Misteri Pernikahan Remaja

Misteri Pernikahan Remaja
Rencana


__ADS_3

Angsana 1998


Malam Kliwon!


pak Hamdi meninggalkan rumah dengan perasaan was was.


takut ketahuan oleh istri dan Rey.


Pak Hamdi berniat akan berbicara langsung dengan siluman panda.


kalau ia akan membatalkan perjanjian itu.


Perjanjian menikahkan Rey dan Renata.


Biarpun, dihatinya tidak akan mungkin. kerena pasti siluman itu akan memaksa.


Apa pun yang terjadi pikir nya, ia tidak ingin harus ada pernikahan itu apalagi pernikahan sedarah.


Dan pak Hamdi siap menganti perjanjian dengan siluman panda.


asal perjanjian jangan menikahkan Renta dan Rey.


Apalagi kalau Vinda tahu kalau Rey adalah kakak kandung Renata.


Ia tidak ingin membuat wanita itu kecewa pada dirinya.


Jadi pak Hamdi akan melakukan sesuatu untuk melindungi Renata.


Biar ia jadi korban asal putrinya selamat dari siluman Panda itu.


Akhirnya ia menentukan kalau malam Jumat yang akan datang adalah malam yang tepat untuk bertemu dengan siluman panda.


Niatan pak Hamdi tidak diungkapkan pada istrinya.


Ia takut kalau bicara dengan istri, maka wanita itu akan ikut, ia nyakin kalau rencananya diketahui istrinya.


Pasti sang istri akan mendampinginya, itu yang pak Hamdi tidak inginkan.


Takut nyawa istrinya melayang.


Wanita yang telah membesarkan Rey dengan tulus, dan telaten tidak akan mungkin ia korbankan atas keegoisan dirinya.


lebih baik nyawa dirinya yang jadi korban, biar istrinya dan Rey hidup bahagia selamanya.


Pak Hamdi pernah bicara pada istrinya, kalau terjadi sesuatu padanya, pak Hamdi ingin istrinya bicara tentang Renata dan Vinda pada Rey.


Risnawati yang tahu itu mengangguk dan mengiyakan maksud sang suami.


Tapi, pak Hamdi sendiri cepat atau lambat akan menceritakan ini pada Vinda.


Malam telah larut! Dengan perasaan takut, ia terpaksa menemui siluman panda untuk negosiasi perjanjian yang mereka buat.


Malam yang gelap, hanya cahaya senter yang dibawanya menjadi penerang jalan.


Untung cuaca saat itu tidak hujan.


Jadi perjalanan pak Hamdi tidak rumit dan lancar sampai di gubug tempat siluman panda bersemayam.


Tidak ada dewi, sang Dewi hanya malu untuk mengintip kearah muka bumi.

__ADS_1


Salah satu siluman. yang ada di depan menyambut kedatangan pak Hamdi, di sangkarnya pria muda itu membawa santapan yang mereka tunggu.


"Kamu kesini mau apa, kenapa kamu tidak membawa darah dan tubuh bayi.


Kami sedang kehausan dan kelaparan nih," kata salah satu siluman yang badannya kecil dengan kecewanya.


"Boleh, aku bertemu dengan ketua?" ujar pak Hamdi, tidak merasa bersalah sama sekali.


Tidak menunggu lama, salah satu siluman itu mengantarkan pak Hamdi masuk gubug tua yang telah lapuk.


Sang raja siluman menyambut kedatangan pak Hamdi dengan wajah tidak ada ekspresi sama sekali.


Pak Hamdi duduk di hadapan raja siluman itu, sedangkan Siluman itu duduk di kursi kebesaran yang terbuat dari kayu yang mengkilat.


Hanya tempat duduk itu yang diurusnya, tempat tempat duduk lainnya terlihat kusam dan berlendir.


Tidak ada seorang manusi yang mau duduk di kursi itu, pak Hamdi pun hanya duduk di lantai yang diberi tikar daun ilalang.


"Ketua, kedatangan aku kesini hanya ingin membatalkan perjanjian yang kita sepakati perjanjian pernikahan antara Rey nan Renata.


Kenapa ketua ingin ada pernikahan Rey dan Renata?" kata pak Hamdi sambil memandang wajah siluman panda.


"Tidak bisa, perjanjian itu harus diteruskan?"


"Ketua! Mereka anak anakku!"teriak pak Hamdi gusar..


"Aku tahu! Mereka anak anakmu, jadi aku meminta kamu menikahkan mereka!" Suara sang ketua menggelegar menahan marah.


Ia, langsung melempar kayu yang dipegang olehnya ke pak Hamdi.


Pak Hamdi tidak bisa mengelak, kayu itu mengenai tubuhnya.


Dihadapan siluman Panda, ia akhirnya dengan berat hati pak Hamdi memutuskan perjanjian dengan siluman panda.


Si Ketua itu langsung menghampiri pak Hamdi, dengan ganasnya ia menarik tubuh itu menuju luar ruangan dan menghapuskan tubuh pak Hamdi.


Dua siluman yang berada ditempat itu, tanpa komando lagi  memukul tubuh pak Hamdi.


Saat salah satu siluman mengambil besi dan menghantamkan ke tubuh pak Hamdi,


ia tidak bisa menghindar dan tersungkur ke atas tanah.


Beberapa kali siluman itu memukul, mendorong, perut pak Hamdi ditendangnya.


Tapi pria itu diam tanpa perlawanan, ia ikhlas  lebih baik tubuhnya terluka daripada hatinya yang berdarah.


Sejahat jahatnya, ia tidak ingin kalau putrinya jadi korban siluman panda.


Tubuh pak Hamdi hampir hancur, oleh keganasan siluman panda.


Darah membanjiri wajah, badan, tangan pak Hamdi.


Nafas pria muda itu tersengal sengal.


Menahan rasa sakit yang mendera tubuhnya.


Wajah panda begitu marah membara, saat perjanjian itu dibatalkan oleh pak Hamdi.


Siluman panda tidak bisa menerima kalau perjanjian itu batal.

__ADS_1


Tubuh pak Hamdi terkulai lemah, tapi nafasnya masih terlihat naik turun..


Matanya  terpejam merasakan perih yang kian menyilet.


Darah membasahi baju pak Hamdi. Melihat penderitaan pak Hamdi, siluman itu tertawa bahagia melihat korbannya tidak berdaya.


Kedua wajah siluman itu berseri seri melihat tubuh pak Hamdi yang mengucurkan darah dari Luk luka yang dibuat oleh mereka.


Tawa mereka menggelegar membelah malam yang semakin kelam.


Di rumah ibu Risnawati terbangun, dan melihat tidak ada tubuh suaminya.


Akhirnya ia mencari ke teras. Nihil. ke ruang kerja tetap pak Hamdi tidak ada.


Wanita muda itu termenung sejenak, memikirkan suaminya yang pergi kemana tanpa bilang dulu.


Ibu Risnawati, menghampiri kamar Rey, ia menyangka kalau suami nya berada disana.


Memang akhir akhir ini pak Hamdi sering tidur di kamar Rey, entah apa yang dipikirkan pak Hamdi saat ia tidur di kamar anak lelakinya.


tapi saat kamar Rey terbuka, ibu Risnawati hanya melihat Rey yang tidur pulas.


Tiba tiba pikiran wanita itu ke siluman Panda.


Wanita itu mendesah, hatinya diliputi perasaan khawatir yang sangat.


"Apa mas Hamdi ke sana?" gumamnya sambil matanya melirik ke sana kemari.


Ia, menutup pintu kamar Rey.


Pintu kamar Rey memang tidak pernah terkunci dari dalam.


" biar kalau ada apa apa sama aku, mamah dan ayah bisa masuk," ujar Rey saat ibu risnawati banyakan masalah kamar yang tidak terkunci.


Mendengar jawaban anaknya, ibu Rey tersenyum dan mengucek rambut Rey dengan lembutnya.


Wanita itu akhirnya, masuk ke kamarnya untuk Menganti baju.


Dia mengunci pintu depan, tapi sebelum itu ia melihat Rey kembali.


Perasaannya di tenangkan.


Angin malam menyerbu tubuh ibu Risnawati, udara yang dingin menusuk sum sum.


Udara malam itu memang dingin sekali, ibu Risnawati mengunakan jaket untuk melindungi tubuhnya.


Bu Risnawati akhirnya tahu kalau suaminya mendatangi siluman panda, wanita itu langsung  menyusul  suaminya.


Ditengah malam yang gelap gulita wanita itu menyelusuri jalan raya, jalan yang licin tidak menghentikan langkahnya untuk mundur. Setelah sampai ia langsung menuju gubug siluman panda.


Dugaannya benar, suaminya disiksa oleh kedua siluman panda yang tubuhnya gendut.


Ibu Risnawati bergetar saat melihat tubuh suaminya yang banjir darah merah.


Biarpun suasananya redup, tapi pandangan ibu Risnawati begitu awas.


Kerena pak Hamdi hanya mengunakan kaos putih dan celana pendek selutut.


ibu Risnawati sembunyi diantara reruntuhan kayu, disana ia melihat sekelilingnya.

__ADS_1


Dua siluman panda sedang merayakan kebahagiaan melihat tubuh pak Hamdi tidak bergerak sama sekali.


pingsan.*


__ADS_2