
Ibu Risnawati geram. Ingin rasanya ia membunuh siluman itu.
apalagi saat ia melihat, mukanya dua siluman panda.
sangat menyeramkan. mata berwarna merah akibat marah.
Dua Siluman Panda itu. beberapa kali memukul tubuh pak Hamdi dengan besi yang di pegang ya.
Tapi tubuh itu tidak bergeming sama sekali.
Secara berlahan tapi pasti ibu Risnawati mengendap mendekati salah satu siluman panda.
Ditangannya memegang bambu yang ia temukan di tempat ia sembunyi tadi.
Tapi sebelum sempat menolong suaminya, salah satu siluman itu melihat ibu Risnawati yang akan mencelakakan teman siluman panda.
Tanpa berpikir panjang salah satu siluman panda berlari menerjang wanita itu dan tanpa menunggu lama lagi siluman panda satunya langsung menggigit lengan ibu Risnawati.
Ibu Risnawati yang tidak menyangka kalau salah satu dari dua panda itu langsung menyerangnya.
Dan kejadian itu tidak bisa dielakkan oleh ibu Risnawati sendiri.
Wanita itu melolong kesakitan ketika gigi gigi siluman itu mencabik lengannya.
Satu siluman yang tidak bawa besi, yang akan di lukai oleh ibu Risnawati terkejut saat temannya mengigit wanita itu.
siluman panda berhasil melukai tubuh ibu Risnawati.
sebelum tangan siluman panda mendarat di tubuh ibu Risnawati.
Mata pak Hamdi melihat apa yang akan dilakukan oleh siluman panda.
Lelaki usia 45 itu langsung menjerit dan memohon kalau ingin membunuh bunuh saja dirinya.
Tapi, siluman itu tidak membunuh keduanya, ia membiarkan suami istri lepas kerena sesungguhnya pernikahan Rey dan Renata masih jauh.
Pak Hamdi bernafas lega. Ibu Risnawati ter pekur.
Akhirnya ibu Risnawati tahu. kenapa suaminya ingin membunuh Renata.
kenyataannya,
yang ada kerena siluman panda.
ingin menikahkan Renata dan Rey.
siluman panda langsung mengusir suami istri dengan kasar.
tubuh suami istri itu diseret dengan kasar.
sampai baju yang dipakai ibu Risnawati terkoyak.
Pak Hamdi langsung melawan siluman itu, tapi salah satu siluman panda menendang perut pak Hamdi.
pria muda itu tersungkur.
Akhirnya mereka dibuang ke jalan raya dengan kasarnya.
__ADS_1
pak Hamdi merangkul istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Mas, maafkan aku. Kerena aku bapak dan Rey?"ujar ibu Risnawati menganggap tangan suaminya.
"Tidak, Bu. kamu tidak salah, keegoisan aku lah yang membuat kalian menderita,"tangis pak Hamdi langsung memeluk tubuh istrinya.
"Mas, aku ngerti kamu sayang sama Renata? aku setuju kalau tidak ada pernikahan."
Pak Hamdi mengangguk anggukkan kepalanya.
Biarpun ia tidak mengurus atau memberi nafkah batin sama Renata. ia ingin sekali membantu Vinda keluar dari masalah yang dibuat oleh sendiri.
Pak Hamdi ingin sekali ini melindungi Renata, biarpun ia harus mengorbankan nyawanya.
Itu demi putrinya.
Kedua suami istri itu pulang ke rumahnya.
Kedua suami istri tertegun saat melihat apa yang ada di depan pintunya.
Rey berdiri di dinding dekat kursi teras.
Ya, Rey terbangun, ketika bangun ia tidak menemukan kedua orang tuanya.
Awalnya Rey ingin menyusul mereka, tapi cowok itu tidak tahu harus mencari kedua orang tuanya.
Akhirnya ia berdiri di dekat meja depan rumahnya sambil berdiri memikirkan kedua orang tuanya.
Rey yang melihat kedua orang tuanya datang syok seketika juga.
"Mah, mamah kenapa seperti ini. suara Rey sendu. cowok tangung itu menangis di pelukan kedua orang tuanya.
Pak Hamdi yang mendengar tangisan anak lelakinya hanya diam saja.
Ia tidak tega untuk menceritakan pada Rey. Rey belum siap untuk menanggung permasalahan yang dihadapan orang tuanya.
Rey melepaskan pelukan. Cowok berkulit putih langsung pergi menuju dapur dan ke depan lagi sambil membawa teh manis itu untuk kedua orang tuanya.
Rey juga membersihkan luka luka di badan ayah dan mamahnya.
Ada tangis di wajah cowok itu.
melihat itu pak Hamdi merasa bersalah pada Rey. tapi perasaannya ditahannya.
"Ayah, ceritakan apa yang terjadi pada ayah dan mamah? Biar Rey yang membalas perbuatan mereka yang telah melukai kalian." suara Rey bergetar menahan emosi.
Risnawati tersenyum samar. Ia bangga punya anak seperti Rey, biarpun ia tidak lahir dari rahimnya.
Tapi, ia yang mengurus Rey dari bayi sampai sekarang. Rey adalah anaknya. Anak kebanggaannya.
"Ayah tidak apa apa Rey. Ayah butuh istirahat,"jawab ayahnya sambil tersenyum samar.
Pak Hamdi mendesah saat Rey menanyakan apa yang terjadi pada orang tuanya. Awalnya Rey memaksa ayahnya untuk cerita, apa yang terjadi.
Ibu Rey memberikan alasan mereka jatuh. Rey akhirnya tidak menanyakan lagi.
Pak Hamdi beranjak dari duduknya. Istrinya menuntun suaminya masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Mereka berdua langsung ke kamar untuk ganti baju dan melanjutkan istirahat yang terpotong.
bu Rey tidak melanjutkan tidurnya, kerena ayam jantan telah memberi tanda kalau pagi akan segera tiba.
Wanita itu, menatap suaminya dengan perasaan bersalah, kerena dirinya lah mereka masuk perangkap siluman panda.
Penyesalan tidak ada artinya, setelah melihat dampak perbuatan dirinya.
ibu Risnawati hanya termangu memikirkan kehidupan selanjutnya.
Rumah yang mereka tempati, perabot, mobil, dan semuanya hasil dari perjanjian siluman panda.
Beberapa kali siluman panda meminta kepastian dari pak Hamdi atas pernikahan Rey dan Renata.
Dan yang paling mengejutkan kalau pernikahan harus segera dilaksanakan kerena ini bertepatan dengan malam purnama serta membuat perjanjian baru kembali.
Dengan terpaksa pak Hamdi mengajak Istrinya ke rumah pak Iskandar di Pamarihan.
Kedatangan mereka sangat mengejutkan keluarga pak Iskandar dan istrinya.
Tapi Renata senang Rey datang ke rumahnya dan mereka akhirnya mengerjakan tugas di belakang rumah Renata.
Mereka tidak tahu kalau orang tua mereka akan menjodohkan mereka.
Pak Hamdi yang takut pada siluman panda akhirnya mengikuti jalan siluman panda untuk menjodohkan anak kandungnya.
Ibu Risnawati hanya diam saja, ia ingin melarang suaminya tapi suaminya menjelaskan kalau kita tidak menikahkan mereka, kita yang jadi korban.
Biar Renata dan Rey yang merasakannya. kata pak Hamdi ketika sebelum mereka di rumah pak Iskandar.
Ibu Vinda kaget sekali, mendapat kunjungan dari sahabatnya.
Tapi pak Hamdi berusaha menjelaskan kalau hubungan pertemanan antara pak Hamdi dan pak Iskandar harus di rayakan melalui pernikahan anak anak mereka.
Ibu Vinda yang tidak tahu apa apa akhirnya setuju atas usul pak Hamdi. Tapi hati ibu Risnawati menjerit, menangis melihat semuanya ini.
Akhirnya ibu Risnawati mengikuti suaminya, dan tidak cerita yang sebenarnya pada ibu Vinda sahabatnya.
Biarpun hatinya benar benar menolak atas rencana ini.
Rencana disusun rapi.
Akhirnya diceritakan rencana itu pada Renata dan Rey tapi tanggapan mereka berdua sangat mengejutkan.
mereka berdua menolak secara tegas.
Rey kabur.
Renata masuk kamar. mereka kecewa atas keputusan kedua orang tuanya.
Rey masuk ke pondok Mbah Mardi.
Disana ia mendapatkan cerita yang sebenarnya.
ibu yang sekarang bukan ibu kandungnya, sedangkan Renata ia bukan anak kandung Iskandar tapi anak kandung ayahnya Hamdi.
Rey yang mendengar itu terpukul sekali, apalagi pernikahan yang seharusnya tidak dilaksanakan harus dilaksanakan kerena orang tuanya mengikat perjanjian dengan siluman panda.*
__ADS_1