
Akhirnya pak Hamdi mau mendonorkan darahnya untuk Renata.
Siang itu akhirnya.pak Hamdi mendonorkan darahnya pada Renata, ia juga mencium pipi Renata dengan lembut, merangkul dengan penuh cinta.
"Maafkan ayah, Nak.
Ayah selama ini jahat sama kamu, maafkan ayah," tangis pak Hamdi saat melihat Renata.
Ibu Vinda yang melihat itu juga ikut menangis.
Setelah itu pak Hamdi pamit pulang, dan meminta maaf tidak bisa menemani Renata.
Pak Iskandar mengangguk dan mengantarkan pak Hamdi pulang ke Angsana.
Mereka hanya diam selama perjalanan.
pak Hamdi bisa bernafas lega setelah memberikan darahnya pada Renata.
Pak Iskandar terharu melihat keangkuhan hati pak Hamdi pada Renata.
Luluh juga oleh cintanya pada putri yang selama ini tidak diakui.
Setelah mengantarkan Pak Hamdi, pak Iskandar langsung ke Pandeglang menuju rumah sakit untuk menemani putri kecilnya.
Di tengah perjalanan antara Tarogong Panimbang.
pak Iskandar bertemu dengan temannya. akhirnya mereka berbincang bincang di warung terminal Tarogong.
"Bagaimana keadaan putrimu,"
"Kurang baik,"
"Maksudnya?"
"Renata kecelakaan di depan sekolahnya.
ia butuh donor darah, tapi Alhamdulillah sekarang baik baik saja."
kata pak Iskandar sendu.
"Syukurlah kalau putri kecilmu baik baik saja."
"Maaf, ada apa ya. Kita bertemu disini?" tanya pak Iskandar pada pak Hidayat.
"Sebenarnya, ada sih yang aku ingin bicarakan disini." ujarnya ragu..
"Bicaralah." desak pak Iskandar mendesak.
Pak Iskandar Anatar percaya dan tidak percaya atas cerita pak Hidayat tentang Rey.
Menurut pak Hidayat kalau Rey adalah kakak kandung Renata, pak Hidayat juga berkata kalau selama ini pak Hamdi telah ikut perjanjian siluman Panda.
Pak Hidayat tahu itu dari pak Hamdi sendiri.
dan yang paling ngerinya pak Hamdi tadinya akan menjodohkan Renata putrinya dengan Rey.
pernikahan sedarah.
tapi pernikahan itu gagal akibat kecelakaan itu. pak Iskandar merinding mendengar itu semuanya.
tapi bagaimana pun ia akan melindungi Renata.
Menurut pak Hidayat, pak Hamdi berusaha melindungi Renata, untuk tidak ada pernikahan se darah, tapi siluman itu kuat dan menyiksa pak Hamdi dengan buasnya.
akhirnya pak Hamdi terpaksa menyetujuinya..
__ADS_1
Tubuh pak Iskandar bergetar saat tahu itu semuanya.
Sejak bertemu dengan pak Hidayat di warung terminal Cilegon ia berusaha untuk diam dan tidak menceritakan ini pada istrinya.
ibu Vinda juga yg Idak Menanyakan apa apa pada suaminya.
ia hanya tersenyum manis saat suaminya begitu menjaga Renata.
*****
Berbeda di rumah pak Hamdi.
Dengan keramaian di rumahnya mereka serasa terhibur.
Apalagi anak anak kecil saling bercanda riang di depan mereka.
pak Hamdi yang dulu cuek sama anak anak, kini terlihat gembira melihat celoteh mereka yang mengemaskan dirinya.
Berkali kali ia bercanda dengan anak anak, saling kejar, main kuda, serta berlari di dalam rumah.
Melihat itu, semau warga yang melihatnya terasa iba sekali.
Begitu juga dengan ibu Risnawati, ia bahagia melihat sisi suaminya yang begitu peduli pada anak anak.
Tapi, ia juga sedih saat suatu saat nanti anak anak itu pergi bersama orang tuanya.
"Mah, bagaimana kalau kita ajak Renata ke rumah ini?" tanya pak Hamdi setelah 7 hari Rey berpulang ke hadapan tuhan.
"Mas! Dulu kamu menampik Renata. Tapi sekarang?"
"Dia anakku?"
"Anakmu? Mas, kalau kau diposisi ibunya Renata bagaimana.
Kau mengurus, menjaganya tiba tiba ada orang yang ingin mengambil darimu,
ujar Risnawati menatap wajah suaminya.
Ia bukannya tidak ingin Renata kumpul dengan dirinya.
Atau ayah kandungnya. tapi menurutnya, betapa egoisnya, dulu saat ibu Renata minta pengakuan pada Hamdi.
Hamdi dengengan.angkuhnya tidak mengakui Renata sebagai anak.
Biarpun tes DNA menyatakan kalau Renata benar benar benih dari Hamdi.
Pak Hamdi malah menuduh Vinda berselingkuh dengan Iskandar dan memilih mengurus Rey.
pak Hamdi hanya tertunduk, ada kesedihan membayangkan rumah sepi tanpa anak.
Ibu Risnawati memeluk tubu suaminya memberikan kekuatan.
Malam 8 hari Rey meninggal.
ibu Risnawati, menemukan tubuh pak Hamdi bersimbahan darah.
di ruangan makan.
Ia, yang melihat itu terkejut. Dan menjatuhkan tubuhnya ke tubuh pak Hamdi.
belum selesai kesedihan ibu Risnawati atas meninggalnya Rey, kini suaminya juga meninggal mengenaskan.
"Hahahahha...." tawa seseorang di belakang ibu Risnawati.
Ibu Risnawati membalikan tubuhnya melihat siapa yang ada di belakangnya.
__ADS_1
Beberapa langkah wanita itu mundur.
Belakangnya terlihat siluman panda menatap dengan ganasnya.
"Kerena perjanjian ini aku buat bersama kalian.
Maka aku sebagai ketua siluman akan tetap meneruskan pernikahan Antara Rey dan Renata."
ujar siluman panda dengan wajah berseri seri.
"Nggak akan mungkin. Rey telah meninggal. Renata masih di rumah sakit."
kata ibu Risnawati.
"Kalian akan kami bawa sebagai pengikut kami.
Dan kami akan menguras memory kalian kalau kalian tidak akan mengingat kejadian malam ini."
jawab siluman panda dengan tawa yang renyah penuh sinis
Belum lagi ibu Risnawati bertanya.
Siluman itu langsung mencekik leher ibu Risnawati dengan kuatnya.
sampai kepala dan badan wanita itu terpisah.
Terdengar kembali tawa sang siluman menggema, dan menghilang di telan malam.
*****
Akhirnya.
pak Iskandar menceritakan apa yang terjadi.
ibu Vinda syok.
Saat tahu, Rey anak kandung pak Hamdi dari wanita lain.
Pantas. selama ini ia seperti melihat bayangan Hamdi di wajah Rey.
wajah Rey juga mirip sama Rey.
Hati ibu Vinda gerimis saat tahu itu semuanya.
Masih ingat prilaku Hamdi padanya, lembut, penuh cinta tapi hatinya tertutup untuk mencintai Hamdi.
Ada air yang mengalir dari sudut matanya. Pak Iskandar mengusap air mata yang di pipi istrinya.
"Yah, kenapa dia jahat ingin menjodohkan Renata dan Rey sedangkan dia tahu kalau mereka adalah anak dia."
"Dia ingin menikahkan Renata dengan Rey kerena perjanjian mereka dengan siluman panda, mah.
Ayah baru tahu ini, kalau ayah tahu dari dulu mungkin ayah akan menentang keinginan mereka.
ayah pikir mereka menjodohkan Renata dan Rey hanya ikatan persahabatan..tidak tahunya?" pak Iskandar menghela nafas berat.
"Tapi, ayah dari awal juga nggak setuju kan?"
"Ayah tidak setuju kerena mereka masih belia. boro boro mengurus anak mereka, mereka juga harus diurus kita." ujar pak Iskandar.
"Yah, ibu harapkan kalau terjadi apa apa pada ibu."
Mamah harapkan jagain Renata ya, yah. seperti ayah jagain mamah."
kata ibu Vinda merangkul suaminya dengan erat.
__ADS_1
"Kok, ngomong gitu sih! Mah, kita berdua yang akan selalu jagain putri kita..putri kecil kita."
kata pak Iskandar membalas pelukan istrinya. Ibu Vinda mengangguk setuju*