Misteri Pernikahan Remaja

Misteri Pernikahan Remaja
Serpihan Ingatan


__ADS_3

"Gio, tempat ini?"


suara Renata tercekat.


Gio hanya memandang wajah Renata dengan seksama.


"Kamu ingat sesuatu?"


"Sekolah ini? sekolah...,"


kata Renata sambil tangannya menahan kepala yang semakin berat.


Gio membiarkan Renata seperti itu.


Ia menatap Renata.


Gio merasa sangat  nyakin, kalau Renata melihat serpihan demi serpihan memory yang pernah hilang.


Tanpa menceritakan apapun, Gio tahu kalau Renata sedang menyusun memory itu untuk kembali utuh seperti dulu.


"Rey, dan aku pernah  sekolah disini." cerita Renata pada Gio.


cowok itu mengangguk mendengar apa yang Renata ucapkan.


Ya Rey pernah sekolah dan meninggal di tempat itu bisik Gio.


Gio, mengajak Renata ke tempat kejadian kecelakaan. Renata menangis disana.


Renata ingat Rey. Rey yang selama ini menemani sekolah, mengerjakan PR bersama, bercanda bersama. Serpihan itu mulai nyata.


"Gio, Rey dimana?"


tanya Renata saat mereka sampai di gerbang SMP.


"Kau akan tahu sendiri, Renata!" ujar Gio berlahan.


"Jujur sama aku Gio!"


teriak Renata histeris. Ia menangis dipelukan Gio.


Gio hanya diam saja, ia merasa ingin menolong.


Tapi, Gio membiarkan Renata menangis.


Gio merasa kalau Renata telah kembali, tapi pertemuan Renata dengan Rey itulah yang membuat Renata ragu untuk menyimpulkan sendiri.


"Gio, lalu Rey yang aku temui itu apa?" Isak Renata.


Gio mengajak Renata untuk masuk ke halaman SMP. Renata tercenung memikirkan Rey.


Tapi keadaan itu lah yang membuat Renata harus memilih apa yang ia harus lakukan.


Gadis itu tiba tiba terduduk di lapangan upacara dengan perasaan yang tidak bisa dilukiskan.


Perasaan berkecamuk. Rindu, kecewa, sesal, bahagia, kini ditumpahkan melalui tangisan.


Gio, hanya mematung. Ia membiarkan Renata mengeluarkan isi hatinya. melalui tangisan. Gio, terharu..Sangat terharu melihat Renata seperti itu.


Gio, menghampiri gadis manis itu. Mencoba memberikan motivasi dengan sentuhan.


Renata masih terisak. di sampingnya gio berusaha menenangkannya.


Gio merasa nyakin kalau serpihan demi serpihan ingatan Renata mulai pulih dengan sempurna.


Kerena kalau Renata tidak ingat tidak.mungkin gadis itu menangis seperti itu.


Beberapa kali Renata menanyakan keberadaan. Rey. Gio hanya mengusap tangan Renata.


"Apa Rey..." suara Renata tersendat.


Gio menatap Renata dengan cepat.


"Renata, aku disini!"


teriak Rey yaang tiba tiba datang dihadapan Renata dan Gio.


Gadis itu mengangkat kepalanya menatap Rey yang ada di hadapannya.


Gio langsung beranjak dari duduk, disusul Renata.


Gadis itu beberapa mundur.


Ia menggelengkan kepala, saat melihat Rey dengan kepalanya sendiri.

__ADS_1


"Rey!'' ujar Renata terbelalak.


"TIDAK, KAU KAU TELANG MENINGGAL REY," isak Renata, sambil menjatuhkan tubuhnya ke tanah. Ia, menangis dengan keras.


Rindu


kecewa


bahagia


Gio, yang mendengar, kata kata Renata tertegun. Jadi, perasaannya pada Renata benar.  kalau renata telah mengingat sebagian memory nya.


Gio jongkok dihadapan Renata. Menyentuh bahu Renata. Gadis itu langsung menatap wajah Gio dengan tajam.


Gadis itu meminta kepastian pada Gio yang masih ada disampingnya.


Gio mengangguk.


Ia menunjukan pada Renata kalau Rey berada di hadapan mereka.


Renata mendekati Gio.


" Dia...dia bukan Rey...Rey...Rey telah meninggal Gio,"


tangis Renata menolak cowok yang ada dihadapannya.


Gio terkesiap mendengar apa yang Renata ucapkan.


"Ren, aku disini, aku rindu kamu!"


teriak Rey tanpa memperdulikan apa yang diucapkan. oleh Renata.


"Nggak kamu bukan Rey.


Rey telah meninggal!"


teriak Renata histeris.


Ia memeluk tubuh Gio mencari perlindungan. Gio yang melihat itu langsung memeluk tubuh Renata.


Rey berusaha mendekati Renata, tapi Renata mundur beberapa langkah menjauhi Rey.


"Gio, tolong aku. tolong aku jangan pisahkan aku dengan Renata,"


Renata tidak mau disentuh oleh Rey.


Gio berusaha menghentikan Rey untuk mendekati Renata.


Renata meronta. Rey, berhenti tidak jauh dari tubuh Renata. Dimatanya Rey, ada kerinduan yang mendalam.


Rey melangkah..


menghampiri gadis selama ini, selalu menemaninya.


Rey memaksa.


Tapi Renata melepaskan pelukan dari Gio. Renata berlari menuju gerbang sekolah. Gio juga ikut Renata. Mereka  berhasil lari bersama keluar gerbang SMP.


Malam mulai turun menuju pagi.


Kokok ayam jantan mulai terdengar.


Renata dan Gio berada di gerbang SMP.


disana tubuh renata terduduk sambil terisak.


Gio memeluk tubuh itu.


Ia berjanji akan membawa Renata ke tempat Mbah Mardi, biarpun ia harus berhadapan dengan Rey kembali.


Tapi, Gio merasa aneh kalau Memang tadi Rey kenapa cowok itu tidak membawa panda.


Gio menarik nafas dalam dalam. Dan, menghembuskan kembali.


"Apa mungkin Rey bukan korban ritual", bisik Gio pada dirinya.


Gio tidak tahu kalau Rey bukanlah. Korba utama ritual dari persembahan untuk siluman panda.


Korban utamanya Renata. Renata, yang seharusnya memberikan kesucian pada malam itu, tapi kecelakaan lah yang membuat ritual yang seharusnya, berjalan dengan lancar. kini gagal.


Rey adalah korban dari perjanjian siluman panda dengan ayahnya.


Tapi saat ritual itu terjadi Rey dan Renata mengalami kecelakaan itu yang Gio belum tahu.

__ADS_1


Jadi, roh Rey terpecah menjadi dua. Roh Rey bisa menembus alam siluman panda dan roh Rey yang tidak tembus ke siluman panda.


Dan itu yang terjadi.


Rey yang ada di perkampungan siluman telah dilakukan modifikasi oleh siluman panda.


Sebenarnya Rey yang dimodifikasi, adalah mengambil badan Rey yang sesungguhnya. sedangkan roh nya adalah roh siluman panda.


Untuk menghancurkan Renata. Sedangkan roh Rey yang muncul adalah roh Rey yang murni.


Akhirnya Gio berhasil membawa tubuh Renata ke tempat kediamannya tanpa gangguan apapun.


"Kalian diikuti seseorang?"ujar Mbah Mardi sambil berbisik dengan Gio.


Cowok itu menatap Mbah Mardi. pria tua itu mengangguk.


"Rey!" kata Gio lembut.


Seketika itu juga Gio melihat ke belakang.


Cowok berkulit putih itu tersenyum manis ke arah Gio. Gio tidak membalasnya.


"Mbah, masihkah mbah ingat saya?" kata Rey menatap pria itu penuh kepastian.


"Saya masih ingat kamu.


kamu dulu kabur dan menatap disini,


kenapa kamu berada disini?


Apa yang kamu inginkan?"


kata Mbah Mardi dengan tegas.


"Mbah, bantu saya untuk melepaskan kedua orang itu saya.


Saya bukan Rey yang ada di perkampungan siluman itu, bukan."


ujar Rey menatap pria tua itu dengan seksama.


Akhirnya Rey dan Mbah Mardi juga Gio duduk di sebuah pondok.


Sedangkan Renata di tinggal di sebuah dipan untuk istirahat.


Gio bisa melihat raut muka Rey yang penuh dengan percikan darah yang telah kusam. rambutnya kusut, tidak terurus.


cowok berkulit putih itu bersila di hadapan Gio dan Mbah Mardi.


Pada malam itu! kami ( Rey dan Renata )


mengalami kecelakaan di gerbang masuk SMP. Tubuh kami terlempar beberapa senti dari TKP. Aku langsung meninggal di dalam kecelakaan itu, sedangkan.


Renata harus kehilangan ingatannya. Renata harus di rawat di rumah sakit beberapa hari kemudian.


Sedangkan aku diurus untuk di makamkan.


Tapi sebelum meninggal sebenarnya saya tahu kalau Renata adalah adik kandungku, satu ayah beda ibu.


Renata diasuh sama ibu kandungnya, sedangkan aku dengan ayahku sendiri.


Aku sangat kecewa sama ayah. Kerena ayah telah menjadi pengikut siluman panda.


Tapi aku hanya pura pura tidak tahu kalau ayah menjadi budak siluman panda.


Pada malam sebelum kecelakaan, ayah pernah kedatangan siluman panda ia meminta ayah menikahkan aku dan Renata.


tapi ayah pernah menolak. siluman panda tidak mau ayah menolak, ayah disiksa. sampai kemudian ayah akan mengorbankan Renata untuk ritual pernikahan kami.


Aku pun menolaknya, alasan kami masih kecil. Ayah marah. ia.memaksa kami menikah.


Aku berniat memberi tahukan pada Renata kalau aku adalah kakaknya.


tapi ibu Vinda entah tahu atau tidak kalau aku adalah kakaknya Renata.


Saat ayah mau melangsungkan ritual itu disaat itupun kami kecelakaan dan tanpa sengaja menggagalkan rencana siluman panda.


Tapi disana aku yang meninggal bukan Renata. kalau Renata yang meninggal mungkin siluman panda tidak akan mampu untuk mengikat janji dengan ayah.


Ayah frustasi. Ayah bunuh diri, dan mamah meninggal kerena dibunuh siluman itu.


Gio menarik nafas mendengarkan apa yang dialami Ry dan Renata pada malam itu. Apa yang diceritakan oleh Rey malam itu hampir sama seperti yang diceritakan Mbah Mardi pada Gio sendiri.


Setelah selesai cerita Rey langsung pamit. Tapi sebelum pergi ia melihat Renata terlelap tidur nyenyak.

__ADS_1


"Aku percaya kamu bisa jaga dia." kata Rey sambil menepuk bahu Gio.*


__ADS_2