Misteri Pernikahan Remaja

Misteri Pernikahan Remaja
Mencoba melarikan diri


__ADS_3

Sudah seminggu.


Renata berada di hutan lebat entah dimana tempatnya.


Pak Iskandar, pun tidak pernah muncul kembali ke daerah itu. Ia seperti membiarkan Renata hidup disana untuk beberapa waktu.


Pak Iskandar hanya hidup sendiri tanpa Renata di taman Ciruas permai.


Kalau ingin memberikan sesuatu pada Renata. pak Iskandar hanya muncul di ujung perbatasan antara hutan dan perkampungan.


Ia membawakan Renata selimut, baju dan keperluan Renata sendiri.


Sedangkan keperlauan yang lainnya mbah Mardi yang melakukannya.


Mbah Mardi tidak selamanya muncul di hadapan Renata.


Ia lebih baik mengutus Gio untuk menanti gadis itu.


Ia tidak ingin Renata takut atau merasa terganggu oleh kehadirannya.


Gio lah yang tiap 24 jam menemani Renata di ruangan itu.


Gio juga tidak berusaha untuk meninggalkan Renata sendirian.


Apalagi pas peristiwa datangnya sang nenek di pondok itu. Gio merasakan khawatir pada Renata. Jadi Gio tidak ingin Renata kenapa napa, ia langsung memimta izin pada Mbah Mardi untuk menemani Renata pada malam dan siang hari.


Mbah Mardi yang mendengarkan alasan Gio hanya mengangguk saja, hanya satu pesan Mardi, Gio jangan punya nafsu apapun sama gadis itu..Gio mengikutinya.


"Gio, apa sih yang kami ketahui dari aku?"


"Apa ya?" ujar Gio berpikir.


"Apa Gio. Kamu jujur ya." ujar Renata menatap


wajah Gio.


"Aku hanya berpikir kenapa kamu mau tinggal disini? sedangkan kamu punya kehidupan yang indah di luaran sana."


Renata langsung meninju Gio dengan kerasnya.


Ia juga tidak mau punya kehidupan ini, ini pemaksaan hidup.


batin Renata berontak..


"Siapa bilang. Aku nggak suka hidup disini..Ayah bawa aku kesini, buat apa coba."


"Kamu harus sabar ya, suatu waktu kamu akan punya kehidupan yang indah bersama ayahmu."


"Kenapa sih ini harus terjadi padaku?


"Mungkin Tuhan mencintaimu, Renata.


Makanya tuhan memberikan cobaan ini sama kamu dan keluargamu."


"Tuhan tidak adil."


"Tuhan adil Renata. Tuhan memberikan ujian ini kerena ingin melihat dirimu lebih baik lagi." ujar Gio.


"Sudahlah..Lebih baik kamu istirahat saja, entar kita besok lanjutkan lagi." kata Gio menyuruh Renata tidur..

__ADS_1


Kerena malam mulai gelap. Akhirnya Renata merebahkan badannya di dipan hanya ada dua tikar saja untuk dijadikan alas tidur.


Sedangkan Gio tidur didipan satunya. Di ruangan yang sama mereka tidur di dipan yang berbeda.


Malam itu mereka tidur terlelap. Malam yang hening, membuat pikiran tenang dan tidur pun nyenyak sekali. Suara ayam hutan berkokok beberapa kali, berusaha untuk membangunkan kedua manusia yang masih merasa kantuk di matanya.


Saat mentari pagi muncul. Terlihat bias bias masuk ke celah celah ruangan yang dijadikan tempat tidur Renata. Gadis itu bangun saat mentari pagi menyinari tubuhnya. Saat matanya terbuka, ia tidak melihat Gio.


Gadis itu tidak merasa heran kalau Gio tidak ada di sampingnya, kerena Gio suka bangun sebelum.matahari pagi muncul. Entah apa yang dilakukan Gio pada jam segitu.


Pintu terbuka..Renata langsung menuju daun pintu yang terbuka, semilirnya angin pagi begitu sejuk menyentuh badan gadis itu. Burung burung kecil bernyanyi dengan riangnya menyambut pagi yang indah.


Renata hanya tercenung menatap wajah bumi yang begitu cerianya. Di teras luar Renata duduk di bangku yang terbuat dari bambu hitam yang ada di depan pondok itu.


Hatinya tiba tiba melihat bayangan yang berada di bawah pohon beringin.


Dengan baju hitam memunggungi pondok. penglihatannya begitu awas kerena itu pagi hari yang sempurna. Gadis itu langsung menghampiri se sosok yang berdiri di bawah pohon.


"Kamu siapa? Gio?" ujar Renata di belakang pemilik punggung berbaju hitam..


Saat se sosok itu memandang Renata. Gadis itu tersenyum dan berteriak.


"Rey, kamu kesini untuk jemput aku?" kata Renata saat tahu kedatangan Rey.


"Renata! Jangan sentuh dia!" teriak Gio yang melihat Renata langsung memeluk tubuh Rey dengan refleknya.


Tapi teriakan Gio tidak digubrisnya oleh Renata. Gio menghampiri mereka berdua.


"Ayo kita pergi!" ajak Gio pada Renata.


"Apa apaan kamu! datang datang ngelarang dia ketemu aku? siapa sebenarnya kamu!" kata Rey memegang tangan Gio. Gio menghindar.


"Kenapa? Kamu marah?" ujar Gio menatap wajah Rey.


Wajah Gio sinis. Rey langsung memukul Gio tapi Gio dengan sekejap kilat menghindar, dari pukulan Rey.


Rey terbawa nafsu tapi gagal. Renata melerai keduanya tapi gagal. mereka memilih bertengkar dan adu kekuatan.


"Rey!" teriak Renata akhirnya memegang tangan Rey dengan kerasnya.


"Kalian kenapa sih bertengkar disini? Apa yang kalian ributkan?" lanjut Renata memandang wajah kedua cowok itu dengan seksama ya.


"Tanya sendiri pada dia. Kenapa dia ke tempat ini, untuk apa?" sembur Gio menyudutkan Rey.


"Hai, bangsat!" Rey hampir menyerang tapi Renata menghalangi Gio.


Rey tidak bisa menjawab alasan yang dilontarkan Gio..


"Aku hanya ingin membawa kamu ke tempat asal," ujar Rey akhirnya.


"Untuk sementara ini tempat ini tepat untuk Renata. kau lebih baik kamu pergi saja." ujar Gio cepat.


Gio mengajak Renata untuk pergi tapi Rey berhasil merebut gadis itu. saat Gio akan membantu Renata. Rey telah hilang entah kemana dengan Renata.


Gio geram seketika juga..disaat bersamaan Mbah mardi datang menghampiri Gio. Gio hanya mendesah aja. Mbah Mardi akhirnya memandang Gio dengan perasaaan menyesal kerena cowok itu belum bisa menjaga amanahnya.


Akhirnya Mbah Mardi pergi meninggalkan tempat itu. Gio tahu kalau mbah nya marah langsung menyusul Mbah Mardi ia ingin meminta maaf.


"Gio, lalu kamu mau berkorban untuk gadis itu, Mbah akan maafkan kamu?" ujar Mbah Mardi memandang wajah Gio.

__ADS_1


"Berkorban, maksudnya berkorban apa?"


"Kita tidak perlu menghentikan ritual itu, tapi kamu harus bawa Renata malam ini ke suatu tempat dimana ia akan mengingatnya.


Disaat itulah ke kegagalan ritual terjadi," kata Mbah Mardi.


"Kata Mbah, Renata tidak boleh ke tempat itu?" protes Gio.


"Ini darurat!


Akhirnya Gio tunduk pada Mbah Mardi.


Renata kini berada di alam siluman panda. Ia.merasa senang sekali saat bertemu dengan ibu Risnawati dan pak Hamdi.


Rey yang melihat itu gembira sekali. Di pandangan Renata alam siluman panda hanya lah sebuah perkampungan kecil yang nyaman. Renata Ter pesona oleh keindahan alam yang dimiliki oleh setiap orang disana.


Ketua siluman panda puas menerima Renata untuk menjadi bagian hidupnya. Wajah gadis manis itu cantik secantik ibunya. Membuat gairah nafsu ketua siluman itu meluap meluap untuk mencicipi kesucian  gadis itu.


ya, dengan ritual kesucian siluman panda akan merasakan nikmatnya tubuh perawan yang akan menjadi pengikutnya.


Malam yang indah telah tiba.


Keindahan alam yang penuh taburan bintang. Dan cahaya Dewi, malam kian terang menyinari alam di perkampungan kecil siluman panda.


Membuat dunia siluman bergoyang ria menyambutnya. Renata juga senang sekali, apalagi di dampingi oleh Rey cowok yang baik menurut Renata.


Gadis itu tidak tahu kalau malam itu, adalah malam dimana ia harus menyerahkan kesucian nya pada ketua siluman panda.


Sebelum terjadi pernikahan dengan Rey. Tanpa Rey sadari. seseorang telah mengendap  mendekati pemukiman siluman panda. Ia berusaha menyembunyikan wajahnya untuk mengelabui para siluman yang sedang asyik bercengkrama bersama alam yang permai.


Seorang cowok 18 tahun.


Di kejauhan melihat keramaian yang diciptakan siluman panda.


Gio. cowok itu menyusul Renata ke pemukiman siluman panda, dengan hati hati ia mendekati Renata yang sedang memegang anak panda punya Rey. Gio bergidik, saat mendengar suara anak panda yang sedang di peluk oleh Renata.


"Awas! jangan sampai kamu terpikat oleh panda. Dia akan melakukan itu saat nyawanya terancam," suara Mbah Mardi terhiang hiang di telinganya.


"Kamu bisa mengunakan air tetesan daun kelor untuk melumpuhkannya." lanjut Mbah Mardi lagi. sebelum Gio meninggalkan tempat kediamannya, untuk membantu Renata.


Mbah Mardi memberikan satu botol air remasan daun kelor pada Gio. Gio harus menyemprot cairan itu ke muka panda yang berada di Renata.


Rey sedang di panggil oleh siluman panda, jadi ia meninggalkan Renata bersama panda. Melihat itu Renata memeluk panda dengan riangnya. Ia tidak menyadari kalau tiap ia memeluknya itu akan membuat dirinya mencintai Rey.


"Ren," ujar Gio menghampiri Renata. Tidak lupa ia menyemprotkan cairan ke muka panda. sang panda kecil terkejut menerima cairan itu.


Lalu panda itu begitu baik dan menyukai Gio.


Gio tersenyum. Renata pun senang saat Gio menyukai panda.


Tapi, gio berusaha untuk tidak memegang panda itu. Ia menarik tangan Renata dan menyemprotkan beberapa cairan yang dibawanya ke arah Renata.


"kita harus pergi." bisik Gio sambil menarik Renata. Gadis itu awalnya akan membawa Panda kecil tapi Gio melarangnya. Akhirnya panda kecil itu ditinggal di tempat Renata duduk.


Gio dengan cepat melarikan Renata dari pemukiman siluman panda. Gio, menarik dan berlari bersama Renata. Gadis itu merasa aneh saat Gio membawa dirinya menjauh dari pemukiman.


Gio memegang tangan Renata. Ia langsung menuju tempat dimana nyawa Renata akan terenggut. Hanya 30 menit mereka berjalan. Hanya dengan cahaya bulan yang mendatangi perjalanan. Malam mulai larut. Tapi jalan yang dilalui mereka sangat sepi, kendaraan roda dua dan empat hanya satu dua yang lewat.


Kendaraan itu tidak memperdulikan dua orang remaja yang berjalan bersama di kegelapan*

__ADS_1


__ADS_2