__ADS_2