
Setelah kejadian itu!
pak Iskandar. Berniat akan menemui orang yang bisa memisahkan Rey dan putrinya. Ia sama sekali tidak ingin kalau Rey dan Renata bersatu, apapun yang terjadi itu tidak akan bisa terjadi.
pak Iskandar berusaha mencari tahu orang yang bisa dan mampu. Setelah sekian lama pak Iskandar mencari tahu. Akhirnya, ia menemukan orang itu! pak Iskandar datang ke pondok di tengah hutan tempat pria tua.
Pondok tua itu milik seseorang laki laki tua yang berasal di pelosok desa. Biarpun jarak jauh memakan waktu 3 jam perjalanan pak Iskandar dengan ikhlas menempuhnya demi kebaikan Renata putri satu satu yang ia sayangi.
Pak Iskandar tidak mau harus kehilangan Renata gara gara Hamdi yang tidak pernah bertangungjawab sama sekali, malah meninggalakan cintanya yang seharusnya dijaga dan dilindungi. Tapi malah disia-siakan begitu saja tanpa hati dan jiwa.
Kalau mengingat itu Pak Iskandar geram sekali ingin rasanya ia menghabisi laki laki itu, tapi mustahil itu terjadi kerena dirinya dan Hamdi kini saling berbeda satu sama lainnya. Itu yang mustahil dilakukan oleh dirinya
Ya ia berkunjung pada dukun yang terkenal se Banten. Menurut, orang orang yang pernah berkunjung ke sana. Dukun ini mujarab mengobati hal hal diluar nalar manusia biasa, makanya pak Iskandar menempuh perjalanan menghabiskan waktu dan tenaga asal pikirannya bisa tenang.
Dan satu lagi yang ia dengar dari orang yang pernah berkunjung kesana, jadi kalau ingin bertemu, dengan dukun terkenal harus sore atau malam hari. Kerena dukun itu adanya sore dan malam apalagi kalau malam Jum'at, pasti dari siang ia sudah standby menunggu orang orang yang akan datang ke dirinya.
Tapi menurut orang lagi. Dukun itu hanya buka malam Selasa dan malam Jum'at saja, sedangkan di lain hari ia libur sama sekali tidak melakukan aktivitas nya.
Makanya Pak Iskandar berniat akan pergi pada waktu matahari tergelincir kearah barat, supaya bisa menemui Dukun itu. Akhirnya pak Iskandar, berangkat dari rumah sebelum malam larut.
Ia tidak izin pada Renata. Kerena kalau ia bilang takut Renata melarang. Pak Iskandar pergi secara diam diam ketika Renata sedang istirahat di kamarnya, kalau Renata tahu mungkin gadis itu bakal ikut atau kabur setelah tahu kalau ayahnya ke dukun.
Sampai di pondok. pak Iskandar mengetuk pintu. Sebuah pondok yang telah lapuk, dinding terbuat dari anyaman bambu yang telah keropos, bolong dari sana sini. Percuma di gunakan juga kerena tidak bisa menahan dari dinginnya hujan dan angin malam hari.
Setelah beberapa lama ia mengetuk pintu yang terbuat dari anyaman bambu, tidak berapa lama keluar pria tua. Berambut dua warna, menyambut kedatangan pak Iskandar. Dengan senyuman misteri.
Mbah Mardi, namanya. Semua orang menyebutnya. Laki laki kurus, berkulit hitam, matanya bersinar seram.
Laki.laki tua itu langsung mempersilahkan pak Iskandar untuk duduk di kursi tua di dalam pondok itu, setelah mereka duduk saling berhadapan mbak Mardi langsung menanyakan ada kepentingan apa pak Iskandar datang berkunjung.
Tanpa menunggu lama lagi pak Iskandar akhirnya menceritakan apa yang terjadi pada Renata putrinya dan Rey. Dengan terkekeh terkekeh, mbah Mardi dengan seriusnya mendengarkan apa yang diceritakan oleh pak Iskandar. Ia hanya mangut mangut saja.
"Rey, iya ya ya...Rey bukan manusia. ia adalah siluman Panda yang menginginkan putrimu.
maaf, kamu tahu darimana kalau Rey siluman Panda?"
tanya Mbah Mardi menatap wajah pak Iskandar dengan nalarnya.
pak Iskandar, sedikit bergidik melihat sorot mata Mbah Mardi. Bersinar dan menyeramkan itu.
"Aku tahu dari gelang yang dipakai cowok itu. dan aku pernah bertemu panda yang diberikan anak tengil itu!" kata pak Iskandar nyakin.
__ADS_1
Ya, apa yang dikatakan pak Iskandar memang benar. Ia, pernah bertemu dengan panda yang diberikan oleh Rey pada Renata.
si panda yang ditemui, oleh pak Iskandar meminta pak Iskandar menjodohkan Rey dengan Renata.
Otomatis pak Iskandar menolak. Penolakan itu membuat siluman Panda marah. Dan mengutuk pak Iskandar, 'aku tidak akan membiarkan kamu, dan putrimu hidup bahagia. kecuali ada pernikahan antara keturunanku dengan kamu.'
Awalnya ,pak Iskandar tidak memperdulikan ancaman siluman Panda.
Tapi, setelah melihat kejadian di hotel.
ancaman panda tidak bisa dibiarkan.
Mbah Mardi yang tahu itu, hanya mengangguk angguk saja.
Pria tua itu, akhirnya masuk ke pondok yang tidak karuan. Ia langsung duduk bersila.
Tangannya sedekap, matanya di pejamkan, mulutnya komat Kamit.
Dihadapannya terdapat dupa kecil yang telah menyala.
Bau kemenyan, tercium di seluruh ruangan pondok.
Suara burung hantu, dari hutan itu berbunyi. Memecahkan kesunyian malam, yang akan tiba. Mbah Mardi masih di depan dupa.
Berkali kali, butiran butiran kemenyan di bakar, dan jampi jampi keluar lagi.
Pak Iskandar, masih ada di luar. Ia, hanya duduk termangu di bangku bambu. yang menghitam dan keropos dimakan usia
Angin malam. begitu dingin menusuk tulang dan sum sum.
Jauh sekali, dengan keadaan kota yang panas, dan gersang. di hutan masih sejuk apalagi dikala malam tiba.
Tidak lama, kemudian Mbah Mardi datang menghampiri pak Iskandar.
Wajah tua itu, menatap wajah pak Iskandar dengan nanar. ia, sebenarnya ingin berkata, tapi terasa berat sekali.
Pak Iskandar, hanya diam saja melihat tingkah laku Mbah Mardi.
Pria tua itu, hanya mendesah dan terdiam lagi. Pak Iskandar yang melihat itu, semakin penasaran saja.
"Mbah, ada apa?" akhirnya pak Iskandar angkat bicara sambil menatap wajah tua itu.
__ADS_1
"Apa kamu mau mengikuti syarat yang aku ajukan padamu?"tatap Mbah Mardi lekat.
"Syarat? Syaratnya apa?"
"Syaratnya. Kau harus menjodohkan Gio cucuku dengan putrimu," kata Mbah Mardi serius.
Bagaikan disambar petir. Di siang bolong. Iskandar shock! Mendengar syarat yang diajukan oleh Mbah Mardi.
Syarat, yang menurutnya terlalu berat menurutnya.
Mau tidak mau akhirnya. pak Iskandar mengangguk, menyetujui syarat yang diajukan oleh Mbah Mardi.
pria tua itu, akhirnya tertawa melihat persetujuan pak Iskandar.
Wajah, mbah Mardi begitu riang sekali. melihat anggukan kepala pak Iskandar.
Tanpa tahu apa yang dirasakan oleh lelaki muda itu.
Setelah semua selesai. Akhirnya pak Iskandar pulang dengan ribuan gejolak hati.
Apa yang ditakutkan pak Iskandar terbukti. Renata menolak dijodohkan dengan Gio. Dan Renata kabur ke rumah Rey!
pak Iskandar, mencari cari Renata tidak menemukan putri kecilnya. setelah bertanya pada teman temannya.
Widya, yang tahu keberadaan Renata. langsung memberi tahu keberadaan Renata. ia diancam oleh pak Iskandar.
akhirnya pak Iskandar memberanikan diri berkunjung ke rumah Rey.
Saat bertemu dengan orang tua Rey, pak Iskandar melihat senyuman sinis dari bibir ayahnya Rey.
Atas bujukan ayahnya Rey, pak Hamdi. Renata akhirnya mau pulang dengan ayahnya.
Tanpa disadari Renata, pak Hamdi membisikan kata pada telinga pak Iskandar.
"jangan berniat menjauhkan Renata dengan Rey.
Renata telah jadi milik kami," senyum tipis pak Hamdi menghiasi wajahnya..
pak Iskandar hampir marah. tapi hatinya ditahan supaya ia tidak terpancing.
pak Iskandar hanya diam dan ia pulang bersama Renata*
__ADS_1