Misteri Pernikahan Remaja

Misteri Pernikahan Remaja
Mulai mengingat


__ADS_3

Hari Minggu.


Renata meminta bantuan, untuk mengantarkan dirinya ke suatu tempat.


Gio mau mengantarkan, Renata menuju tempat yang Renata ingin datangi.


Setelah sarapan pagi, Dengan umbi umbian. Renata mengajak Gio pergi, diantar oleh tatapan mata Mbah Mardi, dengan senyuman manisnya.


Renata juga ikut tersenyum, saat melihat senyuman Mbah Mardi.


Sewaktu bertemu dengan Mbah Mardi, Renata menduga kalau Mbah Mardi adalah pawang hantu.


Kerena selalu memakai dupa. apalagi kalau dihari Selasa dan Jum'at, perapian dupa tercium menyengat kemenyan yang dibakar.


Awalnya aneh saja tiap malam Selasa dan Jum'at.  Rutinitas Mbah Mardi sering membakar, dupa untuk memanggil para arwah leluhur kata Gio.


Menurut Renata tidak masuk akal aja. Masa malam Selasa dan malam Jumat, harus ada jin, setan yang butuh makanan?


Tapi lama lama Renata sudah biasa. Melihat, Mbah Mardi seperti itu, dan ia juga tidak pernah bertanya lagi pada Gio maupun pada Mbah Mardi tentang kebiasaan itu.


Dan yang salutnya menurut Renata, setiap hari banyak orang yang meminta bantuan Mbah Mardi.


Mereka sepeti lupa pada Tuhan yang telah memberikan makan dan minum.


Tapi Renata hanya diam saja melihat tindak tanduk mbak Mardi seperti itu.


Ia juga bukan manusia sempurna, jadi Renata hanya bisa diam tanpa komentar sama sekali.


Paling kalau nanya hal yang tidak harus membuat Mbah Mardi marah atau tersinggung sama sekali.


Pagi itu Renata menyelusuri jalan yang penuh becek, lumpur dan arah.


Tujuan kearah barat menuju desa kramatmanik. awalnya hanya  Gio menyangka kalau Renata mengajak ke rumahnya dulu tidak tahunya?


Renata mengajak Gio ke SMP dengan jalan kaki.


Gio ragu ragu, tapi mau tidak mau ia mengantarkan Renata ke SMP.


Banyak orang orang yang memandang mereka, tapi kedua remaja itu cuek saja.


Gio dan Renata kadang berlarian untuk menghasilkan keringat.


Keduanya berkeringat, wajah Renata begitu ceria saat mentari pagi menyinari pipi Renata yang penuh tetesan keringat.


Untung tadi Renata mengisi air minum untuk di perjalanan. Gio merebut botol Renata dan meminum airnya.


Renata merenggut melihat itu, Gio men jitak kepala Renata.


mentari mulai naik.


Renata baru merasakan hangatnya mentari pagi.

__ADS_1


Di hutan ia merasakan kedinginan, kerena jarang ada sinar mentari pagi menyentuh tubuhnya.


Renata benar benar, merasakan segar di dalam tubuhnya.


Perjalanan yang mereka tempuh hanya 1 jam perjalanan.


Sesampai di gerbang SMP.  Ia masih ingat, saat sebuah mobil dengan kecepatan kencang, menuju arah Panimbang menabrak dua sosok tubuh remaja.


Dalam banyangan itu Renata melihat jelas tubuh dirinya dan Rey terlindas mobil.


Rey meninggal dan dirinya masuk rumah sakit.


Dan saat itu ia tinggal di Taman Ciruas Permai tanpa tahu apapun juga.


Gio yang berada di sampingnya, hanya bisa menatap Renata dengan seksama.


Ia begitu sabar untuk menanti Renata. Renata mengajak Rey untuk masuk ke SMP.


di sana ia melihat dirinya berlari bersama Rey. berjalan, bercanda, tertawa bersama..


"Kamu ingat apa Ren?"


tanya Gio hati hati..


"Rey pernah ngomong kalau aku dan dirinya adik kakak.


Tapi benar atau tidaknya itu entahlah."


"Kalian saudara se ayah, Ren.


kata suara di belakang Renata.


Gadis itu dan Gio. Langsung membalikan tubuhnya.


Renata tercekat melihat tubuh orang yang selama ini dicintai berdiri di hadapannya.


"Ayah!" seru Renata langsung memeluk tubuh Pak Iskandar yang tiba tiba sudah berada di tempat itu.


Pak Iskandar bahagia sekali.


Ketika Renata memeluk tubuhnya, gadis kecilnya begitu kangen pak Iskandar pada gadis kecil yang ia sayangi.


"Yah, apa benar?"


Pak Iskandar mengangguk.


Dia akhirnya menceritakan apa yang pernah terjadi pada Renata.


Renata hanya tercekat mendengar kenyataan yang sesungguhnya.


Gio hanya diam kerena tadi malam juga Rey menceritakan yang sebenarnya.

__ADS_1


Renata memeluk tubuh pak Iskandar dengan eratnya. Ia bersyukur punya ayah seperti pak Iskandar yang tidak seperti ayahnya yang meninggal kan dirinya dari bayi.


Pak Iskandar juga memberi tahukan kalau pak Hamdi ayahnya telah mendonorkan darahnya pada Renata sebelum meninggal.


Renata diam..Ia tidak menyangka kalau saja pak Hamdi tidak mendonorkan darahnya mungkin dirinya juga akan menyusul Rey.


Renata bersyukur, dan dalam hatinya ia mengucapkan terimakasih pada pak Hamdi.


"Jangan sesali ini anakku.


Kau akan tetap menjadi ayah, kau gadis kecil ayah yang akan ayah sayangi." kata pak Iskandar tulus.


"Renata, kau kembali kesini."Kata suara yang tidak jauh dari sana..


"Rey," Renata menyebut nama Rey. Pak Iskandar dan Gio juga kaget melihat tiba tiba di sana ada Rey yang berdiri tanpa menapak tanah.


Renata mundur."


Rey, dunia kita lain lagi. Aku harapkan kamu tenang ya disana."kata Renata sendu.


"Renata, tolong aku sekali ini aja."


"Maksudmu?"


"Siluman panda mengincar mu Renata. misi nya belum selesai kerena kau kabur malam ritual bersama Gio."


Roh Rey meminta bantuan untuk Renata mengikuti ritual itu.


Pak  Iskandar marah mendengarkan omongan Rey,  tapi Rey menjelaskan ini hanya permainan.


kerena siluman panda menghukum Rey yang lainnya.


Pak Iskandar baru tahu kalau di hadapannya adalah Rey yang tidak diterima oleh keganasan siluman panda,


sedangkan roh Rey yang ada di alam siluman panda telah


dimodifikasi kan untuk mengajak Renata ke alam siluman untuk dijadikan persembahan ke kesucian Renata  untuk ketua siluman panda.


akhirnya Gio pun menjelaskan kalau Mbah Mardi juga akan melakukan apa ayang dikatakan Rey.


kerena Mbah Mardi ingin siluman panda tidak meresahkan warga lagi, apalagi dengan membunuh bayi bayi tanpa dosa. serta memberantas pernikahan se darah.


dengan kata lain mereka harus bekerja sama untuk menumpas kan semuanya kejahatan di alam nyata dan alam ghaib.


Renata maju kearah Rey. ia ingin memeluk tubuh Rey tapi Rey menghilang dihadapan Renata. Renata menangis.


Ingatan Renata muncul lagi bersama dengan Rey ketika masuk sekolah, makan di kantin, jalan kaki dan pernah hujanan juga. Semuanya begitu nyata dala ingatan Renata.


Dan Renata berniat untuk.mwmbantu Rey terlepas oleh jerat perjanjian dengan siluaman panda. Ia menyesali apa yang terjadi pada pak Hamdi yang egois mementingkan diri pribadinya tanpa memikirkan hal lain.


Renata tahu dari ayah, kalau pak Hamdi menyesal itu bukan hal gampang dilakukan apalagi setelah itu ia nuhun diri kerena Rey meninggal. picik.

__ADS_1


Tapi ia berjanji akan melakukan apa yang katakan, ini dilakukan hanya itu ingin melihat pak Hamdi, ayah kandungnya di terima oleh tuhan, dan supaya tidak meresahkan seluruh warga di sekitarnya.


Renata tersenyum saat memandang halaman sekolah yang dulu bersama Rey. kenangan indah, kenangan dimasa remaj tangung.*


__ADS_2