
Siluman panda memaksa pak Hamdi..
Mengadakan ritual pernikahan Renata dan Rey..
Dengan keputusan yang rumit. Akhirnya, pak Hamdi menyerah.
Pasti Renata bersedih. Dan menanyakan, keberadaan Rey di tambah lagi, mereka takut kalau Renata dibawa oleh siluman panda.
Mereka tidak tahu, apa yang dilakukan siluman panda pada mereka, itu yang mereka takutkan.
Jadi mereka lebih baik menyembunyikan Renata sampai mereka mendengar sebuah perjanjian batal. Entah sampai kapan.
Ketakutan itu lah, yang ibu Vinda rasakan. takut Renata pergi, pergi jauh bersama Rey.
Mungkin untuk siluman panda pernikahan dengan se darah tidak apa apa sedangkan Renata dan Rey manusia.
Di agama apapun juga melarang pernikahan se darah.
Dan hari itu!
ibu Vinda, sangat kaget. Saat, mendengar salah seorang teman tetangganya, mengalami perjanjian dengan siluman panda.
Kata ibu Hanny. tetangga dekat rumah ibu Vinda..
Kata ibu Hanny
Tetangga di kampung. membuat perjanjian dengan siluman panda. Tapi saat tetangganya, ingin melepaskan perjanjian itu.
Siluman panda marah dan membunuh tetangga ibu Hanny.
"Mereka membunuhnya. siluman panda menginginkan lebih dari perjanjian itu," ujar ibu Hanny cerita pada ibu Vinda yang sedang berbelanja di warung Bu Hanny.
"terus!" kejar ibu Vinda. Hatinya bergetar sekali.
"Katanya siluman panda menginginkan istri pak Kartam untuk di serahkan sebagai tumbal.
sedangkan istri pak Kartam adalah saudara kandung yang mempunyai perjanjian dengan siluman panda.
Mendengar itu ibu Vinda merinding. Jadi, mereka lebih memilih saudara kandung, untuk di persembahkan.
Dan siluman panda tahu kalau Rey dan Renata?
"Terus bagaimana kelanjutannya."
"Mereka tidak mau, akhirnya mereka dibunuh bersama istrinya pak Kartam. Tapi gagal."
"Gagal?"
"Mereka gagal, membunuh istrinya pak Kartam. Kerena, ada saudaranya, yang rela berkorban untuk istrinya pak Kartam." kata ibu Hanny.
"Maksudnya berkorban apa?"
"Mereka meninggal saat ritual itu." kata ibu
Hanny. Ibu Vinda terdiam.
setelah menceritakan semuanya pada ibu Vinda, akhirnya ibu Vinda pulang dengan hati tidak karuan.
Ia ingin sekali mengorbankan buat Renata. tapi ia belum tahu, ritual yang dilakukan siluman Panda itu. hari atau malam apa?
__ADS_1
ia, ingin melihat Renata bahagia. bersama ayahnya. biarkan ia lah yang jadi korban kebiadaban siluman panda.
ia menyesali apa yang dilakukan Hamdi pada dirinya dan putrinya.
"Kita, tidak tahu persis ritual yang dilakukan oleh siluman kera.
Hari apa atau malam apa, kerena jarang ada yang tahu ritual kaya gitu mah."
ujar ibu Hanny masih terhiang hiang di telinga ibu Vinda.
"Masalahnya siluman panda tidak ingin ada yang tahu manusia satupun tentang ritual itu?" lanjut ibu Hanny.
Ibu Vinda, hanya bisa diam saja. Tanpa melakukan apa apa. Cerita ibu Hanny mengusik hatinya yang dalam.
"Kalau saja ada yang ingin jadi korban untuk Renata, ia selamat." Bisik hati ibu vinda.
Rencana ibu Vinda diceritakan pada suaminya.
Awalnya. ibu Vinda, ingin dapat dukungan dari suaminya. Tentang, sebuah pengorbanan dan kegagalan ritual itu. Tapi pak Iskandar marah mendengarnya.
"Bu! kamu sadar apa yang kamu ucapkan?"
Teriak pak Iskandar saat mendengar.
mendengar alasan sang istrinya.
Ia tidak ingin istrinya melakukan hal se bodoh ini.
"Yah, aku ingin berkorban untuk Renata?"
"Kamu udah banyak berkorban untuk Renata, Bu. kamu jangan gila, melakukan ini pada Renata.
Apalagi kalau mengorbankan kamu." teriak pak Iskandar marah besar mendengar alasan istrinya.
"Sekali ini saja." harap ibu Vinda.
"Nggak. Aku katakan aku tidak ingin kamu mengorbankan apa pun sama Renata. kamu tidak ingin melihat Renata sampai dewasa nanti, menikah dengan orang yang di cintai, punya anak,"
"Yah, aku ingin sekali melihat Renata menikah, punya anak.
Tapi, apa kita bisa menghindar dari ritual itu!" tangis ibu Vinda.
ia benar benar ketakutan kalau Renata menjadi ritual oleh ayah kandungnya sendiri.
"Tidak! aku tidak mengizinkan.
Kita tidak pernah sekalipun ikut ritual itu, kenapa harus kita yang berkorban!" kata pak Iskandar lagi.
Ibu Vinda akhirnya cerita apa yang terjadi pada tetangga ibu Hanny.
Tentang ritual persaudaraan darah. Pak Iskandar meninggalkan istrinya.
ia tidak mau mendengarkan apa yang diceritakan oleh istrinya.
pak Iskandar menuju teras depan dengan pikiran kacau.
Di halaman rumah terdapat pohon mangga, jambu, dll. pohon itu pelindung saat hari panas.
Udaranya bersih ibu Vinda hanya bisa termenung di kursi tamu dengan perasaan yang tidak karuan. antara menolong Renata.
__ADS_1
Akhirnya ibu Vinda beranjak dari ruang tamu, menuju dapur untuk memasak makanan kesukaan putrinya.
Pak Iskandar termenung di teras depan rumah. pikiran melayang pada Renata.
Anak yang selama ini diurusnya. Ada perasan terharu melihat kehidupan Renata seperti itu, bapaknya yang seharusnya mengurus kini malah meninggalkannya.
Tanpa tanggungjawab. Pak Iskandar mendesah, ingat pak Hamdi.
"Ayah, kenapa melamun?" sapa Renata
mengejutkan pak Iskandar.
Gadis yang rambutnya di kepang dua, langsung merangkul tubuh ayahnya.
"Nggak apa apa, ayah bangga pada kamu, nak!"
ujar pak Iskandar mengusap rambut Renata dengan lembutnya.
"yah, ibu kemana?" tanya Renata.
"Mungkin di dapur. Emangnya kenapa?" tanya Pak Iskandar menatap wajah Renata.
Renata langsung masuk ke rumah, meninggalkan ayahnya.
Pak Iskandar mendesah sekali lagi. Apalagi melihat Renata yang riang dan gembira.
Malam hari mereka kumpul.
Di teras rumah.
Renata gembira sekali. melihat kedua orang tuanya kumpul seperti ini.
ini momen yang indah buat Renata, kerena ayah sibuk selalu kerja di PT indah kiat.
"Yah, Renita pengen bikin perpustakaan disini, boleh kan yah." kata Renata meminta pendapat ayahnya..
"Boleh, banyak tuh buku buku kamu.
"Daripada nganggur kaya gitu lebih baik buat perpustakaan, lalu ajak teman teman baca di sini." ujar ibunya sambil memandang wajah Renata lembut.
"Iya ntar kita beli rak nya." timbal pak Iskandar senang melihat Renata bergembira sekali.
pak Iskandar menatap wajah istrinya, ia juga tersenyum saat istrinya bergembira.
Tapi kegembiraan itu akan hilang saat seorang yang kita sayangi hilang.
Begitu juga dengan apa yang dialami oleh pak Iskandar dan Renata.
Seminggu setelah pembicaraan di teras rumah, ibu Vinda mengalami kecelakaan.
Motor yang di gunakan ibu Vinda menabrak batas jalan, menurut saksi kecelakaan itu terjadi kerena ibu Vinda menghindar dari pengendara lain yang ngebut di depannya..
Untuk menghindari dari kecelakaan itu, ibu Vinda menabrak pambatas jalan.
Otomatis kecelakaan tunggal itu, membuat ibu Vinda menghembuskan nafas terakhirnya.
Pak Iskandar dan Renata tidak bisa apa apa.
Tapi pikiran pak Iskandar ingat perkataan istrinya tentang ritual siluman panda.
__ADS_1
Tapi sementara itu ia hanya diam saja, lebih baik mengurus jenazah istrinya.*